Pernalaran Induktif

Minggu, 14 Oktober 2012


A.    Pernalaran
Secara umum yang dimaksud dengan pernalaran adalah suatu proses berfikir manusia dengan menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga menjadi suatu simpulan. Data yang dapat dipergunakan dalam pernalaran untuk mencapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut proposisi.  Ada dua cara penarikan pernalaran yaitu dengan cara deduktif dan cara induktif. Akan tetapi yang akan dibahas ini hanyalah cara penarikan pernalaran induktif saja dimana pernalaran induktif tersebut dibagi menjadi tiga pokok bahasan, yaitu : Generalisasi, Analogi, dan Hubungan Kausal.
Sebelum masuk kedalam pembahasan ada baiknya diketahui terlebih dahulu istilah-istilah penting di dalam pernalaran.
Istilah-istilah dalam pernalaran :
·         Proposisi yaitu kalimat pernyataan/logika yang dapat bernilai benar atau salah dan  dapat dipergunakan sebagai data.
·          Premis yaitu pernyataan yang digunakan sebagai dasar untuk menarik sebuah simpulan.
·         Term yaitu kata atau kelompok kata yang bisa berfungsi sebagai subjek atau predikat.
·          Konklusi yaitu deduksi atau kesimpulan akhir dalam suatu premis
B.     Pernalaran Induktif
Menurut beberapa referensi buku yang dibaca penulis, ada beberapa definisi mengenai pernalaran induktif. Pernalaran Induktif adalah proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena atau gejala individual untuk menurunkan suatu kesimpulan yang berlaku umum.  Sementara buku yang lain menyatakan bahwa Pernalaran Induktif adalah pernalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain, simpulan yang diperoleh tidak lebih khusus dari pada pernyataan (premis).
C.      Bentuk Pernalaran Induktif
Beberapa bentuk pernalaran induktif adalah sebagai berikut :
i.            Generalisasi
Generalisasi adalah proses pernalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu (khusus) untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. Generalisasi minimal mencakup 3 kriteria (syarat), yaitu :
  • Cukup mewakili yang artinya sampel meliputi seluruh atau sebagian yang dikenai generalisasi atau minimal sampelnya harus  mewakili populasi.
  • Kekecualian yang artinya apabila kesimpulan terdapat banyak pengecualian maka tidak dapat diambil generalisasi.
  •  Cukup memadai yang berarti gejala gejala khusus atau sampel yang diamati sebagai dasar penarikan simpulan mencukupi jumlahnya. Apabila jumlah tidak memadai (mencukupi), maka generalisasi itu akan meluas, gejala yang diamati perlu dilihat jenisnya.

 Contoh :
Ø  Olahraga membuat tubuh kita menjadi segar
Ø  Olahraga dapat menghilangkan kejenuhan
Ø  Olahraga membuat kita semakin bersemangat
Jadi, olahraga banyak membawa dampak yang baik bagi kesehatan jasmani dan rohani seseorang
ii.            Analogi
Analogi adalah cara penarikan pernalaran secara induktif dengan cara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama dan essensial. Yang perlu diperhatikan dalam analogi adalah persamaan yang dipakai dasar simpulan benar – benar memiliki kesamaan dan cirri essensial yang penting yang berhubungan erat dengan kesimpulan yang dikemukakan.

Contoh :  Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan seseorang yang mendaki gunung, sewaktu mendaki ada saja hambatan yang menghalangi seperti jalan yang terjal dan berbatu yang membuat orang sulit untuk mendaki, ada pula semak belukar dan jurang yang sulit untuk dilalui. Demikian pula dengan seseorang yang menuntut ilmu, seseorang akan menemui banyak keadaan sulit, seperti masalah ekonomi, fasilitas dan sukar memahami pelajaran.

Tujuan pernalaran secara analogi adalah sebagai berikut :
1.       Analogi dilakukan untuk meramaikan kesamaan
2.       Analogi digunakan untuk menyingkapkan kekeliruan
3.       Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi
iii.            Hubungan Kausal
Hubungan kausal cara pernalaran yang diperoleh dari peristiwa – peristiwa yang memiliki  pola sebab – akibat atau saling mempenaruhi.
Misalnya : Keran air diputar, maka air keran mengalir
Pernalaran hubungan kausal dibagi menjadi tiga, yaitu :
a)      Sebab akibat
Ø  Sebab – Akibat :
Pernalaran jenis ini diawali dengan mengungkapkan berbagai peristiwa yang merupakan sebab, sampai ke simpulan yang merupakan akibat.
Contoh : Karena PLN mengalami gangguan, menyebabkan mati lampu di daerah Bekasi dan sekitarnya.
Ø  Akibat – Sebab :
 Pernalaran jenis ini diawali dengan pemaparan berbagai peristiwa sebagai akibat, lalu dianalisis dan ditarik sebabnya.
Contoh :
·         Ronaldo mendapatkan kartu merah, karena melakukan pelanggaran
·         Sobari mendapatkan surat tilang, karena tidak memakai helm.

Ø  Sebab, Akibat 1, Akibat 2 :
Pernalaran ini memaparkan suatu peristiwa sebagai penyebab yang diikuti oleh serangkaian peristiwa sebagai akibat.
Contoh : Pada bulan Januari, pemerintah memutuskan untuk menaikan harga BBM, sebagai dampak akibat naiknya harga minyak dunia. Akibatnya ongkos transportasi merangkak naik, dan kenaikan ongkos transportasi berdampak pada melonjaknya harga kebutuhan pokok di masyarakat.



Referensi :
Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Asul Wiyanto, Hal 179, Grasindo
Cermat berbahasa Indonesia untuk perguruan tinggi, Zinal,Arifin : 2007


0 komentar:

Posting Komentar