Resensi Novel Supernova "Ksatria, Putri dan Bintang jatuh karya Dee

Selasa, 01 Januari 2013


1.      IDENTITAS BUKU

Judul               : Supernova; Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
Penulis             : Dewi Lestari Simangunsong “Dee”
Penerbit           : Truedee Books
Terbit Tahun    : 2001 pada Cetakan V
Tebal Buku      : 231 halaman
Panjang buku  : 21 cm
Lebar buku      : 13,5 cm

2.      SINOPSIS

Novel diawali dengan kisah bertemunya dua laki-laki bernama Ruben dan Dimas. Mereka adalah mahasiswa yang berkuliah di luar negeri, tepatnya di New York, Amerika Serikat. Awalnya mereka saling berbeda pendapat yang mengakibatkan jauhnya kekerabatan mereka. Dengan kata lain mereka berdua berbeda ideologi (pandangan). Namun semua menjadi berubah setelah satu sama lain saling mengetahui bahwa mereka berdua adalah gay (pasangan sejenis). Kenyataan tersebut membuat mereka berdua saling jatuh cinta. Mereka pun menjalani kehidupan tidak jauh berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain. Salah satu kebiasaan buruk mereka yaitu sering mengikuti pesta-pesta gila. Pada akhirnya mereka berikrar akan membuat sebuah karya tulis yang menjembatani semua percabangan sains dalam waktu sepuluh tahun. Karya tersebut disepakati akan dikemas secara populis dan bernuansa roman sains, romantis sekaligus puitis. Maka setelah sepuluh tahun, terpenuhilah ikrar tersebut dengan disusunnya sebuah kisah yang menceritakan tentang Ksatria, Putri dan Bintang jatuh. Kisah yang disusun Ruben dan Dimas itu menjadi kisah paralel dengan kisah Ruben dan Dimas sendiri. Kisah tersebut menghadirkan dinamika kisah cinta antara Ferre dengan Rana. Kisah cinta itu dibikin begitu kompleks karena Ferre yang begitu sempurna dan menjadi sosok yang diidolakan banyak wanita justru jatuh cinta pada Rana yang telah memiliki suami. Arwin nama suaminya itu. Hubungan cinta itu menjungkirbalikkan hidup Ferre dan memaksanya menelusuri masa kecilnya yang pahit. Pada sisi yang lain masih dalam dunia yang diciptakan Ruben dan Dimas, ada satu tokoh yang dihadirkan memiliki alur kisah sendiri. Tokoh tersebut bernama Diva yaitu seorang supermodel yang sekaligus menjadi wanita bayaran berkelas dengan tarif ribuan dolar, akan menjalani kisahnya dan akan menjadi bagian dari kisah cinta Ferre dan Rana.  Tiga sisi kehidupan antara Dhimas-Ruben, Ferre-Rana, dan Diva, terjalin benang merah yang dirajut oleh Supernova, sesosok tokoh dunia maya yang diciptakan juga oleh Dimas dan Ruben yang hanya muncul di internet dan menjadi konsultan banyak orang. Penelusuran spiritualitas yang berdampingan dengan eksplorasi saintifik ini berujung pada pertanyaan besar: siapakah gerangan sesungguhnya Supernova? Dan bagaimana kehidupan setiap tokoh saling menyentuh dan mempengaruhi satu sama lain tanpa mereka sadari. 

3.      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

  1. Kelebihan Novel
Menurut saya novel ini cukup mendidik dan melatih pemahaman para pembacanya karena kalimat demi kalimat dalam novel ini memiliki makna yang dalam yang butuh waktu untuk memahaminya.  Dengan menggabungkan antara sains, filsafat, psikologi dan sedikit biologi dengan suatu kehidupan roman kisah cinta yang kompleks pembaca dibuat terhanyut dalam alur cerita yang bila semakin dibaca semakin membuat rasa penasaran yang tinggi. Selain itu, kisah yang dihadirkan di dalam novel ini memang dapat dipandang sebagai cerita yang unik. Karena ada sisi-sisi yang masyarakat kita anggap masih tabu untuk dibicarakan yang didalamnya terdapat beberapa realita dan dimensi kehidupan malah diungkapkan dan diceritakan dengan cara yang unik. Novel ini juga sarat dengan amanat. Salah satu amanatnya adalah dibalik suatu kekurangan pada diri manusia janganlah dijadikan penghalang dalam beraktivitas. Contohnya seperti Ruben dan Dimas. Pasangan gay ini tetap melakukan aktivitasnya seperti orang-orang normal disekitarnya tanpa terpenagruh oleh status sosial mereka. 

  1. Kekurangan Novel
Menurut saya kata-kata asing dan istilah-istilah yang rumit menjadi salah satu kelemahan buku ini yang paling dominan terlihat. Walaupun ada penjelasan melalui footnote, tetapi tetap saja kata-kata tersebut sulit untuk dipahami orang awaw (termasuk saya), karena penjelasan footnote tersebut hanya secara umum saja dan terlalu panjang. Salah satu contoh kata-kata asing tersebut adalah yang ada dalam kalimat ini, “Proses arus-balik itu kemudian menyebabkan sistem teramplifikasi, hingga tiba di titik dimana ia mengalami fluks, atau disodori “pilihan untuk berubah”. Mungkin untuk sebagian orang yang memiliki penguasaan kosa kata yang cukup mendalam, kalimat ini bukan menjadi suatu masalah. Tetapi bagaimana jadinya bila kalimat seperti ini disodorkan kepada orang-orang awam. Namun disamping hal-hal yang telah saya uraikan menurut sudut pandang saya pribadi, novel ini juga memiliki satu kekurangan lagi yaitu masalah fisik novelnya (bukan isi dari novelnya). Mungkin karena novelnya yang cukup tebal para pembaca atau orang yang tertarik untuk membacanya jadi sedikit merasa enggan karena tidak memiliki banyak waktu.

4.      KRITIK DAN SARAN

Meresponi segala kekurangan dan kelebihan dari novel ini yang telah saya sampaikan sebelumnya, maka kritik dari saya mengenai novel ini adalah penggunaan bahasa atau istilah asing dan sains yang spesifik di buat se “umum” mungkin agar novel ini tidak terkesan hanya untuk orang-orang yang berpendidikan tinggi.  Dan saran saya untuk novel ini sebagai seorang yang awam, agar kiranya tampilan fisik novel dibuat semenarik mungkin, jangan terlalu tebal, atau kalau terpaksa harus tebal berilah kiranya tambahan-tambahan ornamen yang bernuannsa menyegarkan mata agar pembaca awam seperti saya tidak merasa bosan atau malas membaca karena tampilan fisik dari novel ini.  Selebihnya saya rasa novel ini sudah cukup baik dan sungguh melatih pemahaman, emosional dan kemampuan berfikir seseorang.