Belajar Dari Bambu

Sabtu, 29 Oktober 2011



Ini adalah pesan yang sangat indah dan layak untuk disampaikan kepada semua orang. Saya secara pribadi setuju dengan semua yang dikatakan di sini,layak disimpan untuk inspirasi dan untuk menjaga kita semua.
Ini adalah kisahnya. Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari pekerjaan saya, hubungan saya dengan yang lain, spiritualitas saya. Saya ingin berhenti dari hidup saya. Aku pergi ke hutan untuk bicara terakhir kali dengan Tuhan. "Tuhan", kataku. "Bisakah Engkau memberi saya satu alasan untuk tidak berhenti? "

Jawaban yang mengejutkanku ...
"Lihatlah di sekitar", Katanya.
"Apakah kamu melihat pakis dan bambu?"
"Ya", saya menjawab.

"Ketika Aku menanam pakis dan benih bambu, Aku merawatnya dengan sangat baik. Aku memberi mereka cahaya. Aku memberi mereka air. Pakis cepat tumbuh dari bumi. Warna hijaunya yang menawan menutupi permukaan. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu.

Tapi aku tidak berhenti merawatnya. Pada tahun kedua, pakis tumbuh lebih bersemangat dan berlimpah. Dan lagi, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi aku tidak berhenti merawatnya. "Kata Dia.

"Pada tahun ketiga masih tidak ada apa-apa dari benih bambu. Tapi aku tidak akan berhenti. Pada tahun keempat, sekali lagi, tidak ada yg terjadi dari benih bambu. Aku tidak akan berhenti. "Kata Dia.

"Lalu pada tahun kelima sebuah tunas kecil muncul dari bumi. Dibandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan tidak berarti. Namun hanya dalam 6 bulan kemudian bambu naik menjadi lebih dari 100 meter. Ini telah menghabiskan lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Bambu membuat akar yang kuat dan memberi apa yang diperlukan untuk bertahan hidup. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa ditanganinya." KataNya kepada saya.

"Apakah Anda tahu, anakKu, bahwa selama ini Anda telah berjuang, Anda benar-benar telah tumbuh akar?"

"Aku tidak akan berhenti merawatnya. Aku tak akan menyerah pada Anda. "

"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain." Kata Dia.

"Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis.
Tapi keduanya menjadikan hutan ini indah. "
"Waktu mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku.

"Engkau akan tumbuh sangat tinggi"

"Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" Tanyaku.
"Sampai seberapa tinggi bambu naik?" Dia balik bertanya.
"Setinggi yang bisa dia capai ?" jawab saya dengan nada bertanya
"Ya." Dia berkata, "Berilah Aku kemuliaan dengan naik setinggi yang Anda bisa."

Saya pergi meninggalkan hutan itu dan membawa kembali kisah ini. Saya harap kata-kata ini dapat membantu Anda melihat bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah pada Anda. Dia tidak akan pernah menyerah pada Anda.

Jangan pernah menyesali hari-hari dalam hidup Anda.
Hari-hari baik memberikan kebahagiaan; hari buruk memberikan
pengalaman, keduanya penting untuk kehidupan

Sumber : http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/belajar-dari-bambu.html

Hal Berharga Dari Kisah Sederhana

Malam ini, saya mau berbagi cerita dari buku Happiness Inside yang ditulis oleh Gobind Vashdev. Seperti biasa, saya copas (copy paste) dari bukunya. Saya tertarik ingin berbagi kisah ini kepada teman-teman karena kisah ini sangat menginspirasi saya (semoga demikina juga dengan anda). Cerita ini adalah cerita inspirasi tentang memberi contoh atau bahasa lainnya kita melakukan semua hal yang kita nasihatkan kepada orang lain.
Bahasa mudahnya : lakukan apa yang kamu katakan dan katakan hanya apa yang sudah kamu kerjakan.
Coba kita simak cerita inspiratif berikut ini :
Suatu hari, seorang ibu membawa anaknya datang kepada Gandhi (maksudnya Mahatma Gandhi -mj), dan berkata, “Gandhi, maukah engkau menasihati anakku ini? Dia mempunyai sebuah penyakit, yang untuk kesembuhannya, dia tidak boleh mengkonsumi garam. Tolong beri nasihat kepadanya untuk tidak makan garam, saya dan keluarga bahkan dokternyapun sudah berulang kali menasihatinya, namun dia masih tetap makan garam. Saya sudah kehabisan kata-kata, tolonglah saya, siapa tahu dia akan menurutimu.
Dengan tersenyum dan suara lembut Gandhi berkata, “Ibu, sekarang saya tidak bisa berkata apa-apa, silahkan Ibu pulang dan bawa anak Ibu ke sini minggu depan.”
“Gandhi, ” kata ibu itu, “anak itu di depanmu sekarang, tidak bisakah kamu sekarang menasihatinya?” Gandhi dengan senyum yang selalu di bibirnya hanya menggelengkan kepalanya yang menandakan tidak.
Dengan perasaam campur aduk, ibu itu pulang dan tepat satu minggu mereka berdua ada di hadapan Gandhi. “Saya sudah menunggu satu minggu, ” kata ibu itu kepada Gandhi, “sekarang berikan nasihat itu.”
Kemudian Gandhi datang mendekat ke anak itu, dan menasihati anak itu untuk tidak makan garam. Apa yang dikatakan Gandhi tidaklah istimewa, tidak ada sesuatu yang baru, hanya sebuah nasihat yang sederhana, tidak lebih.
Pada saat itu sang Ibu merasa sedikit kecewa karena dalam penantiannya satu minggu dia berharap Gandhi akan melakukan sesuatu yang lebih daripada kata2 biasa.
Tidak lama kemudian, Gandhi meminta ibu dan anak itu pulang, kali ini perasaan ragu-ragu menyelimuti ibu. Si ibu tidak yakin ini akan berhasil. Namun yang terjadi sebaliknya, anak ini berhenti makan garam. Ibunya berpikir mungkin ini hanya akan terjadi satu atau dua hari, tetapi kenyataannya lebih dari itu, anak tersebut total berhenti makan garam selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.
Didorong rasa penasaran yang tinggi, seorang diri ibu ini menghadap ke Gandhi untuk ketiga kalinya dn langsung bertanya : “Gandhi, rahasia apa yang anda miliki sehingga anda bisa membuat anakku berhenti makan garam?” tanya si ibu. “Kata-kata yang anda ucapkan adalah kata-kata biasa, saya sering menasihatinya dengan cara yang sama. Menurut saya dokternya menasihati dengan cara yang lebih baik, tapi mengapa anakku menurut kepadamu?”
Dengan lembut Gandhi menjawab pertanyaan ibu ini dengan jawaban : “Ibu masih ingat pada kali pertama ibu ke sini dan saya meminta ibu datang satu minggu kemudian?”
“Ya itu dia, kenapa, terus terang saya masih penasaran?” Sahut ibu itu dengan cepat.
“Pada saat itu saya belum bisa menasihati anak ibu untuk makan garam, karena pada saat itu saya masih mengkonsumsinya, sepulang ibu saya berhenti makan garam, sampai ibu datang lagi, baru saya bisa berbicara untuk tidak makan garam ke anak ibu.”
Begitulah cerita itu. Kisah sederhana yang pernah benar-benar terjadi. Dan tentu, bisa jadi contoh buat kita. Terutama saya…
Bagaimana menurut teman-teman?

Sumber : http://mbahjiwogoblog.wordpress.com/2010/05/16/satu-cerita-mahatma-gandhi/

Ulos Dalam Budaya Batak

Jumat, 28 Oktober 2011

Suku Batak/Bangsa Batak merupakan salah satu dari beratus-ratus suku yang ada di Indonesia yang memiliki kekayaan kebudayaan yang patut di banggakan dan Jujur saya merasa bangga menjadi bagian dalam suku Batak. Melanjutkan tulisan saya sebelumnya mengenai asal usul suku Batak, sekarang saya akan membahas mengenai salah satu kekayaan yang terdapat di dalam suku Batak itu sendiri yaitu "Ulos". Apa itu Ulos? Bila anda berasal dari suku Batak tentu ulos sudah tidak asing lagi bagi anda. Secara harafiah, ulos berarti selimut, pemberi kehangatan badaniah Dari terpaan udara dingin.
Menurut pemikiran leluhur Batak, ada 3 (tiga) sumber kehangatan:
(1) matahari
(2) api
(3) ulos.
Dari ketiga sumber kehangatan tersebut, ulos dianggap paling nyaman dan akrab dengan kehidupan sehari-hari. Matahari sebagai sumber utama kehangatan tidak kita peroleh malam hari, dan api dapat menjadi bencana jika lalai menggunakannya. Dalam pengertian adat Batak “mangulosi” (memberikan ulos) melambangkan pemberian kehangatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Biasanya pemberi ulos adalah orangtua kepada anak-anaknya, hula-hula kepada boru. Ulos terdiri dari berbagai jenis dan motif yang masing-masing memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dalam upacara adat yang bagaimana. Dalam perkembangannya, ulos juga diberikan kepada orang “non Batak” bisa penghormatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Misalnya pemberian ulos kepada Presiden atau Pejabat diiringi ucapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya. Ulos juga digunakan sebagai busana, misalnya untuk busana pengantin yang menggambarkan kekerabatan Dalihan Natolu, terdiri dari tutup kepala (ikat kepala), tutup dada (pakaian) dan tutup bagian bawah (sarung). Orang batak yang besar bukan di kampung-kampung sana (Toba;red) tentulah tidak terlalu mengetahui makna ulos. Seiring dengan perkembangan kekristenan keturunan orang batak maka makna ulos batak yang sering dilibatkan dalam pesta adat ataupun pesta Gereja(tertentu) ada dua hal.
1.Ulos itu melambangkan kasih. Orang yang manguloshon (memberi ulos) itu memberikan kasihnya yang tulus kepada mereka yang di ulosi. Jadi penafsiran sekelompok gereja yang mengatakan kalau ulos itu mengandung hal-hal yang mistis saya pikir sesuatu yang salah khususnya untuk dunia modern sekarang ini. Ulos bermakna kasih, sebagimana Tuhan Yesus mengasihi manusia.
2.Makna ulos yang kedua adalah ulos digunakan sebagai alat untuk menerima seseorang menjadi anggota keluarga atau bagian dari sebuah marga. Bila kita mangulosi (memberi ulos) kepada seseorang, siapapun dia, berarti kita sudah menerima dia menjadi bagian dari keluarga. Hal ini berlaku bagi setiap manusia dan tidak terbatas hanya kepada suku tapanuli saja. Jadi jangan heran ada orang Zimbabwe dan orang Maroko yang diberi marga setelah sebelumnya diulosi:P.
Berbahagialah mereka yang menerima ulos karena mereka akan dihangatkan sehangat kasih yang memberi ulos dan semakin mempererat hubungan kekeluargaan diantara mereka.

