Jumat, 24 Desember 2010

Nama : Steven Hamonangan
Kelas : 1 Eb 12
NPM : 26210694




Bisnis Online

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu pernah mendengar istilah Bisnis Online dimana bisnis ini memang sedang ramai-raminya dibicarakan orang-orang, khususnya para pebisnis. Disini saya akan mencoba menjelaskan secara lebih detail mengenai bisnis online. Bisnis online adalah semua bisnis yang dilakukan secara online dengan menggunakan media internet sebagai media pemasaran produk dan jasa serta berbagai kegiatan bisnis lainnya. Jadi dalam hal ini internet hanyalah media karena internet sendiri terdiri dari ribuan halaman-halaman bahkan jutaan halaman WEB yang mampu menyediakan informasi bagi pengguna internet. Makanya tidak heran jika banyak pelaku bisnis maupun personal menggunakan internet sebagai media yang ampuh untuk mengkomersilkan dan promosi atas produk mereka dengan harapan bahwa pengguna internet dapat melihat dan mengenal hingga akhirnya tertarik menggunakan produknya, itu hanya sebagian contoh kecil dari kelebihan bisnis online.

Berikut ini adalah macam-macam dari bisnis online :

Pertama : Program PPC (PAY PER CLICK)

Program bisnis PPC adalah bisnis yang akan membayar membernya jika member tersebut meletakkan iklan iklan di web atau blognya. Nah cara kerjanya adalah, jika ada orang yang melakukan klik terhadap iklan-iklan yang ditayangkan di web blog tersebut, maka kita si pemilik blog akan mendapatkan komisi. Jadi, hanya dengan klik kita akan dibayar. Caranya adalah kita mendaftar ke program PPC, lalu meletakkan iklan PPC di dalamnya. Selanjutnya bila ada yang negklik iklan tersbut, maka kita akan dapat bayaran. PPC terbaik dan terkenal yang saya ketahui adalah “Google Adsense”. Di indonesia mulai berdatangan program PPC dan kita bisa mengais uang dari sana. Contohnya adalah kumpulblogger.

Kedua : Program AFFILIASI

Program Bisnis ini layaknya kita sebagai makelar. Kita akan dibayar jika berhasil menjual produk yang pemilik buat atau miliki. Sistemnya adalah bagi hasil. Ada yang menerapkan 40% – 60%, artinya 40% untuk kita dan 60% untuk sipemilik produk.
Ada juga yang menerapkan 50% – 50%, artinya 50% untuk kita dan 50% untuk si pemilik produk. Bahkan kita bisa berjualan HP, Pakaian dan lain-lain dengan hanya cukup modal akses internet. Model bisnis affiliate yang terkenal di internet adalah Amazon, clickbank dan lain-lain

Ketiga : MULTI LEVEL MARKETING (MLM)

System MLM/piramida/matrix atau system apapun yang intinya harus merekrut orang jika mau mendapatkan uang itulah yang sangat banyak di internet. Bisnis memerlukan modal yang relative murah dan dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan besar.

Keempat : . JUALAN PULSA DENGAN SISTEM DOWNLINE

Bisnis ini juga banyak sekali yang berminat, karena pengguna ponsel di Indonesia selalu bertambah setap harinya, maka bisnis ini membuat orang ingin menjalankannya. Selain itu , kita juga akan mendapatkan keuntungan jika kita mampu merekrut orang untuk bergabung dengan jaringan kita. Kita akan mendapatkan komisi per transaksi downline kita nantinya. Jadi selain kita dapat komisi penjualan sendiri juga dapat komisi dari member.

Kelima : PAID TO INPUT

Bisnis ini terbilang cukup simple, yang perlu kita lakukan adalah nginput data tiap hari yang kita lakukan hanya beberapa menit saja dan kita akan dibayar. Bers dan sudah dapat penghasilan lumayan untuk newbie. recommended KERJAINPUTDATA dan GOGONAI, dua situs itu sudah terpercaya membayar membernya.

Bisnis online memang banyak sekali memberikan kelebihan-kelebihan bagi para pebisnisnya dalam menjalankan bisnisnya, antara lain :

 Tidak terikat waktu & tempat
Dengan memiliki sistem website dan autoresponder yang mampu merespon dan follow up terhadap customer, maka sistem anda akan tetap bekerja 24 jam sehari 7 hari seminggu tanpa menghiraukan kapan dan dimana kita berada

 Pangsa pasar yang luas
Dengan menggunakan media Internet yang dapat diakses dari belahan dunia mana saja maka internet sangat memungkinkan untuk menjangkau target market yang sangat luas. Jadi apapun produk atau jasa yang dionlinekan akan dapat di promosikan secara elektronik melalui internet namun semuanya itu juga bergantung sejauh mana pemilik situs memfasilitasi delivery fisik produk.

 Media Promosi yang efektif
Promosi online akan lebih efektif karena dalam menjalankan bisnis online kita dapat membidik target pasar dengan dengan menyesuaikan content/artikel sedang hangat saat itu. Jadi dengan adanya informasi/artikel yang ada pada situs kita bisa memetakan pangsa pasar mana yang akan dituju. Tinggal menyesuaikan target pasarnya saja dan tentunya tidak ada beban dalam berpromosi seperti umumnya sales marketing yang harus face to face dengan calon pembeli.



 Modal & Biaya operasional yang relatif kecil
Semua bisnis memerlukan modal & biaya operasional, tapi dengan bisnis online semua itu dapat ditekan sekecil mungkin dan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari modal & biaya operasional. Karena kita tidak perlu memiliki toko / kantor, karyawan seperti bisnis pada umumnya. Dalam bisnis ini follow up penjualan biasanya cukup dilakukan melalui email, sehingga kita tidak perlu untuk mengeluarkan biaya transport mengunjungi para calon klien kita.

 You Are The Bos
Kelebihan yang satu ini yang umunya paling disenangi oleh para pebisnis online. Kita akan menjadi pimpinan dan sekaligus pemilik dalam bisnis online yang kita jalani tanpa terikat oleh siapapun. Karena kita tidak perlu atasan yang mengatur jadwal kerja kita dalam menjalankan bisnis tapi kita sendiri yang mengatur jadwal & strategi untuk mencapai target pendapatan

Tentu saja dalam metode bisnis online ini terdapat juga kelemahan-kelemahannya. Antara lain :

• Koneksi Internet yang mahal akan tetapi kita dapat mensiasati dengan memanfaatkan promo-
• promo di pasaran.
• Modal uang
Kita butuh modal berupa uang untuk membangun kerajaan bisnis online. Entah itu domain, hosting, biaya kursus, dsb. Ini memang bisa disiasati, tapi memang tidak mudah. Kita bisa menggunakan domain gratisan seperti co.cc, hosting gratisan di freehostia.com atau di blogspot.com.

