Tema : Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal memegang peranan yang cukup penting dalam menstabilkan tingkat kegiatan ekonomi, dan menciptakan tingkat kegiatan ekonomi ke arah tingkat yang dikehendaki. Pandangan ini dalam buku Keynes yang sekarang menjadi landasan dalam perkembangan teori makroekonomi. Pandangan atau keyakinan ini sangat berbeda sekali dengan yang dianut ahli-ahli ekopnomi dan pihak pemerintah di dalam zamanya ahli-ahli ekonomi Klasik. Ahli ekonomi Klasik menekankan tentang perlunya menjalankan anggaran belanja seimbang. Mereka menekankan tentang perlunya menjalankan sistem pasar bebas dan mengurangi campur tangan pemerintah, termasuk kebijakan fiskal yang aktif dalam perekonomian. Lalu apakah kebijakan fiskal itu memang diperlukan atai tidak dalam memajukan pertumbuhan perekonomian didaalm suatu negara?
Dengan menggunakan kebijakan fiskal pemerintah dapat mempengaruhi besarnya jurang deflasi atau jurang inflasi yang wujud dalam perekonomian. Apabila terdapat jurang deflasi tingkat kegiatan ekonomi belum mencapai potensinya yang maksimal dan pengangguran wujud. Dalam kedaaan seperti ini pengeluaran agregat perlu dinaikan. Kebijakan pemerintah itu akan menaikan tingkat kegiatan ekonomi dan megurangi pengangguran. Langkah yang paling yang dapat dilakukan pemerintah untuk mencapai tujuan itu adalah dengan menambah pengeleuaranya. Bersama dengan langkah ini, untuk menjamin agar jurang defalsi dapat diperkecil sejauh mungkin, pemerintah dapat pula mengurangi pajak yang dipungutnya dari para penerima pendapatan dan perusahaan-perusahaan. Langkah-langkah yang dijalankan pemerintah ini berkecondongan akan menimbulkan anggaran belanja defisit. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa kebijakan anggaran belanja defisit adalah satu langkah pemerintah yang dapat dialkukan untuk mengatasi depresi dan pengangguran.
Di dalam kebijakan fiskal juga dikenal suatu istilah “kebijakan fiskal diskresioner” atau “discretionary fiscal policy”. Kebijakan ini dapatlah diartiakan sebagai langkah-langkah pemerintah untuk mengubah pengeluaranya atau pemungutan pajaknya dengan tujuan untuk :
• Mengurangi gerak naik turun tingkat kegiatan ekonomi dari waktu ke waktu, dan
• Menciptakan suatu tingkat kegiatan ekonomi yang mencapai tingkat konsumsi tenaga kerja yang tinggi, tidak menghadapi masalah inflasi dan selalu mengalami pertumbuhan yang memuaskan.
Dari penjelasan mengenai arti dari kebijakan fiskal diskresioner ini dapat disimpulkan bahwa terdapat dua macam alat yang digunakan oleh pemerintah untuk menjalankan kebijakan tersebut, yaitu membuat perubahan-perubahan ke atas pengeluaranya dan membuat perubahan-perubahan ke atas pajak yang dipungutnya. Sedangkakan dalam pelaksanaanya kedua alat kebijakan fiskal diskresioner tersebut dapat digunakan secara tersendiri atau merupakan gabungan daripada kedua-duanya. Maka pada hakikatnya kebijakan fiskal diskresioner dapat dibedakan dalam 3 bentuk, yaitu :
Membuat perubahan ke atas pengeluaran pemerintah.
Membuat perubahan ke atas sistem pemungutan pajak.
Secara serentak membuat perubahan dalam pengeluaran pemerintah dan sistem pemungutan pajak.
Jika diatas telah dijelaskan kebijakan fiskal di sektor dalam negeri, maka sekarang akan dijelaskan kebijakan fiskal di sektor luar negeri. Di dalam sektor luar negeri kebijakan ini memiliki istilah lain yaitu, Kebijakan memindah pengeluaran. Di dalam kebijakan ini pengeluaran para pelaku ekonomi tidak berkurang, hanya di pindah dan digeser pada bidang yang tidak terlalu berisiko memperburuk perekonomian. Kebijakan ini dapat dilakukan secara paksa dan dapat juga dipergunakan dengan memakai rangsangan. Secara paksa kebijakan ini ditempuh dengan cara :
• Mengenakan tarif / quota, dengan tindakan ini diharapkan masyarakat akan memindah konsumsinya ke komoditi buatan dalam negeri, karena dengan dikenakannya kedua hambatan perdagangan tersebut, harga komoditi impor menjadi mahal.
• Mengawasi pemakaian valuta asing, hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan maksud dan tujuan orang membutuhkan dan menggunakan valuta asing. Kemudahan akan diberikan kepada mereka yang akan menggunakan valuta asing tersebut untuk mengespor komoditi yang membantu terpenuhinya kebutuhan rakyat banyak dan demi meningkatnya produktivitas perekonomian.
Sedangkan kebijakan memindah pengeluaran yang dilakukan dengan rangsangan dapat ditempuh dengan cara :
• Menciptakan rangsangan-rangsangan ekspor, misalnya dengan mengurangi pajak komoditi ekspor, menyederhanakan prosedur ekspor, memberantas pungutan liar dan biaya-biaya siluman yang turut membebani harga komoditi ekspor.
• Menyetabilkan upah dan harga di dalam negeri, dengan demikian akan lebih memberi iklim yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi produk dalam negeri. Dengan upah yang stabil akan ada kepastian pendapatan bagi masyarakat. Dan dengan kepastian harga, konsumen akan lebih tenang dan menghindarkan dari tindakan spekulasi.
• Melakukan devaluasi. Devaluasi adalah suatu tindakan pemerintah dengan menurunkan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar. Dengan kata lain, devaluasi menyebabkan semakin banyak rupiah yang harus dikorbankan untuk mendapatkan satu unit dolar. Namun akibat positif yang ditimbulkanya adalah semakin murahnya nilai komoditi ekspor Indonesia di pasar dunia. Dengan demikian tujuan mendasar dilakukanya devaluasi adalah untuk meningkatkan volume transaksi komoditi ekspor Indonesia. Harapanya dengan peningkatan tersebut, pnerimaan negara dari sektor perdagangan luar negeri dapat meningkat, sehingga diperoleh dana pembangunan yang lebih banyak.
skip to main |
skip to sidebar
Peranan Kebijakan Fiskal Di Sektor Dalam Dan Luar Negeri
Kamis, 31 Maret 2011
Diposting oleh
steven
di
04.45
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Mereka Atau Aku
Tema : Puisi
Betapa gelapnya kegelapan itu
Lubang hampa dihatiku semakin meluas
Terus mengikis pertahanan yang kubuat
Rasa itu hambar
Mungkinkah ini adalah akhir?
Ketamatan dari kisah yang tersingkir
Semua memudar
Kejenuhan mulai membakar
Keangkuhanpun ikut mengakar
Senyum takan lagi terasa
Tawa tak mungkin lagi nyata
Bicara hanya dengan cara
Dan ..
Menarik paksa sudut bibir yang bungkam
Kegelapan lubang hampa di hati melenyapkan
Menelan semua hangat dan terang
Persahabtan ..
Hubungan tanpa batas waktu kini melayu
Malaikat-malaikat tanpa sayapku menjauh
Mereka melangkah tanpaku
Pergi kearah yang tak satu
Sahabat-sahabatku menghilang
Ataukah sesungguhnya
Aku akan lenyap ..
Betapa gelapnya kegelapan itu
Lubang hampa dihatiku semakin meluas
Terus mengikis pertahanan yang kubuat
Rasa itu hambar
Mungkinkah ini adalah akhir?
Ketamatan dari kisah yang tersingkir
Semua memudar
Kejenuhan mulai membakar
Keangkuhanpun ikut mengakar
Senyum takan lagi terasa
Tawa tak mungkin lagi nyata
Bicara hanya dengan cara
Dan ..
Menarik paksa sudut bibir yang bungkam
Kegelapan lubang hampa di hati melenyapkan
Menelan semua hangat dan terang
Persahabtan ..
Hubungan tanpa batas waktu kini melayu
Malaikat-malaikat tanpa sayapku menjauh
Mereka melangkah tanpaku
Pergi kearah yang tak satu
Sahabat-sahabatku menghilang
Ataukah sesungguhnya
Aku akan lenyap ..
Diposting oleh
steven
di
04.35
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Jantung Tikus Dapat Memeperbaharui Diri
Tema : Pengetahuan
Jantung bayi tikus yang berusia satu hari memiliki kemampuan untuk memperbaharui diri saat bagian jantung tersebut rusak atau dipotong. Hal itu diketahui setelah peneliti dari pusat kedokteran Universitas Kedokteran Texas Barat Daya, Amerika Serikat, memindahkan bagian atas bilik jantung bayi tikus atau sekitar 15 persen dari seluruh otot jantung bayi tikus. Hasilnya, 21 hari selanjutnya jantung itu kembali utuh dan berfungsi normal hingga dua bulan kemudian. Namum, kemampuan memulihkan diri itu tidak terjadi pada bayi tikus yang berusia satu minggu. Hal itu berarti sel jantung tikus memiliki waktu singkat sesudah lahir untuk mereplikasi dan memperbaiki diri.
Sel otot jantung yang baru yang memperbaiki bagian itu berasal dari proliferasi (penggandaan) dan migrasi (perpindahan ) sel otot jantung sendiri bukan dari populasi dari sel induk. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini menunjukan bahwa pembaruan jaringan jantung tidak hanya terjadi pada ikan dan amfibi, tetapi juga pada mamalia. Namun, pada ikan dan amfibi, kemampuan memperbarui otot jantung itu berlangsung hingga mereka dewasa, bukan hanya baru saat baru lahir, seperti yang terjadi pada tikus. Meski demikian, pembaruan jaringan jantung bayi tikus juga dapat terjadi pada manusia. Proses perkembangan dan fungsi dini jantung tikus sama dengan jantung manusia. Karena itu, pembaruan itu diyakini juga terjadi pada manusia meski harus dibuktikan dulu. Ke depan penelitian ini diharapkan akan mengetahui proses perbaikan kerusakan jantung manusia akibat serangan jantung.
Jantung bayi tikus yang berusia satu hari memiliki kemampuan untuk memperbaharui diri saat bagian jantung tersebut rusak atau dipotong. Hal itu diketahui setelah peneliti dari pusat kedokteran Universitas Kedokteran Texas Barat Daya, Amerika Serikat, memindahkan bagian atas bilik jantung bayi tikus atau sekitar 15 persen dari seluruh otot jantung bayi tikus. Hasilnya, 21 hari selanjutnya jantung itu kembali utuh dan berfungsi normal hingga dua bulan kemudian. Namum, kemampuan memulihkan diri itu tidak terjadi pada bayi tikus yang berusia satu minggu. Hal itu berarti sel jantung tikus memiliki waktu singkat sesudah lahir untuk mereplikasi dan memperbaiki diri.
Sel otot jantung yang baru yang memperbaiki bagian itu berasal dari proliferasi (penggandaan) dan migrasi (perpindahan ) sel otot jantung sendiri bukan dari populasi dari sel induk. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini menunjukan bahwa pembaruan jaringan jantung tidak hanya terjadi pada ikan dan amfibi, tetapi juga pada mamalia. Namun, pada ikan dan amfibi, kemampuan memperbarui otot jantung itu berlangsung hingga mereka dewasa, bukan hanya baru saat baru lahir, seperti yang terjadi pada tikus. Meski demikian, pembaruan jaringan jantung bayi tikus juga dapat terjadi pada manusia. Proses perkembangan dan fungsi dini jantung tikus sama dengan jantung manusia. Karena itu, pembaruan itu diyakini juga terjadi pada manusia meski harus dibuktikan dulu. Ke depan penelitian ini diharapkan akan mengetahui proses perbaikan kerusakan jantung manusia akibat serangan jantung.
Diposting oleh
steven
di
04.34
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Minum Alkohol Dapat Mencegah Sakit Jantung
Tema :Pengetahuan
Kita semua pasti pernah mendengar kata alkohol, baik lewat media, pertemanan dan lingkungan sekitar rasanya kata itu sudah tidak awam lagi bagi banyak orang. Biasanya kata alkohol ini identik dengan sesuatu yang negatif dan memburukan, karena kenyataanya sudah banyak orang yang mengalami kematian akibat mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Tapi tahukah anda bahwa alkohol juga memiliki segi positif bagi kesehatan tubuh kita. Minuman beralkohol dalam kadar yang dapat ditoleransi tubuh ternyata bermanfaat untuk menjaga kesehatan organ vital, seperti jantung. Namun, alasan tersebut semestinya tidak membuat banyak orang mulai minim alkohol dalam jumlah banyak.
Demikian penelitian yang dipublikasikan di British Medical Journal. Mengkonsumsi minuman alkohol sehari menunjukan potensi pengurangan sakit jantung 14-25 persen diantara peminum alkohol bisa dibandingkan dengan orang yang tidak pernah minum alkohol sama sekali. Ilmuan Kanada menemukan bahwa minum alkohol dapat meningkatkan level kolesterol ke kadar baik. Penlitian selama bertahun-tahun memang menyarankan minum alkohol dalam kadar cukup karena memiliki manfaat kesehatan yang positif. Dari kajian terungkap, manfaat positif itu diperoleh mereka yang minum alkohol dalam jumlah kecil, yakni 2,5-14,9 gram. Di balik kabar baik tersebut ada persoalan lain yang perlu diwaspadai, yakni kecenderungan untuk menjadi PEMINUM BERAT, yang jelas akan berdampak BURUK bagi kesehatan.
Kita semua pasti pernah mendengar kata alkohol, baik lewat media, pertemanan dan lingkungan sekitar rasanya kata itu sudah tidak awam lagi bagi banyak orang. Biasanya kata alkohol ini identik dengan sesuatu yang negatif dan memburukan, karena kenyataanya sudah banyak orang yang mengalami kematian akibat mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Tapi tahukah anda bahwa alkohol juga memiliki segi positif bagi kesehatan tubuh kita. Minuman beralkohol dalam kadar yang dapat ditoleransi tubuh ternyata bermanfaat untuk menjaga kesehatan organ vital, seperti jantung. Namun, alasan tersebut semestinya tidak membuat banyak orang mulai minim alkohol dalam jumlah banyak.
Demikian penelitian yang dipublikasikan di British Medical Journal. Mengkonsumsi minuman alkohol sehari menunjukan potensi pengurangan sakit jantung 14-25 persen diantara peminum alkohol bisa dibandingkan dengan orang yang tidak pernah minum alkohol sama sekali. Ilmuan Kanada menemukan bahwa minum alkohol dapat meningkatkan level kolesterol ke kadar baik. Penlitian selama bertahun-tahun memang menyarankan minum alkohol dalam kadar cukup karena memiliki manfaat kesehatan yang positif. Dari kajian terungkap, manfaat positif itu diperoleh mereka yang minum alkohol dalam jumlah kecil, yakni 2,5-14,9 gram. Di balik kabar baik tersebut ada persoalan lain yang perlu diwaspadai, yakni kecenderungan untuk menjadi PEMINUM BERAT, yang jelas akan berdampak BURUK bagi kesehatan.
Diposting oleh
steven
di
04.33
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

The World’s Most Beautiful
Sabtu, 26 Maret 2011
I’d give anything to see the sun set on the horizon,
I’d do anything to gaze at a full moon in the night sky;
Even a rainbow would make me smile,
And I’d love to swim in crystal clear waters
Of an untouched sea.
.
Sometimes I’ll see a shooting star,
And try to gaze from afar,
All the diamonds in the night sky;
The mist on the mountains is breathtaking,
As is walking in rainforest.
To see cascading waterfalls I’d do anything for,
As to stand on the highest peak in the world,
And look at the sights below;
I’d love to soar on wings above the clouds,
Across the bluest skies.
I’d do anything to see
All the beautiful things in the world,
Like a red rose blooming in the Sahara,
Like a river twisting through a dusty land,
All the beautiful things in the world.
But I also know I am looking at
The world’s most beautiful creation,
Every time you smile,
And every time I look into your eyes.
I’d do anything to gaze at a full moon in the night sky;
Even a rainbow would make me smile,
And I’d love to swim in crystal clear waters
Of an untouched sea.
.
Sometimes I’ll see a shooting star,
And try to gaze from afar,
All the diamonds in the night sky;
The mist on the mountains is breathtaking,
As is walking in rainforest.
To see cascading waterfalls I’d do anything for,
As to stand on the highest peak in the world,
And look at the sights below;
I’d love to soar on wings above the clouds,
Across the bluest skies.
I’d do anything to see
All the beautiful things in the world,
Like a red rose blooming in the Sahara,
Like a river twisting through a dusty land,
All the beautiful things in the world.
But I also know I am looking at
The world’s most beautiful creation,
Every time you smile,
And every time I look into your eyes.
Diposting oleh
steven
di
05.16
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Kisah Nyata " Kebesaran Jiwa Seorang Ibu
Sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dstnya. Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun berapaan udah lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.
Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be. Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting.
Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.
Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.
Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik.
Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be. Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting.
Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.
Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.
Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik.
Diposting oleh
steven
di
05.09
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

4 Faktor Penting DalamPerekonomian Indonesia
Tema : Perekonomian Indonesia
1. Keadaan Geografis Indonesia
Kenyataan pertama yang harus diakui adalah bahwa Indonesia merupakan kepulauan, dengan luas keseluruhan +/- sampai dengan 200 juta Ha. Keadan demikian dapat menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembanagan perekonomian kita. Banyaknya pulau akan menjadi kekuatan dan kesempaan, jiak pulau, jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang, dapat diolah dengan prinsip dari, oleh dan unutk rakyat banyak.
Kenyataan kedua adalah, bahwa di Indonesia hanya mengenal dua musim. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memenfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memennagkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
Kenyataan ketiga adalah, negara Indonesia kaya akan bahan tambang, dan seperti telah sejarah buktikan, salah satu jenis tambnag kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar.
Kenyataan keempat adalah, bahwa wilayah Indonesia menempati posisi yang sangat strategis, terletak diantara dua benua dan dua samudra dengan segala perkembanganya. Dengan letak yang sangat strategis tersebut kita semestinya dapat memanfaatkanya sedemikian rupa sehingga lalu lintas ekonomi yang terjadi akan singgah dan membawa dampak yang positif bagi perekonomian Indonesia.
2. Mata Pencaharian
Dari keseluruhan wilayah yang dimiliki Indonesia, dapat ditarik beberapa hal diantaranya bahwa :
• Pertama, mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian (agraris), yang tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian seperti pertanian, perkebunan. Perikanan, pternakan dan lain sebagainya.
• Kedua, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP secara absolut masi dominan, namun jika dibanding dengan sektor-sektor di luar pertanian menampakan adanya penurunan dalam prosentase.
Yang perlu di waspadai dalam sektor petanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan komoditi-komoditi yang dihasilkan sektor lain (industri misalnya), sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang bekerja di sektor pertanian semakin tertinggal dengan sektor-sektor lain di luar pertanian. Jika tidak segera di tindak lanjuti, maka akan menjadi benarlah teori ketergantungan, bahwa spread effect (kekuatan menyebar) akan selalu lebih kecil dari back-wash effect (mengalirnya sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya).
Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi diantaranya adalah :
• Memperbaiki kehidupan penduduk/petani dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasaranya bidang pertanian.
• Meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya untuk pasar lokal saja.
• Mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis.
• Menunjang kegiatan transmigrasi.
3. Sumber Daya Manusia
Sebagai salah satu negara yang masih berkembang, Indonesia memang menghadapi masalah sumber daya manusia diantaranya :
• Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi.
• Penyebaran yang kurang merata.
• Kurang seimbnagnya struktur dan komposisi umur penduduk, yang ditandai dengan besarnya jumlah penduduk yang masih relatif rendah.
Penyebaran penduduk yang idak merata menyebabkan tidak seimbangnya kekuatan ekonomi secara umum. Akibat lanjutnya adalah terjadinya ketimpangan daerah miskin dan daerah kaya. Daerah yang tampak menguntungkan (Pulau Jawa) akan menjadi serbuan dan perpindahan penduduk dari daerah lainya. Akibatnya daerah di luar Pulau Jawa yang memang telah ketinggalan dari segi ekonomi, menjasi semakin tertinggal. Komposisi penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenarasi kegiatan produksi menjadi tak lancar. Akibatnya ada masa tunggu yang sebenarnya tidak perlu terjadi, karena kebutuha hidup “tidak bisa” menerima istilah tunggu. Dengan demikian perlu dilakukan tindakan secepatnya untuk membekali dan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja muda di Indonesia dengan pemdidikan formal maupun formal, dengan kertampilan dan pengetahuan yang sifatnya mendesak.
4. Investasi
Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Bagaimana kita dapat melakukan pembangunan jika dana yang diperlukan untuk itu tidak tersdia atau kurang mencukupi? Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk mengharapkan dana investasi dari masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan dana yang besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran/ biaya rutin pemerintah. Namun sayangnya pemerintah tidak dapat terus-menerus mengandalkan tabungan pemerintah tersebut. Perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dan investasi pembangunan. Upaya-upaya tersebut adalah :
• Lebih mengembangkan ekspor komoditi non migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri. Untuk menunjang langkah ini perlu diusahakan peningkatan nilai tambah dan kemampuan bersaing dari komoditi-komoditi yang akan diekspor tersebut.
• Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakanya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas.
• Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanam modal asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia.
• Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktivitas.
Kesimpulanya adalah bahwa keempat faktor-faktor yang telah saya paparkan diatas memiliki hubungan yang tak terpisahkan anatara yang satu dengan yang lainya. Jadi, jika perekonoimian Indonesiai ingin maju dan berkembang maka pemerintah harus memperhatikan keberadaan keempat faktor tersebut demi terciptanya kesejahteraan yang bersifat menyeluruh.
1. Keadaan Geografis Indonesia
Kenyataan pertama yang harus diakui adalah bahwa Indonesia merupakan kepulauan, dengan luas keseluruhan +/- sampai dengan 200 juta Ha. Keadan demikian dapat menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembanagan perekonomian kita. Banyaknya pulau akan menjadi kekuatan dan kesempaan, jiak pulau, jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang, dapat diolah dengan prinsip dari, oleh dan unutk rakyat banyak.
Kenyataan kedua adalah, bahwa di Indonesia hanya mengenal dua musim. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memenfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memennagkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
Kenyataan ketiga adalah, negara Indonesia kaya akan bahan tambang, dan seperti telah sejarah buktikan, salah satu jenis tambnag kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar.
Kenyataan keempat adalah, bahwa wilayah Indonesia menempati posisi yang sangat strategis, terletak diantara dua benua dan dua samudra dengan segala perkembanganya. Dengan letak yang sangat strategis tersebut kita semestinya dapat memanfaatkanya sedemikian rupa sehingga lalu lintas ekonomi yang terjadi akan singgah dan membawa dampak yang positif bagi perekonomian Indonesia.
2. Mata Pencaharian
Dari keseluruhan wilayah yang dimiliki Indonesia, dapat ditarik beberapa hal diantaranya bahwa :
• Pertama, mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian (agraris), yang tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian seperti pertanian, perkebunan. Perikanan, pternakan dan lain sebagainya.
• Kedua, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP secara absolut masi dominan, namun jika dibanding dengan sektor-sektor di luar pertanian menampakan adanya penurunan dalam prosentase.
Yang perlu di waspadai dalam sektor petanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan komoditi-komoditi yang dihasilkan sektor lain (industri misalnya), sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang bekerja di sektor pertanian semakin tertinggal dengan sektor-sektor lain di luar pertanian. Jika tidak segera di tindak lanjuti, maka akan menjadi benarlah teori ketergantungan, bahwa spread effect (kekuatan menyebar) akan selalu lebih kecil dari back-wash effect (mengalirnya sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya).
Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi diantaranya adalah :
• Memperbaiki kehidupan penduduk/petani dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasaranya bidang pertanian.
• Meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya untuk pasar lokal saja.
• Mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis.
• Menunjang kegiatan transmigrasi.
3. Sumber Daya Manusia
Sebagai salah satu negara yang masih berkembang, Indonesia memang menghadapi masalah sumber daya manusia diantaranya :
• Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi.
• Penyebaran yang kurang merata.
• Kurang seimbnagnya struktur dan komposisi umur penduduk, yang ditandai dengan besarnya jumlah penduduk yang masih relatif rendah.
Penyebaran penduduk yang idak merata menyebabkan tidak seimbangnya kekuatan ekonomi secara umum. Akibat lanjutnya adalah terjadinya ketimpangan daerah miskin dan daerah kaya. Daerah yang tampak menguntungkan (Pulau Jawa) akan menjadi serbuan dan perpindahan penduduk dari daerah lainya. Akibatnya daerah di luar Pulau Jawa yang memang telah ketinggalan dari segi ekonomi, menjasi semakin tertinggal. Komposisi penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenarasi kegiatan produksi menjadi tak lancar. Akibatnya ada masa tunggu yang sebenarnya tidak perlu terjadi, karena kebutuha hidup “tidak bisa” menerima istilah tunggu. Dengan demikian perlu dilakukan tindakan secepatnya untuk membekali dan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja muda di Indonesia dengan pemdidikan formal maupun formal, dengan kertampilan dan pengetahuan yang sifatnya mendesak.
4. Investasi
Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Bagaimana kita dapat melakukan pembangunan jika dana yang diperlukan untuk itu tidak tersdia atau kurang mencukupi? Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk mengharapkan dana investasi dari masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan dana yang besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran/ biaya rutin pemerintah. Namun sayangnya pemerintah tidak dapat terus-menerus mengandalkan tabungan pemerintah tersebut. Perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dan investasi pembangunan. Upaya-upaya tersebut adalah :
• Lebih mengembangkan ekspor komoditi non migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri. Untuk menunjang langkah ini perlu diusahakan peningkatan nilai tambah dan kemampuan bersaing dari komoditi-komoditi yang akan diekspor tersebut.
• Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakanya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas.
• Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanam modal asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia.
• Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktivitas.
Kesimpulanya adalah bahwa keempat faktor-faktor yang telah saya paparkan diatas memiliki hubungan yang tak terpisahkan anatara yang satu dengan yang lainya. Jadi, jika perekonoimian Indonesiai ingin maju dan berkembang maka pemerintah harus memperhatikan keberadaan keempat faktor tersebut demi terciptanya kesejahteraan yang bersifat menyeluruh.
Diposting oleh
steven
di
04.13
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Perkembangan Modernisasi Pertanian
TEMA : Modernisasi Pertanian
Pada sebagian besar Negara Sedang Berkembang, teknologi baru di bidang pertanian dan inovasi-inovasi dalam kegiatan-kegiatan pertanian meruapakan prasyarat bagi upaya-upaya dalam peningkatan output dan produktivitas. Ada 3 tahap perkembangan modernisasi pertanian yakni, tahap pertama adalah pertanian tradisonal yang produktivitasnya rendah. Tahap kedua adalah tahap penganekaragaman produk pertanian sudah mulai terjadi dimana produk pertanian sudah ada yang dijual ke sektor komersial, tetapi pemakaian modal dan teknologi masih rendah. Tahap yang ketiga adalah tahap yang menggambarkan pertanian modern yang produktivitasnya sangat tinggi. Modernisasi pertanian dari tahap tradisional (subsisten) menuju peranian moderen membutuhkan banyak upaya lain selain pengaturan kembali struktur ekonomi pertanian atau penerapan teknologi pertanian yang baru.
Untuk lebih jelasnya, saya akan membahas 3 tahapan tersebut satu persatu dengan lebih terperinci.
I. Pertanian Tradisional (Subsisten)
Dalam pertanian tradisional, produksi pertanian dan konsumsi sama banyaknya dan hanya satu atau dua macam tanaman saja (biasanya jagung atau padi) yang merupakan sumber pokok bahan makanan. Produksi dan produktivitas rendah karena hanya menggunakan peralatan yang sangat sederhana (teknologi yang dipakai rendah). Penanaman atau penggunaan modal hanya sedikit sekali, sedangkan tanah dan tenaga kerja manusia merupakan faktor produksi yang dominan.
Pada tahap ini hukum penurunan hasil (law of diminshing return) berlaku karena terlampau banyak tenaga kerja yang pindah bekerja di lahan pertanian yang sempit. Kegagalan panen karena hujan dan banjir, atau kurang suburnya tanah, tindakan pemerasan oleh oara rentenir merupakan hal yang sangat ditakuti para petani.
Pertanian tradisional bersifat tak menentu. Keadaan ini bisa dibuktikan dengan kenyataan bahwa manusia seolah-olah hidup diatas tonggak. Pada daerah-daerah yang lahan pertanianya sangat sempit dan penanaman hanya tergantung pada curah hujan yang tak dapat dipastikan, produk rata-rata akan menjadi sangat rendah dan dalam keadaan tahun-tahun yang buruk, para petani dan keluarganya akan meghadapi bahaya kelparan yang sangat mencekam.
Dengan melihat keadaan diatas, jelas bahwa dalam keadaan yang penuh resikio dan serta tidak ada kepastian seperti itu, para petani merasa enggan untuk pindah dari teknologi tradisional dan pola pertanian yang telah berpuluh tahun dipahaminya ke sistem baru yang akan menjamin hasil produksi yang lebih tinggi, tetapi masih ada kemungkinan mengalami kegagalan waktu panen (mempertahankan hidup) daripada usaha untuk memaksimalkan produk pertanianya.
II. Tahap Pertanian Tradisional Menuju Pertanian Moderen
Mungkin merupakan suatu tindakan yang tidak realistik jika mentransformasikan secara cepat suatu sistem peranian tradisional ke dalam sistem pertanian yang moderen. Upaya unttuk mengenalkan tanaman perdagangan dalam pertanian tradisional seringkali gagal dalam membantu petani untuk meningkatkan tingkat kehidupanya. Menggantungkan diri pada tanaman perdagangan bagi para petani kecil lebih mengundang resiko daripada pertanian subsisten murni karena risiko fluktuasi harga menambah keadaan menjadi lebih tidak menentu.
Oleh karena itu penganekaragaman pertanian( diversified farming) merupakan suatu langkah pertama yang cukup logis dalam masa transisi dari pertanian tradisional (subsiten) ke pertanian moderen (komersial). Pada tahap ini, tanaman-tanaman pokok tidak lagi mendominasi produk pertanian, karena tanaman-tanaman perdagangan yang baru seperti; buah-buahan, kopi, teh dan lain-lain sudah mulai dijalankan bersama dengan usaha pertenakan yang sederhana.
Kegiatan-kegiatan baru tersebut meningkatkan produktivitas pertanian yang sebelumnya sering terjadi pengangguran tak kentara. Usaha-usaha ini terutama sekali sangat diperlukan di sebagian besar negara-negara Dunia Ketiga, dimana angkatan kerja di pedesaan berlimpah agar bisa dimanfaantkan lebih baik dan efisien.
Sebagai contoh, andaikan tanaman pokok menggunakan tanah hanya sebagian waktu dalam setahun, maka tanaman-tanaman perdagangan bisa ditanam pada waktu-waktu yang senggang dan bukan hanya tanah yang menganggur tetapi juga memanfaatkan tenaga kerja yang ada dalam keluarga.
Keberhasilan atau kegagalan usaha-usaha atau mentransformasikan pertanian tradisional tidak hanya tergantung pada ketrampilan dan kemampuan para petani dalam meningkatkan produktivitasnya, tetapi juga tergantung pada kondisi-kondisi sosial, komersial dan kelembagaan.
III. Pertanian Moderen
Pertanian moderen atau dikenal juga dengan istilah pertanian spesialisasi menggambarkan tingkat pertanian yang paling maju. Keadaan demikian bisa kita lihat di negara-negara industri yang sudah maju. Pertanian spesialisasi ini berkembang sebagai respons terhadap dan sejalan dengan pembangunan yang menyeluruh di bidang-bidang lain dalam ekonomi nasional. Kenaikan standar hidup, kemajuan biologis dan teknologis serta perluasan pasar-pasar nasional dan internasional merupakan motor yang penting bagi pembangunan ekonomi nasional.
Dalam pertanian moderen (spesialisasi), pengadaan pangan untuk kebutuhan sendiri dan jumlah surplus yang bisa dijual, bukan lagi tujuan pokok. Keuntungan komersial murni merupakan ukuran keberhasilan dan hasil maksimum perhektar dari hasil upaya manusia (irigasi, pupuk, pestisda, bibit unggul dan lain-lain) dan sumber daya alam merupakan tujuan kegiatan pertanian. Dengan kata lain seluruh produksi diarahakan untuk keperluan pasar. Kopnsep-konsep teori ekonomi seperti biaya tetap dan biaya variabel, tabungan, invesatasi dan jumlah keuntungan, kombinasi faktor-fakor yang optimal, kemungkinan-kemungkinan produksi yang optimum, harga-harga pasar, semuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Pertanian moderen (spesialisasi) bias berbeda-beda dalam ukuran dan fungsinya. Mulai dari jenis pertanian buah-buahan dan sayur-sayuran yang ditanam secara intensif, sampai kepada pertanian gandum dan jagung yang sangat besar seperti dai Amerika Utara. Hampir semuanya menggunakan peralatan mekanis yang sangat hemat tenaga kerja, mulai dari jenis tarktor yang paling besar dan mesin-mesin panen yang moderen. Keadaan atau gambaran umum dari semua pertanian moderen dalah titik beratnya pada salah satu jenis tanaman tertentu, menggunakan intensifikasi modal dan pada umumnya berproduksi dengan teknologi yang hemat tenaga kerja memperhatiak skala ekonomis (economic of scale) yaitu denga cara meminumkan biaya untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Untuk mencapai semua tujuan, pertanian moderen praktis tidak berbeda dalam konsep atau operasinya denga perusahan industri yang besar. Sistem pertanian moderen yang demikian itu sekarang dikenal denga agri-bisnis.
Kita telah mengetahui bahwa dalam hampir bagi semua masayrakat tradisional, pertanian bukanlah hanya sekedar kegiatan ekonomi saja, tetapi suda merupakan bagian dari cara hidup mereka. Setiap pemerintah yang berusaha menstranformasi pertanian tradisional haruslah menyadari bahwa pemahaman akan perubahan-perubahan yang mempengaruhi seluruh sosial, politik dan kelembagaan masyarakat pedesaan adalah penting. Tanpa adanya perubahan-perubahan seperti itu, modernisasi pertanian tidak akan pernah bisa berhasil seperti yang diharapkan.
Pada sebagian besar Negara Sedang Berkembang, teknologi baru di bidang pertanian dan inovasi-inovasi dalam kegiatan-kegiatan pertanian meruapakan prasyarat bagi upaya-upaya dalam peningkatan output dan produktivitas. Ada 3 tahap perkembangan modernisasi pertanian yakni, tahap pertama adalah pertanian tradisonal yang produktivitasnya rendah. Tahap kedua adalah tahap penganekaragaman produk pertanian sudah mulai terjadi dimana produk pertanian sudah ada yang dijual ke sektor komersial, tetapi pemakaian modal dan teknologi masih rendah. Tahap yang ketiga adalah tahap yang menggambarkan pertanian modern yang produktivitasnya sangat tinggi. Modernisasi pertanian dari tahap tradisional (subsisten) menuju peranian moderen membutuhkan banyak upaya lain selain pengaturan kembali struktur ekonomi pertanian atau penerapan teknologi pertanian yang baru.
Untuk lebih jelasnya, saya akan membahas 3 tahapan tersebut satu persatu dengan lebih terperinci.
I. Pertanian Tradisional (Subsisten)
Dalam pertanian tradisional, produksi pertanian dan konsumsi sama banyaknya dan hanya satu atau dua macam tanaman saja (biasanya jagung atau padi) yang merupakan sumber pokok bahan makanan. Produksi dan produktivitas rendah karena hanya menggunakan peralatan yang sangat sederhana (teknologi yang dipakai rendah). Penanaman atau penggunaan modal hanya sedikit sekali, sedangkan tanah dan tenaga kerja manusia merupakan faktor produksi yang dominan.
Pada tahap ini hukum penurunan hasil (law of diminshing return) berlaku karena terlampau banyak tenaga kerja yang pindah bekerja di lahan pertanian yang sempit. Kegagalan panen karena hujan dan banjir, atau kurang suburnya tanah, tindakan pemerasan oleh oara rentenir merupakan hal yang sangat ditakuti para petani.
Pertanian tradisional bersifat tak menentu. Keadaan ini bisa dibuktikan dengan kenyataan bahwa manusia seolah-olah hidup diatas tonggak. Pada daerah-daerah yang lahan pertanianya sangat sempit dan penanaman hanya tergantung pada curah hujan yang tak dapat dipastikan, produk rata-rata akan menjadi sangat rendah dan dalam keadaan tahun-tahun yang buruk, para petani dan keluarganya akan meghadapi bahaya kelparan yang sangat mencekam.
Dengan melihat keadaan diatas, jelas bahwa dalam keadaan yang penuh resikio dan serta tidak ada kepastian seperti itu, para petani merasa enggan untuk pindah dari teknologi tradisional dan pola pertanian yang telah berpuluh tahun dipahaminya ke sistem baru yang akan menjamin hasil produksi yang lebih tinggi, tetapi masih ada kemungkinan mengalami kegagalan waktu panen (mempertahankan hidup) daripada usaha untuk memaksimalkan produk pertanianya.
II. Tahap Pertanian Tradisional Menuju Pertanian Moderen
Mungkin merupakan suatu tindakan yang tidak realistik jika mentransformasikan secara cepat suatu sistem peranian tradisional ke dalam sistem pertanian yang moderen. Upaya unttuk mengenalkan tanaman perdagangan dalam pertanian tradisional seringkali gagal dalam membantu petani untuk meningkatkan tingkat kehidupanya. Menggantungkan diri pada tanaman perdagangan bagi para petani kecil lebih mengundang resiko daripada pertanian subsisten murni karena risiko fluktuasi harga menambah keadaan menjadi lebih tidak menentu.