SUMBER :

http://desmon-dss.blogspot.com/2010/06/makna-ulos-batak.html

http://dianasihotang.wordpress.com/2008/09/13/arti-ulos-batak/

Sejarah (asal usul) Suku Batak .

Asal usul suku Batak sangat sulit untuk ditelusuri dikarenakan minimnya situs peninggalan sejarah yg menceritakan tentang suku Batak,maka sering dikatakan menelusuri asal usul suku Batak adalah orang yg kurang kerjaan.tapi bagi saya nggak jadi masalah dikatakan kurang kerjaan,siapa tau ada dari para pembaca yg bisa lebih melengkapi tulisan ini saya akan sangat berterima kasih dengan mengutip dari berbagai sumber termasuk tulisan diberbagai blog dan juga buku2 yg menuls tentang Batak saya mencoba untuk menyajikanya bagi para pembaca Suku Batak adalah salah satu dari ratusan suku yg terdapat di Idonesia,suku Batak terdapat di wilayah Sumatera Utara.Menurut legenda yg dipercayai sebahagian masyarakat Batak bahwa suku batak berasal dari pusuk buhit daerah sianjur Mula Mula sebelah barat Pangururan di pinggiran danau toba. Kalau versi ahli sejarah Batak mengatakan bahwa siRaja Batak dan rombonganya berasal dari Thailand yg menyeberang ke Sumatera melalui Semenanjung Malaysia dan akhirnya sampai ke Sianjur Mula mula dan menetap disana. Sedangkan dari prasasti yg ditemukan di Portibi yg bertahun 1208 dan dibaca oleh Prof.Nilakantisari seorang Guru Besar ahli Kepurbakalaan yg berasal dari Madras,India menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan Cola dari India menyerang Sriwijaya dan menguasai daerah Barus.pasukan dari kerajaan Cola kemunggkinan adalah orang2 Tamil karena ditemukan sekitar 1500 orang Tamil yg bermukim di Barus pada masa itu.Tamil adalah nama salah satu suku yg terdapat di India.

SiRaja Batak diperkirakan hidup pada tahun 1200(awal abad ke13)
Raja Sisingamangaraja keXII diperkirakan keturunan siRaja Batak generasi ke19 yg wafat pada tahun 1907 dan anaknya si Raja Buntal adalah generasi ke 20. Dari temuan diatas bisa diambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar leluhur dari siRaja batak adalah seorang pejabat atau pejuang kerajaan Sriwijaya yg berkedudukan diBarus karena pada abad ke12 yg menguasai seluruh nusantara adalah kerajaan Sriwijaya diPalembang. Akibat dari penyerangan kerajaan Cole ini maka diperkirakan leluhur siRaja Batak dan rombonganya terdesak hingga ke daerah Portibi sebelah selatan Danau Toba dan dari sinilah kemungkinan yg dinamakan siRaja Batak mulai memegang tampuk pemimpin perang atau boleh jadi siRaja Batak memperluas daerah kekuasaan perangnya sampai mancakup daerah sekitar Danau Toba,Simalungun,Tanah Karo,Dairi sampai sebahagian Aceh dan memindahkan pusat kekuasaanya sidaerah Portibi disebelah selatan Danau Toba. Pada akhir abad ke12 sekitar tahun 1275 kerajaan Majapahit menyerang kerajaan Sriwijaya sampai kedaerah Pane,Haru,Padang Lawas dan sekitarnya yg diperkirakan termasuk daerah kekuasaan siRaja Batak Serangan dari kerajaan Majapahit inilah diperkirakan yg mengakibatkan si Raja Batak dan rombonganya terdesak hingga masuk kepedalaman disebelah barat Pangururan ditepian Danau Toba,daerah tersebut bernama Sianjur Mula Mula dikaki bukit yg bernama Pusuk Buhit,kemudian menghuni daerah tersebut bersama rombonganya. terdesaknya siRaja Batak oleh pasukan dari kerajaan Majapahit kemungkinan erat hubunganya dengan runtuhnya kerajaan Sriwijaya dipalembang karena seperti pada perkiraan diatas siRaja Batak adalah kemungkinan seorang Penguasa perang dibawah kendali kerajaan Sriwijaya.

Sebutan Raja kepada siRaja Batak bukanlah karena beliau seorang Raja akan tetapi merupakan sebutan dari pengikutnya ataupun keturunanya sebagai penghormatan karena memang tidak ada ditemukan bukti2 yg menunjukkan adanya sebuah kerajaan yg dinamakan kerajaan Batak. Suku Batak sangat menghormati leluhurnya sehingga hampir semua leluhur marga2 batak diberi gelar Raja sebagai gelar penghormatan,juga makam2 para leluhur orang Batak dibangun sedemikian rupa oleh keturunanya dan dibuatkan tugu yg bisa menghabiskan biaya milyartan rupiah.Tugu ini dimaksudkan selain penghormatan terhadap leluhur juga untuk mengingatkan generasi muda akan silsilah mereka. didalam sistim kemasyarakatan suku Batak terdapat apa yg disebut dengan Marga yg dipakai secara turun temurun dengan mengikuti garis keturunan laki laki.ada sekitar 227 nama Marga pada suku Batak.



Sumber : sosbud.kompasiana.com/2010/04/19/asal-usul-suku-batak/

Rumus Sederhana Tenses

Belajar bahasa asing atau dalam hal ini bahasa Inggris bagi kaum awam (termasuk saya) memang relatif sulit. Padahal dari sejak SD kita sudah belajar bahasa Inggris, tapi tetap saja pada kenyataanya sampai saat ini saya belum menguasai bahasa Inggris. Mungkin diantara para pembaca juga ada yang mengalami kondisi seperti saya, untuk itu saya mencoba membagikan sedikit struktur dalam bahasa Inggris, khususnya 16 Tenses. Karena menurut saya pribadi 16 tenses ini memang harus kita kuasai terlebih dahulu apabila kita ingin mengusai bahasa Inggris dan biasanya 16 tenses inilah yang sering membuat kita bingung dalam mencari arti kalimat atau wacana-wacana dalam bahasa Inggris. Di bawah ini telah di rangkum secara sederhana rumus 16 tenses bahasa Inggris tersebut.

RUMUS SEDERHANA TENSES

1. Simple Present Tense
Rumusnya:
Positif: S + V1 (s/es) + O {always, ussual, every day, every ......}
Negatif: S + DO/DOES + NOT + V1 + O
Tanya: DO/DOES + S + V1 + O

She, he, it (Singular Subject) ~ V1(s/es) ~ Does
I, You, We, They (Plurar Subject) ~ V1(without s/es) ~ Do

2. Present Continuous Tense
Rumusnya:
Positif: S + Tobe + Ving + O
Negatif: S + Tobe+ Not+ Ving + O
Tanya: Tobe + S + Ving + O ?

Tobe :
I am
She is, He is, It is, John is, iwan is, dan sebagainya.
You are, We are, The are, udin and iwan are

3. Present Perfect TenseRumusnya:
Positif: S + have/has + V3
Negatif: S + have/sas Not + V3
Tanya: Have/has + S + V3

He, She, It, ucup, nina : Has
I, You, We, They, ucup dan nina: Have

4. Present Perfect Continuous Tense
Rumusnya:
Positif: S + have/has + been + Ving
Negatif: S + have/has + not + been + Ving
Tanya: Have/has + S + been + Ving

5. Past Tense
Rumusnya:
Positif: S + V2
Negatif: S + did not + V1
Tanya: Did + S + V1

(Perbandingan : V1 -V2 – V3: Do – Did – Done)

6. Past Continuous Tense
Rumusnya:
Positif: S + was/were + Ving
Negatif: S + was/were + NOT + Ving
Tanya: Was/Were + S + Ving

Tobe: is, am berubah menjadi WAS Tobe: are berubah menajdi WERE

7. Past Perfect Tense
Rumusnya:
Positif: S + had + V3
Negatif: S + had + not + V3
Tanya: Had + S + V3

8. Past Perfect Continuous Tense
Rumusnya:
Positif: S + had + been + Ving
Negatif: S + had + not + been + Ving
Tanya: Had + S + been + Ving

9. Future Tense
Rumusnya:
Positif: S + will + V1
Negatif: S + will + not + V1
Tanya: Will + S + V1

10. Future Continuous Tense
Rumusnya:
Positif: S + will + be + Ving
Negatif: S + will not + be + Ving
Tanya: Will + S + be + Ving

11. Future Perfect Tense
Rumusnya:
Positif: S + will + have + V3
Negatif: S + will + not + have + V3
Tanya: Will + S + have + V3

12. Future Perfect Continuous Tense
Rumusnya:
Positif: S + will + have + been + Ving
Negatif: S + will + not + have + been + Ving
Tanya: Will + S + have + been + Ving

13. Past Future Tense
Rumusnya:
Positif: S + would + V1
Negatif: S + would + not + V1
Tanya: Would + S + V1

14. Past Future Continuous Tense
Rumusnya:
Positif: S + would + be + Ving
Negatif: S + would + not + be + Ving
Tanya: Would + S + be + Ving

15. Past Future Prefect Tense
Rumusnya:
Positif: S + would + have + V3
Negatif: S + would + not + have + V3
Tanya: Would + S + have + V3

16. Past Future Perfect Continuous Tense
Rumusnya:
Positif: S + would + have + been + Ving
Negatif: S + would + not + have + been + Ving
Tanya: Would + S + have + been + Ving




