1.
IDENTITAS
BUKU
Judul : Supernova; Ksatria, Puteri, dan
Bintang Jatuh
Penulis : Dewi Lestari Simangunsong “Dee”
Penerbit : Truedee Books
Terbit
Tahun : 2001 pada Cetakan V
Tebal Buku : 231 halaman
Panjang
buku : 21 cm
Lebar buku : 13,5 cm
2.
SINOPSIS
Novel
diawali dengan kisah bertemunya dua laki-laki bernama
Ruben dan Dimas.
Mereka adalah mahasiswa yang berkuliah di luar negeri, tepatnya di New York,
Amerika Serikat. Awalnya mereka saling berbeda pendapat yang mengakibatkan
jauhnya kekerabatan mereka. Dengan kata lain mereka berdua berbeda ideologi
(pandangan). Namun semua menjadi berubah setelah satu sama lain saling
mengetahui bahwa mereka berdua adalah gay (pasangan sejenis). Kenyataan
tersebut membuat mereka berdua saling jatuh cinta. Mereka pun menjalani
kehidupan tidak jauh berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain. Salah satu
kebiasaan buruk mereka yaitu sering mengikuti pesta-pesta gila. Pada
akhirnya mereka berikrar akan membuat sebuah karya tulis yang menjembatani
semua percabangan sains dalam waktu sepuluh tahun. Karya tersebut disepakati
akan dikemas secara populis dan bernuansa roman sains, romantis sekaligus
puitis. Maka setelah sepuluh tahun, terpenuhilah ikrar tersebut dengan
disusunnya sebuah kisah yang menceritakan tentang Ksatria, Putri dan Bintang
jatuh. Kisah yang disusun Ruben dan Dimas itu menjadi kisah paralel dengan
kisah Ruben dan Dimas sendiri. Kisah tersebut menghadirkan dinamika kisah cinta
antara Ferre dengan Rana. Kisah cinta itu dibikin begitu kompleks karena Ferre
yang begitu sempurna dan menjadi sosok yang diidolakan banyak wanita justru
jatuh cinta pada Rana yang telah memiliki suami. Arwin nama suaminya itu.
Hubungan cinta itu menjungkirbalikkan hidup Ferre dan memaksanya menelusuri
masa kecilnya yang pahit. Pada sisi yang lain masih dalam dunia yang diciptakan
Ruben dan Dimas, ada satu tokoh yang dihadirkan memiliki alur kisah sendiri.
Tokoh tersebut bernama Diva yaitu seorang supermodel yang sekaligus menjadi
wanita bayaran berkelas dengan tarif ribuan dolar, akan menjalani kisahnya dan
akan menjadi bagian dari kisah cinta Ferre dan Rana. Tiga sisi kehidupan antara Dhimas-Ruben,
Ferre-Rana, dan Diva, terjalin benang merah yang dirajut oleh Supernova,
sesosok tokoh dunia maya yang diciptakan juga oleh Dimas dan Ruben yang hanya
muncul di internet dan menjadi konsultan banyak orang. Penelusuran
spiritualitas yang berdampingan dengan eksplorasi saintifik ini berujung pada
pertanyaan besar: siapakah gerangan sesungguhnya Supernova? Dan bagaimana
kehidupan setiap tokoh saling menyentuh dan mempengaruhi satu sama lain tanpa
mereka sadari.
3.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
- Kelebihan Novel
Menurut
saya novel ini cukup mendidik dan melatih pemahaman para pembacanya karena
kalimat demi kalimat dalam novel ini memiliki makna yang dalam yang butuh waktu
untuk memahaminya. Dengan menggabungkan
antara sains, filsafat, psikologi dan sedikit biologi dengan suatu kehidupan
roman kisah cinta yang kompleks pembaca dibuat terhanyut dalam alur cerita yang
bila semakin dibaca semakin membuat rasa penasaran yang tinggi. Selain itu, kisah yang
dihadirkan di dalam
novel ini memang dapat dipandang sebagai cerita yang unik. Karena ada sisi-sisi
yang masyarakat kita anggap masih tabu untuk dibicarakan yang didalamnya
terdapat beberapa realita dan dimensi kehidupan malah diungkapkan dan
diceritakan dengan cara yang unik. Novel ini juga sarat dengan amanat. Salah
satu amanatnya adalah dibalik suatu kekurangan pada diri manusia janganlah
dijadikan penghalang dalam beraktivitas. Contohnya seperti Ruben dan Dimas. Pasangan
gay ini tetap melakukan aktivitasnya seperti orang-orang normal disekitarnya
tanpa terpenagruh oleh status sosial mereka.
- Kekurangan Novel
Menurut
saya kata-kata asing dan istilah-istilah yang rumit menjadi salah satu
kelemahan buku ini yang paling dominan terlihat. Walaupun ada penjelasan
melalui footnote, tetapi tetap saja kata-kata tersebut sulit untuk dipahami
orang awaw (termasuk saya), karena penjelasan footnote tersebut hanya secara
umum saja dan terlalu panjang. Salah satu contoh kata-kata asing tersebut
adalah yang ada dalam kalimat ini, “Proses arus-balik itu kemudian menyebabkan sistem
teramplifikasi, hingga tiba di titik dimana ia mengalami fluks, atau disodori
“pilihan untuk berubah”. Mungkin untuk sebagian orang yang memiliki penguasaan
kosa kata yang cukup mendalam, kalimat ini bukan menjadi suatu masalah. Tetapi
bagaimana jadinya bila kalimat seperti ini disodorkan kepada orang-orang awam. Namun
disamping hal-hal yang telah saya uraikan menurut sudut pandang saya pribadi,
novel ini juga memiliki satu kekurangan lagi yaitu masalah fisik novelnya
(bukan isi dari novelnya). Mungkin karena novelnya yang cukup tebal para
pembaca atau orang yang tertarik untuk membacanya jadi sedikit merasa enggan
karena tidak memiliki banyak waktu.
4.
KRITIK
DAN SARAN
Meresponi
segala kekurangan dan kelebihan dari novel ini yang telah saya sampaikan
sebelumnya, maka kritik dari saya mengenai novel ini adalah penggunaan bahasa
atau istilah asing dan sains yang spesifik di buat se “umum” mungkin agar novel
ini tidak terkesan hanya untuk orang-orang yang berpendidikan tinggi. Dan saran saya untuk novel ini sebagai
seorang yang awam, agar kiranya tampilan fisik novel dibuat semenarik mungkin,
jangan terlalu tebal, atau kalau terpaksa harus tebal berilah kiranya tambahan-tambahan
ornamen yang bernuannsa menyegarkan mata agar pembaca awam seperti saya tidak
merasa bosan atau malas membaca karena tampilan fisik dari novel ini. Selebihnya saya rasa novel ini sudah cukup
baik dan sungguh melatih pemahaman, emosional dan kemampuan berfikir seseorang.