Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa setiap manusia yang bernafas di bumi ini ada karena pernah dilahirkan & sosok yang melahirkan itulah yang biasa dipanggil Ibu. Begitu mulia posisi yang telah dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada seorang Ibu karena melalui sosok seorang Ibu lah setiap orang boleh menegnal kehidupan. Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari kamis tanggal 22 desember serentak di seluruh Nusantara memperingati Hari Ibu . Saya secara pribadi tidak mengetahui secara pasti mengapa tanggal 22 desember diperingati sebagai Hari Ibu. Mungkin sedikit cerita atau sejarah yang saya tau dari Hari Ibu setelah saya baca artikel di internet bahwa masyarakat selama ini banyak yang keliru karena sering menyamakan Hari Ibu dengan Mother’s Day. Pada umumnnya masyarakat Indonesia sering memperingati Hari Ibu dengan bentuk terimakasih kepada Ibu yang telah melahirkan dan membesarkan kita atau dengan memberi kado atau hadiah-hadiah lainnya. Akan tetapi misi dari peringatan Hari Ibu yang sesungguhnya bukanlah demikian. Hari Ibu pertama kali dicetuskan pada tahun 1928. Misi dari diperingatinya Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa. Semangat itu tercermin dari Sofie Korneliq Pandean seorang perempuan kelahiran Minahasa yang tanpa rasa takut berseru tentang kemerdekaan bangsa (Kutipan : REPLUBIKA.CO.ID)
Menurut saya secara pribadi, Hari Ibu bukanlah hanya satu hari yang diperingati dengan cara berbuat baik dan berterimakasih kepada Ibunda kita, terlepas dari berbagai-bagai alasan yang ada untuk peringatan Hari Ibu. Hari Ibu adalah SETIAP HARI dimana kita berbakti dengan sungguh-sungguh kepada Ibunda kita dengan cara dan kemampuan kita masing-masing selama Beliau masih diizinkan hidup oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
skip to main |
skip to sidebar
Hari Ibu
Senin, 26 Desember 2011
Diposting oleh
steven
di
00.50
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Sebelum Mengeluh
•Hari ini sebelum anda mengeluh tentang rasa makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apaun untuk dimakan
•Sebelum anda mengeluh tak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta dijalanan
•Sebelum anda mengeluh bahwa anda buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada di tingkat yang terburuk di dalam hidupnya
•Sebelum anda mengeluh tentang suami/istri, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada TUHAN untuk diberikan teman hidup
•Hari ini sebelum anda mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
•Sebelum anda mengeluh tentang anak-anak atau orang tuamu, pikirkan tentang seseorang yang mandul atau yang yatim piatu sejak kecil
•Sebelum anda mengeluh atas tugas-tugas kuliah, pikirkan tentang mereka yang tidak pernah/mampu mengenyam bangku pendidikan
•Sebelum anda mengeluh tentang rumahmu yang kotor dan engkau harus membersihkannya, pikirkan tentang mereka yang tidak mempunyai rumah (mereka yang tinggal di jalanan)
•Sebelum anda mengeluh kepada orangtua karena tidak dibelikan motor atau mobil untuk pergi ke sekolah atau kampus, pikirkan tentang mereka yang memang tidak bisa mengendarai motor atau mobil karena kondisi yang cacat
•Sebelum anda mengeluh tentang jauhnya anda telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menenmpuh jarak yang sama sengan berjalan
•Dan ketika kita sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, TERSENYUM & MENGUCAP SYUKURLAH kepada TUHAN bahwa kita masih diberikan kehidupan
Kutipan : PELAKU FIRMAN
•Sebelum anda mengeluh tak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta dijalanan
•Sebelum anda mengeluh bahwa anda buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada di tingkat yang terburuk di dalam hidupnya