Oleh karena itu penganekaragaman pertanian( diversified farming) merupakan suatu langkah pertama yang cukup logis dalam masa transisi dari pertanian tradisional (subsiten) ke pertanian moderen (komersial). Pada tahap ini, tanaman-tanaman pokok tidak lagi mendominasi produk pertanian, karena tanaman-tanaman perdagangan yang baru seperti; buah-buahan, kopi, teh dan lain-lain sudah mulai dijalankan bersama dengan usaha pertenakan yang sederhana.
Kegiatan-kegiatan baru tersebut meningkatkan produktivitas pertanian yang sebelumnya sering terjadi pengangguran tak kentara. Usaha-usaha ini terutama sekali sangat diperlukan di sebagian besar negara-negara Dunia Ketiga, dimana angkatan kerja di pedesaan berlimpah agar bisa dimanfaantkan lebih baik dan efisien.
Sebagai contoh, andaikan tanaman pokok menggunakan tanah hanya sebagian waktu dalam setahun, maka tanaman-tanaman perdagangan bisa ditanam pada waktu-waktu yang senggang dan bukan hanya tanah yang menganggur tetapi juga memanfaatkan tenaga kerja yang ada dalam keluarga.
Keberhasilan atau kegagalan usaha-usaha atau mentransformasikan pertanian tradisional tidak hanya tergantung pada ketrampilan dan kemampuan para petani dalam meningkatkan produktivitasnya, tetapi juga tergantung pada kondisi-kondisi sosial, komersial dan kelembagaan.
III. Pertanian Moderen
Pertanian moderen atau dikenal juga dengan istilah pertanian spesialisasi menggambarkan tingkat pertanian yang paling maju. Keadaan demikian bisa kita lihat di negara-negara industri yang sudah maju. Pertanian spesialisasi ini berkembang sebagai respons terhadap dan sejalan dengan pembangunan yang menyeluruh di bidang-bidang lain dalam ekonomi nasional. Kenaikan standar hidup, kemajuan biologis dan teknologis serta perluasan pasar-pasar nasional dan internasional merupakan motor yang penting bagi pembangunan ekonomi nasional.
Dalam pertanian moderen (spesialisasi), pengadaan pangan untuk kebutuhan sendiri dan jumlah surplus yang bisa dijual, bukan lagi tujuan pokok. Keuntungan komersial murni merupakan ukuran keberhasilan dan hasil maksimum perhektar dari hasil upaya manusia (irigasi, pupuk, pestisda, bibit unggul dan lain-lain) dan sumber daya alam merupakan tujuan kegiatan pertanian. Dengan kata lain seluruh produksi diarahakan untuk keperluan pasar. Kopnsep-konsep teori ekonomi seperti biaya tetap dan biaya variabel, tabungan, invesatasi dan jumlah keuntungan, kombinasi faktor-fakor yang optimal, kemungkinan-kemungkinan produksi yang optimum, harga-harga pasar, semuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Pertanian moderen (spesialisasi) bias berbeda-beda dalam ukuran dan fungsinya. Mulai dari jenis pertanian buah-buahan dan sayur-sayuran yang ditanam secara intensif, sampai kepada pertanian gandum dan jagung yang sangat besar seperti dai Amerika Utara. Hampir semuanya menggunakan peralatan mekanis yang sangat hemat tenaga kerja, mulai dari jenis tarktor yang paling besar dan mesin-mesin panen yang moderen. Keadaan atau gambaran umum dari semua pertanian moderen dalah titik beratnya pada salah satu jenis tanaman tertentu, menggunakan intensifikasi modal dan pada umumnya berproduksi dengan teknologi yang hemat tenaga kerja memperhatiak skala ekonomis (economic of scale) yaitu denga cara meminumkan biaya untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Untuk mencapai semua tujuan, pertanian moderen praktis tidak berbeda dalam konsep atau operasinya denga perusahan industri yang besar. Sistem pertanian moderen yang demikian itu sekarang dikenal denga agri-bisnis.
Kita telah mengetahui bahwa dalam hampir bagi semua masayrakat tradisional, pertanian bukanlah hanya sekedar kegiatan ekonomi saja, tetapi suda merupakan bagian dari cara hidup mereka. Setiap pemerintah yang berusaha menstranformasi pertanian tradisional haruslah menyadari bahwa pemahaman akan perubahan-perubahan yang mempengaruhi seluruh sosial, politik dan kelembagaan masyarakat pedesaan adalah penting. Tanpa adanya perubahan-perubahan seperti itu, modernisasi pertanian tidak akan pernah bisa berhasil seperti yang diharapkan.
Diposting oleh
steven
di
04.07
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Hubungan Sebab-Akibat Antara Ketidakmerataan Pendapatan Dan Kemiskinan
TEMA : Kemiskinan Dan Ketimpangan Distribusi Pendapatan
Pembahasan masalah distribusi pendapatan dan kemiskinan ini sebenarnya sulit untuk dipisahkan. Penghapusan kemiskinan dan berkembangnya ketidakmerataan distribusi pendapatan merupakan inti dari permasalahan pembangunan. Untuk itulah kita akan membahas satu persatu mengenai masalah ketidakmerataan dan kemiskinan secara lebih jelas dan terperinci. Di negara yang tingkat GNP dan pendapatan per kapitanya rendah, semakin timpang distribusi pendapatan maka permintaan agregat akan semakin dipengaruhi oleh perilaku konsumsi orang-orang kaya.
Sebelum kita melanjutkan pada pembahasan-pembahasan selanjutnya, ada baiknya kita mengetahui secara umum apa yang menyebabkan ketidakmerataan distribusi pendapatan di negara sedang berkembang. Irma Adelman & Cynthia Taft Morris (1973) mengemukakan 8 sebab yaitu :
a) Pertambahan penduduk yang tinggi yang mengakibatkan menurunya pendapatan perkapita
b) Inflasi dimana pendapatan uang bertambah tetapi tidak diikuti secara proporsional dengan pertambahan produksi barang-barang.
c) Ketidakmerataan pembanguna daerah.
d) Investasi yang sangat banyak dalam proyek-proyek yang padat modal (capital intensive), sehingga presentase pendapatan modal dari harta tambahan besar dibandingkan dengan presentase pendapatan yang berasal dari kerja, sehingga pengangguran bertambah.
e) Rendahnya mobilitas sosial.
f) Pelaksanaan kebijaksanaan industri subtitusi impor yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang hasil industri untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitalis.
g) Memburuknya nilai tukar (term of trade) bagi negara sedang berkembang dalam perdagangan dengan negara maju, sebagaia akibat ketidak elastisan permintaan negara-negara terhadap barang-barang ekspor negara sedang berkembang.
h) Hancurnya industri-industri kerajinan rakyat seperti pertukangan, industri rumah tangga, dan lain-lain.
Distribusi pendapatan sendiri terbagi menjadi 2, yakni :
1. Disribusi Pendapatan Perorangan
Ukuran distribusi pendapatan perorangan merupakan ukuran yang paling umum digunakan oleh para ekonom. Ukuran sederhana ini menunjukan hubungan antara individu-individu dengan pendapatan total yang mereka terima. Bagaimana caranya pendapatan itu diperoleh tidak diperhatikan. Berapa banyak pendapatan masing-masing pribadi, atau apakah pendapatan itu berasal dari hasil kerja semata ataukah dari sumber-sumber lain seperti bunga, laba, hadiah, warisan, dan lain-lain juga tidak diperhatikan. Lebih jauh lagi, sumber-sumber yang bersifat lokasional (perkotaan atau pedesaan) dan okupasional (misalnya pertanian, industri pengolahan, perdagangan, jasa-jasa) juga diabaikan.
Oleh karena itu, para ekonom dan ahli statistik lebih suka menyusun semua individu menurut tingkat pendapatanya yang semakin meninggi dan kemudian membagi semua individu tersebut ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda-beda. Metode yang umum adalah membagi penduduk ke dalam kuintil (5 kelompok) atau desil (10 kelompok) sesuai dengan tingkat pendapatan yang semakin meninggi tersebut dan kemudian menentukan proporsi dari pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing kelompok tersebut.
2. Distribusi Fungsional
Ukuran distribusi pendapatan lain yang sering digunakan oleh para ekonom adalah “distribusi fungsional” atau “distribusi pangsa faktor produksi” (factor share distribution). Ukuran distribusi ini berusaha untuk menjelaskan pangsa (share) pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing faktor produksi. Di samping memandang individu-individu sebagai kesatuan yang terpisah, teori ukuran distribusi pendapatan fungsional tersebut menyelidiki presentase yang diterima tenaga kerja secara keseluruhan dibandingkan dengan presentase dari pendapatan nasional yang terdiri dari: sewa, bunga dan laba.
Suatu kerangka ekonomi teoritis telah dibangun berkaitan dengan konsep distribusi pendapatan fungsional ini. Konsep ini mencoba untuk menjelaskan “pendapatan” suatu faktor produksi melalui kontribusi faktor tersebut terhadap produksi. Kurva penawaran dan permintan digunakan untuk menentukan harga-harga dari masing-masing faktor produksi. Jika harga-harga tersebut dikalikan dengan kuantitas yang digunakan, dengan anggapan penggunaan faktor produksi secara efisien (biaya minimum), akan didapatkan jumlah pembayaran dari masing-masing faktor produksi. Misalnya, penawaran dan permintaan akan tenaga kerja digunakan untuk menetukan tingkat upah. Jika tingkat upah ini kemudian dikaliakan dengan tingkat penggunaan faktor produksi tersebut (tenaga kerja), akan diperoleh nilai upah total.
Menurut asumsi pasar persaingan, permintaan akan tenaga kerja ditentukan oleh Marginal Product dari tenaga kerja tersebut, yaitu tambahan pekerja akan pekerjaan sampai pada titk dimana nilai dari Marginal Productnya sama dengan tingkah upah rill. Tetapi, sesuai dengan prinsip marginal product yang menurun, permintaan akan tenaga kerja ini akan merupakan suatu fungsi yang menurun dari jumlah yang diperkerjakan.
Setelah membahas menegenai masalah distribusi pendapatan dan ketidakmerataanya, maka sekarang kita akan membahas megenai masalah yang kedua yang juga merupakan akibat dari masalah ketidakmerataan pendapatan yakni, kemiskinan. Sedari dulu kemiskinan selalu menjadi pusat perhatian oleh masyarakat. Sekedar penegtahuan, bahwa menurut data dari Bank Dunia (1990) Indonesia telah berhasil dalam mengurangi jumlah penduduk miskin. Penurunan yang relatif terjadi dari 40% pada tahun 1976 menjadi 22% darijumlah populasi pada tahun 1984. Suatu penurunan yang cukup besar hanya dalam kurun waktu 8 tahun.
Namun demikian, secara absolut jumlah penduduk Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan ternyata masih banyak yakni 35 juta jiwa. Selain itu, masih banyak penduduk yang pendapatanya hanya sedikit sekali di atas batas garis kemiskinan. Kelompok “nyaris miskin” ini sangat rawan terhadap perubahan-perubahan keadaan ekonomi seperti kenaikan harga komoditi-komoditi utama atau turnnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu masalah kemiskinan ini masih tetap perlu diperhatikan secara serius karena tujuan pembangunan Indonesia adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Pembahasan masalah ini dapat didekati dari 3 aspek yakni; penyebab, ukuran dan indikator kemiskinan. Ketiga aspek tersebut dibahas berikut ini :
Penyebab Kemiskinan
Para pembuat kebijakan pembangunan selalu berupaya agar alokasi sumberdaya dapat dinikmati oleh sebagian besar anggota masyrakat. Namun demikian, karena ciri dan keadaan masyarakat amat beragam dan ditambah pula dengan tingkat kemajuan ekonominegara yang bersangkutan yang masih lemah, maka kebijkan nasional umumnya diarahkan untuk memcahkan permasalahan jangkanpendek. Sehingga kebijakan pemerintah belum berhasil memecahkan persoalan kelompok ekonomi di tingkat bawah. Selain itu, kebijakan dalam negeri seringkali tidak terlepas dengan keadaan yang ada di luar negeri yang secara tidak langsung mempengaruhi kebijakan antara lain dari segi pendanaan pembangunan. Dengan kata lain, masalah kemiskinan ini bisa selain ditimbulkan oleh hal yang sifatnya alamiah/kultural juga disebabkan oleh miskinnya strategi dan kebijakan pembangunan yang ada, sehingga para pakar pemikir tentang kemiskinan kebanyakan melihat kemiskinan sebagai masalah struktural. Dan pada akhirnya timbul istilah kemiskinan struktural yakni kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat karena struktur sosial masyarakat tersebut tidak dapat ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedi bagi mereka.
Ukuran Kemiskinan
Kemiskinan mempunyai pengertian yang luas dan memang tidak mudah untuk mengukurnya. Oleh karenanya kemiskinan terbagi menjadi 2 macam yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut adalah kemiskinan diukur dengan memperbandingkan tingkat pendapatan orang dengan tingkat pendapatan yang dibutuhkanya untuk memperoleh kebutuhan dasar. Sedangkan kemiskina relatif adalah kemiskinan yang umumnya lebih banyak ditentukan oleh keadaan sekitarnya, daripada lingkungan orang yang bersangkutan dan dalam konsep ini kemiskinan akan selalu ada, tergantung dimana orang itu berada.
Indikator kemiskinan
Indikator kemiskinan ada bermacam-macam yakni: konsumsi beras perkapita pertahun, tingkat pendapatan, tingkat kecukupan gizi, KFM dan tingkat kesejahteraan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada kenyataanya masalah ketidakmerataan pendapatan memang berhubungan dengan masalah kemiskinan. Karena salah satu faktor penyebab kemiskinan di dalam suatu negara adalah adanya ketidakmeretaan distribusi pendapatan rakyatnya.
Pembahasan masalah distribusi pendapatan dan kemiskinan ini sebenarnya sulit untuk dipisahkan. Penghapusan kemiskinan dan berkembangnya ketidakmerataan distribusi pendapatan merupakan inti dari permasalahan pembangunan. Untuk itulah kita akan membahas satu persatu mengenai masalah ketidakmerataan dan kemiskinan secara lebih jelas dan terperinci. Di negara yang tingkat GNP dan pendapatan per kapitanya rendah, semakin timpang distribusi pendapatan maka permintaan agregat akan semakin dipengaruhi oleh perilaku konsumsi orang-orang kaya.
Sebelum kita melanjutkan pada pembahasan-pembahasan selanjutnya, ada baiknya kita mengetahui secara umum apa yang menyebabkan ketidakmerataan distribusi pendapatan di negara sedang berkembang. Irma Adelman & Cynthia Taft Morris (1973) mengemukakan 8 sebab yaitu :
a) Pertambahan penduduk yang tinggi yang mengakibatkan menurunya pendapatan perkapita
b) Inflasi dimana pendapatan uang bertambah tetapi tidak diikuti secara proporsional dengan pertambahan produksi barang-barang.
c) Ketidakmerataan pembanguna daerah.
d) Investasi yang sangat banyak dalam proyek-proyek yang padat modal (capital intensive), sehingga presentase pendapatan modal dari harta tambahan besar dibandingkan dengan presentase pendapatan yang berasal dari kerja, sehingga pengangguran bertambah.
e) Rendahnya mobilitas sosial.
f) Pelaksanaan kebijaksanaan industri subtitusi impor yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang hasil industri untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitalis.
g) Memburuknya nilai tukar (term of trade) bagi negara sedang berkembang dalam perdagangan dengan negara maju, sebagaia akibat ketidak elastisan permintaan negara-negara terhadap barang-barang ekspor negara sedang berkembang.
h) Hancurnya industri-industri kerajinan rakyat seperti pertukangan, industri rumah tangga, dan lain-lain.
Distribusi pendapatan sendiri terbagi menjadi 2, yakni :
1. Disribusi Pendapatan Perorangan
Ukuran distribusi pendapatan perorangan merupakan ukuran yang paling umum digunakan oleh para ekonom. Ukuran sederhana ini menunjukan hubungan antara individu-individu dengan pendapatan total yang mereka terima. Bagaimana caranya pendapatan itu diperoleh tidak diperhatikan. Berapa banyak pendapatan masing-masing pribadi, atau apakah pendapatan itu berasal dari hasil kerja semata ataukah dari sumber-sumber lain seperti bunga, laba, hadiah, warisan, dan lain-lain juga tidak diperhatikan. Lebih jauh lagi, sumber-sumber yang bersifat lokasional (perkotaan atau pedesaan) dan okupasional (misalnya pertanian, industri pengolahan, perdagangan, jasa-jasa) juga diabaikan.
Oleh karena itu, para ekonom dan ahli statistik lebih suka menyusun semua individu menurut tingkat pendapatanya yang semakin meninggi dan kemudian membagi semua individu tersebut ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda-beda. Metode yang umum adalah membagi penduduk ke dalam kuintil (5 kelompok) atau desil (10 kelompok) sesuai dengan tingkat pendapatan yang semakin meninggi tersebut dan kemudian menentukan proporsi dari pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing kelompok tersebut.
2. Distribusi Fungsional
Ukuran distribusi pendapatan lain yang sering digunakan oleh para ekonom adalah “distribusi fungsional” atau “distribusi pangsa faktor produksi” (factor share distribution). Ukuran distribusi ini berusaha untuk menjelaskan pangsa (share) pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing faktor produksi. Di samping memandang individu-individu sebagai kesatuan yang terpisah, teori ukuran distribusi pendapatan fungsional tersebut menyelidiki presentase yang diterima tenaga kerja secara keseluruhan dibandingkan dengan presentase dari pendapatan nasional yang terdiri dari: sewa, bunga dan laba.
Suatu kerangka ekonomi teoritis telah dibangun berkaitan dengan konsep distribusi pendapatan fungsional ini. Konsep ini mencoba untuk menjelaskan “pendapatan” suatu faktor produksi melalui kontribusi faktor tersebut terhadap produksi. Kurva penawaran dan permintan digunakan untuk menentukan harga-harga dari masing-masing faktor produksi. Jika harga-harga tersebut dikalikan dengan kuantitas yang digunakan, dengan anggapan penggunaan faktor produksi secara efisien (biaya minimum), akan didapatkan jumlah pembayaran dari masing-masing faktor produksi. Misalnya, penawaran dan permintaan akan tenaga kerja digunakan untuk menetukan tingkat upah. Jika tingkat upah ini kemudian dikaliakan dengan tingkat penggunaan faktor produksi tersebut (tenaga kerja), akan diperoleh nilai upah total.
Menurut asumsi pasar persaingan, permintaan akan tenaga kerja ditentukan oleh Marginal Product dari tenaga kerja tersebut, yaitu tambahan pekerja akan pekerjaan sampai pada titk dimana nilai dari Marginal Productnya sama dengan tingkah upah rill. Tetapi, sesuai dengan prinsip marginal product yang menurun, permintaan akan tenaga kerja ini akan merupakan suatu fungsi yang menurun dari jumlah yang diperkerjakan.
