Hal Berharga Dari Kisah Sederhana

Sabtu, 29 Oktober 2011

Malam ini, saya mau berbagi cerita dari buku Happiness Inside yang ditulis oleh Gobind Vashdev. Seperti biasa, saya copas (copy paste) dari bukunya. Saya tertarik ingin berbagi kisah ini kepada teman-teman karena kisah ini sangat menginspirasi saya (semoga demikina juga dengan anda). Cerita ini adalah cerita inspirasi tentang memberi contoh atau bahasa lainnya kita melakukan semua hal yang kita nasihatkan kepada orang lain.
Bahasa mudahnya : lakukan apa yang kamu katakan dan katakan hanya apa yang sudah kamu kerjakan.
Coba kita simak cerita inspiratif berikut ini :
Suatu hari, seorang ibu membawa anaknya datang kepada Gandhi (maksudnya Mahatma Gandhi -mj), dan berkata, “Gandhi, maukah engkau menasihati anakku ini? Dia mempunyai sebuah penyakit, yang untuk kesembuhannya, dia tidak boleh mengkonsumi garam. Tolong beri nasihat kepadanya untuk tidak makan garam, saya dan keluarga bahkan dokternyapun sudah berulang kali menasihatinya, namun dia masih tetap makan garam. Saya sudah kehabisan kata-kata, tolonglah saya, siapa tahu dia akan menurutimu.
Dengan tersenyum dan suara lembut Gandhi berkata, “Ibu, sekarang saya tidak bisa berkata apa-apa, silahkan Ibu pulang dan bawa anak Ibu ke sini minggu depan.”
“Gandhi, ” kata ibu itu, “anak itu di depanmu sekarang, tidak bisakah kamu sekarang menasihatinya?” Gandhi dengan senyum yang selalu di bibirnya hanya menggelengkan kepalanya yang menandakan tidak.
Dengan perasaam campur aduk, ibu itu pulang dan tepat satu minggu mereka berdua ada di hadapan Gandhi. “Saya sudah menunggu satu minggu, ” kata ibu itu kepada Gandhi, “sekarang berikan nasihat itu.”
Kemudian Gandhi datang mendekat ke anak itu, dan menasihati anak itu untuk tidak makan garam. Apa yang dikatakan Gandhi tidaklah istimewa, tidak ada sesuatu yang baru, hanya sebuah nasihat yang sederhana, tidak lebih.
Pada saat itu sang Ibu merasa sedikit kecewa karena dalam penantiannya satu minggu dia berharap Gandhi akan melakukan sesuatu yang lebih daripada kata2 biasa.
Tidak lama kemudian, Gandhi meminta ibu dan anak itu pulang, kali ini perasaan ragu-ragu menyelimuti ibu. Si ibu tidak yakin ini akan berhasil. Namun yang terjadi sebaliknya, anak ini berhenti makan garam. Ibunya berpikir mungkin ini hanya akan terjadi satu atau dua hari, tetapi kenyataannya lebih dari itu, anak tersebut total berhenti makan garam selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.
Didorong rasa penasaran yang tinggi, seorang diri ibu ini menghadap ke Gandhi untuk ketiga kalinya dn langsung bertanya : “Gandhi, rahasia apa yang anda miliki sehingga anda bisa membuat anakku berhenti makan garam?” tanya si ibu. “Kata-kata yang anda ucapkan adalah kata-kata biasa, saya sering menasihatinya dengan cara yang sama. Menurut saya dokternya menasihati dengan cara yang lebih baik, tapi mengapa anakku menurut kepadamu?”
Dengan lembut Gandhi menjawab pertanyaan ibu ini dengan jawaban : “Ibu masih ingat pada kali pertama ibu ke sini dan saya meminta ibu datang satu minggu kemudian?”
“Ya itu dia, kenapa, terus terang saya masih penasaran?” Sahut ibu itu dengan cepat.
“Pada saat itu saya belum bisa menasihati anak ibu untuk makan garam, karena pada saat itu saya masih mengkonsumsinya, sepulang ibu saya berhenti makan garam, sampai ibu datang lagi, baru saya bisa berbicara untuk tidak makan garam ke anak ibu.”
Begitulah cerita itu. Kisah sederhana yang pernah benar-benar terjadi. Dan tentu, bisa jadi contoh buat kita. Terutama saya…
Bagaimana menurut teman-teman?

Sumber : http://mbahjiwogoblog.wordpress.com/2010/05/16/satu-cerita-mahatma-gandhi/

0 komentar:

Posting Komentar