Sumber : tensesbahasainggris.com

Mendalami Makna Perirtiwa Soempah Pemoeda

Hari ini 28 Oktober 20011 kita memperingati Hari Soempah Pemoeda ke 83 tahun, 28 Oktober 1928. Komitmen kaum muda ini mungkin saat ini sudah lekang dan lapuk oleh orientasi kepentingan politis, jabatan, kekuasaan, golongan dan materialisme melakukan nafsi-nafsi demi mengejar kepentingan pribadi, sebuah perilaku yang menodai makna Soempah Pemoeda. Padahal komitmen kebangsan ini adalah cikal bakal terbentuknya NKRI, dicetuskan dalam suasana pergolakan masa penjajahan Kolonial Belanda baik tekanan politis maupun dalam bentuk tekanan psikis dan fisik, adalah suatu keberanian luar biasa pada masa itu kaum pemuda berani mendeklarasikan yang pada akhirnya 17 tahun kemudian berkat dorongan semangat kaum muda di Rengasdengklok, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.
Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua :
PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).
KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).
Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial hindia belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya. Apabila kita ingin mengetahui lebih lanjut mengenai banyak hal tentang Sumpah Pemuda kita bisa menunjungi Museum Sumpah Pemuda yang berada di Gedung Sekretariat PPI Jl. Kramat Raya 106 Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi utama seperti biola asli milik Wage Rudolf Supratman yang menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta foto-foto bersejarah peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda-pemudi Indonesia.
Apa makna Sumpah Pemuda pada saat ini, saya memcoba merefleksikan dalam kondisi kekinian bangsa besar ini :
PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
Jika kita mengaku bertumpah darah yang satu adalah sangat tercela jika seseorang melakukan perbuatan yang merugikan bangsa sendiri, bukan berarti boleh merugikan bangsa lain, musuh utama kita kalau jadul adalah penjajah kolonial Belanda maka saat ini adalah para penguasa atau pemegang salah satu otoritas yang dengan itu telah melakukan kesewenang-wenangan dalam bentuk korupsi dan manipulasi menghisap uang negara (baca=rakyat) sama dengan perilaku penjajah menyedot sumber daya alam dan manusia bangsa ini. Perilaku korup ini atau yang lebih dikenal dengan istilah KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) telah menyebabkan atau berdampak semakin suburnya persoalan kemiskinan yang dihadapi bangsa ini. Berbagai kebijakan program pembangunan secara riil malah menguntungkan segolangan orang yang sudah menikmati kemewahan. Mengaku bertumpah darah yang satu, menegaskan bahwa bangsa ini harus tegak di dalam kemandirian yang kokoh. Pondasi perekonomian kita yang secara makro masih tergantung pada bantuan luar negeri serta beberapa sumber daya alam yang dikuasai oleh pihak asing menandakan bahwa kebijakan tersebut tidak mencerminkan seseorang yang mengaku bertumpah darah yang satu. Bentuk penguasaan ini adalah koloni era masa penjajahan baru yang lebih halus, maknanya sama apa yang telah dilakukan penjajah kolonial Belanda, Portugis dan Jepang, sama walau tak serupa. Menyahuti komitmen ini, pemberantasan KKN secara tuntas harus selalu menjadi prioritas utama dan semua pejabat publik harus memiliki loyalitas moral yang bisa dipertanggungjawabkan.
KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Mengaku berbangsa yang satu mengejawantahkan perlunya pembanguan karakter national building, diperlukan pengelolaan peran yang lebih proporsional secara assimilatif menembus batas-batas wilayah, suku dan golongan, semua berlandaskan pada basis kompetensi yang handal dan semua orang memiliki akses yang sama meraih kompetensi tersebut. Sekat-sekat aliran dan primordialisme harus diminimalisir pada skala yang lebih kecil agar tidak menjadi kendala dan menjadi isu massif untuk meraih kepentingan-kepentingan tertentu. Sejarah bangsa ini berasal dari Sabang sampai Merauke, nasionalisme manajemen pengelolaan peran harus bisa mengakomodasi dan memberikan akses seluas-luasnya sesuai kompetensi yang dimiliki. Nasionalisme budaya harus berdiri pada kekuatan entitas lokal, namun pada saat yang sama penguatan entitas lokal sebagai budaya nasional tidak mempengaruhi di dalam assimilasi pengelolaan peran. Sebagai misal menyahuti komitmen ini, dengan mempertimbangkan tingginya tingkat kepadatan penduduk pulau Jawa terutama wilayah DKI, perlu dipikirkan lebih lanjut untuk memindahkan ibukota pemerintahan negara ke luar dari pulau Jawa. DKI cukup menjadi pusat bisnis dan industri serta perlu dikembangkannya pusat-pusat industri baru yang berbasis sumber daya alam yang dimiliki di setiap wilayah kepulauan dan daratan. Intinya tantangan besar ke depan yang dihadapi adalah meminimalisir kesenjangan pembangunan antar wilayah, kepentingan nasional harus lebih dikedepankan dari kepentingan golongan dan pribadi, namun pada saat yang sama kepentingan nasional tidak boleh berdiri dengan mengorbankan kepentingan pribadi seorang pun.
KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
Pendidikan adalah ideologi pembebasan bagi setiap orang dan hanya orang terdidik yang memiliki potensi menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Bahasa mencerminkan sikap perilaku, moral dan budaya bangsa, dengan demikian semua jenjang pendidikan negeri atau yang difasilitasi oleh negara seharusnya dapat dinikmati gratis, berapun dana yang dibutuhkan untuk itu dan semua orang bisa mengaksesnya sesuai kemampuan dalam kompetensi yang jujur, transparan dan akuntabel. Semua lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta tidak boleh menjadi lahan bisnis, semua pelaku pendidikan harus mendapat jaminan kesejahtraan yang layak dari profesi mereka masing-masing di segala level tingkatan.

Sumber :http://sosbud.kompasiana.com/2009/10/28/apa-makna-soempah-pemoeda/

Mempertahankan Eksistensi Koperasi Indonesia di Tengah Tantangan Globalisasi

Minggu, 23 Oktober 2011

TEMA : Bagaimana Koperasi di Indonesia Menghadapi Tantangan Globalisasi

Pendahuluan
Tak dapat disangkal, bahwa masyarakat di berbagai belahan dunia, atau negara sebagai representasi institusional secara keseluruhan, telah memasuki suatu medan globalisasi yang dicirikan salah satunya melalui perdagangan bebas. Berbagai kesepakatan, jalinan kerjasama, perjanjian multilateral, berbagai kelompok negara maju dan berkembang, penyatuan mata uang, dan lain-lain, merupakan suatu wujud dari lintas batas geografis-regional menuju pada kepentingan ekonomi internasional yang tak terhindarkan, demikian juga yang terjadi di Indonesia. Sebuah babak baru menuju perdagangan bebas, baik dalam lingkup regional di kawasan ASEAN melalui AFTA maupun kesepakatan yang dijalin melalui G-8 atau G-15, ke semuanya ini merupakan bukti tentang jaring keterlibatan antar negara di wilayah internasional tengah berlangsung, dengan berbagai pengaruh maupun dampak yang diakibatkannya. Konsekuensi logis dari keterbukaan dan kebebasan serta kerjasama internasional itu akan terasa di masing-masing negara. Semangat utama dari globalisasi ini adalah interaksi secara global (global interactions) dan dalam prakteknya, globalisasi itu membangun dan bergerak pada tiga pilar besar: ekonomi, politik, kebudayaan.
Khusus di bidang ekonomi, globalisasi menampilkan bentuknya dengan prinsip perdagangan bebas dan perdagangan di tingkat dunia (world trade). Dengan demikian globalisasi ekonomi ini mengarah pada suatu aktifitas yang multinasional. Ungkapan lain untuk proses ini dinamakan juga sebagai "universalisasi sistem ekonomi" (the universalization of the economic system), Berbagai institusi-institusi perekonomian dunia akan "dipaksa" untuk mengikuti pergulatan di dalamnya, termasuk dalam hal ini tentu saja berlaku bagi badan-badan usaha koperasi yang banyak digeluti oleh usaha ekonomi rakyat di Indonesia. Bagi Indonesia, jelaslah bahwa implikasi dari perdagangan bebas ini adalah pentingnya upaya untuk membuka ketertutupan usaha, peluang, dan kesempatan, terutama bagi usaha koperasi yang menjadi salah satu pola usaha ekonomi rakyat. Hal ini menjadi sangat penting karena produk yang dihasilkan dari Indonesia harus berkompetisi secara terbuka tidak hanya di pasar dalam negeri, melainkan juga di luar negeri/pasar internasional. Salah satu contoh kasus ini dapat dilihat dalam produk-produk pertanian. Pada waktu yang bersamaan, negara-ncgara produsen lain hasil-hasil pertanian juga mengalami hal yang sama dalam memasuki perdagangan bebas kelas dunia ini, sehingga persaingan produk-produk pertanian di pasar intemasional akan semakin tinggi. Persaingan tidak hanya dalam harga dan kualitas akan tetapi juga bentuk, rasa, dan kemasan, serta kontinuitas pasokan. Dalam persaingan bebas, harga produk ditentukan oleh pasar internasional. Oleh karena itu, persaingan harus ditingkatkan melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi. Sejalan dengan itu, nilai tambah yang dihasilkan produk-produk pertanian perlu ditingkatkan melalui industri pengolahan dengan pendekatan sistem agrobisnis dan agroindustri. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk membuat makalah ini yang secara khusus membahas eksistensi koperasi di tengah tantangan globalisasi saat ini.

Pengaruh globalisasi tehadap perekonomian Indonesia secara umum
Sebelum masuk ke topik utama pada makalah ini, maka penting bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu pengaruh dari globalisasi tehadap perekonomian di Indonesia. Mengapa demikian? Karena tidak dapat disangkal bahwasanya koperasi dan kegiatanya adalah bagian dari suatu kegiatan perekonomian (khususnya di Indonesia). Jadi sangat tidak masuk akal apabila ingin membahas koperasi tetapi tidak mau mengetahui perekonomian dimana koperasi itu berdiri dan beraktivitas. Sebenarnya Tidak ada definisi yang baku atau standar mengenai globalisasi, tetapi secara sederhana globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai suatu proses dimana semakin banyak negara yang terlibat dalam kegiatan ekonomi dunia. Dengan demikian batas antara negara yang satu dengan yang lainya jadi semakin dekat dan bahkan sudah tak ada lagi. Contoh nyatanya adalah banyaknya produk-produk asing yang membanjiri pasar Indonesia mulai dari barang komoditas sampai barang-barang tersier. Jadi, proses globalisasi dari sisi ekonomi adalah suatu perubahan di dalam perekonomian dunia, yang bersifat mendasar atau struktural dan akan berlangsung terus dalam laju yang semakin pesat, mengikuti kemajuan teknologi yang juga prosesnya semakin cepat. Perkembangan ini telah meningkatkan kadar hubungan saling ketergantungan dan juga mempertajam persaingan antar negara, tidak hanya dalam perdagangan internasional tetapi juga dalam kegiatan investasi, finansial dan produksi. Globalisasi ekonomi ditandai dengan semakin menipisnya batas-batas kegiatan ekonomi atau pasar secara nasional atau regional, tetapi semakin mengglobal menjadi “satu” proses yang melibatkan banyak negara.
Dalam tingkat globalisasi yang optimal arus produk dan faktor-faktor produksi lintas negara atau regional akan selancar lintas kota di suatu negara atau desa di dalam suatu kecamatan. Pada tingkat ini, seorang pengusaha yang punya pabrik di Kalimantan Barat setiap saat bisa memindahkan usahanya ke Serawak atau Filipina tanpa ada halangan, baik halangan logistik maupun halangan birokrasi dari pihak pemerintah Malaysia atau Filipina maupun dari pemerintah Indonesia dalam urusan administrasi seperti izin dan sebagainya. Semakin menipisnya batas-batas kegiatan ekonomi secara nasional maupun regional disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah komunikasi dan transportasi yang semakin canggih dan murah, lalu lintas devisa yang semakin bebas, ekonomi negara yang semakin terbuka, penggunaan secara penuh keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif tiap-tiap negara, metode produksi dan perakitan dengan organisasi manajemen yang semakin efisien, dan semakin pesatnya perkembangan perusahaan multinasional di hampir seantero dunia. Selain itu, penyebab-penyebab lainnya adalah semakin banyaknya industri yang bersifat footloose akibat kemajuan teknologi (yang mengurangi pemakaian sumber daya alam), semakin tingginya pendapatan rata-rata per kapita, semakin majunya tingkat pendidikan mayarakat dunia, ilmu pengetahuan dan teknologi di semua bidang, dan semakin banyaknya jumlah penduduk dunia.