•Sebelum anda mengeluh tentang suami/istri, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada TUHAN untuk diberikan teman hidup
•Hari ini sebelum anda mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
•Sebelum anda mengeluh tentang anak-anak atau orang tuamu, pikirkan tentang seseorang yang mandul atau yang yatim piatu sejak kecil
•Sebelum anda mengeluh atas tugas-tugas kuliah, pikirkan tentang mereka yang tidak pernah/mampu mengenyam bangku pendidikan
•Sebelum anda mengeluh tentang rumahmu yang kotor dan engkau harus membersihkannya, pikirkan tentang mereka yang tidak mempunyai rumah (mereka yang tinggal di jalanan)
•Sebelum anda mengeluh kepada orangtua karena tidak dibelikan motor atau mobil untuk pergi ke sekolah atau kampus, pikirkan tentang mereka yang memang tidak bisa mengendarai motor atau mobil karena kondisi yang cacat
•Sebelum anda mengeluh tentang jauhnya anda telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menenmpuh jarak yang sama sengan berjalan
•Dan ketika kita sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, TERSENYUM & MENGUCAP SYUKURLAH kepada TUHAN bahwa kita masih diberikan kehidupan
Kutipan : PELAKU FIRMAN
Diposting oleh
steven
di
00.49
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Kisah-Kasih Natal
Perayaan Natal setiap tanggal 25 Desember rasanya sudah sangat umum di masyarakat baik umat Krsitiani maupun umat-umat lainnya. Biasanya seminggu menjelang Natal, kita sudah dapat menjumpai pernak-pernik atau hiasan-hiasan Natal di mana-mana. Di pusat perbelanjaan, di toko-toko ramai menawarkan itu semua dengan kemeriahan produk-produk mereka masing-masing. Sebenarnya tidak ada yang salah bila merayakan Natal dengan semua kemeriahan pernak-pernik tersebut sambil bersukacita menyambut Natal (Kelahiran Juruselamat Yesus Kristus). Hanya saja yang menyedihkan, dewasa ini justru banyak umat Kristiani yang mulai melupakan Filosofi atau makna yang murni dari peringatan atau perayaan Natal. Natal dijadikan ajang bisnis, pesta pora, pamer barang-barang baru dll yang sebenarnya bukan makna sesungguhnya dari Natal itu sendiri. Saya sebagai umat Kristus pun mengakui & menyadari hal itu pun pernah terjadi kepada saya. Akan tetapi Natal tahun ini saya mulai menyadari bahwa itu semua salah dan sama sekali tidak sesuai dengan pesan Natal yang dismpaikan Tuhan Yesus sekitar 2000 tahun yang lalu.
Perlahan-lahan saya mulai menemukan & mengerti FILOSOFI murni dari Natal yang sesungguhnya begitu amat sederhana, namun indah dan penuh makna. Mengapa saya katakan sederhana? Karena kelahiran Tuhan Yesus yang sebenarnya inti dari peringatan dari hari raya Natal hanyalah di sebuah kandang domba dengan palungan yang kotor di sebuah kota kecil (bisa dibilang juga desa) yang bernama Betlehem Efrata, sebuah kota yang sama sekali tidak terjangakau dan tidak berarti bila dibandingkan dengan Yerusalem pada saat itu. Ditambah lagi ketika Sang Bayi Mesias lahir, hanya para gembala domba yang datang untuk melihat dimana para gembala yang notabenenya ialah kaum marjinal yang amat rendah derajatnya bila dibandingkan dengan raja-raja dan pejabat yang tinggal di Yerusalem. Hal ini jelas bukan tanpa maksud. Menurut saya semua kesederhanaan ini mengandung makna yang sangat mendalam bagi seluruh umat manusia (khususnya umat Kristiani) yang mau mengajarkan kita untuk hidup dalam kesederhanaan dan kerendahan hati. Selain itu, Natal juga mau memberikan pengharapan baru bagi siapa saja yang merasa lemah, putus asa , susah, miskin, penuh dosa & tak berdaya dalam menjalani kehidupan ini serta yang terpenting adalah jaminan akan adanya keselamatan yang kekal di dalam Tuhan Yesus.