• Modal ilmu
Modal ini yang paling lama diperoleh dan paling intens harus kita lakukan, dari mulai pembayaran dengan payment processor, riset keyword, menghindari jebakan search engine, pengoperasian domain dan hosting, SEO, content, traffic, maintenance, backup dan restore, sebaiknya kita bisa lakukan sendiri daripada menunggu orang lain untuk melakukannya untuk kita karena untuk mempercepat dan mengurangi biaya yang sebenarnya tidak terlalu penting. Masalahnya adalah, tidak banyak kursus atau pelatihan yang ada di pasaran yang mengajarkan secara praktis berbisnis online. Jadi usahakan mencari kursus yang bisa langsung bertanya dan berhadapan dengan trainer kita sehingga kit adapt mengerti secara jelas tentang bisnis online.


Setelah mengetahui secara detail mengenai bisnis online kita dapat menyimpulkan, bahwasanya bisnis online memang bisnis yang palin cocok bagi mereka yang ingin mencoba berbisnis dengan modal yang relative kecil. Bisnis ini sangat sederhana dan dapat dijalankan secara individual ataupun teamwork. Bisnis ini juga memberikan keuntungan-keuntungan yang lumayan besar bila digeluti secara serius. Artinya bisnis ini juga tidak kalah dengan bisnis pada umumnya (offline).

Bila pembaca tertarik ingin memulai atau mencoba bisnis online maka ada aturan-aturan yang harus diperhatikan dan dipahami yang terdapat dalam bisnis online. Saran saya pribadi setelah membaca berbagai artikel mengenai bisnis online adalah pilihlah program bisnis yang betul-betul dicari dan diminati banyak orang dan pastikan bahwa salah satu program bisnis online yang akan diikuti menyediakan wadah untuk konsultasi untuk bimbingan anda dalam menjalankan bisnis online.

Amati situs yang menyediakan program dengan melakukan pengamatan pada hasil search engine dengan mengetikkan keyword http://namasitus.com atau nama pemilik/pengelola ( contoh keyword : namapemilik, bisnis online namapemilik, penipuan namapemilik/namasitus, rekomendasi namasitus, review namasitus dll).

Perhatikan jumlah hasil pencarian, fokus pada hasil pencarian untuk review atau rekomendasi & perhatikan siapa dan situs apa yang merekomendasikan dan lanjutkan dengan mengamati profil orang / namasitus yang mereview & merekomendasikan.

Franchising

Selasa, 23 November 2010

Di dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar kata Franchising atau franchise tetapi tidak mengetahuinya secara jelas. Disini saya akan coba menjelaskan lebih detail mengenai sejarah franchising dan apa saja terdapat didalamnya. Kata franchising (franchise) itu sendiri berasal dari bahasa Perancis yaitu “franchir” yang artinya dibebaskan dari pemberian upeti, pajak. Namun seiring jaman pengertian franchise berubah menjadi pemberian ijin dalam pemakaian nama atau merek dagang. Franchise merupakan suatu bentuk strategi usaha yang bertujuan untuk memperlebar jangkauan usaha dalam meningkatkan pangsa pasar dan penjualan. Franchise merupakan sebuah perkawinan bisnis yang sudah ada (franchisor) dan pendatang baru di dunia bisnis (franchisee).
Dalam dunia bisnis, istilah Franchise atau waralaba adalah suatu pemberian sebuah lisensi oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) sebagai pemberi Franchise kepada pihak lain sebagai penerima franchise untuk berusaha dengan menggunakan merek dagang atau nama dagangnya dengan menggunakan keseluruhan system bisnisnya. Pemberi franchise diebut franchisor sedangkan penerima franchise disebut franchisee.
Berdasarkan kriteria yang digunakan, kita bisa membedakan jenis franchise. Secara umum, kita bisa membedakan franchise industrial dan franchise komersial:

1. Franchise industrial
Adalah suatu bentuk kerjasama wirausaha antar pengusaha(manufacturer). Franchisor adalah pemilik sistem manufacture dan/atau brevet eksklusif. Di sini, franchisor memberikan pengusaha (manufacturer) lainnya hak mengeksploitasi sistem manufacture dan/atau brefet eksklusif dan mengoperasikannya di wilayah yang terbatas. Karena dengan semua sarana yang dimiliki akan memungkinkan franchisee melakukan bisnis usaha yang sama dengan franchisor, yaitu dengan mengkopi formula dan metodologi yang ditransferkan. Oleh karena itu, franchisor tidak menyerahkan kepada franchisee integralitas dari prosedur produksi melainkan hanya sebagian.

2. Franchise komersial, terdiri dari:
• Franchise distribusi produk: adalah franchise yang bertujuan mengkomersialisasi satu atau beberapa produk, yang biasanya diproduksi oleh franchisor atau didistribusikan oleh franchisor secara eksklusif
• Franchise distribusi jasa: obyek perusahaan terdiri dari satu atau kesatuan dari jasa, yang dikomersialisasikan oleh franchisee, berdasarkan metodologi yang dia terima dari franchisor. Jenis franchise ini membutuhkan kontrol yang cukup ketat dari franchisor supaya kualitas servis yang memuaskan tercapai.
.
Sejarah Franchise sendiri pertama kali dimulai di Amerika oleh Singer Sewing Machine Company, produsen mesin jahit Singer pada 1851. Pola itu kemudian diikuti oleh perusahaan otomotif General Motor Industry yang melakukan penjualan kendaraan bermotor dengan menunjuk distributor franchise pada tahun 1898. Selanjutnya, diikuti pula oleh perusahaan-perusahaan soft drink di Amerika sebagai saluran distribusi di AS dan negara-negara lain. Sedangkan di Inggris waralaba dirintis oleh J Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg pada dekade 60an.
Walaupun Franchise dipopulerkan di negara Amerika Serikat, namun asal mula kata Franchise berawal dari Eropa, yaitu Perancis dan Inggris. Kata Franchise sendiri bermakna "kebebasan" (Freedom). Di masa itu, bangsawan diberikan wewenang oleh raja untuk menjadi tuan tanah pada daerah-daerah tertentu. Pada daerah tersebut, sang bangsawan dapat memanfaatkan tanah yang dikuasainya dengan imbalan pajak/upeti yang dikembalikan kepada kerajaan. Sistem tersebut menyerupai royalti, seperti layaknya bentuk Franchise saat ini.
Di Amerika Serikat sendiri, Franchise mengalami booming pada tahun 60-70an setelah berakhirnya Perang Dunia ke-2. Pada saat itu, banyak terjadi praktek penipuan bisnis yang mengaku sebagai Franchise, salah satunya dengan cara menjual sistem bisnis Franchise yang ternyata belum teruji keberhasilannya di lapangan. Selain itu, Franchisor pun lebih fokus untuk menjual Franchise milik mereka dibandingkan membangung dan menyempurnakan sistem bisnis Franchisenya. Banyak investor baru yang gagal oleh modus seperti ini, hal ini menjadi salah satu pendorong terbentuknya IFA (International Franchise Association) pada tahun 1960.