Setelah membahas menegenai masalah distribusi pendapatan dan ketidakmerataanya, maka sekarang kita akan membahas megenai masalah yang kedua yang juga merupakan akibat dari masalah ketidakmerataan pendapatan yakni, kemiskinan. Sedari dulu kemiskinan selalu menjadi pusat perhatian oleh masyarakat. Sekedar penegtahuan, bahwa menurut data dari Bank Dunia (1990) Indonesia telah berhasil dalam mengurangi jumlah penduduk miskin. Penurunan yang relatif terjadi dari 40% pada tahun 1976 menjadi 22% darijumlah populasi pada tahun 1984. Suatu penurunan yang cukup besar hanya dalam kurun waktu 8 tahun.
Namun demikian, secara absolut jumlah penduduk Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan ternyata masih banyak yakni 35 juta jiwa. Selain itu, masih banyak penduduk yang pendapatanya hanya sedikit sekali di atas batas garis kemiskinan. Kelompok “nyaris miskin” ini sangat rawan terhadap perubahan-perubahan keadaan ekonomi seperti kenaikan harga komoditi-komoditi utama atau turnnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu masalah kemiskinan ini masih tetap perlu diperhatikan secara serius karena tujuan pembangunan Indonesia adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Pembahasan masalah ini dapat didekati dari 3 aspek yakni; penyebab, ukuran dan indikator kemiskinan. Ketiga aspek tersebut dibahas berikut ini :
Penyebab Kemiskinan
Para pembuat kebijakan pembangunan selalu berupaya agar alokasi sumberdaya dapat dinikmati oleh sebagian besar anggota masyrakat. Namun demikian, karena ciri dan keadaan masyarakat amat beragam dan ditambah pula dengan tingkat kemajuan ekonominegara yang bersangkutan yang masih lemah, maka kebijkan nasional umumnya diarahkan untuk memcahkan permasalahan jangkanpendek. Sehingga kebijakan pemerintah belum berhasil memecahkan persoalan kelompok ekonomi di tingkat bawah. Selain itu, kebijakan dalam negeri seringkali tidak terlepas dengan keadaan yang ada di luar negeri yang secara tidak langsung mempengaruhi kebijakan antara lain dari segi pendanaan pembangunan. Dengan kata lain, masalah kemiskinan ini bisa selain ditimbulkan oleh hal yang sifatnya alamiah/kultural juga disebabkan oleh miskinnya strategi dan kebijakan pembangunan yang ada, sehingga para pakar pemikir tentang kemiskinan kebanyakan melihat kemiskinan sebagai masalah struktural. Dan pada akhirnya timbul istilah kemiskinan struktural yakni kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat karena struktur sosial masyarakat tersebut tidak dapat ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedi bagi mereka.
Ukuran Kemiskinan
Kemiskinan mempunyai pengertian yang luas dan memang tidak mudah untuk mengukurnya. Oleh karenanya kemiskinan terbagi menjadi 2 macam yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut adalah kemiskinan diukur dengan memperbandingkan tingkat pendapatan orang dengan tingkat pendapatan yang dibutuhkanya untuk memperoleh kebutuhan dasar. Sedangkan kemiskina relatif adalah kemiskinan yang umumnya lebih banyak ditentukan oleh keadaan sekitarnya, daripada lingkungan orang yang bersangkutan dan dalam konsep ini kemiskinan akan selalu ada, tergantung dimana orang itu berada.
Indikator kemiskinan
Indikator kemiskinan ada bermacam-macam yakni: konsumsi beras perkapita pertahun, tingkat pendapatan, tingkat kecukupan gizi, KFM dan tingkat kesejahteraan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada kenyataanya masalah ketidakmerataan pendapatan memang berhubungan dengan masalah kemiskinan. Karena salah satu faktor penyebab kemiskinan di dalam suatu negara adalah adanya ketidakmeretaan distribusi pendapatan rakyatnya.
Diposting oleh
steven
di
04.04
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Belajar Berbagi, Belajar tentang Empati
Kemampuan kognitif akan semakin terasah saat anak bersekolah. Ya, anak akan semakin pintar denga transfer berbagai ilmu dari para guru. Cukupkah anak hanya pandai? Tidak juga. Anak pun perlu mengasah kepekaan emosionalnya. Kecerdasan emosional ini akan jadi salah satu tolak ukur kesukseskan saat terjun dalam kehidupan sosial masyarakat. Misalnya, saat bekerja sama dalam kelompok dan menghargai orang lain. Salah satu kecerdasan emosional adalah tentang kemurahan hati dengan cara berbagi. Kebiasaan berbagi akan menerbitkan seberkas rasa aman, damai dan mengasihi. Penelitian pun menunjukan bahwa orang yang senang berbagi akan lebih banyak menghasilkan hormon edorfin.
Hormon edorfin ini akan memberikan imunitas pada tubuh. Perannya, mempercepat pemulihan saat sakit dan mampu beristirahat lebih optimal. Di samping itu, anak yang memiliki kecerdasan emosional akan lebih tangguh saat dihada[kan pada persoalan berat. Pelajaran tentang berbagi ini memang bermula dari rumah. Namun, sekolah pun bisa mengembangkan perilaku yang mampu menggugah empaiti siswanya ini. Pada masa pertumbuhan, anak akan belajar dari segala sesuatu disekitarnya.
Disinilah peran sekolah untuk memberikan contoh aktivitas tentang berbagi.
Implikasi nyata tentang konsep berbagi misalnya saat sekolah mengadakan event perayaan hari besar agama seperi Idul Fitri atau Natal atau perayaan lain seperti ulang tahun sekolah dan sebagainya. Pada akhirnya siswa bisa diajak langsung mengunjungi tenpat-tempat dan orang-orang yang masih membutuhkan uluran tangan. Dengan penerapan pemberian bantuan ini, siswa pun akan belajar tentang arti berbagi.
Hormon edorfin ini akan memberikan imunitas pada tubuh. Perannya, mempercepat pemulihan saat sakit dan mampu beristirahat lebih optimal. Di samping itu, anak yang memiliki kecerdasan emosional akan lebih tangguh saat dihada[kan pada persoalan berat. Pelajaran tentang berbagi ini memang bermula dari rumah. Namun, sekolah pun bisa mengembangkan perilaku yang mampu menggugah empaiti siswanya ini. Pada masa pertumbuhan, anak akan belajar dari segala sesuatu disekitarnya.
Disinilah peran sekolah untuk memberikan contoh aktivitas tentang berbagi.
Implikasi nyata tentang konsep berbagi misalnya saat sekolah mengadakan event perayaan hari besar agama seperi Idul Fitri atau Natal atau perayaan lain seperti ulang tahun sekolah dan sebagainya. Pada akhirnya siswa bisa diajak langsung mengunjungi tenpat-tempat dan orang-orang yang masih membutuhkan uluran tangan. Dengan penerapan pemberian bantuan ini, siswa pun akan belajar tentang arti berbagi.
Diposting oleh
steven
di
03.57
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

HUTA HUTA DO HUTANAMI
Minggu, 20 Maret 2011
Huta-huta do hutanami
Huta nasolot di tano Humbang
Hasundutan mataniari
Huta-huta do hutanami
Dilinggomi dolok pinapan
Jala mas nagorsing maringanan
Godang muse hau namarulubalang
Huta-huta do hutanami
Huta namanubuhon anak-boru parsingkola
Godang muse angka namarpangkat
Huta-huta do hutanami
Huta napagodanghon napistar namalo
Malonai tung so taralo
Huta-huta do hutanami
Huta namangolu sian denggan ni tano
Tubu salak tubu bagot
Tubu kalapa godang habang sitindaulok
Tubu tobu godang habang salimpoppot
Tubu atturmangan habang ambaroba habang marimpotimpot
Tubu kueni tubu same napompot
Rias pe rade, siala buni-buni monggop di tano nahornop
Tubu muse nilam tubu horbo maradu marponjot
Huta-huta do hutanami
Godang sampuran maradu timbo
Mian di si ihan aekna nalambok
Tabo di si marlange molo ari mansai mohop
Huta-huta do hutanami
Alai tu luat naasing dang talu gogo nami
Dang talu malo
Dang talu mora
Dang talu mokmok
Huta nasolot di tano Humbang
Hasundutan mataniari
Huta-huta do hutanami
Dilinggomi dolok pinapan
Jala mas nagorsing maringanan
Godang muse hau namarulubalang
Huta-huta do hutanami
Huta namanubuhon anak-boru parsingkola
Godang muse angka namarpangkat
Huta-huta do hutanami
Huta napagodanghon napistar namalo
Malonai tung so taralo
Huta-huta do hutanami
Huta namangolu sian denggan ni tano
Tubu salak tubu bagot
Tubu kalapa godang habang sitindaulok
Tubu tobu godang habang salimpoppot
Tubu atturmangan habang ambaroba habang marimpotimpot
Tubu kueni tubu same napompot
Rias pe rade, siala buni-buni monggop di tano nahornop
Tubu muse nilam tubu horbo maradu marponjot
Huta-huta do hutanami
Godang sampuran maradu timbo
Mian di si ihan aekna nalambok
Tabo di si marlange molo ari mansai mohop
Huta-huta do hutanami
Alai tu luat naasing dang talu gogo nami
Dang talu malo
Dang talu mora
Dang talu mokmok
Diposting oleh
steven
di
03.45
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Legenda Danau Toba
Dahulu kala disekitar Gunung Toba, hiduplah seorang Pemuda yang sehari-harinya bekerja sebagai petani. Pemuda ini masih hidup sendirian alias bujangan, semua pekerjaan dilakukannya sendiri mulai darimemasak,mencuci dan lain sebagainya.
Suatu hari pergilah si Pemuda memancing ke sungai yang ada di dekat gunung tersebut. Lama tidak mendapat ikan membuat si Pemuda bosan dan ingin pulang ke rumahnya, baru beranjak dari tempat duduknya si Pemuda melihat tali kailnya diseret-seret oleh ikan. Dengan sangat hati-hati, takut ikannya lepas, si Pemuda menarik kailnya dan alangkah senangnya Dia mendapatkan seekor ikan mas yang besar.
Si Pemuda pun pulang dan Dia meletakkan ikan mas-nya di dalam wadah yang ada airnya, pikirnya biar ikannya hidup dan nanti kalau dimasak rasanya lebih manis. Bergegas Dia pun pergi ke ladang untuk memetik bumbu yang akan dipakai untuk masak ikan mas tadi.
Ketika si Pemuda masih berada di ladang, tiba-tiba ikan masnya berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Melihat rumah si Pemuda berantakan, dia pun membenahi rumah tersebut, merapihkan pakaiannya, mencuci piring yang tergeletak berantakan. Kemudian Dia pun memasakkan makanan untuk si Pemuda tadi.
Tidak berapa lama si Pemuda pulang dari ladang, setiba di depan pintu rumahnya dia mendengar ada suara seperti ada orang di dalam rumahnya. Si Pemuda pun berpikir ada maling di rumahnya sebab selama ini tidak ada orang lain yang tinggal di rumah itu selain Dia. Dia pun mengambil balok kayu dan perlahan-lahan mendekati arah datangnya suara tersebut. Tetapi betapa terkejutnya Dia ketika melihat ada seorang gadis cantik berada di dapur rumahnya dan disebelahnya ada tulang-tulang ikan mas. Si Pemuda pun mendadak marah , pikirnya gadis inilah yang memakan ikan tersebut, padahal Dia sudah lapar dan capek-capek mancing ikan tersebut.
Si Pemuda pun membentak gadis tersebut,”Hei.. Siapa kamu? Ngapain kamu di rumah saya, kamu mencuri ikan saya ya?” hardik si Pemuda dengan suara keras.
Mendengar ada suara membentaknya, si gadispun kaget dan menoleh ke arah pemuda tadi. Wow… si Pemuda pun terkesima melihat kecantikan gadis tersebut, begitu juga dengan si gadis terpana melihat wajah tampan si Pemuda.
Tetapi kemudian si Gadis berkata,”Maaf Bang, jangan marah ya, saya tidak mencuri ikan Abang tetapi ikan itu adalah Saya”.
“Hahh!!!!!”, si Pemuda itupun kaget dan tidak percaya. Tetapi si Gadis pun berusaha menjelaskan dan meyakinkan si Pemuda. Pendek kata si Pemuda pun yakin bahwa gadis tersebut adalah ikan mas hasil dia mancing pagi harinya.
Singkat cerita keduanya pun saling jatuh hati dan suatu hari si Pemuda pun meminang sang Gadis untuk menjadi istrinya. Ketika sedang istirahat sehabis makan siang, si Pemuda pun berkata,”Adik, kita kan sudah lama saling kenal, apakah kamu mau menjadi istri abang?”.
Sang gadispun merasa senang tetapi dia mengajukan syarat yang tidak boleh dilanggar si Pemuda. “Jika memang Abang serius ingin menjadikan saya sebagai istri Abang harus berjanji tidak akan pernah menyebutkan anak-anak kita anak ikan”, kata sang gadis. Si Pemudapun menyanggupinya dan akhirnya keduanya menjadi suami istri dan hidup bahagia.
Tidak berapa lama, lahirlah anak mereka seorang laki-laki. Hari demi hari si anak bertambah besar. Namun si Anak kerjanya main melulu, tidak pernah mendengarkan nasihat Bapaknya agar ikut membantu di sawah. Setiap si Bapak meminta istrinya agar menasehati anak mereka, si istri selalu membela anaknya. Sampai suatu hari karena si istri tidak bisa mengantar nasi untuk makan siang suaminya di ladang, si istri menyuruh anaknya untuk mengantar bekal ayahnya.
Ibunya berpesan,”Nak kamu antar ini ke Bapakmu di ladang ya, jangan main dulu sebelum kamu mengantarkannya”. Si anak mengiyakannya sembari pergi membawa nasi bekal Bapaknya ke ladang. Di tengah perjalanan Dia pun melihat teman-temannya bermain dan langsung lupa nasihat ibunya. Saking capeknya main bersama temannya si Anak lapar, kemudian dia memakan nasi bekal ayahnya.
Di ladang, si ayahpun sudah menahan lapar karena sudah lewat tengah hari si istri belum juga mengantar makanannya. Di memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon mangga yang ada di dekat ladangnya. Ketika dia duduk dari kejauhan dia melihat anaknya datang membawa bekal untuknya. Dengan senangnya dia memanggil anaknya,”Nak… cepatlah Bapak sudah lapar nih”. Begitu si Anak sampai si Ayah sudah tidak sabar lagi dan segera mengambil dan membuka bungkusan yang dibawa anaknya. Betapa kagetnya dia ketika dia buka ternyata bungkusannya berisi sisa-sisa nasi dan tulang ikan bekas dimakan anaknya. Karena saking kesalnya, Si Ayah pun naik pitam dia memaki-maki anaknya dengan segala perkataan-perkataan kasar. Tidak puas sampai di situ, si Ayah memaki anaknya dengan kata-kata yang melanggar janjinya. “Dasar kamu anak ikan, gak pernah bisa dinasehatin sama orang tua”, begitu si Ayah memaki anaknya. Mendengar dirinya disebut anak ikan, si anak pun menangis makin kencang sembari berlari pulang.
Sesampai di rumah si ibu bingung melihat anaknya menangis, diapun menanyakan mengapa anaknya tersebut menangis. “Nak, mengapa kamu menangis sedih begitu?”, demikian tanya si Ibu. Si Anak pun balik bertanya kepada ibunya, “Apa benar Bu, saya anak ikan? Tadi di ladang Bapak bilang kalau saya anak ikan”.
Mendengar apa yang diucapkan anaknya sontak kagetlah si Ibu dan tidak percaya bahwa Suaminya telah melanggar janji yang sudah mereka buat. Merasa sedih suaminya telah melanggar janjinya, diapun menangis terus menerus tidak henti-henti. Si Ibu menyuruh agar anaknya pergi ke tempat yang paling tinggi.
Janji sudah dilanggar, maka hukuman pun dijatuhkan. Si ibu menangis terus menerus, bersamaan dengan itu turunlah hujan badai yang begitu kencang disertai halilintar yang tidak berhenti-henti. Maka tenggelamlah seluruh daratan yang ada disekitar gunung tersebut. Karena danau tersebut berada di daerah gunung Toba, maka disebutlah DANAU TOBA
Cerita ini saya ceritakan ulang menurut cerita yang pernah saya dengar dan saya tahu, mungkin ada perbedaan dari versi-versi yang sudah ada, tetapi pada dasarnya inti dari cerita ini adalah sama yaitu “JANGAN SEMBARANGAN BUAT JANJI KALAU TIDAK BISA DITEPATI”
Suatu hari pergilah si Pemuda memancing ke sungai yang ada di dekat gunung tersebut. Lama tidak mendapat ikan membuat si Pemuda bosan dan ingin pulang ke rumahnya, baru beranjak dari tempat duduknya si Pemuda melihat tali kailnya diseret-seret oleh ikan. Dengan sangat hati-hati, takut ikannya lepas, si Pemuda menarik kailnya dan alangkah senangnya Dia mendapatkan seekor ikan mas yang besar.
Si Pemuda pun pulang dan Dia meletakkan ikan mas-nya di dalam wadah yang ada airnya, pikirnya biar ikannya hidup dan nanti kalau dimasak rasanya lebih manis. Bergegas Dia pun pergi ke ladang untuk memetik bumbu yang akan dipakai untuk masak ikan mas tadi.
Ketika si Pemuda masih berada di ladang, tiba-tiba ikan masnya berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Melihat rumah si Pemuda berantakan, dia pun membenahi rumah tersebut, merapihkan pakaiannya, mencuci piring yang tergeletak berantakan. Kemudian Dia pun memasakkan makanan untuk si Pemuda tadi.
Tidak berapa lama si Pemuda pulang dari ladang, setiba di depan pintu rumahnya dia mendengar ada suara seperti ada orang di dalam rumahnya. Si Pemuda pun berpikir ada maling di rumahnya sebab selama ini tidak ada orang lain yang tinggal di rumah itu selain Dia. Dia pun mengambil balok kayu dan perlahan-lahan mendekati arah datangnya suara tersebut. Tetapi betapa terkejutnya Dia ketika melihat ada seorang gadis cantik berada di dapur rumahnya dan disebelahnya ada tulang-tulang ikan mas. Si Pemuda pun mendadak marah , pikirnya gadis inilah yang memakan ikan tersebut, padahal Dia sudah lapar dan capek-capek mancing ikan tersebut.
Si Pemuda pun membentak gadis tersebut,”Hei.. Siapa kamu? Ngapain kamu di rumah saya, kamu mencuri ikan saya ya?” hardik si Pemuda dengan suara keras.
Mendengar ada suara membentaknya, si gadispun kaget dan menoleh ke arah pemuda tadi. Wow… si Pemuda pun terkesima melihat kecantikan gadis tersebut, begitu juga dengan si gadis terpana melihat wajah tampan si Pemuda.
Tetapi kemudian si Gadis berkata,”Maaf Bang, jangan marah ya, saya tidak mencuri ikan Abang tetapi ikan itu adalah Saya”.
“Hahh!!!!!”, si Pemuda itupun kaget dan tidak percaya. Tetapi si Gadis pun berusaha menjelaskan dan meyakinkan si Pemuda. Pendek kata si Pemuda pun yakin bahwa gadis tersebut adalah ikan mas hasil dia mancing pagi harinya.