Tulisan ini saya buat bukan dengan maksud apa-apa, selain sedikit berbagi mengenai pemahaman dari Kisah-Kasih Natal yang sesungguhnnya & sekedar kembali mengingatkan filosofi yang murni dari Natal serta menyampaikan pendapat pribadi saya dalam memaknai Natal bagi para pembaca sekalian (khususnya umat Kristiani). Merry Christmas … :D May peace be with you all ..
Perlahan-lahan saya mulai menemukan & mengerti FILOSOFI murni dari Natal yang sesungguhnya begitu amat sederhana, namun indah dan penuh makna. Mengapa saya katakan sederhana? Karena kelahiran Tuhan Yesus yang sebenarnya inti dari peringatan dari hari raya Natal hanyalah di sebuah kandang domba dengan palungan yang kotor di sebuah kota kecil (bisa dibilang juga desa) yang bernama Betlehem Efrata, sebuah kota yang sama sekali tidak terjangakau dan tidak berarti bila dibandingkan dengan Yerusalem pada saat itu. Ditambah lagi ketika Sang Bayi Mesias lahir, hanya para gembala domba yang datang untuk melihat dimana para gembala yang notabenenya ialah kaum marjinal yang amat rendah derajatnya bila dibandingkan dengan raja-raja dan pejabat yang tinggal di Yerusalem. Hal ini jelas bukan tanpa maksud. Menurut saya semua kesederhanaan ini mengandung makna yang sangat mendalam bagi seluruh umat manusia (khususnya umat Kristiani) yang mau mengajarkan kita untuk hidup dalam kesederhanaan dan kerendahan hati. Selain itu, Natal juga mau memberikan pengharapan baru bagi siapa saja yang merasa lemah, putus asa , susah, miskin, penuh dosa & tak berdaya dalam menjalani kehidupan ini serta yang terpenting adalah jaminan akan adanya keselamatan yang kekal di dalam Tuhan Yesus.
Tulisan ini saya buat bukan dengan maksud apa-apa, selain sedikit berbagi mengenai pemahaman dari Kisah-Kasih Natal yang sesungguhnnya & sekedar kembali mengingatkan filosofi yang murni dari Natal serta menyampaikan pendapat pribadi saya dalam memaknai Natal bagi para pembaca sekalian (khususnya umat Kristiani). Merry Christmas … :D May peace be with you all ..
Diposting oleh
steven
di
00.47
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Melawan Keterbatasan
Jumat, 23 Desember 2011
Tulisan ini saya buat karena terinspirasi dari “seorang yang terpinggirkan” yang bernama Suparno setelah saya menonton kisah kehidupannya yang menurut saya luar biasa di program “Orang Pinggiran” di salah satu stasiun TV swasta. Saya lupa dimana persisnya keluarga kecil Suparno tinggal, tapi yang pasti dan saya ingat adalah mereka hidup di sebuah pedesaan kecil yang nampaknya belum mendapat perhatian dari pemerintah. Sedikit saya akan mencoba menuliskan mengenai kisah kehidupan Suparno yang menurut saya luar biasa itu.
Bp Suparno adalah lelaki paruh baya (berumur sekitar 40 tahun keatas). Beliau memiliki istri dan anak. Layaknya seorang kepala keluarga pada umumnnya Bp Suparno pun mempunyai tanggung jawab untuk menafkahi istri & anak-anaknya. Selintas tidak ada yang spesial dari pekerjaan Bp Suparno karena ia hanya bekerja sebagai penderas nira (bahan baku untuk membuat gula merah) dan banyak orang yang juga melakoni pekerjaan yang sama. Akan tetapi yang menjadikan ia luar biasa adalah karena Bp Suparno ini memiliki keterbatasan fisik yaitu ia tidak bisa melihat(buta). Setiap hari ia harus berjalan dari rumahnya untuk menuju ke pohon nirannya dengan kondisi mata yang tidak bisa melihat. Dan tidak hanya itu ia pun dapat membedakan mana pohon nira yang kepunyaanya diantara puluhan pohon-pohon nira lainnya yang bukan kepunyaanya. Tidak hanya sampai distu, Bp Suparno pun dapat memnajat dan menderas nira dari pohon-pohon nira kepunyaanya. Hal tersebut dilakukannya setiap hari demi menghidupi keluarga kecilnnya. Tentu bila dipikir secara logis, apa yang dilakukan oleh Bp Suparno itu sangat mustahil dan tidak masuk akal karena bagaimana mungkin kita dapat beraktivitas & melakukan pekerjaan tanpa melihat.