Salah satu tujuan didirikannya IFA adalah untuk menciptakan iklim industri bisnis Franchise yang dapat dipercaya, oleh karenanya IFA menciptakan kode etik Franchise sebagai pedoman bagi anggota-anggotanya. Walau begitu, kode etik Franchise masih perlu didukung oleh perangkat hukum agar dapat memastikan tiap-tiap pihak dalam industri ini terlindungi. Pada tahun 1978, Federal Trade Commission (FTC) mengeluarkan peraturan yang mewajibkan setiap Franchisor yang akan memberikan penawaran peluang waralaba kepada publik untuk memiliki UFOC (Uniform Franchise Offering Circular). UFOC adalah dokumen yang berisi informasi lengkap mengenai peluang bisnis Franchise yang ditawarkan, seperti: sejarah bisnis, pengelola, hal yang berkaitan dengan hukum, prakiraan investasi, deskripsi konsep bisnis, dan salinan dari perjanjian Franchise. Selain itu daftar nama, alamat dan nomor telepon dari pemilik Franchise adalah informasi yang diwajibkan. UFOC bertujuan untuk menyampaikan informasi yang cukup mengenai perusahaan untuk membantu calon Franchisee dalam mengambil keputusan.
Selain definisi dan perkembangan franchise menurut kacamata asing, di Indonesia juga berkembang definisi dan perkembangan-perkembangan franchise. Salah satunya seperti yang diberikan oleh LPPM (Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen), yang mengadopsi dari terjemahan kata franchise. IPPM mengartikan franchise sebagai “Waralaba” (wara=lebih; laba=untung), jadi waralaba berarti “Lebih Untung”. Pertumbuhan Franchise di Indonesia berawal dari masuknya waralaba asing pada tahun 80-90an. KFC, McDonalds, Burger King, Wendys adalah sebagian dari jejaring waralaba asing yang masuk ke Indonesia pada awal-awal berkembangnya Franchise di Indonesia. Perusahaan-perusahaan waralaba lokal pun mulai bertumbuhan pada masa itu, salah satunya adalah yang termasuk pelopor waralaba lokal yaitu Es Teler 77.
Pada tahun 1991 berdiri Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) sebagai wadah yang menaungi pewaralaba dan terwaralaba. Diharapkan dengan berdirinya AFI ini dapat tercipta industri waralaba yang kuat dan dapat menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang berbasiskan usaha kecil dan menengah. Konsep franchise pertama kali berkembang di Indonesia pada tahun 1970an, dengan berdirinya KFC, Swensen, dan Shakey Pisa yang kemudian diikuti oleh Burger King dan Seven Eleven. Pada tahun 1990,melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik, politik yang stabil dan keamanan yang terjamin, para investor dari luar negeri mulai melirik Indonesia dan di sini, franchise asing mulai booming di pasar Indonesia .

Pada tahun 1992, di Indonesia terdapat 29 franchise yang berasal dari luar negeri dan 6 franchise lokal, dan secara keseluruhan, di Indonesia tersebar sekitar 300 outlet. Pada tahun 1997, jumlah franchisor meningkat hingga 265 franchise, di mana terdapat 235 franchise internasional dan 30 franchise lokal. Dan jumlah keseluruhan outlet adalah 2000. Pada tahun 1997, terjadi krisis moneter di Indonesia. Pada saat ini, diikuti oleh krisis ekonomi dan politik di Indonesia pada tahun 1998 yang mengakibatkan jatuhnya industri franchise di Indonesia. Banyak franchisor asing yang meninggalkan Indonesia dan hampir sekitar 500 outlet yang tutup oleh karena kondisi yang tidak mendukung ini. Pada saat itu, jumlah franchise dari luar negeri yang beroperasi di Indonesia menurun dari 230 hingga 170-180 franchise. Tetapi justru pada saat ini, franchise lokal mulai memadati pasar franchise Indonesia dari 30 meningkat hingga 85 merek produk yang berkembang. Hingga saat ini, franchise lokal berkembang hingga 360 merek produk, di mana terdapat 9000 outlet, baik sebagai franchisee ataupun company owned.
Di Indonesia waralaba yang berkembang pesat dan masih sangat menguntungkan adalah waralaba di bidang makanan (Wong Solo, Sapo Oriental, CFC, Hip Hop, Red Crispy, Papa Rons dan masih banyak merek lainnya). Waralaba berbentuk retail mini outlet (Indomaret, Yomart, AlfaMart) banyak menyebar ke pelosok kampung dan pemukiman padat penduduk.
Franchising atau waralaba tidak hanya berkembang dibidang makanan saja, akan tetapi juga di bidang Telematika atau Information & Communication Technology, juga mulai diminati pada 3 tahun terakhir ini berkembang beberapa bidang waralaba seperti distribusi tinta printer refill/cartridge (Inke, X4Print, Veneta dll) , pendidikan komputer (Widyaloka, Binus) , distribusi peralatan komputer ( Micronics Distribution ) , Warnet / NetCafe (Multiplus, Java NetCafe, Net Ezy) , Kantor Konsultan Solusi JSI , dll.
Yang juga menguntungkan adalah waralaba di bidang pendidikan (Science Buddies, ITutorNet, Primagama, Sinotif), terutama taman bermain (SuperKids) dan taman kanak-kanak(FastractKids, Kids2success, Townfor Kids), Pendidikan Bahasa Inggris (EF/English First, ILP, Direct English), dll. Perkembangan merek dan waralaba dalam negeri cukup pesat dan pada pameran franchise di tanah air terlihat banyak merek merek nasional Indonesia bersaing dengan merek global dan regional.
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:

1.Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi. Contohnya adalah Mc Donald
McDonald's Corporation NYSE: MCD (di Indonesia terkenal dengan sebutan McD, dibaca Mek-di) adalah rangkaian rumah makan siap saji terbesar di dunia. Hidangan utama di restoran-restoran McDonald's adalah hamburger, namun mereka juga menyajikan minuman ringan, kentang goreng, filet ayam dan hidangan-hidangan lokal yang disesuaikan dengan tempat restoran itu berada. Restoran McDonald's pertama didirikan pada tahun 1940 oleh dua bersaudara Dick dan Mac McDonald, namun kemudian dibeli oleh Ray Kroc dan diperluas ke seluruh dunia. Sampai pada tahun 2004, McDonald's memiliki 30.000 rumah makan di seluruh dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000 orang dan pengunjung per hari dan rumah makan 1.700 orang. Lambang McDonald's adalah dua busur berwarna kuning yang biasanya dipajang di luar rumah-rumah makan mereka dan dapat segera dikenali oleh masyarakat luas.
Restoran McDonald's pertama di Indonesia terletak di Sarinah, Jakarta dan dibuka pada 23 Februari 1991. Berbeda dari kebanyakan restoran McDonald's di luar negeri, McDonald's juga menjual ayam goreng dan nasi di restoran-restorannya di Indonesia. Bisnis perusahaan ini dimulai di tahun 1940 dengan dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino, California. Mereka memperkenalkan "Speedee Service System" pada tahun 1948, yang kemudian menjadi pinsip dasar restoran siap-saji moderen. Maskot awal McDonald's, yang bernama Speede, adalah seorang pria dengan kepala berbentuk hamburger yang menggunakan topi koki. Speede kemudian digantikan oleh Ronald McDonald di tahun 1963.
McDonald's saat ini tidak menjadikan tahun 1940 sebagai tahun kelahiran restoran McDonald's. Mereka memilih 15 April 1955, ketika Ray Kroc membeli lisensi waralaba McDonald's dari Dick dan Mac di Des Plaines, Illinois, sebagai hari kelahirannya. Kroc kemudian membeli saham dari McDonald's bersaudara dan memimpin perusahaan ini melakukan ekspansi ke seluruh dunia. Saham McDonald's mulai dijual kepada publik tahun 1965. Sifat agresif yang dimiliki Kroc bertentangan dengan keinginan McDonald bersaudara. Kroc dan McDonald bersaudara bertikai untuk mengontrol bisnis ini, namun akhirnya McDonald bersaudara lah yang pergi meninggalkan perusahaan. Pertikaian ini didokumentasikan baik dalam otobiografi Kroc maupun otobiografi McDonald bersaudara. Situs di mana McDonald bersaudara pertama kali mendirikan restoran kini dijadikan monumen. Dengan ekspansi agresifnya ke seluruh penjuru dunia, McDonald's dijadikan sebagai simbol globalisasi dan penyebar gaya hidup orang Amerika.

2.Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba. Contohnya adalah ayam goreng Mbok Berek
Salah satu restoran ayam goreng tradisional yang masih disukai adalah Mbok Berek. Masakan ayam khas Yogya ini telah berkembang ke berbagai kota. Ratna Djuwita Umiyatsih Rejeki (Ny. Umi), wanita kelahiran Jogja ini berhasil mengembangkan ayam goreng Mbok Berek di Jakarta. Bagaimana kiatnya bisa sukses. Wakil Direktur utama PT Weling Simbah Wulung ini menuturkan kepada Bisnis. Sebenarnya ayam goreng Mbok Berek sudah dikenal sejak jaman jepang di yogyakarta, tepatnya di desa Candi Sari, Kec. Kalasan. Penggemarnya pun banyak. Ciri khas masakannya yaitu satu ekor ayam kampung digoreng utuh pakai tepung yang dagingnya empuk. Waralaba ini pada kenyataanya juga mampu menyaingi berbagai pesaingnya dari luar negeri antara lain KFC, Mc Donald dan yang lainnya.
Akan tetapi pasca dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 2007 tentang Waralaba banyak pihak yang berpikir ulang menggunakan istilah waralaba (franchise) jika memang usahanya tak benar-benar memenuhi syarat franchise (waralaba) sesuai peraturan tersebut. Hal ini karena tak hanya sanksi administrasi yang akan dikenakan bagi pelanggarnya tetapi juga denda uang hingga maksimal Rp 100 juta.
Setelah dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 31/M-DAG/PER/8/2008 rambu-rambu franchise makin jelas. Seperti apa pasal-pasal penting yang harus diperhatikan pengusaha yang ingin mengadopsi sistem franchise? Berikut beberapa pasal di Permendag No 31.

Pasal 1
(1) Waralaba harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. memiliki ciri khas usaha;
b. terbukti sudah memberikan keuntungan;
c. memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis;
d. mudah diajarkan dan diaplikasikan;
e. adanya dukungan yang berkesinambungan; dan
f. Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang telah terdaftar.
(2) Orang perseorangan atau badan usaha dilarang menggunakan istilah dan/atau nama waralaba untuk nama dan/atau kegiatan usahanya, apabila tidak memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1).


Pasal 2
(1) Waralaba terdiri dari pemberi waralaba dan penerima waralaba.
(2) Pemberi waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. pemberi waralaba berasal dari luar negeri;
b. pemberi waralaba berasal dari dalam negeri; dan
c. pemberi waralaba lanjutan berasal dari dalam negeri dan/atau luar negeri.
(3) Penerima waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. penerima waralaba berasal dari waralaba luar negeri;
b. penerima waralaba berasal dari waralaba dalam negeri; dan
c. penerima waralaba lanjutan berasal dari waralaba dalam negeri dan/atau waralaba luar negeri.
Pasal 3
(1) Pemberi waralaba harus memberikan prospektus penawaran waralaba kepada calon penerima waralaba paling singkat 2 (dua) minggu sebelum penandatanganan perjanjian waralaba.
(2) Prospektus penawaran waralaba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat paling sedikit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri ini.
(3) Dalam hal prospektus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditulis dalam bahasa asing, prospektus harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Pasal 4
(1) Waralaba diselenggarakan berdasarkan perjanjian tertulis antara pemberi waralaba dan penerima waralaba dan mempunyai kedudukan hukum yang setara dan terhadap mereka berlaku Hukum Indonesia.

(2) Perjanjian tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat paling sedikit sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Menteri ini.
(3) Perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus disampaikan kepada calon penerima waralaba paling singkat 2 (dua) minggu sebelum penandatanganan perjanjian.
(4) Dalam hal perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditulis dalam bahasa asing, perjanjian harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Pasal 5
(1) Perjanjian waralaba yang diputus secara sepihak oleh pemberi waralaba sebelum masa berlaku perjanjian berakhir, pemberi waralaba tidak dapat menunjuk penerima waralaba yang baru untuk
wilayah yang sama, sebelum tercapai kesepakatan dalam penyelesaian perselisihan oleh kedua belah pihak (clean break) atau paling lambat 6 bulan setelah pemutusan perjanjian waralaba.
(2) Penerima waralaba baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan STPW, apabila sudah terjadi kesepakatan atau paling lambat 6 bulan setelah pemutusan perjanjian waralaba.

Pasal 6
1) Pemberi waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) wajib memiliki STPW dengan mendaftarkan prospektus penawaran waralaba.
2) Penerima waralaba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) wajib memiliki STPW dengan mendaftarkan perjanjian waralaba.

Pasal 7
1) STPW sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.
2) STPW sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang habis masa berlakunya dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang sama.
3) STPW dinyatakan tidak berlaku apabila:
a. jangka waktu STPW berakhir;
b. perjanjian waralaba berakhir; atau
c. pemberi waralaba dan/atau penerima waralaba menghentikan kegiatan usahanya.

Pasal 8
Kewajiban memiliki STPW sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) untuk pemberi waralaba berasal dari luar negeri, dikecualikan apabila perjanjian waralaba antara pemberi waralaba berasal dari luar negeri dengan penerima waralaba di dalam negeri tidak mengalami perubahan.