Dampak globalisasi terhadap koperasi
Dari uraian diatas (pengaruh globalisasi terhadap perekonomian secara umum) mulai terlihat bagaimana dampak globalisasi bagi koperasi, bagaimanapun globalisasi tidak dapat di lawan karena semua orang akan selalu ingin maju. Jadi koperasi tidak bisa melawan, koperasi harus berjalan secara bersama-sama. Di Negara berkembang seperti Indonesia harusnya koperasi dapat berkembang untuk melawan ketidak pastian dan kejamnya dunia ekonomi pada saat ini. Karena koperasi merupakan salah satu lemabaga ekonomi rakyat yang menggerakan perekonomian rakyat dalam memacu kesejahteraan sosial masyarakat. Namun kenyataanya tidak seperti yang kita bayangkan karena koperasi di Indonesia kurang dapat berkembang, apalagi melawan dampak globalisasi yang sangat hebat pada saat ini . Hal yang sangat terlihat jelas adalah bagaimana anggota mulai mencari dana bukan lagi di koperasi tetap di bank dan lembaga lainya, karena lebih mudah dan mendapat dana yang lebih besar dibandingkan dengan koperasi. Koperasi tidak dapat bersaing karena anggota menganggap koperasi sudah kuno dan bukan zaman nya lagi dan tidak mampu bersaing dengan dunia luar, karena ruang lingkup koperasi yang masih sangat kecil hanya tingkat kota bahkan hanya tingkat desa saja. Tetapi dampak yang paling hebat adalah saat Indonesia terkena dampak krisis global yang melanda semua Negara di seluruh dunia. Hal tersebut sangat terasa bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) karena kenaikan harga barang-barang, dan kekurangan modal. Tidak sedikit UKM yang gulung tikar karena hal itu. Seharusnya koperasi dapat mengambil bagian untuk mengurangi dampak buruk tersebut. Namun sangat terlihat koperasi kurang menjalankan fungsinya bagi masyarakat, harusnya koperasi dapat memberdayakan UKM sehingga tidak perlu sampai gulung tiakar.

Sikap-sikap dalam menghadapi globalisasi
Di era globalisasi, keadilan harus tumbuh dalam nurani anggota dan dijabarkan dalam perlakuan adil koperasi terhadap anggotanya. Dalam memanfaatkan hasil usaha, keadilan ini diterjemahkan dalam pembagian SHU anggota, sesuai besarnya jasa anggota kepada koperasi. Di era globalisasi, kesetiakawanan dalam koperasi adalah modal sangat berharga bagi kehidupan kolektif. Karena, koperasi bukan hanya organisasi perkumpulan pribadi sebagai anggota, tetapi anggota koperasi secara bersama adalah suatu kolektivitas. Bung Hatta melihat kesetiakawanan dalam masyarakat gotong royong dan dengan benar dijadikan sebagai dasar koperasi di Indonesia. Kesetiakawanan berarti bahwa semua pribadi bersatu membangun koperasi dan gerakan koperasi secara lokal, nasional, regional dan internasional. Kesetiakawanan tumbuh secara timbal balik, karena swadaya dan tolong menolong adalah dua faktor mendasar yang menjadi inti dari falsafah perkoperasian. Falsafah perkoperasian inilah yang sangat membedakan koperasi dari bangun usaha yang lain. Prinsip-prinsip Sebagai Kerangka Kerja Koperasi Prinsip-prinsip koperasi bukan sekedar untuk dipatuhi, tetapi juga sebagai alat pengukur bagi tingkah laku koperasi.

Upaya yang harus dilakukan untuk mempertahankan hadirnya koperasi di tengah era globalisasi
Kehadiran koperasi di tengah globalisasi memang sangat di ragukan. Mengingat uraian-uraian yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa permasalahan yang di hadapi koperasi begitu kompleks mulai dari dalam koperasi itu sendiri sampai kepada masalah-masalah eksternalnya. Disini penulis akan membahas secara singkat dan jelas mengenai kedua masalah pokok tersebut dan juga upaya-upaya yang harus/dapat dilakukan sebagai solusi untuk mempertahankan hadirnya koperasi di Indonesia di tengah globalisasi.
Jadi dari hal-hal tersebut masih banyak yang dibenahi dalam koperasi dalam mengahdapi globalisasi, berikut adalah langkah-langkah menurut saya yang mungkin harus & dapat dilakukan koperasi dalam ruang lingkup koperasi itu sendiri (internal) menghadapi globalisasi :

1)Pemberdayaan & Pelatihan Bagi Anggota Koperasi
Pada bidang SDM, koperasi juga mengalami persoalan yang tidak kalah peliknya, khusus bagi para anggotanya. Sesungguhnya bukan merupakan tanggung-jawab satu instansi saja melainkan merupakan tanggung-jawab bersama antara lembaga pendidikan dan pelatihan, termasuk perguruan tinggi sebagai penyedia tenaga kerja, masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan, dan pemerintah sebagai katalisator pembangunan sekaligus pemakai jasa pendidikan. Sumber daya manusia sangatlah penting untuk perkebangan koperasi, karena anggota merupakan unsur utama dan yang terpenting dalam koperasi. Agar Anggota dapat menghadapi persaingan ekonomi di dunia luar perlu debekali dengan pengetahuan. Sebagian besar masyarakat (anggota ) kurang dapat bersaing dengan dunia luar karena kurangnya pengetahuan dunia luar. Diharapakan koperasi dapat memberikan pelatihan dan informasi untuk anggotanya dalam mengahadapi era globalisasi. Ada 2 langkah yang cukup penting & menurut saya dapat dipertimbangkan :

•Pembangunan sistem pendidikan dan pelatihan yang diusahakan memenuhi kebutuhan pasar dan dunia usaha dalam kerangka pengembangan ekonomi kerakyatan. Karena pada kenyataanya banyak anggota-anggota koperasi yanng tidak mengetahui dengan benar visi & misi dari koperasi itu sendiri. Dalam hal ini kalangan perguruan tinggi seyogyanya memantau orientasi pembangunan masa depan dan juga fleksibel/luwes dalam menyesuaikan antara silabus pendidikan dengan kebutuhan koperasi.
•Pembangunan sistem informasi juga terkait dengan semua sarana pengembangan ekonomi kerakyatan, termasuk ke dalamnya angkatan kerja. Berkaitan dengan hal tersebut, diharapkan aspek ketenagakerjaan (anggota koperasi) juga memiliki peta-peta tentang kebutuhan di lapangan dalam hal ini koperasi. Informasi distribusi semacam ini akan memudahkan para pengambil kebijaksanaan untuk memantau kondisi kebutuhan SDM yang ada di berbagai koperasi yang ada di Indonesia .

2)Pembekalan Organisasi Bagi Pengurus
Selain para anggota-anggota dari koperasi akan menjadi lebih baik apabila para pengurus-pengurus koperasi juga diberikan pelatihan & pembekalan. Sebab apabila kita melihat realita yang adaMengapa koperasi kurang mampu bersaing menghadapi globalisasi bahkan sampai ditutup? Kita dapat menyalahkan pengurus karena banyak pengurus koperasi yang tidak memiliki pengetahuan tentang koperasi dan dunia bisnis, bahkan ada sebagian oknum yang melakukan korupsi. Jadi pembekalan itu sangat penting agar mampu membuat koperasi bisa lebih bersaing dan lebih bermutu lagi.

3)Perubahan Dalam Koperasi & Inovasi
Koperasi masih harus banyak melakukan perubahan agar dapat lebih bersaing lagi. Koperasi yang sekarang dengan yang dulu kurang memiliki perkembangan yang pesat, hal itu sangat terasa karena koperasi kurang berani mengambil perubahan. Perubahan atau inovasi yang bersifat positif sangatlah penting, agar koperasi kembali bangkit, yang terpenting adalah tetap berada di dalam koridor koperasi.
Sedangkan dari segi eksternal, ada juga hal-hal yang mungkin harus dilakukan untuk dapat mempertahankan eksistensi koperasi di tengah era globalisasi ini :

A.Pengadaan Teknologi
Bagian dari globalisasi yang tidak terpisahkan adalah teknologi, hal itu yang harus dimiliki oleh koperasi. Selama ini koperasi dinilai sangat kurang meemanfaatkan teknologi yang ada. Teknologi yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk kegiatan koperasi bahkan untuk pendidkan bagi anggota-anggota agar dapat lebih bersaing lagi, karena teknologi merupakan elemen yang sangat penting dalam era globalisasi saat ini. Contohnya adalah mesin untuk bidang pertanian tradisional, karena masih banyak anggota yang masih belum memanfaatkan teknologi. Hal itu disebeab kan masih ada di daerah, Internet juga sangat penting untuk medapatkan informasi dari dunia luar dengan cepat.

B.Pemerintah ikut ambil bagian dalam mengembangkan koperasi
Pemerintah merupakan aktor utama bagi perkembangan koperasi, karena kebijakan-kebijakan yang dilakukan harus pro rakyat dan demi kesejahteraan rakyat Indonesia semata jangan menguntungkan bagi bangsa lain. Disamping itu pemerintah juga harus membantu dana dalam mengembangkan koperasi, tetapi tidak hanya memberikan dana saja, pemerintah harus mengontrol pengguanaan dana tersebut.

C.Hubungan dengan Dunia Luar
Koperasi harus membangun hubungan dengan dunia luar seperti Perusahaan, Organisasi, dan Lain-lain. Karena dengan menjalin hubungan dengan dunia luar kesempatan dalam berbisnis dapat akan lebih besar lagi. Selain itu juga koperasi dapat menjadi penghubung bagi perusahaan atau organisasi dengan anggota koperasi karena dapat membuka peluang dalam dunia usaha. Hal ini tentu menjadi sangat penting terlebih pada zaman globalisasi ini yang meang sudah tidak ada “batas” antar negara lagi untuk saling bertransaksi.
Upaya-upaya yang telah di jelaskan memang sudah cukup baik, akan tetapi akan menjadi lebih baik & efektif lagi bila diadakan program penelitian dan pengembangan koperasi.