Lewat kisah kehidupan Bp Suparno inilah kita kembali diingatkan & disadarkan untuk tidak pernah putus asa & meyerah dalam menjalani kehidupan ini dan meyakini bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini apabila kita mau mencoba dan berusaha, serta menyerahakannya semua kehidupan kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya Tuhan yang sanggup megubah keterbatasan-keterbatasan kita menjadi kelbihan-kelebihan di mata orang banyak. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan-keterbatasan fisik dalam hidupnya.
Sumber : Tayangan Orang Pinggiran
Bp Suparno adalah lelaki paruh baya (berumur sekitar 40 tahun keatas). Beliau memiliki istri dan anak. Layaknya seorang kepala keluarga pada umumnnya Bp Suparno pun mempunyai tanggung jawab untuk menafkahi istri & anak-anaknya. Selintas tidak ada yang spesial dari pekerjaan Bp Suparno karena ia hanya bekerja sebagai penderas nira (bahan baku untuk membuat gula merah) dan banyak orang yang juga melakoni pekerjaan yang sama. Akan tetapi yang menjadikan ia luar biasa adalah karena Bp Suparno ini memiliki keterbatasan fisik yaitu ia tidak bisa melihat(buta). Setiap hari ia harus berjalan dari rumahnya untuk menuju ke pohon nirannya dengan kondisi mata yang tidak bisa melihat. Dan tidak hanya itu ia pun dapat membedakan mana pohon nira yang kepunyaanya diantara puluhan pohon-pohon nira lainnya yang bukan kepunyaanya. Tidak hanya sampai distu, Bp Suparno pun dapat memnajat dan menderas nira dari pohon-pohon nira kepunyaanya. Hal tersebut dilakukannya setiap hari demi menghidupi keluarga kecilnnya. Tentu bila dipikir secara logis, apa yang dilakukan oleh Bp Suparno itu sangat mustahil dan tidak masuk akal karena bagaimana mungkin kita dapat beraktivitas & melakukan pekerjaan tanpa melihat.
Lewat kisah kehidupan Bp Suparno inilah kita kembali diingatkan & disadarkan untuk tidak pernah putus asa & meyerah dalam menjalani kehidupan ini dan meyakini bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini apabila kita mau mencoba dan berusaha, serta menyerahakannya semua kehidupan kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya Tuhan yang sanggup megubah keterbatasan-keterbatasan kita menjadi kelbihan-kelebihan di mata orang banyak. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan-keterbatasan fisik dalam hidupnya.
Sumber : Tayangan Orang Pinggiran
Diposting oleh
steven
di
21.48
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Sepenggal Cerita Inspiratif
Di dalam kehidupan kita, pasti sering kita temui orang-orang yang selalu menganggap orang lain sebelah mata (lebih rendah) daripada diri mereka sendiri, atau mungkin kita termasuk dalam orang-orang tersebut. Jika demikian, mugkin sepenggal cerita inspiratif dibawah ini akan mengajarkan kita untuk hidup lebih bijakasana dan rendah .Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.
Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"
"Apa iya?" jawab pengusaha… …
Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih,
"Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"
Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.
Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,
"Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."
Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan
pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, "Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp. 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?"
Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai..."
Makna & pesan yang terkandung dari kisah singkat diatas adalah agar kita jangan selalu menagnggap diri kita sendiri lebih dibandingkan dengan orang lain karena ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain
Sumber : http://www.facebook.com/kisahkisahinspiratif
Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"
"Apa iya?" jawab pengusaha… …
Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih,
"Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"
Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.
Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,
"Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."
Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan
pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, "Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp. 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?"
Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai..."