Pasal 9
(1) Pemberi waralaba berasal dari luar negeri yang tidak memiliki STPW sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dilarang memperluas kegiatan usahanya di Indonesia.
(2) Penerima waralaba berasal dari waralaba luar negeri dan/atau penerima waralaba yang bertindak sebagai pemberi waralaba lanjutan berasal dari luar negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang memperluas kegiatan usahanya.

tugas lecturer

Sabtu, 30 Oktober 2010

Sebagai tindak lanjut PPSPPT 2010 dan pengembangan mata kuliah yang adaptif terhadap softskill, maka saya selaku mahasiswa Universitas Gunadarma menulis sesuatu pada blog saya mengenai situs-situs yang ada di Universitas Gunadarma. Sebenarnya ada banyak layanan situs online yang disediakan oleh universitas gunadarma bagi mahasiswa dan dosennya. Situs-situs ini memiliki fungsinya masing-masing yang secara keseluruhan situs-situs tersebut bertujuan untuk memudahkan komunikasi antara pihak kampus, dosen dan mahasiswannya. Disini saya akan meyebutkan situs-situs yang saya ketahui dan akan membahas lebih detail tentang situs baak online.
Situs-situs tersebut antara lain :
http://www.studentsite.gunadarma.ac.id/
http://www.libary.gunadarma.ac.id
http://www.ilab.gunadarma.ac.id
http://www.helpdesk.gunadarma.ac.id
http://www.seminar.gunadarma.ac.id
http://www.kemahasiswaan.gunadarma.ac.id
http://www.wartawarga.gunadarma.ac.id

BAAK Online
BAAK adalah suatu situs online yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan peyelenggaraan dalam perkuliahan siswa dimana BAAK juga menyediakan layanan-layanan yang bertujuan untuk membuat mahasiswa dan mahasiswi mempermudah mencari informasi tentang pengkuliahan.
Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah menu-menu yang terdapat dalam BAAK online :
• Home
Menu ini merupakan tampilan awal saat kita membuka situs BAAK online. Di dalam menu ini terdapat berbagai informasi-informasi yang terupdate setiap harinya tentang perkuliahan. Di menu home ini mahasiswa/i juga dapat mengetahui jadwal akademik dan kalender akademik.
• Tentang BAAK
Dalam menu ini terdapat bebrapa sub menu pilihan seperti Profil BAAK, Struktur BAAK dan Lokasi BAAK.
#Bagian yang terdapat di BAAK antara lain :
BAAK Fakultas (Ilmu Komputer, Ekonomi, Teknik Sipil & Perencanaan, Teknologi Industri, Psikologi, dan Sastra);
Bagian Ujian Semester dan Bank Soal;
Bagian Koordinasi Perkuliahan
Sub Bagian Jadwal Kuliah;
Sub Bagian Koordinasi Mata Kuliah dan Penasihat Akademik;
Sub Bagian Penghubung dan Pendamping Dosen.
Bagian Monitoring Kuliah.
Sub Bagian Monitoring Kehadiran Dosen;
Sub Bagian Monitoring Kehadiran Mahasiswa.
#Struktur BAAK
Struktur BAAK terdiri dari sub fakultas, sub koordinasi perkuliahan, sub monitoring perkuliahan, dan sub ujian.
• FAQ
Menu berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang biasanya sering ditanyakan oleh para mahasiswa/i. untuk lebih jelasnnya anda dapat mengklik link di bawah ini:
http://ugpedia.gunadarma.ac.id/category/54/baak.html
• SAP
Menu ini mempunyai kepanjangan satuan acara perkuliahan dimana menu ini berisi pembagian materi suatu matakuliah tiap kali kuliah (setiap pertemuan). SAP berisi rincian materi kuliah setiap pertemuan kuliah dan berikut tujuan belajarnya serta buku-buku acuan untuk belajar. Yang dimaksud tujuan belajar ialah apa yang minimal dikuasai mahasiswa setelah mendapat materi perkuliahan.
http://ugpedia.gunadarma.ac.id/category/54/baak.html
• Buku Pedoman
Menu ini merupakan sebuah menu yang berisi mengenai pedoman-pedoman perkuliahan. Di dalam menu ini, terdapat beberapa buku pedoman, diantaranya buku pedoman penyusunan silabus, penyusunan SAP, proses belajar mengajar, buku pedoman PA dan wali kelas, buku pedoman kemajuan belajar, duku pedoman tata karma dosen dan juga mahasiswa.
http://www.baak.gunadarma.ac.id/index.php?stateid=pedoman
• Situs Jurusan
Menu ini merupakan menu yang menjelaskan segala informasi dan latar belakang setiap fakultas dan jurusan yang terdapat di Universitas Gunadarma.
Menurut saya situs BAAK online ini sangat berguna dan bermanfaat bagi para mahasiswa/I Universitas Gunadarma karena melalui situs ini kita dapat mengetahui segala informasi mengenai perkuliahan dimanapun kita berada. Kurang lebih demikianlah analisa dan pengetahuan saya mengenai situs BAAK online ini dan anda dapat mengetahuinya lebih jelas dengan mengunjungi alamat URL dibawah ini.
http://www.baak.gunadarma.ac.id