1)Peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan, yang meliputi seluruh aspek pengembangan perkoperasian melalui pendekatan interdisipliner dan lintas sektoral yang terkoordinasi dan terintegrasi.
2)Pengkajian dan perumusan pengetahuan perkoperasian dalam rangka penyusunan keilmuan koperasi, sebagai bahan pengajaran ilmu koperasi dalam pendidikan formal.
3)Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan perkoperasian untuk memberikan masukan yang diperlukan bagi penyusunan pola pengembangan koperasi serta persiapan langkah-langkah bagi usaha membangun koperasi.
4)Mengembangkan berbagai pola dan perangkat pembangunan koperasi baik perangkat lunak maupun perangkat keras, yang meliputi aspek-aspek manajemen personil, permodalan dan perkreditan, produksi serta pemasaran.
5)Mengkaji proyek rintisan/percontohan dalam rangka memperoleh sistem dan peralatan teknis yang belum dijadikan pola atau sistem operasional.
6)Mengembangkan pusat dokumentasi ilmiah dan informasi perkoperasian yang didukung oleh sistem dan jaringan informasi yang menyeluruh dan terpadu, guna memonitor dan mengevaluasi berbagai perkembangan pembangunan koperasi serta dampak sosial ekonomi yang ditimbulkannya.
7)Meningkatkan kerjasama koperasi dengan lembaga-lembaga pendidikan, penelitian, pengembangan dan pengkajian baik di lingkungan pemerintah maupun swasta.
8)Meningkatkan partisipasi para pengelola koperasi di daerah-daerah sebagai unsur penunjang penelitian dan pengembangan koperasi dalam menciptakan keselarasan dan keserasian antara pendekatan atas bawah (top-down approach) dalam pembangunan koperasi.
Disamping melaksanakan kegiatan-kegiatan diatas, dalam upaya mempertahankan eksistensinya koperasi juga perlu melaksanakan kegiatan tambahan yang merupakan upaya untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna sarana dan sistem administrasi koperasi secara terpadu melalui peningkatan profesionalisme, idealisme dan dinamika organisasi dengan memanfaatkan sumber daya lembaga pembina koperasi secara optimal. Upaya ini terutama ditujukan guna mendukung proses konsolidasi gerakan koperasi dalam mempertahankan dirinya di tegah himpitan global yang semakin meluas.. Dalam rangka memantapkan dan menyempurnakan hal tersebut perlu disusun kegiatan sebagai berikut:

Meningkatkan daya guna dan hasil guna pemanfaatan sarana dan prasarana fisik di lingkungan lembaga pembina koperasi, sehingga dapat memperkuat posisi koperasi pada era globalisasi ini.
Menyempurnakan dan meningkatkan tata lakasana dan administrasi di lingkungan lembaga pembina koperasi yang menunjang pelaksanaan tugas-tugasnya dalam mendukung pembangunan perkoperasian pada khususnya, melalui penyempurnaan dan peningkatan proses perumusan/ penyusunan kebijaksanaan, rencana, program, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan pelaksanaan gerakan koperasi.
Memantapkan dan menyempurnakan sistem pengawasan di lingkungan lembaga pembina koperasi, baik pengawasan fungsional internal maupun pengawasan eksternal. Dalam hubungan ini perlu disempurnakan dan dimantapkan lebih lanjut sistem informasi manajemen untuk mendukung pelaksanaan proses monitoring dan evaluasi berbagai program pembinaan perkoperasian secara transparan.
Meningkatkan kerjasama antara gerakan dan lembaga pembina koperasi dalam rangka mewujudkan keterpaduan konsistensi pelaksanaan kebijaksanaan dan program pengembangan koperasi dengan pengembangan sektor lainnya.

Masih banyak lagi yang dapat dilakukan koperasi untuk menghadapi Globalisasi pada saat ini, Yang terpenting adalah koperasi harus berani melakukan perubahan dan inovasi. Koperasi juga harus menjalin hubungan dengan dunia luar ( perusahaan atau organisasi lainnya). Jadi dapat di simpulkan koperasi tidak mungkin menghadapi Globalisasi, jadi yang dapat dilakukan kopaerasi adalah berjalan secara selaras dengan globalisasi. Hal tersebut dapat membuat koperasi lebih berkembang pesat lagi & perkembangan dari koperasi itulah yang akan membuat eksistensi koperasi di tengah globalisasi dapat terus bertahan.



Literatur
http://www.smecda.com/deputi7/file_Infokop/reposisi%20koperasi.htm

Mendalami Kehidupan Ann Dunham

Stanley Ann Dunham adalah wanita kulit putih dari Kansas Amerika Serikat, yang pernah menikah dan bercerai dengan dua pria yang berbeda ras dan bangsa. Di adalah tropolog yang menghabiskan bertahun-tahun belajar di desa wilayah Indonesia. Dia juga sosok wanita yang mempersiapkan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya meski harus terpisah negara serta perempuan yang berani menanggung konsekuensi atas semua pilihannya. Janny Scott mendalami kehidpan Ann dengan pendekatan antropologi. Ann adalah anak tunggal dari Stanley Dunham dan Madelyn Payne. Ann tumbuh dalam keluarga yang sering kali berpindah tempat karena pekerjaan sang ayah. Kehidupan cinta Ann selama bertahun-tahun berlangsung secara episodik dan kadang berbatu. Saat Ann kuliah di University of Hawaii, dia jatuh cinta kepada pemuda asal Kenya, Barack Hussein Obama, yang karismatik dan percaya diri. Ann kemudian mengetahui bahwa ia sudah menikah dengan seorang wanita Kenya. Barack Obama merupakan buah cinta Ann dan Barack Hussein Obama. Namun saat Obama berusia 2 tahun, Ann dan Barack Hussein Obama bercerai.
Kemudian, Ann bertemu seorang manajer perusahaan perminyakan yang sedang ditugaskan belajar di Hawaii, Lolo Soetoro. Ann menikah dengan Lolo, yang membawanya ke Indonesia. Ann pertama kali menginjakan kaki di Indonesia tahun 1967. Maya Oetoro pun lahir. Namun, perbedaan visi membuat Ann dan Lolo bercerai. Ann terlanjur jatuh cinta kepada desa-desa di Indonesia. Kecintaan pada desa-desa di Indonesia membawa dia menyelesaikan program doktoralnya dari University of Hawaii. Demi memberikan akses pendidikan yang lebuh baik, Ann menitipkan anaknya, Obama, kepada orangtuanya. Ann tetap melakukan aktivitasnya sebagai antropolog di Indonesia sebagai perempuan tanpa suami. Ann sangat mempercayai Obama memiliki potensi menjadi seorang yang hebat meski akhirnya ia meninggal akibat kanker pada usia 52 tahun tanpa mengetahui Obama akan menjadi Presiden Amerika Serikat.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita singkat kehidupan Ann Dunham adalah kecintaanya terhadap Obama anaknya (kini presiden USA). Menurut saya kita dapat belajar dari seorang Ann yang begitu mencintai Obama walaupun dia harus menelan pil pahit karena ayah Obama, Barack Hussein Obama ternyata sudah menikah dan mempunyai istri. Karena kecintaan dan kasih sayangnya itu akhirnya kta bisa melihat bahwa Obama tumbuh dengan pendidikan yang baik hingga pada puncaknya Obama menjadi presiden Amerika Serikat walaupun Ann sendiri sudah meninggal ketika hal itu terjadi.

Sumber : Kompas

48 Fakta Unik Tentang Manusia

Rabu, 19 Oktober 2011

Salam Bahagia Para pembaca.. :D
Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang fakta-fakta unik yang terdapat pada manusia..
berikut ini adalah rangkuman dari 48 fakta-fakta unik yang ada pada manusia..
semoga dapat bermanfaat dan berguna ya... :D