Makna & pesan yang terkandung dari kisah singkat diatas adalah agar kita jangan selalu menagnggap diri kita sendiri lebih dibandingkan dengan orang lain karena ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain
Sumber : http://www.facebook.com/kisahkisahinspiratif
Diposting oleh
steven
di
21.47
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

BAB XII (PASAR PERSAINGAN SEMPURNA)
Kamis, 22 Desember 2011
1.PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Pasar persaingan sempurna adalah pasar dimana terdapat banyak pembeli dan penjual yang menguasai pasar.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
•Penjual dan pembeli dari suatu produk sangat banyak, sehingga masing-masing pihak tidak dapat mempengaruhi harga.
•Produk yang diperjualbelikan bersifat homogen, yaitu semua produk yang ditawarkan adalah sama dalam segala hal.
•Masing-masing penjual dan pembeli dapat keluar masuk pasar.
•Pelaku ekonomi mempunyai pengetahuan dan informasi sempurna dari kondisi pasar, struktur harga dan kualitas
Untuk lebih memahami pasar persaingan sempurna dari koperasi maka akan digambarkan kurva permintaan terhadap produk koperasi sbb :
2.KOPERASI DALAM OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan (penjual) yang menguasai pasar, baik secara diam-diam ataupun bekerjasama. Ada 2 strategi di dalam pasar oligopoli yaitu, harga dan non harga.
Adapun kebijakan yang dapat diambil perusahaan untuk menghindari perang harga adalah dengan mengadakan product differntiation (pembedaan produk) dan juga memperluas pasar dengan melakukan :
Advertensi
Membedakan mutu dan bentuk produk
3.KOPERASI DENGAN KEMAMPUAN SAMA DI PASAR OLIGOPOLI
Dalam situasi seperti gambar kurva diatas, koperasi dan perusahaan pesaing oligopolistik yang menghasilkan produk homogen mempunyai kemampuan yang sama (biaya produksi sama). Maka dibuat analisis dengan anggpan bahwa:
a)Hanya ada 2 perusahaan dalam industri yang menghasilkan produk homogen, satu diantaranya koperasi.
b)Masing-masing perusahaan setuju tentang pembagian pasar dengan masing-masing memperoleh setengahnya.
c)Dua perusahaan tersebut mempunyai biaya yang sama
4.SKALA EKONOMIS SEBAGAI RINTANGAN UNTUK MEMASUKI PASAR OLIGOPOLI
5.PRICE LEADERSHIP (KEPEMIMPINAN HARGA)
Price leadership adalah salah satu bentuk persengkokolan (collusion) yang tidak resmi. Hal ini terjadi jika harga dari suatu perusahaan berubah, maka akan diikuti Perusahaan lainnya dalam pasar tersebut.
Jenis price leadership dibagi menjadi 2 yaitu :
•Kepemimpinan oleh suatu perusahaan dengan biaya terendah
•Kepemimpinan oleh suatu perusahaan besar (dominan)
6.PRICE LEADERSHIP OLEH PERUSAHAAN DENGAN BIAYA TERENDAH
Dari gambar kurva diatas, menunjukan bahwa perusahaan
yang mempunyai ongkos paling rendah menetapkan harga
pasar yang kemudian diikuti oleh para pesaingnya. Dalam
hal ini perusahaan tersebut bertindak sebagai price lea
dership.
Untuk mempermudah analisis, perlu ditetapkan asumsi
sbb :
Hanya ada 2 perusahaan dalam industri satu diantaranya koperasi
Adanya pembagian pasar secara diam-diam dengan masing-masing memperoleh dari pasar yang ada.
Produk yang dihasilkan homogen.
Salah satu perusahaan mempunyai ongkos lebih rendah daripada yang lainnya.
7.PRICE LEADERSHIP OLEH PERUSAHAAN DOMINAN
Pada kurva diatas dapat digambarkan bahwa kelangsungan hidup koperasi sulit untuk dipertahankan kecuali apabila pemerintah bersedia untuk memberi fasilitas-fasilitas khusus. Atau mengenakan peraturan-peraturan khusus untuk melindungi keberadaan koperasi secara terus menerus.