Peranan Bisnis Dalam Kehidupan

Sabtu, 23 Oktober 2010

Pada kenyataanya bisnis dan kehidupan sehari-hari memang saling berkaitan dan tanpa kita sadari sebenarnya kita selalu melakukan kegiatan bisnis tersebut. Ada berbagai macam kegiatan bisnis yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari yang semuanya berpusat pada kegiatan produksi, distribusi dan penjualan. Kebutuhan hidup dan keinginan manusia terhadap segala sesuatu baik barang ataupun jasa yang menjadikan alasan utama mengapa bisnis itu ada dan mengapa ilmu berbisnis di perlukan bagi setiap orang. Kita tahu bahwa manusia memerlukan kebutuhan dan keinginan tersebut secara terus menerus setiap harinya dan harus terpenuhi juga setiap harinya. Maka jelas bahwa kenyataan tersebut menimbulkan ‘peluang’ berbisnis yang sangat besar yang harus kita manfaatkan dengan semaksimal mungkin. Untuk itulah saya mengajak kita semua untuk mempelajari dan memahami kegiatan berbisnis tersebut. Bisnis adalah suatu bidang yang banyak diminati orang-orang karena bisnis tidak mengenal usia dan latar belakang pendidikan seseorang tersebut. Artinya semua orang dapat berbisnis dengan kemampuan mereka di bidang mereka masing-masing.
Pemerintah dan segala bidang yang ada di masyarakat memang selalu berkaitan erat, khususnya dalam hal ini di bidang bisnis. Pemerintah memiliki kebijakan-kebijakan yang mengatur bisnis itu sendiri, oleh karena itu, apabila timbul permasalahan-permasalahan dari kegiatan bisnis, pemerintah diharapkan dapat membantu dan mencarikan solusi yang terbaik untuk permasalahan tersebut. Pemerintah juga seharusnya berperan aktif untuk kemajuan bisnis-bisnis dalam negri degan berbagai cara Bisnis dapat menghasilkan keuntungan-keuntungan yang besar apabila kita tahu bagaimana cara menjalankan bisnis tersebut, tetapi bisnis juga dapat mendatangkan kerugian-kerugian bila kita tidak mengetahui secara detail apa sebenarnya bisnis itu. Oleh karena itu, setiap individu harus dibekali cara berbisnis yang menguntungkan agar tidak mengalami kerugian-kerugian melainkan dapat berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Pengetahuan tentang berbisnis memang harus diberikan kepada masyarakat Indonesia khususnya para pelajar dan mahasiswa. Seperti yang kita ketahui bahwa di era globalisasi ini persaingan hidup sudah semakin ketat, sehingga setiap individu dituntut untuk memiliki kemampuan-kemampuan khusus guna menghadapi era globalisasi ini. Pengetahuan dalam berbisnis merupakan salah satu modal yang harus dimiliki setiap individu guna memperlengkapi kemampuan-kemampuan mereka dalam menghadapi era globalisasi. Kemampuan-kemampuan di bidang bisnis juga akan sangat membantu kita dalam mengelola kekayaan sumber daya alam yang sangat berlimpah di negara Indonesia ini. Kita tahu bahwa negara kita dalah negara maritime dimana banyak pulau-pulau yang tersebar didalamnya. Tentu saja ini akan sangat membantu kita untuk menggerakan roda perekonomian yang ada di Indonesia sekaligus menjadi peluang bisnis yang besar.
Sebelum membahas lebih jauh tentang peranan bisnis dalam kehidupan kita, ada baiknya jika kita mengetahui apakah definisi dari bisnis terebut serta segala sesuatu yang terkait didalamnya. Bisnis merupakan kata yang tak asing di telinga kita karena begitu sering kita mendengar kata tersebut tetapi tidak memahaminya secara detail. Bisnis berasal dari kata Busy yang berarti sibuk. Secara luas bisnis mempunyai arti istilah umum yang menggambarkan semua aktivitas dan institusi yang memproduksi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari. Setelah mengetahui pengertian yang sebenarnya seperti di atas berarti kita secara langsung dan tanpa kita sadari terlibat dalam kegiatan bisnis tersebut.
Untuk lebih jelasnya mari kita membahas secara detail mengenai bisnis dan apa saja yang ada di dalamnya serta mengapa bisnis dapat berperan dalam kehidupan sukses banyak orang. pertama-tama kita harus mengetahui apa sajakah elemen-elemen dalam sistem bisnis.
Elemen – elemen dalam sistem bisnis :
1.Capital ( Modal )
Sejumlah uang yang di gunakan dalam menjalankan kegiatan bisnis.
2.Material ( Bahan – bahan)
Faktor yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan bisnis untuk diolah menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
3.SDM (Sumber Daya Manusia)
Memiliki kemampuan yang berkualitas tinggi.
4.Management Skill ( Ketrampilan Management)
Sistem Manajemen yang dijalankan berdasarkan prosedur dan tata kerja manajement.
Setelah itu apa sajakah yang termasuk dalam jenis-jenis dari kegiatan bisnis antara lain;
Jenis-jenis Kegiatan bisnis :
- Produksi
- Distribusi
- Konsumsi

Artinya apabila yang termasuk dari jenis-jeinis kegiatan bisnis adalah produksi, distribusi dan konsumsi maka memang benar bahwa kita melakukan kegiatan bisnis tersebut setiap hari karena lebih dari 70% kebutuhan manusia dipenuhi dari luar dirinya (sumber daya alam & orang lain.). setelah mengetahui elemen-elemen dalam sistem bisnis dan jenis-jenis dari kegiatan bisnis, maka yang perlu kita ketahui berikutnya adalah bentu-bentuk dasar kepemilikan bisnis tersebut.
Bentuk Dasar Kepemilikan bisnis :
Perusahaan perseorangan: Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Persekutuan: Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
Perseroan: Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
Koperasi: adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi
Memang benar untuk memulai sebuah bisnis tidaklah mudah dan membutuhkan persiapan yang matang, atau Robert Spiegel, penulis buku “The Shoestring Entrepreneur’s Guide to the Best Home-Based Businesses”, bahwa mempersiapkan sebuah bisnis tak ubahnya menyerut ujung pensil. Aktivitas bisnis Anda tentu bukan hanya pada seruncing apa ujung pensil Anda, tapi bagaimana Anda menggunakan pensil yang runcing itu seperti dikatakan kesuksesan bisnis anda.
Kalau Anda sedang mengalami kondisi seperti itu dan jika anda benar-benar tertarik untuk mencoba memulai bisnis ada 10 langkah menurut Robert Spiegel yang perlu Anda ingat dan lakukan:
#1. Buatlah List Kerja
Tempelkan di tempat selalu terlihat oleh Anda. Beri tanda dan warna yang menarik perhatian. List itu merupakan “kompas” pemandu Anda untuk merintis bisnis anda berjalan dan berhasil.
#2. Segeralah Melangkah
Tirulah bagaimana bayi belajar jalan. Jatuh-bangun, tanpa pernah menyerah, dengan langkah-langkah kecilnya. Seperti itu pula seharusnya Anda ketika memulai sebuah bisnis. Meski sedikit, pendek, dan kecil, segeralah melangkah. Realisasikan list kerja Anda, fokuslah, karena itu akan memperkecil rasa takut dan keasingan yang Anda alami. Keraguan-raguan hanya hilang oleh tindakan.
#3. Dapatkan Pelanggan atau Klien
Kalau anda belum mempunyai pelanggan atau klien, Anda belum bisa dikatakan punya bisnis, Jadi, dapatkan pelanggan atau klien pertama Anda untuk memulai bisnis baru Anda. Layani, rawat, dan puaskan pelanggan pertama Anda.
#4. Lupakan Kesempurnaan
Tidak mungkin Anda mengharapkan segala sesuatunya berjalan sempurna ketika awal-awal Anda merintis bisnis baru Anda. Pasti ada saja masalah dan rintangannya. Tapi tidak apa, itu biasa dan sangat wajar. Di sini, sikap realistis dan kesabaran Anda sangat dibutuhkan.
#5. Pilihlah Karyawan Pekerja Keras
Sangat penting di awal-awal merintis usaha baru Anda, Anda dikelilingi oleh orang-orang yang semangat dan pekerja keras. Hal ini akan menciptakan lingkungan yang penuh gairah sehingga semakin menambah amunisi kerja bisnis Anda.
#6. Bicaralah Soal Bisnis
Kondisikan diri Anda dalam dunia bisnis dan sebagai pebisnis. Ganti pilihan kata dan bahasa Anda dalam kehidupan sehari-hari. Bicarakan perusahaan Anda sebagai bisnis, bukan tentang sebuah bisnis. Yakinkan diri Anda sendiri bahwa Anda sedang menjalankan sebuah bisnis. Sebab, kalau Anda sendiri tidak yakin dengan bisnis Anda, bagaimana Anda bisa mengharapkan orang lain yakin. Jangan katakan kata-kata yang menunjukkan Anda (seperti) tidak serius dalam bisnis. Misalnya saja, “Saya sedang berusaha memulai bisnis”. Katakan “Ini bisnis saya“.
#7. Hargai Diri Anda
Kita semua menyukai penghargaan. Ini saatnya untuk jujur pada diri sendiri, setiap minggu sekali, tanyakan pada diri Anda apakah Anda sudah melakukan sesuatu yang layak untuk dihargai, sesuatu yang nyata berpengaruh terhadap kemajuan bisnis Anda. Jangan sungkan-sungkan untuk merayakannya.
#8. Jadikan Semuanya Accountable
Temukan rekan bisnis, organisasi atau pemilik usaha lain yang bisa, langsung ataupun tidak langsung, mengawasi bisnis baru Anda. Langkah ini penting agar Anda selalu terdorong untuk melakukan langkah-langkah serius yang bisa dipertanggungjawabkan. Langkah ini juga membuat Anda selalu berada di jalur tujuan bisnis Anda.
#9. Antisipasi Perkembangan Zaman
Pastikan kalau bisnis Anda tidak ketinggalan zaman. Itulah mengapa Anda disarankan tidak lama-lama menghabiskan waktu untuk meruncingkan ujung pensil Anda. Sebab yang lebih penting adalah melakukan sesuatu untuk bisnis Anda. Di sini, Anda harus peka terhadap perkembangan zaman.
#10. Ingatlah Mimpi Anda
Ketika bisnis Anda sudah mulai berjalan, jangan takut untuk keluar dari “zona aman” Anda. Katakan pada diri Anda, “Sekarang saya sudah punya bisnis sendiri. Saatnya membesarkan bisnis saya”. Merubah tujuan dan menciptakan mimpi baru juga bisa menyegarkan semangat Anda seperti awal mula merintis bisnis baru Anda.

