Prospek Keberhasilan Pada Usaha Susu Kedelai Yang Dipengaruhi Oleh Kemasan Produk (Label) Dan Lokasi Berjualan Yang Strategis

Senin, 19 November 2012


BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Susu adalah kebutuhan mendasar bagi pemenuhan gizi setiap orang.  Tidak hanya anak kecil atau balita, orang dewasa pun sebenarnya sangat dianjurkan untuk minum susu setiap harinya.  Apalagi ditengah-tengah kehidupan masyarakat kota (metropolitan) yang rawan dengan berbagai macam penyakit, kebutuhan akan susu menjadi wajib adanya demi menjaga kesehatan tubuh yang tetap stabil.  Akan tetapi, disisi lain susu (khususnya susu sapi) telah menjadi barang yang mewah bagi masyarakat karena harganya yang kian hari kian melambung tinggi sehingga banyak masyarakat sekarang tidak mampu secara ekonomis untuk mengkonsumsi susu.  Menyadari kenyataan ini, peluang usaha susu kedelai dirasa penulis sangatlah tepat untuk menggantikan kebutuhan gizi masyarakat di Indonesia. 
Usaha pembuatan susu kedelai ini dipilih karena susu kedelai dikenal sebagai minuman fungsional, sebagai minuman yang bergizi tinggi, minuman yang merupakan hasil ekstraksi dari kedelai ini terutama sekali karena kandungan proteinnya, disamping mengandung lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor, zat besi, provitamin A, Vitamin B kompleks (kecuali B12), dan air. Susunan asam amino hampir sama dengan susu sapi. Untuk  itu produk ini tampaknya perlu diperhitungkan dalam menyusun pola menu sehari-hari bagi setiap orang yang memperhatikan kesehatan.  Oleh karena itu prospek usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sekarang ini cukup menjanjikan, kandungan gizi yang terkandung didalamnya memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan manusia. Kadar protein kedelai mencapai 35,6 % (berat kering), dan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 % – 43 %.  Kebutuhan protein yang bersumber dari protein hewani sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan 157,14 gram.

Untuk lebih jelasnya disini akan di deskripsikan beberapa manfaat dari susu kedelai, yaitu :
1. Memperkuat tubuh fisik 
Mengandung 4,5 gr protein, 1,8 gr lemak, 1,5 gr karbohidrat, 4,5 gr fosfor, 2,5 gr zat besi, 2,5 gr kalsium, vitamin, ribovlavin dan sebagaianya dalam setiap 100 gr susu kedelai untuk meningkatkan tubuh fisik kita.
2. Mencegah diabetes
Susu kedelai mengandung selulosa dalam jumlah besar sehingga dapat mencegah penyerapan gula secara berlebihan. Mengurangi kadar gula dapat mencegah diabetes. Susu kedelai merupakan asupan penting bagi penderita diabetes.
3. Mencegah tekanan darah tinggi
Susu kedelai mengandung steroid, potasium, magnesium yang merupakan zat ampuh untuk memerangi natrium, salah satu penyebab utama hipertensi.
4. Mencegah serangan jantung koroner
Steroid, kalium, magnesium dan kalsium dalam susu kedelai dapat memperkuat dan meningkatkan aliran darah, meningkatkan nutrisi ke otot jantung, menurunkan kolesterol serta meningkatkan aliran darah untuk mencegah kejang-kejang. Minum satu gelas susu kedelai setiap hari dapat menurunkan hingga 50 % kambuhnya kembali penyakit jantung.
5. Mencegah stroke
Magnesium dan kalsium dalam susu kedelai dapat mengurangi lipid dan memperbaiki aliran darah pada otak sehingga secara efektif mencegah terjadinya infarksi dan pendarahan otak. Lecitin dalam susu kedelai juga dapat mengurangi kematian sel otak serta memperbaiki fungsi otak.
6. Mencegah kanker
Protein, selenium dan molibdenum dalam susu kedelai bersifat menekan tumor ganas. Sangat efektif terutama terhadap kanker lambung, kanker usus dan kanker payudara. Menurut survei, kemungkinan berkembangnya kanker bagi orang yang tidak minum susu kedelai akan meningkat 50 % dibandingkan dengan mereka yang secara teratur mengkonsumsi susu kedelai.
7. Mencegah bronkhitis
Asam dalam susu kedelai dapat mencegah kejang otot, sehingga dapat mengurangi dan mencegah timbulnya bronkhitis.
8. Mencegah penuaan
Selenium, vitamin E dan vitamin C adalah antioksidan sempurna yang dapat meremajakan sel-sel kita, terutama sel otak.