8.RINTANGAN-RINTANGAN MEMASUKI PASAR
Pada kurva diatas,dapat disimpulkan mengenai koperasi sbb:
Koperasi adalah peserta baru di pasar
Kendala permodalan, teknologi & rendahnya kemapuan manajemen menyebabkan harga produksi koperasi jauh diatas perusahaan mapan
Koperasi kalah bersaing dengan perusahaan mapan dalam hal kebijakan menentukan harga
Skala ekonomi dapat menjadi rintangan yang serius bagi koperasi dalam memasuki pasar
9.KOPERASI DALAM MONOPSONI
Pada kurva diatas, dapat disimpulkan koperasi dalam Monopsoni adalah sbb :
Kasus monopsoni adalah dimana terdapat banyak penjual tetapi hanya ada satu pembeli
Kurva permintaan monopsoni mengasumsikan bahwa koperasi satu-satunya penjual
Pada contoh kasus dalam kurva diatas, si pembeli (monopsonial) melihat pasar dari segi yang paling menguntungkan baginya (barang=Q2, P=PB)
10.KELANGSUNGAN HIDUP KOPERASI JANGKA PANJANG PADA PASAR PERSAINGAN MONOPSONI
> kesimpulan dari gambar kurva diatas adalah :
^PB dan P* adalah tingkat harga yang berlaku setelah terbentuk koperasi
^Output anggota koperasi adalah yang menghasilkan keuntungan maksimum, jadi dalam kasus ini koperasi tidak diperlukan sistem kuota produksi
Pasar persaingan sempurna adalah pasar dimana terdapat banyak pembeli dan penjual yang menguasai pasar.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
•Penjual dan pembeli dari suatu produk sangat banyak, sehingga masing-masing pihak tidak dapat mempengaruhi harga.
•Produk yang diperjualbelikan bersifat homogen, yaitu semua produk yang ditawarkan adalah sama dalam segala hal.
•Masing-masing penjual dan pembeli dapat keluar masuk pasar.
•Pelaku ekonomi mempunyai pengetahuan dan informasi sempurna dari kondisi pasar, struktur harga dan kualitas
Untuk lebih memahami pasar persaingan sempurna dari koperasi maka akan digambarkan kurva permintaan terhadap produk koperasi sbb :
2.KOPERASI DALAM OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan (penjual) yang menguasai pasar, baik secara diam-diam ataupun bekerjasama. Ada 2 strategi di dalam pasar oligopoli yaitu, harga dan non harga.
Adapun kebijakan yang dapat diambil perusahaan untuk menghindari perang harga adalah dengan mengadakan product differntiation (pembedaan produk) dan juga memperluas pasar dengan melakukan :
Advertensi
Membedakan mutu dan bentuk produk
3.KOPERASI DENGAN KEMAMPUAN SAMA DI PASAR OLIGOPOLI
Dalam situasi seperti gambar kurva diatas, koperasi dan perusahaan pesaing oligopolistik yang menghasilkan produk homogen mempunyai kemampuan yang sama (biaya produksi sama). Maka dibuat analisis dengan anggpan bahwa:
a)Hanya ada 2 perusahaan dalam industri yang menghasilkan produk homogen, satu diantaranya koperasi.
b)Masing-masing perusahaan setuju tentang pembagian pasar dengan masing-masing memperoleh setengahnya.
c)Dua perusahaan tersebut mempunyai biaya yang sama
4.SKALA EKONOMIS SEBAGAI RINTANGAN UNTUK MEMASUKI PASAR OLIGOPOLI
5.PRICE LEADERSHIP (KEPEMIMPINAN HARGA)
Price leadership adalah salah satu bentuk persengkokolan (collusion) yang tidak resmi. Hal ini terjadi jika harga dari suatu perusahaan berubah, maka akan diikuti Perusahaan lainnya dalam pasar tersebut.
Jenis price leadership dibagi menjadi 2 yaitu :
•Kepemimpinan oleh suatu perusahaan dengan biaya terendah
•Kepemimpinan oleh suatu perusahaan besar (dominan)
6.PRICE LEADERSHIP OLEH PERUSAHAAN DENGAN BIAYA TERENDAH
Dari gambar kurva diatas, menunjukan bahwa perusahaan
yang mempunyai ongkos paling rendah menetapkan harga
pasar yang kemudian diikuti oleh para pesaingnya. Dalam
hal ini perusahaan tersebut bertindak sebagai price lea
dership.