1. Batuk melepaskan bahan peledak udara yang bergerak pada kecepatan sampai dengan 60 mil/jam.
2. Sebuah janin memperoleh sidik jari pada usia tiga bulan.
3. Kuku manusia membutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk tumbuh dari dasar ke ujung.
4. Seorang manusia kehilangan rata-rata 40-100 helai rambut sehari.
5. Seseorang akan lebih cepat mati total karena kurang tidur dari pada kelaparan. Kematian akan terjadi sekitar 10 hari, tanpa tidur, sementara kelaparan mengambil beberapa minggu.
6. ketika bersin kecepatan udara dari mulut/hidung dapat melampaui kecepatan 100 mil/jam.
7. Menurut peneliti Jerman, risiko serangan jantung lebih tinggi pada hari Senin dibandingkan hari-hari lain dalam seminggu.
8. Menurut Kinsey Institute, penis terbesar mengenai tindakan catatan 13 inci. Terkecil tops off di 1 3/4 inci.
9. Setelah menghabiskan berjam-jam bekerja di sebuah komputer, melihat selembar kertas putih kosong, mungkin akan kelihatan merah muda.
10. manusia minuman air rata-rata sekitar 16, 000 galon air dalam seumur hidup.
11. Sebuah kepala manusia rata-rata memiliki 100.000 rambut.
12. Rata-rata orang diseluruh dunia menggunakan kamar mandi 6 kali per hari.
13. Bayi lahir dengan 300 tulang, tapi ketika dewasa kita hanya memiliki 206 di tubuh kita.
14. Orang yang rambut blondes memiliki rambut lebih banyak dari orang berambut hitam.
15. cacing tambang mengisap darah 700 juta orang di seluruh dunia.
16. Pada usia enam puluh tahun, kebanyakan orang telah kehilangan setengah dari lidah mereka.
17. Setiap inci persegi kulit manusia terdiri dari dua puluh kaki pembuluh darah.
18. Setiap orang memiliki bentuk lidah yang unik.
19. Setiap inci persegi tubuh manusia rata-rata 32 juta bakteri di atasnya.
20. Setiap kali Anda menjilat perangko, Anda mengkonsumsi selama 1/10 kalori.
21. Kuku tangan tumbuh lebih cepat dari kuku jari kaki.
22. Manusia memiliki kromosom 46, kacang polong memiliki 14 dan lobster telah 200.
23. Jika dikeluarkan dari tubuh, usus kecil akan membentang dengan panjang 22 meter.
24. Jika Anda terkunci di ruangan tertutup sepenuhnya, Anda akan mati karena keracunan karbon dioksida sebelum Anda akan mati kekurangan oksigen.
25. Pada akhir abad 19, jutaan manusia mumi digunakan sebagai bahan bakar untuk lokomotif di Mesir di mana kayu dan batubara langka, tapi mumi yang banyak.
26. Dibutuhkan hanya 17 otot untuk tersenyum dan 43 mengerutkan kening.
27. Butuh 1.200.000 nyamuk, untuk mengisap dan benar-benar mengeringkan darah manusia rata-rata.
28. Tertawa menurunkan kadar hormon stres dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Anak enam usia tahun rata-rata tertawa 300 kali sehari. Orang dewasa hanya tertawa 15-100 kali sehari.
29. Pada rata-rata perempuan mengucapkan 7.000 kata per hari. Pria mencerna kata sedikitnya di atas 2000.
30. Satu dari setiap 2000 bayi lahir telah mempunyai gigi.
31. Abu orang dikremasi berat rata-rata sembilan pon.
32. Si gadis remaja rata-rata memiliki 34.000 folikel telur belum berkembang, walaupun hanya 350 atau lebih teluh matang selama hidupnya.
33. Durasi rata-rata hubungan seksual bagi manusia adalah 2 menit.
34. Manusia rata-rata menghasilkan 25.000 liter air liur dalam seumur hidup, cukup untuk mengisi dua kolam renang.
35. organ tubuh terbesar adalah usus kecil yang panjangnya rata-rata 20 kaki
36. Tubuh setiap manusia memiliki cukup lemak untuk memproduksi 7 batang sabun.
37. Tubuh manusia lebih dari 600 otot, atau 40% dari berat tubuh.
38. Otak manusia adalah sekitar 85% terdiri dari air. Cukup unik
39. Sel terbesar dalam tubuh manusia adalah sel telur perempuan, atau sel telur. Ini adalah sekitar 1/180 inci diameter. Sel terkecil di tubuh manusia adalah sperma laki-laki. Dibutuhkan sekitar 175.000 sel-sel sperma untuk seimbang sebanyak sel telur tunggal.
40. Organ manusia terbesar adalah kulit, dengan luas permukaan sekitar 25 meter persegi.
41. Paru-paru kiri lebih kecil dari paru kanan agar memberi tempat untuk hati.
42. Jenis darah yang paling umum di dunia adalah O. Tipe paling langka Jenis AH, baru ditemukan pada kurang dari selusin orang sejak jenis ini ditemukan.
43. Otak Neanderthal itu adalah lebih besar dari badan Anda.
44. Suara mendengkur hingga 69 desibel dapat hampir sama keras seperti suara bor pneumatik.
45. Ada 45 mil panjang saraf pada kulit manusia.
46. Terdapat 60.000 mil pembuluh darah dalam tubuh manusia.
47. Tiga-ratus-juta sel mati dalam tubuh manusia setiap menit. Ini juga adalah fakta unik.
48. Perempuan membakar lemak lebih lambat dibandingkan pria, dengan laju sekitar 50 kalori per hari.

Sumber : http://q-bonk.com/48-fakta-unik-tentang-manusia/

Sejenak Melancong ke Ambarawa

Saat lelah bekerja dan beraktivitas, saat libur ialah waktu yang tepat untuk melepas penat. Ya, apalagi bila kali ini anda memilih refreshing ke daerah beriklim sejuk seperti Ambarawa. Kawasan ini merupakan salah satu kecamatan yang terletak di kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokasinya tak terlalu jauh dari ibukota Jawa Tengah ini. Kurang lebih sekitar 35 kilometerdi selatan semarang dengan luas sekitar 5.611 hektar. Letaknya yang strategis dan mudah ditempuh perjalanan darat, membuat Ambarawa dikenal sebagai salah satu daerah wisata unggulan di Jawa Tengah. Selain aset alam yang mempesona, Ambarawa mempunyai objek wisata sejarah unggulan. Kota ini mempunyai sebutan populer Kota Palagan. Bukan tanpa sebab kota ini memiliki julukan tersebut. pasalnya, Palagan berasal dari peristiwa sejarah Nusantara yaitu pertempuran Palagan Ambarawa pada tahun 1945.

Bila bicara objek wisata sejarah, cobalah berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa. Museum ini dikenal dengan koleksi lokomotif tua yang sudah dipakai sejak zaman penjajahan Belanda. Dulunya museum ini adalah Stasiun Ambarawa alias Stasiun Wiliem I yang menghentikan operasionalnya sejak tahun 1976. Mari melangkahkan kaki ke objek wisata selanjutnya, yaitu Candi Gedong Songo. Candi ini terletak kurang kebih 20 kilometer dari Ambarawa. Begitu anda melihat candi ini, suasana sejuk dingin khas dataran tinggi segera menyergap. Belum lagi kabut yang sering menyelimuti bagian atas candi. Candi peninggalan budaya Hindu ini terdiri dari sembilan bangunan Candi. Selain itu, sesuai urutanya candi kesembilan berdiri begitu kokoh di puncak bukit. Nah, setelah melancong ke kedua objek wisata sejarah ini, luangkan waktu untuk berwisata ke Rawa Pening. Panoramanya begitu menarik, terutama pada pagi hari. Bila anda tertarik menikmati keindahan danau, cobalah sewa perahu yang ada di dermaga, dan nikmatilah panorama dan melihat aktivitas nelayan dari atas perahu. Saat malam tiba, anda bersama kerabat dapat menikmati sajian ikan bakar, di pinggir danau diatas dermaga. Menarik bukan? Oleh karenanya jika anda memounyai waktu luang di sela aktivitas dan kegiatan anda cobalah untuk melancong ke Ambarawa dan buktikanlah sendiri apakah tulisan ini benar atau tidak adanya.
Selamat Mencobaa 

Analisis Penyebab Sulitnya Koperasi di Indonesia Untuk Berkembang

Selasa, 18 Oktober 2011

TEMA : MENGAPA KOPERASI DI INDONESIA SULIT BERKEMBANG


Latar Belakang

Koperasi merupakan badan usaha bersama yang bertumpu pada prinsip ekonomi kerakyatan yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Secara konstitusional, badan usaha yang disebutkan secara eksplisit dalam Penjelasan UUD 1945, hanya koperasi. “… Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi”, demikian dinyatakan UUD 1945.. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh koperasi seperti efisiensi biaya serta dari peningkatan economies of scale jelas menjadikan koperasi sebagai sebuah bentuk badan usaha yang sangat prospekrif di Indonesia. Namun, sebuah fenomena yang cukup dilematis ketika ternyata koperasi dengan berbagai kelebihannya ternyata sangat sulit berkembang di Indonesia. Koperasi bagaikan mati suri dalam 15 tahun terakhir. Koperasi Indonesia yang berjalan di tempat atau justru malah mengalami kemunduran. Koperasi tidak tampak di permukaan sebagai “bangun perusahaan” yang kokoh dan mampu sebagai landasan (fundamental) perekonomian, serta dalam sistem ekonomi Indonesia, koperasi berada pada sisi marjinal.

Kenyataan dewasa ini menunjukkan bahwa koperasi di Indonesia belum memiliki kemampuan untuk menjalankan peranannya seacra efektif. Intinya koperasi adalah badan usaha yang otonom. Hal ini disebabkan koperasi masih menghadapi hambatan struktural dalam penguasaan faktor produksi. Selain itu kurangnya minat masyarakat untuk bergabung kedalam koperasi terutama masyarakat perkotaan. Keadaan tersebut semakin diperparah dengan masalah yang masih di hadapi koperasi yang bisa menghambat perkembangan koperasi di Indonesia menjadi problematik. Pengelolaan koperasi yang kurang efektif, baik dari segi manajemen maupun keuangan menjadi salah satu kendala berkembangnya koperasi. Hal ini disebabkan karena masih rendahnya tingkat kemampuan SDM yang terlibat dalam lembaga ekonomi tersebut. Hal-hal ini jugalah yang menyebabkan penulis membuat makalah dengan judul “Analisis Penyebab Sulitnya Koperasi di Indonesia Untuk Berkembang”.

Permaslahan Yang Dihadapi Koperasi di Indonesia
Koperasi sebagai salah satu badan usaha yang berkecimpung dalam perekonomian Indonesia saat ini diyakini sedang mengalami masa-masa yang suram. Penyebab kesuraman masa depan koperasi adalah kurangnya daya saing yang dimiliki oleh koperasi melawan badan usaha yang lain. Dalam usaha pemulihan krisis ekonomi Indonesia dewasa ini, sesungguhnya koperasi mendapatkan peluang (opportunity) untuk tampil lebih eksis. Akan tetapi walau mendapat peluang seperti yang disebutkan diatas, ternyata dalam upaya pemulihan ekonomi, koperasi tetap dalam posisi yang marjinal. Beberapa petinggi seakan sering bersuara untuk memberdayakan koperasi, tetapi tetap saja koperasi tidak terlihat peranan yang signifikan dalam alur pemulihan ekonomi Indonesia. Yang berkembang hanyalah kuantitas koperasi dan tidak terlihat perbaikan kualitasnya, baik mikro maupun makro ekonomi. Permasalahan yang dihadapi koperasi saat ini dinilai sangat beranekaragam, baik yang berasal dari internal maupun eksternal. Permasalahan internal biasanya terjadi pada pengurus atau keanggotaan itu sendiri serta modal dan untuk masalah eksternal berasal dari pesaing dan asumsi masyarakat mengenai koperasi sangat buruk. Permasalahan koperasi di Indonesia juga semakin melebar ke dalam masalah makro dan mikroekonomi. Di bawah ini merupakan permasalahan koperasi di Indonesia (secara menyeluruh):

Permaslahan Internal
•Kebanyakan pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas;
•Pengurus koperasi juga tokoh dalam masyarakat, sehingga “rangkap jabatan” ini menimbulkan akibat bahwa fokus perhatiannya terhadap pengelolaan koperasi berkurang sehingga kurang menyadari adanya perubahan-perubahan lingkungan;
•Bahwa ketidakpercayaan anggota koperasi menimbulkan kesulitan dalam memulihkannya;
•Oleh karena terbatasnya dana maka tidak dilakukan usaha pemeliharaan fasilitas (mesin-mesin), padahal teknologi berkembang pesat; hal ini mengakibatkan harga pokok yang relatif tinggi sehingga mengurangi kekuatan bersaing koperasi;
•Administrasi kegiatan-kegiatan belum memenuhi standar tertentu sehingga menyediakan data untuk pengambilan keputusan tidak lengkap; demikian pula data statistis kebanyakan kurang memenuhi kebutuhan;
•Kebanyakan anggota kurang solidaritas untuk berkoperasi di lain pihak anggota banyak berhutang kepada koperasi;
•Dengan modal usaha yang relatif kecil maka volume usaha terbatas; akan tetapi bila ingin memperbesar volume kegiatan, keterampilan yang dimiliki tidak mampu menanggulangi usaha besar-besaran; juga karena insentif rendah sehingga orang tidak tergerak hatinya menjalankan usaha besar yang kompleks.