Jika kita sudah mengetahui manfaat dari susu kedelai ini, maka saatnya kita mengambil momentum untuk memanfaatkan kondisi ini sebagai peluang usaha yang potensial dan juga bisa menyehatkan masyarakat.
Disini penulis menyadari bahwa yang paling penting dalam keberhasilan usaha susu kedelai ini adalah startegi pemasaran produk susu kedelai ini.   Strategi pemasaran yang dimaksud adalah bagaimana kita dapat menjual susu kedelai ini di lokasi yang strategis, misalnya dikampus-kampus atau sekolahan-sekolahan dengan target pasar anak-anak muda dengan kisaran usia 15-22 tahun.  Selain itu kemasan produk (label) dirasa penulis juga sangat penting demi keberhasilan usaha ini dimana pembeli diharapkan bisa selalu mengingat kemasan produk (label) dari produk susu kedelai.  Pengemasan di sisni dilakukan karena pengemasan tidak sekedar memberi wadah dari dari produk yang dihasilkan tapi lebih pada pengembanan muatan misi dalam rangka persaingan pasar dan juga peningkatan penjualan dimana konsumen akan cenderung tertarik dengan produk yang dikemas dengan rapi dan menarik.
Fungsi kemasan tidak sebatas digunakan sebagai pelindung produk melainkan juga sangat mendukung terjaganya kualitas produk serta adanya peningkatan kelas (penampilan) imej yang baik. Jenis bahan kemasan  yang digunakan adalah plastik ukuran ½ kg.  Selain itu, pada kemesan juga akan diberi label. Pemberian label di sini tidak hanya sekedar tulisan, tapi di dalamnya terkandung pesan-pesan tertentu yang disampaikan pada konsumen. Dengan harapan produknya dapat dikenal oleh konsumen luas, sehingga mudah dicari ketika dibutuhkan. Selain itu label juga berfungsi sebagai jaminan atas kualitas produk, sarana untuk merk dagang, logo perusahaan, nama dan alamat perusahaan, dan berat atau volume produk. Informasi yang ingin disampaikan kepada konsumen tersebut terangkum dalam tulisan yang dicetak pada kemasan produk.
I.2 Tujuan Penulisan
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah softskill Bahasa Indonesia 2
2.      Untuk memberi sedikit pengetahuan mengenai dunia wirausaha yang cukup menuntungkan.
3.      Untuk memberikan informasi mengenai manfaat dari susu kedelai bagi kesehatan tubuh kita.
4.      Untuk memberikan pengetahuan mengenai strategi pemasaran yang efektif untuk produk susu kedelai
5.      Untuk mengetahui hubungan antara strategi pemasaran dengan kemasan kreatif dan tempat berjualan terhadap tingkat penjualan susu kedelai

BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Hipotesa
Alat uji hipotesa yang diasumsikan dalam karangan ilmiah ini memakai analisis uji kebebasan “Chi Kuadrat”. 
Adapun Hipotesis Nol (H0) dan Hipotesis Alternatif (Ha) adalah sebagai berikut :
 Hipotesis Nol (Ho1)           :Kemasan produk (label) tidak mempengaruhi prospek keberhasilan pada usaha susu kedelai.
Hipotesis Alternatif (Ha1)       :Kemasan produk (label) mempengaruhi prospek keberhasilan pada usaha susu kedelai.
Hipotesis Nol (Ho2)                :Lokasi berjualan yang strategis tidak mempengaruhi prospek keberhasilan pada usaha susu kedelai.
Hipotesis Alternatif (Ha2)        :Lokasi berjualan yang strategis mempengaruhi prospek keberhasilan pada usaha susu kedelai.
Hasil hipotesa ditentukan oleh :
  1. χ2  hitung > χ2 tabel = Ho Ditolak
  2. χ2  hitung ≤ χ2 tabel = Ho Diterima
Dalam karangan ilmiah ini diasumsikan bahwa hasil untuk pengujian Chi Kuadrat untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut :
  • Untuk kemasan produk (label) mempengaruhi prospek keberhasilan pada usaha susu kedelai diasumsikan :   χ2  hitung > χ2 tabel dengan keputusan Ho ditolak
  • Untuk lokasi berjualan yang strategis mempengaruhi prospek keberhasilan pada usaha susu kedelai diasumsikan :   χ2  hitung > χ2 tabel dengan keputusan Ho ditolak
  • Untuk kemasan produk (label) dan lokasi berjualan yang strategis mempengaruhi prospek keberhasilan pada usaha susu kedelai diasumsikan :   χ2  hitung > χ2 tabel dengan keputusan Ho ditolak
BAB III 
PENUTUP
III.1 Simpulan
Dari karangan ilmiah mengenaiProspek Keberhasilan Pada Usaha Susu Kedelai yang Dipengaruhi Oleh Kemasan Produk (Label) dan Lokasi Berjualan yang Strategis” dapat diambil hasil asusmsi hipotesis sebagai berikut:
1.      Kemasan produk (label) mempengaruhi prospek keberhasilan pada usaha susu kedelai secara signifikan. Hal ini ditunjukkan dari uji statistik dimana besarnya nilai χ2  hitung lebih besar dari χ2 tabel.
2.      Lokasi berjualan yang strategis mempengaruhi prospek keberhasilan pada usaha susu kedelai secara signifikan. Hal ini ditunjukkan dari uji statistik dimana besarnya nilai χ2  hitung lebih besar dari χ2 tabel.
3.      Secara bersamaan Kemasan produk (label) dan Lokasi berjualan yang strategis mempengaruhi prospek keberhasilan pada usaha susu kedelai. Hal ini ditunjukkan dari besarnya nilai χ2  hitung lebih besar dari χ2 tabel.
.
Berdasarkan hasil asumsi hipotesis diatas, maka dapat diambil simpulan bahwa kemasan produk yang unik dan inovatif ternyata memberi pengaruh yang baik bagi keberhasilan pada usaha susu kedelai yang memiliki prospek usaha tinggi.  Selain itu, lokasi berjualan yang strategis pun memberikan pengaruh yang baik bagi prospek keberhasilan pada susu kedelai. Jadi kedua faktor tersebut secara bersamaan ternyata sangat mempengaruhi terhadap berhasil atau tidaknya suatu usaha susu kedelai yang ingin dibagun. Untuk itu bagi setiap wairausahawan yang ingin mencoba atau memanfaatkan prospek usaha pada susu kedelai ini agar meeperhatikan kemasan produk (label) dan lokasi berjualannya agar usaha susu kedelai yang ingin dimasuki dapat menghasilkan keuntungan yang maksimum dan usaha dapat bertahan lama.

Pernalaran Induktif

Minggu, 14 Oktober 2012


A.    Pernalaran
Secara umum yang dimaksud dengan pernalaran adalah suatu proses berfikir manusia dengan menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga menjadi suatu simpulan. Data yang dapat dipergunakan dalam pernalaran untuk mencapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut proposisi.  Ada dua cara penarikan pernalaran yaitu dengan cara deduktif dan cara induktif. Akan tetapi yang akan dibahas ini hanyalah cara penarikan pernalaran induktif saja dimana pernalaran induktif tersebut dibagi menjadi tiga pokok bahasan, yaitu : Generalisasi, Analogi, dan Hubungan Kausal.
Sebelum masuk kedalam pembahasan ada baiknya diketahui terlebih dahulu istilah-istilah penting di dalam pernalaran.
Istilah-istilah dalam pernalaran :
·         Proposisi yaitu kalimat pernyataan/logika yang dapat bernilai benar atau salah dan  dapat dipergunakan sebagai data.
·          Premis yaitu pernyataan yang digunakan sebagai dasar untuk menarik sebuah simpulan.
·         Term yaitu kata atau kelompok kata yang bisa berfungsi sebagai subjek atau predikat.
·          Konklusi yaitu deduksi atau kesimpulan akhir dalam suatu premis
B.     Pernalaran Induktif
Menurut beberapa referensi buku yang dibaca penulis, ada beberapa definisi mengenai pernalaran induktif. Pernalaran Induktif adalah proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena atau gejala individual untuk menurunkan suatu kesimpulan yang berlaku umum.  Sementara buku yang lain menyatakan bahwa Pernalaran Induktif adalah pernalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain, simpulan yang diperoleh tidak lebih khusus dari pada pernyataan (premis).
C.      Bentuk Pernalaran Induktif
Beberapa bentuk pernalaran induktif adalah sebagai berikut :
i.            Generalisasi
Generalisasi adalah proses pernalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu (khusus) untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. Generalisasi minimal mencakup 3 kriteria (syarat), yaitu :
  • Cukup mewakili yang artinya sampel meliputi seluruh atau sebagian yang dikenai generalisasi atau minimal sampelnya harus  mewakili populasi.
  • Kekecualian yang artinya apabila kesimpulan terdapat banyak pengecualian maka tidak dapat diambil generalisasi.
  •  Cukup memadai yang berarti gejala gejala khusus atau sampel yang diamati sebagai dasar penarikan simpulan mencukupi jumlahnya. Apabila jumlah tidak memadai (mencukupi), maka generalisasi itu akan meluas, gejala yang diamati perlu dilihat jenisnya.