Singkat cerita keduanya pun saling jatuh hati dan suatu hari si Pemuda pun meminang sang Gadis untuk menjadi istrinya. Ketika sedang istirahat sehabis makan siang, si Pemuda pun berkata,”Adik, kita kan sudah lama saling kenal, apakah kamu mau menjadi istri abang?”.
Sang gadispun merasa senang tetapi dia mengajukan syarat yang tidak boleh dilanggar si Pemuda. “Jika memang Abang serius ingin menjadikan saya sebagai istri Abang harus berjanji tidak akan pernah menyebutkan anak-anak kita anak ikan”, kata sang gadis. Si Pemudapun menyanggupinya dan akhirnya keduanya menjadi suami istri dan hidup bahagia.
Tidak berapa lama, lahirlah anak mereka seorang laki-laki. Hari demi hari si anak bertambah besar. Namun si Anak kerjanya main melulu, tidak pernah mendengarkan nasihat Bapaknya agar ikut membantu di sawah. Setiap si Bapak meminta istrinya agar menasehati anak mereka, si istri selalu membela anaknya. Sampai suatu hari karena si istri tidak bisa mengantar nasi untuk makan siang suaminya di ladang, si istri menyuruh anaknya untuk mengantar bekal ayahnya.
Ibunya berpesan,”Nak kamu antar ini ke Bapakmu di ladang ya, jangan main dulu sebelum kamu mengantarkannya”. Si anak mengiyakannya sembari pergi membawa nasi bekal Bapaknya ke ladang. Di tengah perjalanan Dia pun melihat teman-temannya bermain dan langsung lupa nasihat ibunya. Saking capeknya main bersama temannya si Anak lapar, kemudian dia memakan nasi bekal ayahnya.
Di ladang, si ayahpun sudah menahan lapar karena sudah lewat tengah hari si istri belum juga mengantar makanannya. Di memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon mangga yang ada di dekat ladangnya. Ketika dia duduk dari kejauhan dia melihat anaknya datang membawa bekal untuknya. Dengan senangnya dia memanggil anaknya,”Nak… cepatlah Bapak sudah lapar nih”. Begitu si Anak sampai si Ayah sudah tidak sabar lagi dan segera mengambil dan membuka bungkusan yang dibawa anaknya. Betapa kagetnya dia ketika dia buka ternyata bungkusannya berisi sisa-sisa nasi dan tulang ikan bekas dimakan anaknya. Karena saking kesalnya, Si Ayah pun naik pitam dia memaki-maki anaknya dengan segala perkataan-perkataan kasar. Tidak puas sampai di situ, si Ayah memaki anaknya dengan kata-kata yang melanggar janjinya. “Dasar kamu anak ikan, gak pernah bisa dinasehatin sama orang tua”, begitu si Ayah memaki anaknya. Mendengar dirinya disebut anak ikan, si anak pun menangis makin kencang sembari berlari pulang.
Sesampai di rumah si ibu bingung melihat anaknya menangis, diapun menanyakan mengapa anaknya tersebut menangis. “Nak, mengapa kamu menangis sedih begitu?”, demikian tanya si Ibu. Si Anak pun balik bertanya kepada ibunya, “Apa benar Bu, saya anak ikan? Tadi di ladang Bapak bilang kalau saya anak ikan”.
Mendengar apa yang diucapkan anaknya sontak kagetlah si Ibu dan tidak percaya bahwa Suaminya telah melanggar janji yang sudah mereka buat. Merasa sedih suaminya telah melanggar janjinya, diapun menangis terus menerus tidak henti-henti. Si Ibu menyuruh agar anaknya pergi ke tempat yang paling tinggi.
Janji sudah dilanggar, maka hukuman pun dijatuhkan. Si ibu menangis terus menerus, bersamaan dengan itu turunlah hujan badai yang begitu kencang disertai halilintar yang tidak berhenti-henti. Maka tenggelamlah seluruh daratan yang ada disekitar gunung tersebut. Karena danau tersebut berada di daerah gunung Toba, maka disebutlah DANAU TOBA
Cerita ini saya ceritakan ulang menurut cerita yang pernah saya dengar dan saya tahu, mungkin ada perbedaan dari versi-versi yang sudah ada, tetapi pada dasarnya inti dari cerita ini adalah sama yaitu “JANGAN SEMBARANGAN BUAT JANJI KALAU TIDAK BISA DITEPATI”
Diposting oleh
steven
di
03.30
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Masa SMA adalah masa yang paling indah
Sekolah.. ya tentu saja sedari kecil kita sudah bersekolah. Mulai dari SD, SMP, SMA dan sampai ke perguruan tinggi. Tingkatan demi tingkatan kita lalui dalam dunia pendidikan. Tentunya setiap dari kita juga memiliki kenangan tersendiri mengenai masa-masa sekolah kita. Banyak orang yang bilang dan berpendapat bahwa masa Sma lah masa yang paling indah dalam mengeyam pendidikan. Saya secara pribadi setuju dengan pendapat orang-orang tersebut bahwa masa Sma lah masa yang paling indah dalam mengenyam dunia pendidkan.
Menurut pengalaman pribadi saya dalam menjalani setiap tingkatan dalam dunia pendidikan, hanya masa-masa Sma lah yang paling berkesan dan penuh dengan kenangan-kenangan manis. Mengapa saya katakan demikian? Tentu saya mempunyai alasan tersendiri atas statement saya diatas. Masa Sma adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak (pubertas) menuju kedewasaan. Selama menjalani masa-masa Sma, ada banyak sekali peristiwa-peristiwa yang saya alami tentunya baik suka ataupun duka. Menyandang murid bengal dan teladan pun pernah saya alami pada masa ini. Akan tetapi justru hal-hal inilah yang membuat warna-warni dalam kenangan sekolah saya.
Seperti pelajar-pelajar lain pada umumnya, saya pun mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar mengenai hal-hal baru yang sebelumnya tidak saya ketahui. Bersama dengan teman-teman saya, hari-hari yang saya lewati di sekolah semakin lebih bermakna. Mereka membuat saya bahagia dengan canda gurau dan keceriaan mereka. Setiap waktu yang saya jalani selama saya sekolah di Sma menjadi sangat berharga dengan kehadiran teman-teman saya. Bandel dan belajar bareng yang dialami tiap harinya. Tidak hanya itu, rasa solidaritas dan kesetiakawana mereka semakin melengkapi masa-masa indah di waktu Sma. Peristiwa demi peristiwa yang terjadi di masa Sma tidak akan pernah hilang dari benak saya dan sampai kapanpun saya tetap menyimpan kenangan-kenagan manis itu dalam diri saya.
Menurut pengalaman pribadi saya dalam menjalani setiap tingkatan dalam dunia pendidikan, hanya masa-masa Sma lah yang paling berkesan dan penuh dengan kenangan-kenangan manis. Mengapa saya katakan demikian? Tentu saya mempunyai alasan tersendiri atas statement saya diatas. Masa Sma adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak (pubertas) menuju kedewasaan. Selama menjalani masa-masa Sma, ada banyak sekali peristiwa-peristiwa yang saya alami tentunya baik suka ataupun duka. Menyandang murid bengal dan teladan pun pernah saya alami pada masa ini. Akan tetapi justru hal-hal inilah yang membuat warna-warni dalam kenangan sekolah saya.
Seperti pelajar-pelajar lain pada umumnya, saya pun mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar mengenai hal-hal baru yang sebelumnya tidak saya ketahui. Bersama dengan teman-teman saya, hari-hari yang saya lewati di sekolah semakin lebih bermakna. Mereka membuat saya bahagia dengan canda gurau dan keceriaan mereka. Setiap waktu yang saya jalani selama saya sekolah di Sma menjadi sangat berharga dengan kehadiran teman-teman saya. Bandel dan belajar bareng yang dialami tiap harinya. Tidak hanya itu, rasa solidaritas dan kesetiakawana mereka semakin melengkapi masa-masa indah di waktu Sma. Peristiwa demi peristiwa yang terjadi di masa Sma tidak akan pernah hilang dari benak saya dan sampai kapanpun saya tetap menyimpan kenangan-kenagan manis itu dalam diri saya.
Diposting oleh
steven
di
02.45
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Legenda Datu Kalaka
Menrurut cerita orang tua-tua bebrapa abad yang lalu, di suatu kampung tinggalah seorang lelaki bernama Datu Kalaka. Ia amat di segani dan dihormati oleh orang-orang di kampung itu karena ia menjadi pemimpin masyarakat disana. Itu pula sebabnya ia diberi gelar datu oleh masyarakat. Datu kalaka disegani dan dihormati masyarakat, tetapi ia dibenci dan ditakuti Belanda. Ia sangat menetang Belanda dan memimpin perlawanan yang banyak meminta koban di pihak Belanda. Anehnya, walaupun pernah berkkkali-kali terkepung pasukan Belanda, Datu Kalaka selalu dapat meloloskan diri.
Tersebar berita di masyarakat, khususnya di kalangan orang Belanda, bahwa Datu Kalaka mempunyai kesaktian menghlangkan diri. Walaupun orang biasa dapat melihat, orang Belanda tetap tidak mampu melihat. Hal itu membuat penasaran pihak Belanda. Dengan segala tipu daya, mereka berusaha menagkap Datu Kalaka. Mereka menjanjikan hadiah besar bagi siapa saja yang mampu menyerahkan Datu Kalaka hidup maupun mati kepada pihak Belanda. Oleh karena itu, Datu Kalaka selalu pindah tempat tinggal umtuk menghindarkan diri dari Belanda. Jadi, jiak Belanda berusaha mencarinya di kampung pasti sia-sia. Akan tetapi, pada waktu-waktu tertentu, ia kembali ke rumah, berkumpul dengan keluarga dan masyarakat sekitar.
Karena sudah culup lama Belanda tidak pernah datang ke kampungnya, Datu Kalaka merasa aman dan tidak perlu pindah tempat tinggal lagi. Ia menetap di kampung sambil mengerjakan ladang dan kebun serta memimpin masyarakat. Pada suatu hari, ketika Datu Kalaka sedang bersantai di rumah, ada orang datang memberitahu bahwa pasukan Belanda memasuki kampung, tentu mereka akan menangkap Datu Kalaka. Sebagai seorang datu, Datu Kalaka tidak mau menunjukan kekhawatiranya dihadapan orang lain. Ia juag tidak ingin meyelamatkan diri sendiri jika masyarakat menjadi korban karenanya. Oleh karena itu, ia meyuruh penduduk menyelamatkan diri. Setelah itu, ia memikirkan cara untuk meloloskan diri. Sayang, tempat tinggalnya sudah dikepung Belanda. Tidak mungkin lagi ia lepas dari sergapan. Jika sampai tertangkap, ia tidak dapat membayangkan hukuman apa yang harus diteimanya.
Datu kalaka tidak ingin ditangkap dan tidak ingin mati konyol. Ia berpikir cepat dan memutuskan mengambil jalan dekat yang tidak masuk akal. Ketika pasukan Belanda memasuki kampung, mereka amat penasaran karena kempung sepi. Belanda marah dan melampiaskan kemarahanya itu dengan menghancurkan kampung itu. mereka berpencar dan memriksa segenap pelosok kampung. Mereka kaget ketika tiba-tiba melihat suatu pemandangan aneh tapi nyata di suatu lorong. Sebuah ayunan raksasa!. Mereka amat terkejut ketika menengok ke dalam ayunan karena di dalamnya terbaring dengan tenangnya seorang bayi raksasa sebesar ayunan. Bayi itu menatap serdadu Belanda yang berdiri di sekeliling ayunan, kemudian ia memjamkan mata. Ukuran bayi itu lebih besar dan panjang daripada ukuran orang dewasa normal.
Seluruh anggota Belanda gemetar ketakutan. Jika bayinya sebeasar itu, apalagi orang tuanya. Pasukan Belanda pun hilang keberanianya dan segera meninggalkan kampung tersebut. Bayi raksasa itu ternyata Datu Kalaka. Sebelum pasukan Belanda datang, ia sempat membuat ayuna kemudian berbaring diatasnya.
Di kabupaten Hulu Sungai Tengah Prpinsi Kalimantan Selatan sekarang masih ada sebuah desa bernama Kalaka. Konon nama itu diambil dari nama Datu Kalaka. di sana juga ada sebuah makam, menurut orang tua-tua makam itu makam Datu Kalaka. Makam itu luar baisa besarnya, jarak antara nisan yang satu dengan nisan yang lainnya kurang lebih dau meter. Orang percaya bahwa tubuh Datu Kalaka itu tinggi besar, lebar dadanya kurang lebih tujuh kilan(jengkal).
Tersebar berita di masyarakat, khususnya di kalangan orang Belanda, bahwa Datu Kalaka mempunyai kesaktian menghlangkan diri. Walaupun orang biasa dapat melihat, orang Belanda tetap tidak mampu melihat. Hal itu membuat penasaran pihak Belanda. Dengan segala tipu daya, mereka berusaha menagkap Datu Kalaka. Mereka menjanjikan hadiah besar bagi siapa saja yang mampu menyerahkan Datu Kalaka hidup maupun mati kepada pihak Belanda. Oleh karena itu, Datu Kalaka selalu pindah tempat tinggal umtuk menghindarkan diri dari Belanda. Jadi, jiak Belanda berusaha mencarinya di kampung pasti sia-sia. Akan tetapi, pada waktu-waktu tertentu, ia kembali ke rumah, berkumpul dengan keluarga dan masyarakat sekitar.
Karena sudah culup lama Belanda tidak pernah datang ke kampungnya, Datu Kalaka merasa aman dan tidak perlu pindah tempat tinggal lagi. Ia menetap di kampung sambil mengerjakan ladang dan kebun serta memimpin masyarakat. Pada suatu hari, ketika Datu Kalaka sedang bersantai di rumah, ada orang datang memberitahu bahwa pasukan Belanda memasuki kampung, tentu mereka akan menangkap Datu Kalaka. Sebagai seorang datu, Datu Kalaka tidak mau menunjukan kekhawatiranya dihadapan orang lain. Ia juag tidak ingin meyelamatkan diri sendiri jika masyarakat menjadi korban karenanya. Oleh karena itu, ia meyuruh penduduk menyelamatkan diri. Setelah itu, ia memikirkan cara untuk meloloskan diri. Sayang, tempat tinggalnya sudah dikepung Belanda. Tidak mungkin lagi ia lepas dari sergapan. Jika sampai tertangkap, ia tidak dapat membayangkan hukuman apa yang harus diteimanya.
Datu kalaka tidak ingin ditangkap dan tidak ingin mati konyol. Ia berpikir cepat dan memutuskan mengambil jalan dekat yang tidak masuk akal. Ketika pasukan Belanda memasuki kampung, mereka amat penasaran karena kempung sepi. Belanda marah dan melampiaskan kemarahanya itu dengan menghancurkan kampung itu. mereka berpencar dan memriksa segenap pelosok kampung. Mereka kaget ketika tiba-tiba melihat suatu pemandangan aneh tapi nyata di suatu lorong. Sebuah ayunan raksasa!. Mereka amat terkejut ketika menengok ke dalam ayunan karena di dalamnya terbaring dengan tenangnya seorang bayi raksasa sebesar ayunan. Bayi itu menatap serdadu Belanda yang berdiri di sekeliling ayunan, kemudian ia memjamkan mata. Ukuran bayi itu lebih besar dan panjang daripada ukuran orang dewasa normal.
Seluruh anggota Belanda gemetar ketakutan. Jika bayinya sebeasar itu, apalagi orang tuanya. Pasukan Belanda pun hilang keberanianya dan segera meninggalkan kampung tersebut. Bayi raksasa itu ternyata Datu Kalaka. Sebelum pasukan Belanda datang, ia sempat membuat ayuna kemudian berbaring diatasnya.
Di kabupaten Hulu Sungai Tengah Prpinsi Kalimantan Selatan sekarang masih ada sebuah desa bernama Kalaka. Konon nama itu diambil dari nama Datu Kalaka. di sana juga ada sebuah makam, menurut orang tua-tua makam itu makam Datu Kalaka. Makam itu luar baisa besarnya, jarak antara nisan yang satu dengan nisan yang lainnya kurang lebih dau meter. Orang percaya bahwa tubuh Datu Kalaka itu tinggi besar, lebar dadanya kurang lebih tujuh kilan(jengkal).
Diposting oleh
steven
di
02.43
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Winners Versus Loser
The winners is always part of the answer ; The Loser is always part of the problem.
The winners always has a program ; The Loser always has an excuse.
The winners says, “ let me do it for you” ; The Loser says, “ this is not my job”
The winners see an answer for every problem ; The Loser a problem for every answer.
The winners says, “it may be difficult, but it is possible. ; The Loser says, “ it may be possible, but it is too difficult.”
When a winner makes a mistake, he says, “ I was wrong”. ; When a loser makes a mistake, he says, “ it was not my fault”.
A winner makes commitments ; A loser makes promises.
Winners have dreams ; Losers have schemes.
Winners say, “ I must do something”. ;Losers say, “ something must be done”.
Winners are part of the team ; Losers are apart from the team.
Winners see the gain ; Losers see the pain.
Winners see possibilities ; Losers see problems.
Winners believe in win-win ; Losers believe for them to win someone has to lose.
Winners see the potential ; Losers see the past.
Winners are like a thermostat; Losers are like thermometers.
Winners choose what they say ; losers say what they choose.
Winners use hard arguments but soft words ; Losers use soft arguments but hard words.
Winners follow the philosophy of empathy, “ don’t do to others what you would not want them to do you” ; Losers follow the philosophy, “ do it to others before they do it to you”.
Winners make it happen ‘ Losers let it happen.
Winners plan and prepare to win. The key word is preparation.
The winners always has a program ; The Loser always has an excuse.
The winners says, “ let me do it for you” ; The Loser says, “ this is not my job”
The winners see an answer for every problem ; The Loser a problem for every answer.
The winners says, “it may be difficult, but it is possible. ; The Loser says, “ it may be possible, but it is too difficult.”
When a winner makes a mistake, he says, “ I was wrong”. ; When a loser makes a mistake, he says, “ it was not my fault”.
A winner makes commitments ; A loser makes promises.
Winners have dreams ; Losers have schemes.
Winners say, “ I must do something”. ;Losers say, “ something must be done”.
Winners are part of the team ; Losers are apart from the team.
Winners see the gain ; Losers see the pain.
Winners see possibilities ; Losers see problems.
Winners believe in win-win ; Losers believe for them to win someone has to lose.
Winners see the potential ; Losers see the past.
Winners are like a thermostat; Losers are like thermometers.
Winners choose what they say ; losers say what they choose.
Winners use hard arguments but soft words ; Losers use soft arguments but hard words.
Winners follow the philosophy of empathy, “ don’t do to others what you would not want them to do you” ; Losers follow the philosophy, “ do it to others before they do it to you”.
Winners make it happen ‘ Losers let it happen.
Winners plan and prepare to win. The key word is preparation.
