Tiap daerah biasanya punya penganan khas tradisional. Meski pun Medan memiliki penganan khas Bika Ambon, namun masih ada kue tradisional Batak yang hingga kini tetap disukai yaitu lappet dan ombus-ombus.
Bila anda orang Batak, pastilah mendengar kata lappet & ombus-ombus sudah langsung tergiur & apabila anda bukan berasal dari Batak, saya bermaksud mengenalkan kue tradisional asal tanah Batak ini kepada anda semua yang saya jamin tidak kalah enak dengan kue-kue zaman sekarang. Hehe. Lappet dan ombus-ombus adalah kue tradisional Batak. Tak jelas sejak kapan penganan ini mulai “membudaya”. Namun pada acara seremonial adat Batak tertentu, biasanya lappet atau ombus-ombus tetap menjadi hidangan sela dibarengi kopi atau teh.
Lappet dan ombus-ombus adalah dua jenis penganan yang berbeda. Namun keduanya terbuat dari bahan yang sama: tepung beras, kelapa, gula merah (aren). Namun untuk lappet performanya tak jauh beda dengan lepat pisang. Tetapi rasa dan bahannya jelas beda.
Perbedaan antara lappet dan ombus-ombus ada pada bentuk olahan dan rasa. Lapet biasanya dibentuk menyerupai limas dan dibungkus daun pisang. “Sementara Ombus-ombus, bentuknya bulat dan tidak dibungkus dengan apapun,” kata B Hutabarat salah satu penjual lapet dan ombus-ombus selama puluhan tahun.
Proses pembuatannya sendiri tidak begitu rumit, dimulai dari tepung beras, kelapa parut (jangan terlalu tua), dicampur. Menyusul parutan gula aren, dan air secukupnya. Setelah merata seluruh adonan, kemudian dibungkus dengan daun pisang, lalu dikukus hingga matang. Sama halnya dengan lappet, Ombus-ombus terdiri dari bahan sama, namun penampilan proses akhir berbeda. Ombus-ombus tidak dibungkus dengan daun, hanya dibentuk sebesar bulatan bola golf, sudah langsung dapat dikukus.
Kue tradisional ini lebih enak dinikmati jika panas-panas dan disajikan sebagai makanan pelengkap minum teh atau kopi. Soal rasa tak perlu ditanya. Bagi yang pernah mencicipnya mungkin akan punya pendapat yang berbeda. Tetapi paduan tepung beras dan gula aren akan memberika cita rasa yang unik.
Namun lappet dan ombus-ombus ini kurang populer sebagai dagangan. Jika ingin mendapat rasa yang asli boleh membeli di Siborong-borong. Karena ombus-ombus yang terkenal memang di Siborong-borong. Tetapi di Medan juga kedua kue ini sudah beredar. Biasanya dipesan langsung dengan pembuatnya atau dijual secara berkeliling pada masa tertentu. Terkadang di daerah pasar sentral Sambu ada juga penjual penganan ini.
Sumber : (Eva Simanjuntak/Yeni Kurniawi) Harian Global, Medan
skip to main |
skip to sidebar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
WeLcome To My Blog ...
Followers
Blog Archive
-
▼
2011
(70)
-
▼
November
(11)
- Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya
- God Will Make A Way "Story Behind The Song"
- Cerita Sedih dibalik Lagu "Tears in Heaven" By Eri...
- Kisah Di Balik Lagu "Sentuh Hatiku"
- Only One
- Arti Persahabatan
- O Tano Batak
- Sai Anju Ma Au
- Makna Di Balik Musik Gondang Batak & Tari Tor-tor
- Sejarah Lahirnya Kekristenan di Tanah Batak (Nomme...
- Lappet dan Ombus-Ombus
-
▼
November
(11)
| © 2010 Sekedar Corat-coret |Blogger Template by BloggerTheme
0 komentar:
Posting Komentar