Sering kita temukan siswa yang mengalami kesulitan dalam memilih program pilihan belajar. Hal ini terkait jaminan kerja yang minim begitu ia menyelesaikan studinya. Tidak sedikit jumlah pengangguran di negeri kita ini. Tidak peduli apakah ia mengantongi ijazah atau tidak. Bahkan lulusan sarjana ke atas masih saja kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Lalu,mengapa tidak mencoba berpikir belajar bisnis untuk mengatasi masalah ini?
Langkah pertama untuk menentukan pilihan Anda adalah melakukan riset terhadap diri Anda sendiri. Apakah minat dan kemampuan Anda? Apa yang Anda ingin lakukan dan apa yang baik untuk Anda? Apakah kekuatan dan kelemahan, dan apa yang akan membuat Anda bersemangat? Bisnis merupakan salah satu bidang yang luas dan memiliki kompensasi yang tinggi. Ia termasuk peringkat sepuluh jurusan yang paling menguntungkan dari lulusan perguruan tinggi. Lulusannya memiliki berbagai kesempatan kerja di sektor swasta, sektor publik dan non-profit.
Belajar bisnis juga menggairahkan. Lingkungan yang kompetitif, tantangan pemasaran dan penjualan barang atau jasa, kemampuan menangani proyek, negosiasi, dan menghasilkan penjualan. Jika Anda ingin menjadi wirausahawan dan memulai bisnis Anda sendiri, atau jika Anda ingin menjadi seorang manajer perusahaan, mulailah berinvestasi dengan belajar bisnis administrasi sebagai langkah persiapan awal yang baik.
Perusahaan yang memiliki karyawan yang berbicara dengan "bahasa" bisnis dan memahami konsep-konsep bisnis dan teknik, maka akan memfasilitasi pelatihan, meningkatkan produktivitas, membantu memfokuskan pada prioritas organisasi dan memberikan kontribusi pada "bottom line." Anda bisa mulai memeriksa beberapa program sekolah dan memilih program yang memenuhi kebutuhan anda, tantangan anda, yang menurut Anda nyaman. Anda harus menghabiskan banyak waktu, tenaga dan energi untuk berhasil.
Dengan belajar bisnis, Anda memiliki peluang sukses yang besar! Pilihan karir yang hampir tak terbatas dan potensi pendapatan yang sangat baik. Ini adalah area studi yang menggairakan dengan aplikasi praktis untuk kehidupan yang profesional. Ini semua kembali kepada Anda, untuk mengambil kesempatan atau menghilangkannya begitu saja. Oh ya, jika Anda sudah lewat usia sekolah, maka Anda tidak perlu khawatir untuk belajar bisnis. Ini tidak harus melalui lembaga pendidikan yang formal. Anda bisa mempelajarinya dengan melakukan praktek langsung, mengikuti pelatihan atau seminar bisnis, mencoba berbisnis dari nol, mengikuti forum bisnis, dan masih banyak lagi.
Semakin Anda sering mencoba berbisnis, maka sesungguhnya itu adalah kesempatan paling efektif bagi Anda dalam belajar bisnis. Tidak peduli apakah Anda masih muda atau tua, pria atau wanita, single atau menikah, kesempatan berbisnis terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha. Peluang berbisnis bisa apa saja. Anda bisa memulainya dari baju, makanan, property, kebutuhan rumah tangga, bahkan produk informasi, atau jasa. Begitupun dengan kesempatan untuk sukses. Jika Anda mau belajar bisnis, melakukannya dengan sungguh-sungguh, fokus pada bisnis Anda, tidak mudah menyerah, maka yakinlah bahwa sukses sangat dekat dengan Anda. Tinggal Anda mau mewujudkannya atau tidak.
Ingin mulai berbisnis tapi takut gagal? Wajar saja jika anda takut berbisnis, karena -pada kenyataannya- memang lebih banyak yang gagal dibandingkan yang sukses. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko gagal berbisnis.