Diposting oleh
steven
di
02.41
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Orang Pinggiran
Seperti judulnya di atas tulisan ini saya buat karena terinspirasi dari tayangan (program) yang ada di salah satu stasiun telivisi swasta yang bernama “orang pinggiran”. Saya tidak tau persis hari kapan saja di tayangkanya program ini, tapi biasanya saya sering menonton tayangan ini sepulang dari kampus (kira-kira jam setengan 6an). Tayangan ini menayangkan tentang kehidupan orang-orang yang ada di “pinggiran” atau bahasa lazimnya orang-orang kecil dan miskin. Saya sangat suka dan menghargai akan adanya tayangan ini, mengingat sekarang-sekarang ini banyak sekali acara-acara di telivisi yang tidak mendidik dan hanya bercerita tentang cinta, cinta dan cinta. Tetapi, bukan semata-mata saya turut senang atau bahagia dalam penderitaan dan kesusahan mereka, tapi banyak sekali hal yang dapat saya pelajari dari kehidupan mereka yang serba dalam keterbatasan tersebut.
Tentunya seiring perkembangan zaman, kita semakin terbius oleh hal-hal atau produk-produk yang ditawarkan oleh global yang lebih cenderung hanya menguntungkan pihak-pihka atas saja / kaum elite sehingga kita sering lupa akan sesama kita. Apalagi bila kita melihat dalam realitanya kehidupan dan pergaulan para muda-mudi bangsa ini, khususnya mereka yang hidup dalam lingkungan perkotaan dan kemewahan yang dominanya hidup identik dengan narkoba dan seks bebas. Dan bila saya perhatikan pola hidup seperti di atas sudah menular kepada dunia pendidikan dan akademi secara khusus dunia mahasiswa atau kampus. Kenapa saya dapat berkata demikian tentunya dari realita yang saya temui setiap hari karena saya juga masih menyandang status sebagai mahasiswa. Padahal masa depan bangsa dan negara ini jelas tergantung oleh para muda-mudinya.
Tidak hanya itu, bila kita menyimak dan menyoroti kelakuan para pejabat dan pemimpin-pemimpin negri ini yang penuh dengan ketidakadilan dan kerakusan. Maka lengkaplah sudah penderitaan negri ini dan rakyat jelata yang hidup didalamnya. Untuk itu, menurut saya pribadi tayangan seperti orang pinggiran sangat bermutu dan bermanfaat untuk menyadarkan setiap dari kita untuk memperhatikan mereka yang hidup dalam keterbatasannya.
Bila menonton tayangan tersebut, saya merasa sangat malu dengan mereka yang walaupun hidup dalam serba keterbatasan dan kesusahan tapi mempunyai semangat hidup yang tinggi dan tidak putus asa. Bahkan banyak dari mereka yang berumur 12 tahun ke bawah sudah harus bekerja membantu orang tua mereka untuk bertahan hidup setiap harinya. Lewat sikap hidup mereka saya belajar bahwa saya harus bersyukur senantiasa atas semua pemberian yang telah Tuhan berikan. Dan saya juga belajar dari ketegaran mereka yang walaupun hidup dalam berbagai kepahitan tapi tetap bekerja keras dengan senyuman sambil menaruh harapan pada Tuhan.
Tentunya seiring perkembangan zaman, kita semakin terbius oleh hal-hal atau produk-produk yang ditawarkan oleh global yang lebih cenderung hanya menguntungkan pihak-pihka atas saja / kaum elite sehingga kita sering lupa akan sesama kita. Apalagi bila kita melihat dalam realitanya kehidupan dan pergaulan para muda-mudi bangsa ini, khususnya mereka yang hidup dalam lingkungan perkotaan dan kemewahan yang dominanya hidup identik dengan narkoba dan seks bebas. Dan bila saya perhatikan pola hidup seperti di atas sudah menular kepada dunia pendidikan dan akademi secara khusus dunia mahasiswa atau kampus. Kenapa saya dapat berkata demikian tentunya dari realita yang saya temui setiap hari karena saya juga masih menyandang status sebagai mahasiswa. Padahal masa depan bangsa dan negara ini jelas tergantung oleh para muda-mudinya.
Tidak hanya itu, bila kita menyimak dan menyoroti kelakuan para pejabat dan pemimpin-pemimpin negri ini yang penuh dengan ketidakadilan dan kerakusan. Maka lengkaplah sudah penderitaan negri ini dan rakyat jelata yang hidup didalamnya. Untuk itu, menurut saya pribadi tayangan seperti orang pinggiran sangat bermutu dan bermanfaat untuk menyadarkan setiap dari kita untuk memperhatikan mereka yang hidup dalam keterbatasannya.
Bila menonton tayangan tersebut, saya merasa sangat malu dengan mereka yang walaupun hidup dalam serba keterbatasan dan kesusahan tapi mempunyai semangat hidup yang tinggi dan tidak putus asa. Bahkan banyak dari mereka yang berumur 12 tahun ke bawah sudah harus bekerja membantu orang tua mereka untuk bertahan hidup setiap harinya. Lewat sikap hidup mereka saya belajar bahwa saya harus bersyukur senantiasa atas semua pemberian yang telah Tuhan berikan. Dan saya juga belajar dari ketegaran mereka yang walaupun hidup dalam berbagai kepahitan tapi tetap bekerja keras dengan senyuman sambil menaruh harapan pada Tuhan.
Diposting oleh
steven
di
02.40
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Mengubah Pola Pikir
Kamis, 10 Maret 2011
Sekelompok wisatawan tertahan di suatu tempat asing di luar kota. Mereka hanya menemukan bahan makanan yang kedaluwarsa. Karena lapar, mereka terpaksa menyantapnya, meskipun sebelumnya dicobakan dulu kepada seekor anjing yang ternyata menikmatinya dan tak terlihat efek sampingnya. Keesokan harinya, ketika mendengar anjing itu mati, semua orang menjadi cemas. Banyak yang mulai muntah dan mengeluh badannya panas atau terserang diare. Seorang dokter dipanggll untuk merawat para penderita keracunan makanan. Sang dokter mulai mencari sebab-musababnya dari si anjing. Ketika hendak dilacak, eh ternyata anjing itu sudah mati karena terlindas mobil.
Apa yang menarik dari cerita di atas? Ternyata kita bereaksi menurut apa yang kita pikirkan, bukan berdasarkan kenyataan itu sendiri. We see the world as we are, not as it is. Akar segala sesuatu adalah cara kita melihat. Cara kita melihat mempengaruhi apa yang kita lakukan, dan apa yang kita lakukan mempengaruhi apa yang kita dapatkan. Ini disebut sebagai model See-Do-Get.
Perubahan yang mendasar baru akan terjadi ketika ada perubahan cara melihat. Ada cerita menarik mengenai sepasang suami-istri yang telah berpisah. Suatu hari, Astri, nama wanita ini, datang ke kantor Roy, mantan suaminya. Saat itu Roy sedang melayani seorang pelanggan. Melihat Astri menunggu dengan gelisah, pimpinan kantor menghampirinya dan mengajaknya berbincang-bincang. Si Bos berkata, "Saya begitu senang, suami Anda bekerja untuk saya. Dia seorang yang sangat berarti dalam perusahaan kami, begitu penuh perhatian dan baik budinya". Astri terperangah mendengar pujian si bos, tapi ia tak berkomentar apa-apa.
Roy ternyata mendengar komentar si bos. Setelah Astri pergi, ia menjelaskan, "Kami tak hidup bersama lagi sejak 6 bulan lalu, dan sekarang dia hanya datang menemui saya bila ia membutuhkan tambahan uang untuk putra kami".
Beberapa minggu kemudian telepon berbunyi untuk Roy. la mengangkatnya dan berkata, "Baiklah Ma, kita akan melihat rumah itu bersama setelah jam kerja". Setelah itu ia menghampiri bosnya dan berkata, "Astri dan saya telah memutuskan memulai lagi perkawinan kami. Dia mulai melihat saya secara berbeda tak lama setelah Bapak berbicara padanya tempo hari". Bayangkan, perubahan drastis terjadi semata-mata karena perubahan dalam cara melihat. Awalnya, Astri mungkin melihat suaminya sebagai seorang yang menyebalkan, tapi ternyata di mata orang lain Roy sungguh menyenangkan. Astrilah yang mengajak rujuk, dan mereka kembali menikmati rumah tangga yang jauh lebih indah dari sebelumnya.
Segala sesuatu yang kita lakukan berakar dari cara kita melihat masalah. Karena itu, bila ingin mengubah nasib secara drastis, kita perlu melakukan revolusi cara berpikir. Stephen Covey mengatakan: "Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, garaplah perilaku Anda, tapi bila Anda menginginkan perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah paradigma Anda".
Covey benar, perubahan tidak selalu dimulai dari cara kita melihat (See). la bisa juga dimulai dari perilaku kita (Do). Namun, efeknya sangat berbeda. Ini contoh sederhana. Seorang anak bernama, Alisa yang berusia empat tahun selalu menolak kalau diberi minyak ikan. Padahal, itu diperlukan untuk meningkatkan perkembangan otak dan daya tahan tubuhnya. Betapapun orang tuanya membujuknya, ia tetap menolak. Dengan maksud baik, kadang-kadang orang tuanya memaksanya menelan minyak ikan. la menangis dan meronta-ronta. Orang tuanya memang berhasil memaksanya, tapi ini bukan sesuatu yang win-win. Kami menang, ia kalah. Ini pendekatan yang dimulai dengan Do. Kami sadar harus mencari cara lain.
Untungnya, ibunya punya ide menarik. la mulai dengan mengubah paradigma Alisa. Ibunya tahu Alisa suka sekali minum sirup, karena itu minyak ikan tersebut ia aduk dengan air dalam gelas. Ternyata Alisa sangat gembira dan menikmati "sirup" minyak ikan itu. Bahkan, sekarang ia tak mau mandi sebelum minum "sirup" tersebut.
Contoh sederhana ini menggambarkan proses perubahan yang bersifat inside-out (dari dalam ke luar).
Perubahan ini bersifat sukarela dan datang dari Alisa sendiri. Jadi, tidak ada keterpaksaan. Inilah perubahan yang diawali dengan See. Perubahan yang dimulai dengan Do, bersifat sebaliknya, yaitu outside-in. Perubahan seperti ini sering disertai penolakan. Jangankan dengan bawahan, dengan anak kecil seperti Alisa saja, hal ini sudah bermasalah.
Pendekatan hukum bersifat outside-in dan dimulai dengan Do. Orang tidak korupsi karena takut akan hukumannya, bukan karena kesadaran. Pada dasarnya orang tersebut belum berubah, karena itu ia masih mencari celah-celah yang dapat dimanfaatkannya. Pendekatan SDM berusaha mengubah cara berpikir orang. Akar korupsi sebenarnya adalah pada cara orang melihat. Selama jabatan dilihat sebagai kesempatan menumpuk kekayaan, bukannya sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkah, selama itu pula korupsi tak akan pernah hilang. Inilah pendekatan inside-out. Memang jauh lebih sulit, tetapi efek yang dihasilkannya jauh lebih mendasar.
Cara kita melihat masalah sesungguhnya adalah masalah itu sendiri. Karena itu, untuk mengubah nasib, yang perlu Anda lakukan cuma satu: Ubahlah cara Anda melihat masalah. Mulailah melihat atasan yang otoriter, bawahan yang tak kooperarif, pelanggan yang cerewet dan pasangan yang mau menang sendiri sebagai tantangan dan rahmat yang terselubung. Orang-orang ini sangat berjasa bagi Anda karena dapat membuat Anda lebih kompeten, lebih profesional, lebih arif dan lebih sabar. Ingatlah apa yang dikatakan John Gray, pengarang buku "Men are from Mars and women are from Venus". Gray melihat masalah dan kesulitan dengan cara yang berbeda. Ujarnya, "Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh".
Apa yang menarik dari cerita di atas? Ternyata kita bereaksi menurut apa yang kita pikirkan, bukan berdasarkan kenyataan itu sendiri. We see the world as we are, not as it is. Akar segala sesuatu adalah cara kita melihat. Cara kita melihat mempengaruhi apa yang kita lakukan, dan apa yang kita lakukan mempengaruhi apa yang kita dapatkan. Ini disebut sebagai model See-Do-Get.
Perubahan yang mendasar baru akan terjadi ketika ada perubahan cara melihat. Ada cerita menarik mengenai sepasang suami-istri yang telah berpisah. Suatu hari, Astri, nama wanita ini, datang ke kantor Roy, mantan suaminya. Saat itu Roy sedang melayani seorang pelanggan. Melihat Astri menunggu dengan gelisah, pimpinan kantor menghampirinya dan mengajaknya berbincang-bincang. Si Bos berkata, "Saya begitu senang, suami Anda bekerja untuk saya. Dia seorang yang sangat berarti dalam perusahaan kami, begitu penuh perhatian dan baik budinya". Astri terperangah mendengar pujian si bos, tapi ia tak berkomentar apa-apa.
Roy ternyata mendengar komentar si bos. Setelah Astri pergi, ia menjelaskan, "Kami tak hidup bersama lagi sejak 6 bulan lalu, dan sekarang dia hanya datang menemui saya bila ia membutuhkan tambahan uang untuk putra kami".
Beberapa minggu kemudian telepon berbunyi untuk Roy. la mengangkatnya dan berkata, "Baiklah Ma, kita akan melihat rumah itu bersama setelah jam kerja". Setelah itu ia menghampiri bosnya dan berkata, "Astri dan saya telah memutuskan memulai lagi perkawinan kami. Dia mulai melihat saya secara berbeda tak lama setelah Bapak berbicara padanya tempo hari". Bayangkan, perubahan drastis terjadi semata-mata karena perubahan dalam cara melihat. Awalnya, Astri mungkin melihat suaminya sebagai seorang yang menyebalkan, tapi ternyata di mata orang lain Roy sungguh menyenangkan. Astrilah yang mengajak rujuk, dan mereka kembali menikmati rumah tangga yang jauh lebih indah dari sebelumnya.
Segala sesuatu yang kita lakukan berakar dari cara kita melihat masalah. Karena itu, bila ingin mengubah nasib secara drastis, kita perlu melakukan revolusi cara berpikir. Stephen Covey mengatakan: "Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, garaplah perilaku Anda, tapi bila Anda menginginkan perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah paradigma Anda".
Covey benar, perubahan tidak selalu dimulai dari cara kita melihat (See). la bisa juga dimulai dari perilaku kita (Do). Namun, efeknya sangat berbeda. Ini contoh sederhana. Seorang anak bernama, Alisa yang berusia empat tahun selalu menolak kalau diberi minyak ikan. Padahal, itu diperlukan untuk meningkatkan perkembangan otak dan daya tahan tubuhnya. Betapapun orang tuanya membujuknya, ia tetap menolak. Dengan maksud baik, kadang-kadang orang tuanya memaksanya menelan minyak ikan. la menangis dan meronta-ronta. Orang tuanya memang berhasil memaksanya, tapi ini bukan sesuatu yang win-win. Kami menang, ia kalah. Ini pendekatan yang dimulai dengan Do. Kami sadar harus mencari cara lain.
Untungnya, ibunya punya ide menarik. la mulai dengan mengubah paradigma Alisa. Ibunya tahu Alisa suka sekali minum sirup, karena itu minyak ikan tersebut ia aduk dengan air dalam gelas. Ternyata Alisa sangat gembira dan menikmati "sirup" minyak ikan itu. Bahkan, sekarang ia tak mau mandi sebelum minum "sirup" tersebut.
Contoh sederhana ini menggambarkan proses perubahan yang bersifat inside-out (dari dalam ke luar).
Perubahan ini bersifat sukarela dan datang dari Alisa sendiri. Jadi, tidak ada keterpaksaan. Inilah perubahan yang diawali dengan See. Perubahan yang dimulai dengan Do, bersifat sebaliknya, yaitu outside-in. Perubahan seperti ini sering disertai penolakan. Jangankan dengan bawahan, dengan anak kecil seperti Alisa saja, hal ini sudah bermasalah.
Pendekatan hukum bersifat outside-in dan dimulai dengan Do. Orang tidak korupsi karena takut akan hukumannya, bukan karena kesadaran. Pada dasarnya orang tersebut belum berubah, karena itu ia masih mencari celah-celah yang dapat dimanfaatkannya. Pendekatan SDM berusaha mengubah cara berpikir orang. Akar korupsi sebenarnya adalah pada cara orang melihat. Selama jabatan dilihat sebagai kesempatan menumpuk kekayaan, bukannya sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkah, selama itu pula korupsi tak akan pernah hilang. Inilah pendekatan inside-out. Memang jauh lebih sulit, tetapi efek yang dihasilkannya jauh lebih mendasar.
Cara kita melihat masalah sesungguhnya adalah masalah itu sendiri. Karena itu, untuk mengubah nasib, yang perlu Anda lakukan cuma satu: Ubahlah cara Anda melihat masalah. Mulailah melihat atasan yang otoriter, bawahan yang tak kooperarif, pelanggan yang cerewet dan pasangan yang mau menang sendiri sebagai tantangan dan rahmat yang terselubung. Orang-orang ini sangat berjasa bagi Anda karena dapat membuat Anda lebih kompeten, lebih profesional, lebih arif dan lebih sabar. Ingatlah apa yang dikatakan John Gray, pengarang buku "Men are from Mars and women are from Venus". Gray melihat masalah dan kesulitan dengan cara yang berbeda. Ujarnya, "Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh".
Diposting oleh
steven
di
01.29
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Mengapa Saya?
Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975).
Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.
Seorang penngemarnya menulis surat kepadanya,"Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?"
Ashe menjawab,"Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis,
diantaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis,
500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional,
50 ribu datang ke arena untuk bertanding,
5000 mencapai turnamen grandslam,
50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon,
empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final.
Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?", Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?"
Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.
Tetapi tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yang menekan berat.
Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat - saat ketika kita menerima yang baik...
"Winning horse doesn't know why it runs the race.
It runs because of beats & pain.
Life is a race, God is your rider.
So if u are in a pain, then think, God want You to win"
Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.
Seorang penngemarnya menulis surat kepadanya,"Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?"
Ashe menjawab,"Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis,
diantaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis,
500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional,
50 ribu datang ke arena untuk bertanding,
5000 mencapai turnamen grandslam,
50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon,
empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final.
Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?", Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?"
Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.
Tetapi tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yang menekan berat.
Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat - saat ketika kita menerima yang baik...
"Winning horse doesn't know why it runs the race.
It runs because of beats & pain.
Life is a race, God is your rider.
So if u are in a pain, then think, God want You to win"
Diposting oleh
steven
di
01.24
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Pengangguran Di Indonesia
Minggu, 06 Maret 2011
Meskipun banyak jenis pengangguran yang muncul dalam perekonomian Indonesia, namun secara umum pengangguran akan lebih banyak memberi dampak yang kurang baik bagi kegiatan ekonomi negara. Pengangguran akan menyebabkan perekonomian berada kondisi di bawah kapasitas penuh, suatu kapasitas yang dihaparkan. Pengangguran juga akan menyebabakan beban angkatan kerja yang benar-benar produktif menjadi semakin berat, disamping secara sosial pengangguran akan menimbulkan kecenderungan masalah-masalah kriminalitas dan masalah sosial lainya.