 Contoh :
Ø  Olahraga membuat tubuh kita menjadi segar
Ø  Olahraga dapat menghilangkan kejenuhan
Ø  Olahraga membuat kita semakin bersemangat
Jadi, olahraga banyak membawa dampak yang baik bagi kesehatan jasmani dan rohani seseorang
ii.            Analogi
Analogi adalah cara penarikan pernalaran secara induktif dengan cara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama dan essensial. Yang perlu diperhatikan dalam analogi adalah persamaan yang dipakai dasar simpulan benar – benar memiliki kesamaan dan cirri essensial yang penting yang berhubungan erat dengan kesimpulan yang dikemukakan.

Contoh :  Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan seseorang yang mendaki gunung, sewaktu mendaki ada saja hambatan yang menghalangi seperti jalan yang terjal dan berbatu yang membuat orang sulit untuk mendaki, ada pula semak belukar dan jurang yang sulit untuk dilalui. Demikian pula dengan seseorang yang menuntut ilmu, seseorang akan menemui banyak keadaan sulit, seperti masalah ekonomi, fasilitas dan sukar memahami pelajaran.

Tujuan pernalaran secara analogi adalah sebagai berikut :
1.       Analogi dilakukan untuk meramaikan kesamaan
2.       Analogi digunakan untuk menyingkapkan kekeliruan
3.       Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi
iii.            Hubungan Kausal
Hubungan kausal cara pernalaran yang diperoleh dari peristiwa – peristiwa yang memiliki  pola sebab – akibat atau saling mempenaruhi.
Misalnya : Keran air diputar, maka air keran mengalir
Pernalaran hubungan kausal dibagi menjadi tiga, yaitu :
a)      Sebab akibat
Ø  Sebab – Akibat :
Pernalaran jenis ini diawali dengan mengungkapkan berbagai peristiwa yang merupakan sebab, sampai ke simpulan yang merupakan akibat.
Contoh : Karena PLN mengalami gangguan, menyebabkan mati lampu di daerah Bekasi dan sekitarnya.
Ø  Akibat – Sebab :
 Pernalaran jenis ini diawali dengan pemaparan berbagai peristiwa sebagai akibat, lalu dianalisis dan ditarik sebabnya.
Contoh :
·         Ronaldo mendapatkan kartu merah, karena melakukan pelanggaran
·         Sobari mendapatkan surat tilang, karena tidak memakai helm.

Ø  Sebab, Akibat 1, Akibat 2 :
Pernalaran ini memaparkan suatu peristiwa sebagai penyebab yang diikuti oleh serangkaian peristiwa sebagai akibat.
Contoh : Pada bulan Januari, pemerintah memutuskan untuk menaikan harga BBM, sebagai dampak akibat naiknya harga minyak dunia. Akibatnya ongkos transportasi merangkak naik, dan kenaikan ongkos transportasi berdampak pada melonjaknya harga kebutuhan pokok di masyarakat.



Referensi :
Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Asul Wiyanto, Hal 179, Grasindo
Cermat berbahasa Indonesia untuk perguruan tinggi, Zinal,Arifin : 2007