Permasalahan eksternal
•Bertambahnya persaingan dari badan usaha yang lain yang secara bebas memasuki bidang usaha yang sedang ditangani oleh koperasi;
•Karena dicabutnya fasilitas-fasilitas tertentu koperasi tidak dapat lagi menjalankan usahanya dengan baik, misalnya usaha penyaluran pupuk yang pada waktu lalu disalurkan oleh koperasi melalui koperta sekarang tidak lagi sehingga terpaksa mencari sendiri.
•Tanggapan masyarakat sendiri terhadap koperasi; karena kegagalan koperasi pada waktu yang lalu tanpa adanya pertanggungjawaban kepada masyarakat yang menimbulkan ketidakpercayaan pada masyarakat tentang pengelolaan koperasi;
•Tingkat harga yang selalu berubah (naik) sehingga pendapatan penjualan sekarang tidak dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha, justru menciutkan usaha.

Persoalan-persoalan yang dihadapi koperasi kiranya menjadi relatif lebih akut, kronis, lebih berat oleh karena beberapa sebab :

1.Kenyataan bahwa pengurus atau anggota koperasi sudah terbiasa dengan sistem penjatahan sehingga mereka dahulu hanya tinggal berproduksi, bahan mentah tersedia, pemasaran sudah ada salurannya, juga karena sifat pasar “sellers market” berhubungan dengan pemerintah dalam melaksanakan politik. Sekarang sistem ekonomi terbuka dengan cirri khas : “persaingan”. Kiranya diperlukan penyesuaian diri dan ini memakan waktu cukup lama.
2.Para anggota dan pengurus mungkin kurang pengetahuan/skills dalam manajemen. Harus ada minat untuk memperkembangkan diri menghayati persoalan-persoalan yang dihadapi.
3.Oleh karena pemikiran yang sempit timbul usaha “manipulasi” tertentu, misalnya dalam hal alokasi order/ tugas-tugas karena kecilnya “kesempatan yang ada” maka orang cenderung untuk memanfaatkan sesuatu untuk dirinya terlebih dahulu.
4.Pentingnya rasa kesetiaan (loyalitas) anggota; tetapi karena anggota berusaha secara individual (tak percaya lagi kepada koperasi) tidak ada waktu untuk berkomunikasi, tidak ada pemberian dan penerimaan informasi, tidak ada tujuan yang harmonis antara anggota dan koperasi dan seterusnya, sehingga persoalan yang dihadapi koperasi dapat menghambat perkembangan koperasi.

Bila diatas telah diuraikan mengenai masalah koperasi dari ruang lingkup koperasi itu sendiri, (internal & eksternal) maka sekarang akan dibahas masalah-masalah koperasi dari ruang lingkup dimana kooperasi itu berdiri dalam hal ini negara (makro dan mikro).

. Permaslahan Makro ekonomi (ekonomi politik)
Tidak banyak negara yang memiliki “Departemen Koperasi” (Depkop). Indonesia adalah satu dari sedikit negara tersebut. Hal itu terjadi karena adanya kontradiksi akut dalam pemahaman koperasi. Secara substansial koperasi adalah gerakan rakyat untuk memberdayakan dirinya. Sebagai gerakan rakyat, maka koperasi tumbuh dari bawah (bottom-up) sesuai dengan kebutuhan anggotanya. Hal itu sangat kontradiktif dengan eksistensi Depkop. Sebagai departemen, tentu Depkop tidak tumbuh dari bawah, ia adalah alat politik yang dibentuk oleh pemerintah. Jadi, Depkop adalah datang “dari atas” (top-down). Karena itu, lantas dalam menjalankan operasinya, Depkop tetap dalam kerangka berpikir top-down. Misalnya dalam pembentukan koperasi-koperasi unit desa (KUD) oleh pemerintah. Padahal, rakyat sendiri belum paham akan gunanya KUD bagi mereka, sehingga akhirnya KUD itu tidak berkembang dan hanya menjadi justifikasi politik dari pemerintah agar timbul kesan bahwa pemerintah telah peduli pada perekonomian rakyat, atau dalam hal ini khususnya koperasi.
Hal lain yang menandakan kontradiksi akut itu, adalah pada usaha Depkop (dan tampaknya masih terus dilanjutkan sampai saat ini oleh kantor menteri negara koperasi) untuk “membina” gerakan koperasi. Penulis sungguh tidak mengerti mengapa istilah “membina” tersebut sangat digemari oleh para pejabat pemerintahan. Sekali lagi, koperasi adalah gerakan rakyat yang tumbuh karena kesadaran kolektif untuk memperbaiki taraf hidupnya. Karena itu penggunaan kata (atau malah paradigma) “membina” sangatlah tidak tepat dan rancu. Koperasi tidak perlu “dibina”, apalagi dengan fakta bahwa “pembinaan” pemerintah selama ini tidak efektif. Yang diperlukan koperasi adalah keleluasaan untuk berusaha; untuk akses memperoleh modal, pangsa pasar, dan input (bahan baku).

•Demokrasi ekonomi yang kurang
Dalam arti kata demokrasi ekonomi yang kurang ini dapat diartikan bahwa masih ada banyak koperasi yang tidak diberikan keleluasaan dalam menjalankan setiap tindakannya. Setiap koperasi seharusnya dapat secara leluasa memberikan pelayanan terhadap masyarakat, karena koperasi sangat membantu meningkatkan tingkat kesejahteraan rakyat oleh segala jasa – jasa yang diberikan, tetapi hal tersebut sangat jauh dari apa ayang kita piirkan. Keleluasaan yang dilakukan oleh badan koperasi masih sangat minim, dapat dicontohkan bahwa KUD tidak dapat memberikan pinjaman terhadap masyarakat dalam memberikan pinjaman, untuk usaha masyarakat itu sendiri tanpa melalui persetujuan oleh tingkat kecamatan dll. Oleh karena itu seharusnya koperasi diberikan sedikit keleluasaan untuk memberikan pelayanan terhadap anggotanya secara lebih mudah, tanpa syarat yang sangat sulit.

•Kelembagaan koperasi
Sejumlah masalah kelembagaan koperasi yang memerlukan langkah pemecahan di masa mendatang meliputi hal-hal: 1) Kelembagaan koperasi beum sepenuhnya mendukung gerak pengembangan usaha. Hal ini disebabkan adanya kekuatan, struktur dan pendekatan pengembangan kelembagaan yang kurang memadai bagi pengembangan usaha. Mekanismenya belum dapat dikembangkan secara fleksibel untuk mendukung meluas dan mendalamnya kegiatan usaha koperasi. Aspek kelembagaan yang banyak dipermasalahahkan antara lain adalah daerah kerja, model kelembagaan koperasi produksi, koperasi konsumsi dan koperasi jasa, serta pemusatan koperasi. 2) Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya berfungsi dengan baik. Hal ini antara lain disebabkan oleh: a) Pengurus dan Badan Pemeriksa (BP) yang terpilih dalam rapat anggota serta pelaksana usaha pada umumnya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, sehingga kurang mampu untuk melaksanakan pengelolaan organisasi, manajemen dan usaha dengan baik, serta kurang tepat dalam menanggapi perkembangan nngkungan. b) Mekanisme hubungan dan pembagian kerja antara Pengurus, Badan Pemeriksa dan Pelaksana Usaha (Manajer) masih belum berjalan dengan serasi dan saling mengisi. c) Penyelenggaraan RAT koperasi masih belum dapat dilakukan secara tepat waktu dan dirasakan masih belum sepenuhnya menampung kesamaan kebutuhan, keinginan dan kepentingan dari pada anggotanya.

. Permaslahan Mikro Ekonomi
A.Masalah input
Dalam menjalankan kegiatan usahanya koperasi sering mengalami kesulitan untuk memperoleh bahan baku. Salah satu bahan baku pokok yang sulit diperoleh adalah modal. Yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah permodalan ini adalah dengan memberikan keleluasaan bagi koperasi dalam akses memperoleh modal. Jangan dipersuli-sulit dengan bermacam regulasi. Biarkan koperasi tumbuh dengan alami (bukan direkayasa), belajar menjadi efisien dan selanjutnya dapat bertahan dalam kompetisi. Pada sisi input sumber daya manusia, koperasi mengalami kesulitan untuk memperoleh kualitas manajer yang baik. Di sinilah campur tangan pemerintah diperlukan untuk memberikan mutu modal manusia yang baik bagi koperasi.

B.Masalah Output, Distribusi dan Bisnis
# Kualitas output.
Dalam hal kualitas, output koperasi tidak distandardisasikan, sehingga secara relatif kalah dengan output industri besar. Hal ini sebenarnya sangat berkaitan dengan permasalahan input (modal dan sumberdaya manusia).

# Mapping Product
Koperasi (dan usaha kecil serta menengah/UKM) dalam menentukan output tidak didahului riset perihal sumber daya dan permintaan potensial (potential demand) daerah tempat usahanya. Sehingga, dalam banyak kasus, output koperasi (dan UKM) tidak memiliki keunggulan komparatif sehingga sulit untuk dipasarkan.

# Distribusi, Pemasaran dan Promosi (Bisnis)
Koperasi mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnisnya. Output yang dihasilkannya tidak memiliki jalur distribusi yang established, serta tidak memiliki kemampuan untuk memasarkan dan melakukan promosi. Sehingga, produknya tidak mampu untuk meraih pangsa pasar yang cukup untuk dapat tetap eksis menjalankan kegiatan usahanya.
Peranan pemerintah sekali lagi, diperlukan untuk menyediakan sarana distribusi yang memadai. Sarana yang dibentuk pemerintah itu, sekali lagi, tetap harus dalam pemahaman koperasi sebagai gerakan rakyat, sehingga jangan melakukan upaya-upaya “pengharusan” bagi koperasi untuk memakan sarana bentukan pemerintah itu. dalam aspek bisnis, koperasi –karena keterbatasan input modal—sulit untuk melakukan pemasaran (marketing) dan promosi (promotion). Karena itu, selaras dengan mapping product seperti diuraikan diatas, pemerintah melanjutkannya dengan memperkenalkan produk-produk yang menjadi unggulan dari daerah itu. Dengan demikian, output koperasi dapat dikenal dan permintaan potensial (potential demand) dapat menjadi permintaan efektif (effective demand).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kalau koperasi di Indonesia kita ini belum berkembang karena belum adanya peraturan yang jelas dari pemerintah mengenai koperasi, serta gagasan yang kurang masuk ke dalam setiap anggotanya dalam menjalankan pengkoperasian yang ada.