Sebelum lebih jauh kita bicarakan pengangguran, kita lihat terlebih dahulu komposisi penduduk Indonesia. Dari seluruh penduduk Indonesia, kita bagi dalam penduduk usia kerja (PUK), yakni penduduk yang memiliki usia “pantas” kerja yakni, antara 15 tahun sampai dengan 65 tahun. Meskipun pada kenyataanya, seperti negara berkembang lainya, penduduk dengan usia di bawah 10 tahunpun telah bekerja. Sedangkan secara umum penduduk di luar usia kerja tersebut dinamakan penduduk di luar usia kerja (PDUK), yakni para balita dan manula. Jenis-jenis pengangguran dapat dibagi berdasarkan penyebabnya dan cirinya.
Adapun jenis-jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya adalah :
• Pengangguran Friksionil, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang memilih menganggur sambil menunggu pekerjaan yang lebih baik, yang memberikan fasilitas dan keadaan yamg lebih baik.
• Pengangguran Struktural, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang diberhentikan oleh perusahaan, karena kondisi perusahaan yang sedang mengalami kemunduran usaha, sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja.
• Pengangguran Teknologi, adalah pengangguran yang terjadi karena mulai digunakannya teknologi yang menggantikan tenaga manusia. Seringkali pengangguran ini terjadi karena kemampuan dan keahlian pekerja yang tidak bisa menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
• Pengangguran Siklikal, yakni pengangguran yang terjadi karena terjadinya pengurangan tenaga kerja yang secara menyeluruh, dikarenakan kemunduran dan resesi ekonomi. Sehingga ini mirip dengan pengangguran struktural, hanya pada pengagguran jenis ini, kejadiannya adalah lebih meluas dan menyeluruh.
Sedangkan jenis-jenis pengangguran berdasarkan cirinya adalah :
• Pengangguran Terbuka
Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Sebagai akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga yang tidak memperoleh pekerjaan. Efek dari keadaan ini di dalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. Jadi mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu, dan oleh karenanya dinamakan pengangguran terbuka.
• Pengagguran Tersembunyi
Pengangguran ini terutama wujud di sektor pertanian atau jasa. Di banyak negara berkembang seringkali didapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya ia dapat menjalankan kegiatanya dengan efisien. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan inilah yang disebut pengangguran tersembunyi.
• Pengangguran Musiman
Pengangguran ini terutama terdapat di sektor pertanian dan perikanan. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur.
• Setengah Menganggur
Di negara-negara berkembang penghijrahan atau migrasi dari desa ke kota adalah sangat pesat. Sebagai akibatnya tidak semua orang yang pindah ke kota dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Banyak dari mereka yang terpaksa bekerja setengah waktu atau dibawah jam kerja normal. Pekerja-pekerja seperti inilah yang dinamakan setengah menganggur.
Secara umum tidak ada satu negarapun yang terbebas dari masalah pengangguran. Di Indonesia sendiri pemerintah terus berupaya mengatasi pengagguran ini, karena pemerintah dan masyarakat menyadari bahwa pengangguran akan memiliki dampak negatif yang lebih besar. Beberapa langkah dan kebijaksanaan yang pernah, sedang dan akan dilakukan diantaranya adalah :
Yang paling mendasar adalah dengan mengatasi masalah kependudukan, yakni dengan mencoba mengendalikan pertumbuhan penduduk, karena disadari pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat akan memici munculnys pengangguran di masa datang.
Dengan tidak melupakan prinsip APBN, akan menambah sektor pengeluaran, baik itu pengeluaran pemerintah maupun pengeluaran dari sektor investasi swasta, guna mendukung terciptanya peningkatan kegiatan ekonomi yang diharapkan membuka kesempatan kerja.
Di pihak lain dengan memberikan dan mengarahkan pendidikan sumber daya ke arah yang lebih mendesak, dengan memperbanyak pusat-pusat pelatihan kerja, serta dengan memberi kemudahan bagi pengelolaan sekolah-sekolah kejuruan.
Usaha lainnya adalah dengan mencoba membuka kesempatan dan lapangan kerja di daerah-daerah yang selama ini kurang berkembang kegiatan ekonominya. Sehingga proses pemeretaan kesempatan kerja menjadi lebih terjamin keberhasilaanya, selain mengurangu konsentrasi tenaga kerja di pulau Jawa.
Sebelum lebih jauh kita bicarakan pengangguran, kita lihat terlebih dahulu komposisi penduduk Indonesia. Dari seluruh penduduk Indonesia, kita bagi dalam penduduk usia kerja (PUK), yakni penduduk yang memiliki usia “pantas” kerja yakni, antara 15 tahun sampai dengan 65 tahun. Meskipun pada kenyataanya, seperti negara berkembang lainya, penduduk dengan usia di bawah 10 tahunpun telah bekerja. Sedangkan secara umum penduduk di luar usia kerja tersebut dinamakan penduduk di luar usia kerja (PDUK), yakni para balita dan manula. Jenis-jenis pengangguran dapat dibagi berdasarkan penyebabnya dan cirinya.
Adapun jenis-jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya adalah :
• Pengangguran Friksionil, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang memilih menganggur sambil menunggu pekerjaan yang lebih baik, yang memberikan fasilitas dan keadaan yamg lebih baik.
• Pengangguran Struktural, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang diberhentikan oleh perusahaan, karena kondisi perusahaan yang sedang mengalami kemunduran usaha, sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja.
• Pengangguran Teknologi, adalah pengangguran yang terjadi karena mulai digunakannya teknologi yang menggantikan tenaga manusia. Seringkali pengangguran ini terjadi karena kemampuan dan keahlian pekerja yang tidak bisa menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
• Pengangguran Siklikal, yakni pengangguran yang terjadi karena terjadinya pengurangan tenaga kerja yang secara menyeluruh, dikarenakan kemunduran dan resesi ekonomi. Sehingga ini mirip dengan pengangguran struktural, hanya pada pengagguran jenis ini, kejadiannya adalah lebih meluas dan menyeluruh.
Sedangkan jenis-jenis pengangguran berdasarkan cirinya adalah :
• Pengangguran Terbuka
Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Sebagai akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga yang tidak memperoleh pekerjaan. Efek dari keadaan ini di dalam suatu jangka masa yang cukup panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. Jadi mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu, dan oleh karenanya dinamakan pengangguran terbuka.
• Pengagguran Tersembunyi
Pengangguran ini terutama wujud di sektor pertanian atau jasa. Di banyak negara berkembang seringkali didapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya ia dapat menjalankan kegiatanya dengan efisien. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan inilah yang disebut pengangguran tersembunyi.
• Pengangguran Musiman
Pengangguran ini terutama terdapat di sektor pertanian dan perikanan. Pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur.
• Setengah Menganggur
Di negara-negara berkembang penghijrahan atau migrasi dari desa ke kota adalah sangat pesat. Sebagai akibatnya tidak semua orang yang pindah ke kota dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Banyak dari mereka yang terpaksa bekerja setengah waktu atau dibawah jam kerja normal. Pekerja-pekerja seperti inilah yang dinamakan setengah menganggur.
Secara umum tidak ada satu negarapun yang terbebas dari masalah pengangguran. Di Indonesia sendiri pemerintah terus berupaya mengatasi pengagguran ini, karena pemerintah dan masyarakat menyadari bahwa pengangguran akan memiliki dampak negatif yang lebih besar. Beberapa langkah dan kebijaksanaan yang pernah, sedang dan akan dilakukan diantaranya adalah :
Yang paling mendasar adalah dengan mengatasi masalah kependudukan, yakni dengan mencoba mengendalikan pertumbuhan penduduk, karena disadari pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat akan memici munculnys pengangguran di masa datang.
Dengan tidak melupakan prinsip APBN, akan menambah sektor pengeluaran, baik itu pengeluaran pemerintah maupun pengeluaran dari sektor investasi swasta, guna mendukung terciptanya peningkatan kegiatan ekonomi yang diharapkan membuka kesempatan kerja.
Di pihak lain dengan memberikan dan mengarahkan pendidikan sumber daya ke arah yang lebih mendesak, dengan memperbanyak pusat-pusat pelatihan kerja, serta dengan memberi kemudahan bagi pengelolaan sekolah-sekolah kejuruan.
Usaha lainnya adalah dengan mencoba membuka kesempatan dan lapangan kerja di daerah-daerah yang selama ini kurang berkembang kegiatan ekonominya. Sehingga proses pemeretaan kesempatan kerja menjadi lebih terjamin keberhasilaanya, selain mengurangu konsentrasi tenaga kerja di pulau Jawa.
Diposting oleh
steven
di
22.17
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Cintaku CInta Jalanan
Pagi itu matahari bersinar denagn terang seperti memberikan semangat untuk mengawali aktivitas seorang siswi SMA yakni Gadis. Seperti biasa Gadis berangkat kesekolah untuk menuntut ilmu. Sesampainya di sekolah, Gadis berjumpa dengan teman-temannya dan siap untuk memulai pelajaran hari ini. Pelajaran demi pelajaran diikutinya dan tak lam kemudian, bel tanda berakhirya jam sekolah pun berbunyi. Seperti biasa Gadis selalu pulang bersama sahabat baiknya yaitu Popi. Keduanya biasa pulang dengan naik bis kota dan pada saat itu keadaan bispun sangat ramai tidak seperti biasanya. Tak lama kemudian setelah setengah perjalanan, tiba-tiba Gadis pun berteriak kencang karena dompetnya dicuri.
Si pencopet yang panik pun berusaha melarikan diri melalui pintu belakang bus. Melihat kejadian tersebut pun Jojon yang adalah seorang pengamen jalanan tinggal tinggal diam. Jojon pun langsung mengejar pencopet tersebut seorang diri dan berhasil menangkapnya. Alangkah terkejutnya hati Gadis karena seseorang yang telah menolongnya itu adalah seorang pengamen jalanan yang selama ini dicap masyarakat sebagai pembuat onar dan sampah masyarakat. “Terimakasih ya” ujar Gadis sambil tersenyum. Kalo boleh tau, nama kamu siapa? Kata Gadis menyambungnya. Nama saya Jojon, sambil malu-malu, oh Jojon ya, nama aku Gadis dan ini (sambil menunjuk kearah Popi) dan ini temanku Popi, kami adalah siswi-siswi SMA’N 1. Setelah kejadian itu pun mereka berteman dan semakin akrab. Setelah lama berteman, ternayata Jojon pun mempunyai perasaan yang lebih kepada Gadis hingga Jojon memberanikan diri untuk mengirimkan surat kepada Gadis yang berisi tentang perasaanya terhadap Gadis. Setelah Gadis membaca surat dari Jojon Gadispun langsung datang menemui Jojon ditempat ia biasa nongkrong dengan teman-temannya. “Jon” sapa Gadis lebih dulu, haii dis sapa Jojon balik. Apa benar kamu yang menulis surat ini ?? kata Gadis lagi, emmm iaa dis jawab Jojon. Jujur saya memang menyukai kamu dis ya walaupun saya tau jalan hidup kita memang berbeda jauh. “Kamu dengerin aku dulu dong Jon” kata Gadis lagi. Aku juga suka ko sama kamu, menurut aku kamu adalah pria yang baik dan menyenangkan dan aku juga mau jadi pacar kamu ko.
“Yang bener dis” kata Jojon. Kamu tidak malu punya pacar seorang pengamen jalanan?? “ Malu” jawab Gadis. Kenapa mesti malu jon, justru aku bangga punya pacar yang mandiri dan peduki dengan orang lain. Jojon pun sangat senang mendengarnya dan sejak saat itu mereka pun jadi pasangan yang penuh kegembiraan. Hari-hari mereka selalu diisi dengan semangat sdan keceriaan walupun suka-duka selalu mengiringi perjalanan cinta mereka. Popi pun senang setelah mengetahui temannya mendapatkan pria yang tepat dalam hidupnya.
Si pencopet yang panik pun berusaha melarikan diri melalui pintu belakang bus. Melihat kejadian tersebut pun Jojon yang adalah seorang pengamen jalanan tinggal tinggal diam. Jojon pun langsung mengejar pencopet tersebut seorang diri dan berhasil menangkapnya. Alangkah terkejutnya hati Gadis karena seseorang yang telah menolongnya itu adalah seorang pengamen jalanan yang selama ini dicap masyarakat sebagai pembuat onar dan sampah masyarakat. “Terimakasih ya” ujar Gadis sambil tersenyum. Kalo boleh tau, nama kamu siapa? Kata Gadis menyambungnya. Nama saya Jojon, sambil malu-malu, oh Jojon ya, nama aku Gadis dan ini (sambil menunjuk kearah Popi) dan ini temanku Popi, kami adalah siswi-siswi SMA’N 1. Setelah kejadian itu pun mereka berteman dan semakin akrab. Setelah lama berteman, ternayata Jojon pun mempunyai perasaan yang lebih kepada Gadis hingga Jojon memberanikan diri untuk mengirimkan surat kepada Gadis yang berisi tentang perasaanya terhadap Gadis. Setelah Gadis membaca surat dari Jojon Gadispun langsung datang menemui Jojon ditempat ia biasa nongkrong dengan teman-temannya. “Jon” sapa Gadis lebih dulu, haii dis sapa Jojon balik. Apa benar kamu yang menulis surat ini ?? kata Gadis lagi, emmm iaa dis jawab Jojon. Jujur saya memang menyukai kamu dis ya walaupun saya tau jalan hidup kita memang berbeda jauh. “Kamu dengerin aku dulu dong Jon” kata Gadis lagi. Aku juga suka ko sama kamu, menurut aku kamu adalah pria yang baik dan menyenangkan dan aku juga mau jadi pacar kamu ko.
“Yang bener dis” kata Jojon. Kamu tidak malu punya pacar seorang pengamen jalanan?? “ Malu” jawab Gadis. Kenapa mesti malu jon, justru aku bangga punya pacar yang mandiri dan peduki dengan orang lain. Jojon pun sangat senang mendengarnya dan sejak saat itu mereka pun jadi pasangan yang penuh kegembiraan. Hari-hari mereka selalu diisi dengan semangat sdan keceriaan walupun suka-duka selalu mengiringi perjalanan cinta mereka. Popi pun senang setelah mengetahui temannya mendapatkan pria yang tepat dalam hidupnya.
Diposting oleh
steven
di
22.15
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Kebijaksanaan Moneter
Kebijaksanaan moneter memegang peranan yang cukup penting di dalam perekonomian
Indonesia. Mengapa demikian? Sebelum menjawabnya baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud kebijaksanaan moneter itu. Yang dimaksud dengan kebijaksanaan moneter adalah sekumpulan tindakan pemerintah di dalam mengatur perekonomian melalui peredaran uang dan tingkat suku bunga. Kebijaksanaan ini ditempuh untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh baik yang positif atau sebaliknya, dari peredaran uang dan tingkat suku bunga yang berlaku di masyarakat. Hal ini dapat dimengerti karena peran uang yang begitu vital dalam kehidupan perekonomian suatu negara, begitu pula pentingnya tingkat suku bunga yang dapat mempengaruhi pola kegiatan imvestasi di Indonesia.
Di dalam sistem perekonomian Indonesia, kebijaksanaan moneter ini dijalankan oleh pemerintah melalui lembaga keuangan yang disebut dengan Bank Indonesia. Bank Indonesia seperti halnya di negara-negara lainya, adalah satu-satunya bank sentral di Indonesia yang secara lebih rinci memiliki tugas :
• Sebagai banknya pemerintah, dalam arti membantu pemerintah dalam menegelola (menyimpan dan meminjami) dana pemerintah yang akan dipergunakan untuk pembangunan.
• Sebagai bank-nya bank umun, dalam arti akan membantu para bank umum dalam kegiatan operasional dana yang dimiliki atau dibutuhkanya.
• Sebagai lembaga pengawasan kegiatan lembaga keuangan, dalam arti mengawasi produk-produk yang dikeluarkan oleh masing-maisng lembaga keungan yang dapat mempengaruhi peredaran uang dan iklim investasi
Dilihat dari upaya yang di tempuh, kebijaksanaan moneter ini dapat dikelompokan menjadi dua jenis kebijaksanaan moneter, yakni :
1. Kebijaksnaan Moneter Kuantitatif
Sesuai dengan namanya jenis kebijaksanaan moneter ini dijalankan dengan mengatur uang beredar dan tingkat suku bunga dari segi kuantitasnya. Kebijaksanaan jenis ini umumnya dijalankan dengan tiga cara yaitu :
• Pertama, dengan melakukan operasi pasar terbuka, yakni dengan memperjualbelikan surat-surat berharga (SBI) yang dimiliki oleh Bank Indonesia, dengan harapan uang yang beredar akan menjadi lebih banyak atau menjadi lebih sedikit sesuai yang diperlukan dalam kegiatan perekonomian di Indonesia.
• Kedua, dengan merubah tingkat suku bungan diskonto. Cara kedua dalam kebijaksanaan moneter kuantitatif ini dilakukan sebagai alternatif atau pendukung dari cara operasi pasar terbuka. Tingkat bunga diskonto adalah tingkat suku bunga yang berlaku dalam transaksi moneter antara Bank Indonesia dengan bank umum. Proses dari cara ini adalah, jika dengan asumsi yang sama, bahwa agar uang yang beredar di Indonesia tidak terlalu banyak, maka tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan menaikan tingkat suku bunga diskonto. Dengan suku bunga diskonto bunga yang tinggi, maka bank umum tidak akan meminjam uang adri Bank Indonesia dengan jumlah yang banyak. Sehinggan uang yang berada di bank umum juga menjadi sedikit, dan akibat selanjutnya uang yang tersalurkan ke masyarakat juga sedikit. Dengan demikian uang yang beredar tidak banyak lagi.
• Ketiga, dengan cara merubah prosentase cadangan minimal yang harus dipenuhi oleh setiap bank umum. Dengan cara ketiga ini, diharapkan uang yang beredar dapat dikurangi karena cadangan minimal dari bank umum diturunkan. Namun demikian cara inipun akan gagal jika bank umum kembali menetapkan/ memiliki kelebihan cadangan minimal lagi.
2. Kebijaksanaan Moneter Kualitatif
Untuk lebih mensukseskan cara-cara kuantitatif di atas maka Bank dapat melakukan kebijaksanaan moneter yang bersifat kualitatif ini. Yang dimaksud dengan kebijaksanaan moneter kualitatif ini adalah dengan mengatur dan menghimbau pihak bank umum/ lembaga keuangan lainya, baik manajemenya maupun produk yang ditawarkan kepada masyarakat guna mendukung kebijaksanaan moneter kuantitatif yang sedang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia akan menghimbau kepada manajemen bank umum unutk tidak memiliki kelebihan cadangan minimal yang telah ditetapkan. Disamping itu kebijaksanaan ini juag bertujuan untuk mengawasi kegiatan perbankan dan lembaga keunagan lainya agar tidak sampai merugiakan masyarakat, bank umum itu sendiri sampai dengan perekonomian secara umum.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan moneter dijalankan oleh bank sentral (Bank Indonesia) dan sangat berpengaruh dengan perrumbuhan perekonomian Indonesia. 2 golongan dalam kebijaksanaan moneter ini yaitu kebijaksanaan moneter kuantitatif yang bertujuan mempengaruhi penawaran uang dan tingkat suku bunga, dan kebijaksanaan moneter kualitatif yang mempengaruhi kegiatan-kegiatan tertentu dalam ekonomi. Dan keduaya jelas salin berhubungan dalam pelaksannanya.