#Jadikan hobi sebagai bisnis.
Diperlukan komitmen dan ketekunan secara terus menerus untuk membangun bisnis. Jika yang dikerjakan itu hobi, pastinya bisnis anda akan menjadi hal yang menyenangkan dan dikerjakan tanpa mengenal waktu atau lelah.
#Jeli melihat penawaran investasi bisnis.
Jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk berinvestasi hanya karena tergiur dengan besarnya keuntungan yang dijanjikan. Bila perlu, mintalah rekomendasi dari konsultan bisnis yang terpercaya.
#Buat perencanaan bisnis.
Biarpun hanya di selembar kertas, tulislah apa yang ingin dicapai di bisnis anda dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut.
#Anggaran bisnis
Perhitungkan anggaran yang diperlukan untuk memulai bisnis, operasional sampai akhirnya bisnis itu diperkirakan bisa menghasilkan keuntungan. Siapkan juga dana cadangan untuk berjaga-jaga dari hal yang tak terduga.
#Kompetitor.
Cari tahu siapa kompetitor bisnis anda dan pelajari bagaimana cara mereka menjalankan bisnis.
#Jadilah unik
Setelah mempelajari atau menganalisa kompetitor, jadikan bisnis anda “unik”. Bukan cuma produk yang bisa unik, unik juga bisa dari cara promosi, pelayanan, nama, dll.
#Target pasar.
Tentukan target pasar dan pastikan bahwa bisnis anda memang sangat diperlukan oleh target pasar tersebut.
#Happy problem
Siapkan diri anda untuk mengatasi segala masalah yang pasti akan muncul di sepanjang perjalanan anda menuju sukses. Di sinilah letak perbedaan antara orang sukses dan orang gagal. Yang membedakan adalah cara bagaimana orang tersebut menghadapi masalah yang datang. Orang sukses menghadapi masalah sebagai happy problem atau tantangan untuk bisa mencapai sukses yang lebih besar. Mereka selalu berusaha kreatif mencari solusi untuk "menjinakkan" tantangan. Karena, mereka yakin semua masalah PASTI ada solusinya.

Sebenarnya yang menghalangi seseorang untuk memulai bisnis hanya ada satu alasan, yaitu tidak punya keberanian. Menurut saya, ini alasan yang sudah KLISE, tapi meskipun sudah ‘klise’, ternyata alasan tidak punya keberanian memulai bisnis masih sangat ampuh dampaknya dan masih sanggup membuat orang MUNDUR dari langkah menuju dunia entrepreneurship.
Seorang pebisnis harus mempunyai sikap berani mencoba dan mencoba terus-menerus. Dengan berani mencoba, secara tidak langsung pebisnis dituntut untuk belajar dari kesalahan dan kegagalan yang dialaminya. Pada akhirnya pebisnis tersebut akan menemukan jalan kemenangan dan kesuksesan dalam bisnisnya, persis seperti yang tertuang dalam sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “seandainya kita berani mencoba dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tak akan pernah ada”
Keberanian mencoba adalah penting namun keberanian menerima kegagalan menjadi lebih penting dalam bisnis apapun. Keberanian menerima kegagalan berarti menyadari bahwa tidak ada bisnis yang mudah dan instan. Sikap berani gagal akan menumbuhkan sikap tidak mudah menyerah dan putus asa, karena dalam bisnis diperlukan usaha dan kerja keras. Bisnis online yang dianggap serba gampang sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. Banyak orang tertarik terjun ke bisnis online dengan keinginan menjadi kaya dalam waktu singkat dengan mudah. Mereka keliru, dalam bisnis online pun diperlukan usaha dan kerja keras. Cerita sukses yang dialami pebisnis online juga dibangun dari banyak kegagalan yang pernah mereka alami. Mereka yang sukses dalam bisnis online tidak pernah berhenti mencoba dan belajar. Jangan pernah bermimpi menjadi jutawan dari bisnis online hanya dengan ongkang-ongkang kaki. Semuanya butuh waktu dan usaha.
Sebenarnya orang bukannya gagal, tetapi hanya berhenti mencoba. Seseorang yang ingin meraih kesuksesan, maka orang itu harus punya keberanian mencoba dan keberanian menerima kegagalan. Kedua modal itulah yang akan menentukan kesuksesan bisnisnya. Akan tetapi biasanya banyak orang yang enggan memulai berbisnis oleh karena alasan tidak memiliki modal uang yang banyak. Dari manakah modal uang dapat kita dapatkan? Memang saya tidak mengatakan sangat gampang untuk mendapatkan modal uang. Hal ini disebabkan oleh masalah kepercayaan orang lain kepada diri kita, sejauh mana kita punya integritas sehingga benar-benar bisa dipercaya orang lain.
Nah membangun integritas diri inilah yang harus kita lakukan secara terus menerus, jika kita ingin memulai dan mengembangkan bisnis kita, apalagi jika kita butuh suntikan modal uang dari pihak lain. Banyak orang yang terjebak dalam situasi seperti ini sehingga membuat mereka gagal dalam memulai bisnisnya. Sebenarnya anda juga tidak harus meminjam uang dari bank dengan tingkat bunga yang cukup besar karena menurut saya ada cara yang lebih efektif yang bisa kita lakukan untuk mengatasi permasalahan modal uang diatas.
Cara tersebut adalah seperti berikut ini :
• Pembayaran pesanan diawal: Pelanggan Anda membayar pesanannya lebih dulu (down payment) ke Anda.
• Kerja sama modal:Partner bisnis Anda mau menanamkan modal uangnya sebagai investor di bisnis Anda.
• Bagi hasil: Anda bisa dipercaya untuk memasarkan produk rekanan Anda, tanpa membayar dengan sistem bagi hasil.
• Menjadi perantara: Kita pun bisa berbisnis sebagai perantara (broker), yang bisa memperoleh komisi atas penjualan bisnis yang telah kita lakukan…tanpa perlu membeli produknya.
• Barter dengan pemasok: Bisa saja kita melakukan sistem barter (saling tukar barang yang senilai) dengan pemasok produk kita
• Membayar pemasok diakhir: Kita bisa negosiasi untuk membayar ke pemasok, sekian waktu lamanya atau bahkan setelah produk kita terjual.
• Menjadi konsultan: Kita juga bisa menjadi konsultan bisnis yang kita kuasai, dengan bayaran tertentu yang disepakati.

Kesimpulan Dan Saran :
Bisnis adalah semua aktivitas atau kegiatan yang terdiri dari produksi, penjualan dan distribusi barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari. Artinya bisnis mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan kita karena segala kebutuhan dan keinginan kita akan selalu berkaitan dengan kegiatan bisnis. Selain itu bisnis juga sangat diminati oleh banyak orang karena sifatnya yang sangat luas yang mencakup banyak sekali bidang dan bisnis juga tidak mengenal faktor usia dan latar belakang pendidikan seseorang (tidak ada larangan bagi siapapun untuk melakukan kegiatan bisnis). Hal inilah yang menjadi kelebihan bisnis dari bidang lainnya dan yang menjadi alasan mengapa kita harus belajar berbisnis.
Menurut saya pemerintah harus lebih memperhatikan kemajuan sektor bisnis yang ada di Indonesia dimana keadaan alam di negri ini sangat mendukung sektor bisnis tersebut. Pemerintah dapat membangun berbagai macam tempat wisata hiburan di daerah-daerah lain seperti yang sudah ada di pantai kuta Bali. Pemerintah juga harus dapat lebih memanfaatkan hasil alam menjadi sebuah kegiatan usaha yang nantinya akan berdampak baik bagi kesejahteraan rakyat dan dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan yang ada di negri ini.

test

Sabtu, 02 Oktober 2010

test doangg