Perayaan Natal setiap tanggal 25 Desember rasanya sudah sangat umum di masyarakat baik umat Krsitiani maupun umat-umat lainnya. Biasanya seminggu menjelang Natal, kita sudah dapat menjumpai pernak-pernik atau hiasan-hiasan Natal di mana-mana. Di pusat perbelanjaan, di toko-toko ramai menawarkan itu semua dengan kemeriahan produk-produk mereka masing-masing. Sebenarnya tidak ada yang salah bila merayakan Natal dengan semua kemeriahan pernak-pernik tersebut sambil bersukacita menyambut Natal (Kelahiran Juruselamat Yesus Kristus). Hanya saja yang menyedihkan, dewasa ini justru banyak umat Kristiani yang mulai melupakan Filosofi atau makna yang murni dari peringatan atau perayaan Natal. Natal dijadikan ajang bisnis, pesta pora, pamer barang-barang baru dll yang sebenarnya bukan makna sesungguhnya dari Natal itu sendiri. Saya sebagai umat Kristus pun mengakui & menyadari hal itu pun pernah terjadi kepada saya. Akan tetapi Natal tahun ini saya mulai menyadari bahwa itu semua salah dan sama sekali tidak sesuai dengan pesan Natal yang dismpaikan Tuhan Yesus sekitar 2000 tahun yang lalu.
Perlahan-lahan saya mulai menemukan & mengerti FILOSOFI murni dari Natal yang sesungguhnya begitu amat sederhana, namun indah dan penuh makna. Mengapa saya katakan sederhana? Karena kelahiran Tuhan Yesus yang sebenarnya inti dari peringatan dari hari raya Natal hanyalah di sebuah kandang domba dengan palungan yang kotor di sebuah kota kecil (bisa dibilang juga desa) yang bernama Betlehem Efrata, sebuah kota yang sama sekali tidak terjangakau dan tidak berarti bila dibandingkan dengan Yerusalem pada saat itu. Ditambah lagi ketika Sang Bayi Mesias lahir, hanya para gembala domba yang datang untuk melihat dimana para gembala yang notabenenya ialah kaum marjinal yang amat rendah derajatnya bila dibandingkan dengan raja-raja dan pejabat yang tinggal di Yerusalem. Hal ini jelas bukan tanpa maksud. Menurut saya semua kesederhanaan ini mengandung makna yang sangat mendalam bagi seluruh umat manusia (khususnya umat Kristiani) yang mau mengajarkan kita untuk hidup dalam kesederhanaan dan kerendahan hati. Selain itu, Natal juga mau memberikan pengharapan baru bagi siapa saja yang merasa lemah, putus asa , susah, miskin, penuh dosa & tak berdaya dalam menjalani kehidupan ini serta yang terpenting adalah jaminan akan adanya keselamatan yang kekal di dalam Tuhan Yesus.
Tulisan ini saya buat bukan dengan maksud apa-apa, selain sedikit berbagi mengenai pemahaman dari Kisah-Kasih Natal yang sesungguhnnya & sekedar kembali mengingatkan filosofi yang murni dari Natal serta menyampaikan pendapat pribadi saya dalam memaknai Natal bagi para pembaca sekalian (khususnya umat Kristiani). Merry Christmas … :D May peace be with you all ..
skip to main |
skip to sidebar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
| © 2010 Sekedar Corat-coret |Blogger Template by BloggerTheme
0 komentar:
Posting Komentar