Untuk mempermudah analisis, perlu ditetapkan asumsi
sbb :
Hanya ada 2 perusahaan dalam industri satu diantaranya koperasi
Adanya pembagian pasar secara diam-diam dengan masing-masing memperoleh dari pasar yang ada.
Produk yang dihasilkan homogen.
Salah satu perusahaan mempunyai ongkos lebih rendah daripada yang lainnya.
7.PRICE LEADERSHIP OLEH PERUSAHAAN DOMINAN
Pada kurva diatas dapat digambarkan bahwa kelangsungan hidup koperasi sulit untuk dipertahankan kecuali apabila pemerintah bersedia untuk memberi fasilitas-fasilitas khusus. Atau mengenakan peraturan-peraturan khusus untuk melindungi keberadaan koperasi secara terus menerus.
8.RINTANGAN-RINTANGAN MEMASUKI PASAR
Pada kurva diatas,dapat disimpulkan mengenai koperasi sbb:
Koperasi adalah peserta baru di pasar
Kendala permodalan, teknologi & rendahnya kemapuan manajemen menyebabkan harga produksi koperasi jauh diatas perusahaan mapan
Koperasi kalah bersaing dengan perusahaan mapan dalam hal kebijakan menentukan harga
Skala ekonomi dapat menjadi rintangan yang serius bagi koperasi dalam memasuki pasar
9.KOPERASI DALAM MONOPSONI
Pada kurva diatas, dapat disimpulkan koperasi dalam Monopsoni adalah sbb :
Kasus monopsoni adalah dimana terdapat banyak penjual tetapi hanya ada satu pembeli
Kurva permintaan monopsoni mengasumsikan bahwa koperasi satu-satunya penjual
Pada contoh kasus dalam kurva diatas, si pembeli (monopsonial) melihat pasar dari segi yang paling menguntungkan baginya (barang=Q2, P=PB)
10.KELANGSUNGAN HIDUP KOPERASI JANGKA PANJANG PADA PASAR PERSAINGAN MONOPSONI
> kesimpulan dari gambar kurva diatas adalah :
^PB dan P* adalah tingkat harga yang berlaku setelah terbentuk koperasi
^Output anggota koperasi adalah yang menghasilkan keuntungan maksimum, jadi dalam kasus ini koperasi tidak diperlukan sistem kuota produksi
Diposting oleh
steven
di
22.06
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

BAB XI
• KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLI (1)
Pasar Monopoli adalah bentuk dari organisasi pasar, dimana hanya ada satu perusahaan atau penjual suatu produk di pasar yang bersangkutan.
• KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLI (2)
Ciri-ciri pasar monopoli adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan penjual atau yang menghasilkan produk hanya satu, sedangkan konsumennya banyak
2. Tidak ada produk substitusi
3. Sulit untuk keluar masuk industri produk monopoli
• KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLI (3)
Dari sudut cakupan monopoli ada yang bersifat :
• KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLI (4)
Dengan titik pandang dari prospek bisnis dimasa yang akan datang struktur pasar monopoli tidak akan banyak memberi harapan bagi koperasi. Selain adanya tuntutan lingkungan untuk menghapus yang bersifat monopoli pasar yang dihadapi akan semakin terbuka untuk persaingan.
KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK (1)
Suatu pasar dapat dikatakan berada dalam keadaan persaingan monopolistik apabila dalam pasar tersebut terdapat ciri-ciri berikut :
1. Produk-produk yang dijual di pasar adalah heterogen.
2. Banyak penjual atau pengusaha.
3. Ada produk substitusi.
4. Keluar atau masuk ke industri relatif mudah.
5. Harga produk tidak sama sesuai keinginan penjual.
KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK (2)
Perbandingan permintaan bagi pengusaha dengan pasar produk yang bersaing sempurna, monopolistik dan monopoli.