Indonesia. Mengapa demikian? Sebelum menjawabnya baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud kebijaksanaan moneter itu. Yang dimaksud dengan kebijaksanaan moneter adalah sekumpulan tindakan pemerintah di dalam mengatur perekonomian melalui peredaran uang dan tingkat suku bunga. Kebijaksanaan ini ditempuh untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh baik yang positif atau sebaliknya, dari peredaran uang dan tingkat suku bunga yang berlaku di masyarakat. Hal ini dapat dimengerti karena peran uang yang begitu vital dalam kehidupan perekonomian suatu negara, begitu pula pentingnya tingkat suku bunga yang dapat mempengaruhi pola kegiatan imvestasi di Indonesia.
Di dalam sistem perekonomian Indonesia, kebijaksanaan moneter ini dijalankan oleh pemerintah melalui lembaga keuangan yang disebut dengan Bank Indonesia. Bank Indonesia seperti halnya di negara-negara lainya, adalah satu-satunya bank sentral di Indonesia yang secara lebih rinci memiliki tugas :
• Sebagai banknya pemerintah, dalam arti membantu pemerintah dalam menegelola (menyimpan dan meminjami) dana pemerintah yang akan dipergunakan untuk pembangunan.
• Sebagai bank-nya bank umun, dalam arti akan membantu para bank umum dalam kegiatan operasional dana yang dimiliki atau dibutuhkanya.
• Sebagai lembaga pengawasan kegiatan lembaga keuangan, dalam arti mengawasi produk-produk yang dikeluarkan oleh masing-maisng lembaga keungan yang dapat mempengaruhi peredaran uang dan iklim investasi
Dilihat dari upaya yang di tempuh, kebijaksanaan moneter ini dapat dikelompokan menjadi dua jenis kebijaksanaan moneter, yakni :
1. Kebijaksnaan Moneter Kuantitatif
Sesuai dengan namanya jenis kebijaksanaan moneter ini dijalankan dengan mengatur uang beredar dan tingkat suku bunga dari segi kuantitasnya. Kebijaksanaan jenis ini umumnya dijalankan dengan tiga cara yaitu :
• Pertama, dengan melakukan operasi pasar terbuka, yakni dengan memperjualbelikan surat-surat berharga (SBI) yang dimiliki oleh Bank Indonesia, dengan harapan uang yang beredar akan menjadi lebih banyak atau menjadi lebih sedikit sesuai yang diperlukan dalam kegiatan perekonomian di Indonesia.
• Kedua, dengan merubah tingkat suku bungan diskonto. Cara kedua dalam kebijaksanaan moneter kuantitatif ini dilakukan sebagai alternatif atau pendukung dari cara operasi pasar terbuka. Tingkat bunga diskonto adalah tingkat suku bunga yang berlaku dalam transaksi moneter antara Bank Indonesia dengan bank umum. Proses dari cara ini adalah, jika dengan asumsi yang sama, bahwa agar uang yang beredar di Indonesia tidak terlalu banyak, maka tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan menaikan tingkat suku bunga diskonto. Dengan suku bunga diskonto bunga yang tinggi, maka bank umum tidak akan meminjam uang adri Bank Indonesia dengan jumlah yang banyak. Sehinggan uang yang berada di bank umum juga menjadi sedikit, dan akibat selanjutnya uang yang tersalurkan ke masyarakat juga sedikit. Dengan demikian uang yang beredar tidak banyak lagi.
• Ketiga, dengan cara merubah prosentase cadangan minimal yang harus dipenuhi oleh setiap bank umum. Dengan cara ketiga ini, diharapkan uang yang beredar dapat dikurangi karena cadangan minimal dari bank umum diturunkan. Namun demikian cara inipun akan gagal jika bank umum kembali menetapkan/ memiliki kelebihan cadangan minimal lagi.
2. Kebijaksanaan Moneter Kualitatif
Untuk lebih mensukseskan cara-cara kuantitatif di atas maka Bank dapat melakukan kebijaksanaan moneter yang bersifat kualitatif ini. Yang dimaksud dengan kebijaksanaan moneter kualitatif ini adalah dengan mengatur dan menghimbau pihak bank umum/ lembaga keuangan lainya, baik manajemenya maupun produk yang ditawarkan kepada masyarakat guna mendukung kebijaksanaan moneter kuantitatif yang sedang dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Bank Indonesia akan menghimbau kepada manajemen bank umum unutk tidak memiliki kelebihan cadangan minimal yang telah ditetapkan. Disamping itu kebijaksanaan ini juag bertujuan untuk mengawasi kegiatan perbankan dan lembaga keunagan lainya agar tidak sampai merugiakan masyarakat, bank umum itu sendiri sampai dengan perekonomian secara umum.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan moneter dijalankan oleh bank sentral (Bank Indonesia) dan sangat berpengaruh dengan perrumbuhan perekonomian Indonesia. 2 golongan dalam kebijaksanaan moneter ini yaitu kebijaksanaan moneter kuantitatif yang bertujuan mempengaruhi penawaran uang dan tingkat suku bunga, dan kebijaksanaan moneter kualitatif yang mempengaruhi kegiatan-kegiatan tertentu dalam ekonomi. Dan keduaya jelas salin berhubungan dalam pelaksannanya.
Diposting oleh
steven
di
22.14
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Apa sebenarnya Inflasi itu?
Banyak sudah komentar, pendapat, dan pandangan mengenai apa yang disebut dengan inflasi. Jika didengarkan secara sepintas tampaknya komentar-komentar tersebut lebih mengarah pada suatu kesimpulan bahwa inflasi tersebut berbahaya, inflasi itu sesuatu yang buruk bagi perekonomian. Tidak jarang pula inflasi harus menerima tuduhan sebagai penyebab gagalnya berbagaia kegiatan ekonomi suatu negara. Benarkah demikian?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut mari kita bahas secara sepintas masalah inflasi yang termasuk salah satu penyakit eonomi tersebut. Inflasi sering diartikan sebagai suatu kecenderungan naiknya harga-harga secara umum dalam waktu dan wilayah tertentu. Dari pengertian itu dapat diambil beberapa poin penting mengenai inflasi, bahwa inflasi ini terjadi :
Diwarnai kenaikan harga-harga komoditi secara umum, atau dapat dikatakan hampir setiap komoditi mengalami kenaikan.
Dapat diketahui dan dihitung jika telah berjalan dalam kurun waktu tertentu dan dalam wilayah tertentu. Di Indonesia sendiri digunakan waktu sebulan atau setahun dalam mengetahui terjadinya dan besarnya inflasi yang terjadi.
Dengan demikian jika kenaikan harga tidak menyeluruh, atau jika toh menyeluruh namun hanya terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat dan dalam wilayah tertentu yang terbatas, maka inflasi menjadi agak kurang tepat disebutkan. Banyak ahli ekonomi kemudian mengulas dan kemudian membagi inflasi ini menjadi beberapa pengertian menurut beberapa sudut pandang.
Jika dilihat dari parah tidaknya, atau besar kecilnya inflasi yang muncul, inflasi dapat dibagi dalam :
Inflasi ringan jika nilainya berkisar 0% s/d 10%
Inflasi sedang jika nilainya berkisar 10% s/d 30%
Inflasi berat jika nilainya berkisar 30% s/d 100%
Hyperinflasi jiak nilainya >100 %
Jika dilihat dari sebab-sebab kemunculanya, inflasi dibagi dalam :
• Inflasi karena naiknya permintaan
Inflasi karena naiknya permintaan, yakni inflasi yang terjadi karena adanya gejala naiknya permintaan secara umum, sehingga sesuai dengan hukum permintaan maka hargapun secara umum akan cenderung naik.
• Inflasi yang terjadi karena naiknya biaya produksi
Inflasi yang kedua ini terjadi jiak kecenderungan naiknya harga lebih diakibatkan karena naiknya biaya produksi, seperti naiknya upah yenaga kerja, naiknya harga bahan baku dan penolong dan sejenisnya. Jika ini yang terjadi akibatnya adalah lebih buruk dari inflasi yang disebabkan karena naiknya permintaan masyarakat.
• Inflasi yang berasal dari dalam negeri
Yang dimaksud dengan inflasi dari dalam negeri adalah inflasi yang terjadi dikarenakan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam negeri, seperti misalnya peredaran uang di dalam negeri yang terlalu banyak. Peredaran uang yang terlalu banyak akan menyebabkan kepercayaan masyarakat kepada uang menjadi berkurang ( karena mendapatkan uang relatif mudah), dengan kata lain jumlah uang yang beredar lebih banyak dari yang dibutuhkan. Sehingga jika hasil produksi tidak meningkat maka orang lebih menghargai barang daripada uang, sehingga kalau barang tersebut dijual, tentulah dengan harga yang tinggi. Jika semua komoditi mengalami demikian, maka munculah inflasi.
• Inflasi yang berasal dari luar negeri
Inflasi yang terjadi di negara lain seringkali merembet ke negara Indonesia. Proses terjadinya diawali dengan masuknya komoditi impor yang telah terkena inflasi (harga naik) di negara asalnya. Sehingga komoditi impor tersebut kita beli dengan harga yang mahal pula. Jika kemudian komoditi tersebut kita olah sebagai bahan baku untuk sebuah produk, maka tentu harga produk tersebut akan menjadi mahal.
Jika kita perhatikan, maka inflasi memang akan membawa dampak yang kurang baik bagi beberapa aspek keiatan ekonomi masyarakat; diantarnya :
Pertama , inflasi akan menjadikan turunya pendapatan rill masyarakat yang memiliki penghasilan tetap. Karena dengan penghasilan yang tetap mereka tidak dapat menyesuaikan pendapatanya (menaikan pendapatanya) dengan kenaikan harga yang disebabkan karena inflasi. Sebaliknya, bagi mereka yang memiliki penghasilan yang dinamis (pedagang dan pengusaha ) justru biasanya akan mendapat manfaat dari adanya kenaikan harga tersebut dengan cara menyesuaikan harga jual produk yang dijualnya.
Kedua, inflasi menyebabkan turunya nilai rill kekayaan masyarakat yang berbentuk kas, karena nilai tukar kas (uang misalnya) tersebut akan menjadi lebih kecil, karena secara nominal harus menghadapi harga komoditi persatuan yang lebih besar.
Ketiga, inflasi akan menyebabkan nilai tabungan masyarakat menjadi turun, sehingga orang akan cenderung memilih menginvestasikan uangnya dalam aktiva yang lebih baik, daripada menabungkanya ke bank. Dengan gejala ini, tentulah akan menggoyahkan dunia perbankan sebagai salah satu sumber perolehan dana yang culup penting di Indonesia.
Jika untuk sementara dilihat akibat-akibat buruk diatas, tampaknya benar komentar atau pendapat sebagian masyarakat mengenai inflasi. Namun jika kita kaji lebih mendalam, sesungguhnya inflasi yang melewati batas toleransi amanlah yang akan berakibat buruk seperti diatas. Sebagai gambaran, sesungguhnya inflasi itu menggambarkan bahwa disuatu negara ada kegiatan ekonomi, yang diperlihatkan dengan adanya kenaikan harga (ekonomi yang dinamis). Justru negara yang tidak memiliki inflasi yang perlu diragukan, apakah di negara tersebut ada proses produksi, ada transaksi dan ada kegiatan ekonomi lainnya.
Meskipun banyak orang lebih melihat inflasi sebagai suatu yang merugikan, namun bila kita melihat realitanya ada beberapa sisi positif dari adanya inflasi ini, yakni :
• Inflasi yang terkendali menggambarkan adanya aktivitas ekonomi dalam suatu negara
• Inflasi terkendali merangasang masyarakat untuk terus berusaha bekerja keras untuk menungkatkan kesejahterannya, agar tetap dapat mengikuti penurunan nilai rill pendapatannya.
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut mari kita bahas secara sepintas masalah inflasi yang termasuk salah satu penyakit eonomi tersebut. Inflasi sering diartikan sebagai suatu kecenderungan naiknya harga-harga secara umum dalam waktu dan wilayah tertentu. Dari pengertian itu dapat diambil beberapa poin penting mengenai inflasi, bahwa inflasi ini terjadi :
Diwarnai kenaikan harga-harga komoditi secara umum, atau dapat dikatakan hampir setiap komoditi mengalami kenaikan.
Dapat diketahui dan dihitung jika telah berjalan dalam kurun waktu tertentu dan dalam wilayah tertentu. Di Indonesia sendiri digunakan waktu sebulan atau setahun dalam mengetahui terjadinya dan besarnya inflasi yang terjadi.
Dengan demikian jika kenaikan harga tidak menyeluruh, atau jika toh menyeluruh namun hanya terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat dan dalam wilayah tertentu yang terbatas, maka inflasi menjadi agak kurang tepat disebutkan. Banyak ahli ekonomi kemudian mengulas dan kemudian membagi inflasi ini menjadi beberapa pengertian menurut beberapa sudut pandang.
Jika dilihat dari parah tidaknya, atau besar kecilnya inflasi yang muncul, inflasi dapat dibagi dalam :
Inflasi ringan jika nilainya berkisar 0% s/d 10%
Inflasi sedang jika nilainya berkisar 10% s/d 30%
Inflasi berat jika nilainya berkisar 30% s/d 100%
Hyperinflasi jiak nilainya >100 %
Jika dilihat dari sebab-sebab kemunculanya, inflasi dibagi dalam :
• Inflasi karena naiknya permintaan
Inflasi karena naiknya permintaan, yakni inflasi yang terjadi karena adanya gejala naiknya permintaan secara umum, sehingga sesuai dengan hukum permintaan maka hargapun secara umum akan cenderung naik.
• Inflasi yang terjadi karena naiknya biaya produksi
Inflasi yang kedua ini terjadi jiak kecenderungan naiknya harga lebih diakibatkan karena naiknya biaya produksi, seperti naiknya upah yenaga kerja, naiknya harga bahan baku dan penolong dan sejenisnya. Jika ini yang terjadi akibatnya adalah lebih buruk dari inflasi yang disebabkan karena naiknya permintaan masyarakat.
• Inflasi yang berasal dari dalam negeri
Yang dimaksud dengan inflasi dari dalam negeri adalah inflasi yang terjadi dikarenakan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam negeri, seperti misalnya peredaran uang di dalam negeri yang terlalu banyak. Peredaran uang yang terlalu banyak akan menyebabkan kepercayaan masyarakat kepada uang menjadi berkurang ( karena mendapatkan uang relatif mudah), dengan kata lain jumlah uang yang beredar lebih banyak dari yang dibutuhkan. Sehingga jika hasil produksi tidak meningkat maka orang lebih menghargai barang daripada uang, sehingga kalau barang tersebut dijual, tentulah dengan harga yang tinggi. Jika semua komoditi mengalami demikian, maka munculah inflasi.
• Inflasi yang berasal dari luar negeri
Inflasi yang terjadi di negara lain seringkali merembet ke negara Indonesia. Proses terjadinya diawali dengan masuknya komoditi impor yang telah terkena inflasi (harga naik) di negara asalnya. Sehingga komoditi impor tersebut kita beli dengan harga yang mahal pula. Jika kemudian komoditi tersebut kita olah sebagai bahan baku untuk sebuah produk, maka tentu harga produk tersebut akan menjadi mahal.
Jika kita perhatikan, maka inflasi memang akan membawa dampak yang kurang baik bagi beberapa aspek keiatan ekonomi masyarakat; diantarnya :
Pertama , inflasi akan menjadikan turunya pendapatan rill masyarakat yang memiliki penghasilan tetap. Karena dengan penghasilan yang tetap mereka tidak dapat menyesuaikan pendapatanya (menaikan pendapatanya) dengan kenaikan harga yang disebabkan karena inflasi. Sebaliknya, bagi mereka yang memiliki penghasilan yang dinamis (pedagang dan pengusaha ) justru biasanya akan mendapat manfaat dari adanya kenaikan harga tersebut dengan cara menyesuaikan harga jual produk yang dijualnya.
Kedua, inflasi menyebabkan turunya nilai rill kekayaan masyarakat yang berbentuk kas, karena nilai tukar kas (uang misalnya) tersebut akan menjadi lebih kecil, karena secara nominal harus menghadapi harga komoditi persatuan yang lebih besar.
Ketiga, inflasi akan menyebabkan nilai tabungan masyarakat menjadi turun, sehingga orang akan cenderung memilih menginvestasikan uangnya dalam aktiva yang lebih baik, daripada menabungkanya ke bank. Dengan gejala ini, tentulah akan menggoyahkan dunia perbankan sebagai salah satu sumber perolehan dana yang culup penting di Indonesia.
Jika untuk sementara dilihat akibat-akibat buruk diatas, tampaknya benar komentar atau pendapat sebagian masyarakat mengenai inflasi. Namun jika kita kaji lebih mendalam, sesungguhnya inflasi yang melewati batas toleransi amanlah yang akan berakibat buruk seperti diatas. Sebagai gambaran, sesungguhnya inflasi itu menggambarkan bahwa disuatu negara ada kegiatan ekonomi, yang diperlihatkan dengan adanya kenaikan harga (ekonomi yang dinamis). Justru negara yang tidak memiliki inflasi yang perlu diragukan, apakah di negara tersebut ada proses produksi, ada transaksi dan ada kegiatan ekonomi lainnya.
Meskipun banyak orang lebih melihat inflasi sebagai suatu yang merugikan, namun bila kita melihat realitanya ada beberapa sisi positif dari adanya inflasi ini, yakni :
• Inflasi yang terkendali menggambarkan adanya aktivitas ekonomi dalam suatu negara
• Inflasi terkendali merangasang masyarakat untuk terus berusaha bekerja keras untuk menungkatkan kesejahterannya, agar tetap dapat mengikuti penurunan nilai rill pendapatannya.
Diposting oleh
steven
di
22.11
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Langganan:
Postingan (Atom)

WeLcome To My Blog ...
Followers
Blog Archive
-
▼
2011
(70)
-
▼
Maret
(22)
- Peranan Kebijakan Fiskal Di Sektor Dalam Dan Luar ...
- Mereka Atau Aku
- Jantung Tikus Dapat Memeperbaharui Diri
- Minum Alkohol Dapat Mencegah Sakit Jantung
- The World’s Most Beautiful
- Kisah Nyata " Kebesaran Jiwa Seorang Ibu
- 4 Faktor Penting DalamPerekonomian Indonesia
- Perkembangan Modernisasi Pertanian
- Hubungan Sebab-Akibat Antara Ketidakmerataan Penda...
- Belajar Berbagi, Belajar tentang Empati
- HUTA HUTA DO HUTANAMI
- Legenda Danau Toba
- Masa SMA adalah masa yang paling indah
- Legenda Datu Kalaka
- Winners Versus Loser
- Orang Pinggiran
- Mengubah Pola Pikir
- Mengapa Saya?
- Pengangguran Di Indonesia
- Cintaku CInta Jalanan
- Kebijaksanaan Moneter
- Apa sebenarnya Inflasi itu?
-
▼
Maret
(22)
| © 2010 Sekedar Corat-coret |Blogger Template by BloggerTheme