HUBUNGAN PASAR DENGAN KOPERASI
Ditinjau dari sisi produksi dan konsumsi, anggota koperasi dapat dikelompokkan menjadi koperasi produsen dan koperasi konsumen. Untuk memahami hal ini, perlu digambarkan hubungan ekonomi pasar dengan produsen yang bergabung dengan koperasi dan yang tidak bergabung dengan koperasi.
HUBUNGAN PRODUSEN DENGAN PASAR TANPA KOPERASI
Dapat digambarkan sebagai berikut :
Keterangan :
P = Produsen
T = Pedagang
C = Konsumen
* T adalah pasar bagi P dan C adalah pasar bagi T
HUBUNGAN PRODUSEN ANGGOTA KOPERASI DENGAN PASAR (1)
Hubungan khusus antara anggota koperasi dengan koperasi dapat digambarkan sebagai berikut :
HUBUNGAN PRODUSEN ANGGOTA KOPERASI DENGAN PASAR (2)
Keterangan :
1. Produsen (P1, P2, P3, dan seterusnya) yang juga anggota koperasi sebagai unit ekonomi.
2. Perusahaan koperasi yang menjual produksi anggota.
3. Pasar (konsumen C.
Pasar Monopoli adalah bentuk dari organisasi pasar, dimana hanya ada satu perusahaan atau penjual suatu produk di pasar yang bersangkutan.
• KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLI (2)
Ciri-ciri pasar monopoli adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan penjual atau yang menghasilkan produk hanya satu, sedangkan konsumennya banyak
2. Tidak ada produk substitusi
3. Sulit untuk keluar masuk industri produk monopoli
• KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLI (3)
Dari sudut cakupan monopoli ada yang bersifat :
• KOPERASI DALAM PASAR MONOPOLI (4)
Dengan titik pandang dari prospek bisnis dimasa yang akan datang struktur pasar monopoli tidak akan banyak memberi harapan bagi koperasi. Selain adanya tuntutan lingkungan untuk menghapus yang bersifat monopoli pasar yang dihadapi akan semakin terbuka untuk persaingan.
KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK (1)
Suatu pasar dapat dikatakan berada dalam keadaan persaingan monopolistik apabila dalam pasar tersebut terdapat ciri-ciri berikut :
1. Produk-produk yang dijual di pasar adalah heterogen.
2. Banyak penjual atau pengusaha.
3. Ada produk substitusi.
4. Keluar atau masuk ke industri relatif mudah.
5. Harga produk tidak sama sesuai keinginan penjual.
KOPERASI DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK (2)
Perbandingan permintaan bagi pengusaha dengan pasar produk yang bersaing sempurna, monopolistik dan monopoli.
HUBUNGAN PASAR DENGAN KOPERASI
Ditinjau dari sisi produksi dan konsumsi, anggota koperasi dapat dikelompokkan menjadi koperasi produsen dan koperasi konsumen. Untuk memahami hal ini, perlu digambarkan hubungan ekonomi pasar dengan produsen yang bergabung dengan koperasi dan yang tidak bergabung dengan koperasi.
HUBUNGAN PRODUSEN DENGAN PASAR TANPA KOPERASI
Dapat digambarkan sebagai berikut :
Keterangan :
P = Produsen
T = Pedagang
C = Konsumen
* T adalah pasar bagi P dan C adalah pasar bagi T
HUBUNGAN PRODUSEN ANGGOTA KOPERASI DENGAN PASAR (1)
Hubungan khusus antara anggota koperasi dengan koperasi dapat digambarkan sebagai berikut :
HUBUNGAN PRODUSEN ANGGOTA KOPERASI DENGAN PASAR (2)
Keterangan :
1. Produsen (P1, P2, P3, dan seterusnya) yang juga anggota koperasi sebagai unit ekonomi.
2. Perusahaan koperasi yang menjual produksi anggota.
3. Pasar (konsumen C.
Diposting oleh
steven
di
21.42
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook

Langganan:
Postingan (Atom)
| © 2010 Sekedar Corat-coret |Blogger Template by BloggerTheme