Referensi
http://jazzygroup.blogspot.com/2011/10/penyebab-koperasi-di-indonesia-sulit.html


http://mahasiswasyariah.wordpress.com/2010/03/29/permasalahan-yang-dihadapi-koperasi- saat-ini-dan-solusinya/

Memandang Semua Yang Negatif Dari Sudut Pandang Yang Positif

Jumat, 14 Oktober 2011

Salam sejahtera para pembaca ..
Pada kesempatan kali ini saya kembali rindu untuk berbagi kisah yang menurut saya sangat bermanfaat dan membangun ( semoga demikian juga dengan anda)..
kenapa saya bilang bermanfaat? karena di dalam kisah ini terdapat pelajaran yang sangat berharga yang mungkin bisa mengunah hidup anda( jika anda renungkan :D).
Seringkali di dalam di dalam kehidupan ini kita mengeluh, pasrah bahkan putus asa dalam menyikapi peristiwa-peristiwa negatif (menurut pandangan kita) yang sili berganti. kisah di bawah ini akan menhajarkan kita untuk dapat selalu berfikir dan bertindak positif sekalipun di dalam situasi yang negatif..

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu. Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.
Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu:

"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yang murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka.

Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak.

Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu".

Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya
"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.
Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming). Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;
1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup
10. Untuk dst...

Sumber : http://bundapenolongabadi.blogspot.com

Upaya Memajukan Koperasi di Indonesia Ditengah Era Globalisasi

Selasa, 11 Oktober 2011

Tema : Cara Memajukan Koperasi di Indonesia

Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan koperasi di Indonesia semakin lama semakin menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sebagai salah satu pilar penopang perekonomian Indonesia, keberadaan koperasi sangat kuat dan mendapat tempat tersendiri di kalangan pengguna jasanya. Koperasi telah membuktikan bahwa dirinya mampu bertahan di tengah gempuran badai krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. Keberadaan koperasi semakin diperkuat pula dengan dibentuknya Kementerian Negara Koperasi dan UKM yang salah satu tugasnya adalah mengembangkan koperasi menjadi lebih berdaya guna. Koperasi sangat diharapkan menjadi soko guru perekonomian yang sejajar dengan perusahaan-perusahaan dalam mengembangkan perekonomian rakyat. Analogi sederhana yang dikembangkan adalah jika koperasi lebih berdaya, maka kegiatan produksi dan konsumsi yang jika dikerjakan sendiri-sendiri tidak akan berhasil, maka melalui koperasi yang telah mendapatkan mandat dari anggota-anggotanya hal tersebut dapat dilakukan dengan lebih berhasil.
Dengan kata lain, kepentingan ekonomi rakyat, terutama kelompok masyarakat yang berada pada kelompok ekonomi kelas bawah (misalnya petani, nelayan, pedagang kaki lima) akan relatif lebih mudah diperjuangkan kepentingan ekonominya melalui wadah koperasi. Namun demikian, kenyataan membuktikan bahwa koperasi baru manis dikonsep tetapi sangat pahit perjuangannya di lapangan. Semakin banyak koperasi yang tumbuh semakin banyak pula yang tidak aktif. Bahkan ada koperasi yang memiliki badan hukum namun tidak eksis sama sekali. Hal ini sangat disayangkan karena penggerakan potensi perekonomian pada level terbawah berawal dan diayomi melalui koperasi. Inilah sesungguhnya yang menjadi latar belakang pentingnya pemberdayaan koperasi yang harus bersama-sama dibangun oleh pemerintah dan masyarakat di Indonesia.

Pengenalan, tujuan dan fungsi dari koperasi
Dalam kehidupan nyata sehari-hari kita pasti sering mendengar kata “koperasi”. Kata ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di sekolah, di rumah, di media-media kita sudah sering juga menjumpai kata koperasi. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita sudah benar-benar memahami secara singkat dan tepat istilah koperasi tersebut? minimal gambaran umum mengenai koperasi tersebut. Berbicara mengenai koperasi memang sangatlah kompleks, bahkan pengertian dari koperasi itu sendiripun begitu banyak, tergantung dari sisi mana kita melihat koperasi tersebut. Disini saya akan mencoba memberikan gambaran secara umum dan singkat mengenai koperasi. Menurut pendapat dan pemahaman saya sendiri koperasi adalah perkumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan, cita-cita dan kepentingan yang sama (kurang lebih untuk memperoleh kesejahteraan) sehingga mereka membentuk wadah atau organisasi untuk mewujudkan tujuan, kepentingan dan cita-cita mereka
Seperti yang sudah saya singgung diatas bahwa kurang lebih tujuan dari koperasi itu untuk mesejahterakan para anggota-anggotanya. Tetapi bukan itu saja, adapula tujuan-tujuan lain dari koperasi. Secara singkat tujuan-tujuan itu adalah :
• Berperan aktif dalam upaya mempertinggi kualitas dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
• Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
• Bersusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama yang berdasar asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Sedangkan, secara singkat fungsi-fungsi dari koperasi dapat disimpulkan sebagai berikut :
• Fungsi sosial yaitu mengatur cara-cara manuia hidup.
• Fungsi eonomi yaitu sebagai urat nadi perekonomian dan mengatur manuasi demi
kelangsungan hidupnya
• Fungsi etika yaitu cara perilaku dan meyakini keprcayaan mereka.

Permasalahan, tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam upaya memajukan koperasi di Indonesia
Setelah mengetahui gambaran secara umum mengenai koperasi, sekarang akan dibahas topik utama dalam makalah ini. Dalam upaya untuk memajukan koperasi di Indonesia, yentu ada banyak tantangan, permasalahan dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pemerintah maupun masyarakat di Indoensia. Inti permasahan yang dihadapi oleh koperasi sekarang ini adalah ketidakmampuan koperasi untuk menjadi lembaga usaha yang mampu memberikan pelayanan kepada anggotanya dalam menghadapi kondisi perekonomian global yang tidak berpihak kepada kelompok ekonomi lemah. Kelemahan internal koperasi lebih diperburuk lagi dengan kondisi lingkungan yang diciptakan oleh era globalisasi dan kebijakan makro yang tidak memberikan kesempatan kepada mereka yang tidak dapat mengembangkan efisiensi atau inovasi dalam berusaha. Efisiensi merupakan fungsi ekonomi yang terkait langsung dengan inovasi teknologi dan kecanggihan manajemen informasi. Koperasi sebagai badan usaha ekonomi yang dibentuk oleh para anggotanya terlihat sulit untuk dapat mengembangkan faktor kunci globalisasi tersebut (efisiensi dan inovasi).
Persoalan komplementer yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah penyusunan kebijakan dan program-program pembangunan koperasi terkesan bukan untuk jangka panjang dan berkesinambungan (long term and sustainable) tetapi lebih didasarkan kepada selera pejabat. Kondisi seperti ini juga masih merupakan masalah klasik yang sulit untuk diatasi karena kebijakan Kementerian Negara Koperasi dan UKM adalah derivasi dari kebijakan pembangunan nasional. Sebagian kalangan pembina koperasi sendiri cenderung banyak yang belum memahami tentang koperasi baik dari aspek asas dan prinsip-prinsip dasarnya maupun dari aspek persoalan kehidupan koperasi di lapangan yang secara langsung dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang dinamis. Pengelolaan koperasi yang kurang efektif dan efisien, baik dari segi organisasi, manajemen, maupun keuangan, menjadi salah satu juga kendala berkembangnya koperasi. Masalah koperasi saat ini makin diperparah dengan rendahnya produktivitas koperasi yang berdampak pada timbulnya kesenjangan antara koperasi dengan usaha besar dan terbatasnya akses koperasi kepada sumber daya produktif seperti permodalan teknologi dan pasar.
Sementara itu tantangan lain yang tidak kalah pentingnya adalah kemampuan dan kesanggupan koperasi untuk berpotensi secara lebih produktif dan lebih efisien sebagai wujud pelaku ekonomi yang berkeunggulan kompetitif dalam menghadapi era globalisasi. Ancaman besar yang tengah dihadapi oleh ekonomi rakyat adalah persaingan yang semakin tajam, tidak saja atas produk barang dan jasa dari para pelaku ekonomi di dalam negeri sendiri, tetapi juga masuknya produk-produk luar negeri yang sebenarnya sudah dapat diproduksi oleh ekonomi rakyat di tanah air yang tergelar bebas di pasar domestik, serta derasnya jaringan institusi bisnis internasional menerobos masuk ke tengah tengah masyarakat, termasuk keberadaan pasar-pasar modern yang merupakan hyper market. Selain itu tingkat kepedulian, keberpihakan, komitmen dari para pemimpin bangsa, para pengemban kekuasaan, para pihak terkait, dan para pemangku kepentingan tercermin tidak konsisten.

Upaya-upaya yang harus di lakukan untuk memajukan koperasi di Indonesia
Kemajuan selalu membutuhkan tantangan dan permasalahan di dalamnya, karena dengan adanya tantangan dan permasalaha maka sesuatu dapat berkemabang dan akhirnya mengalami kemajuan. Sama halnya juga dengan dunia perkoperasian di Indonesia, kalau diatas sudah dibahas gambaran secara umum mengenai koperasi dan juga masalah-masalah dan tantangan yang terjadi di koperasi, Pertanyaannya kemudian adalah “apakah koperasi tidak memiliki peluang untuk tetap dapat eksis dalam perekonomian nasional yang semakin pekat diwarnai oleh kondisi globalisasi?”. Untuk menjawab pertanyaan ini perlu diperhatikan banyak aspek terutama yang berkaitan dengan kendala permasalahan potensi dan peluang koperasi. Persoalan yang muncul jarang diselesaikan dari akar permasalahannya. Hal ini memang biasa dilakukan oleh orang-orang yang tidak mendalami dengan baik tentang suatu persoalan yang akan diselesaikan. Kondisi yang terlihat sekarang ini adalah bahwa jangankan anggota koperasi, di kalangan pembina koperasi pun sekarang ini masih banyak yang belum mengetahui dengan pasti yang dimaksud dengan asas dan prinsip-prinsip dasar koperasi. Apalagi setelah era otonomi daerah, banyak kalangan pembina koperasi di daerah yang sebelumnya tidak mengetahui sama sekali tentang koperasi.
Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka sekarang akan dibahas mengenai upaya-upaya yang dapat dan mungkin harus dilakukan untuk memajukan koperasi di Indonesia.
Secara singkat ada beberapa point yang dapat dan mungkin harus dilakukan untuk memajukan koperasi di Indonesia, yaitu :

•Memperbaiki koperasi secara menyeluruh
Kementerian Koperasi dan UKM perlu menyiapkan blue print pengelolaan koperasi secara efektif. Blue print koperasi ini nantinya diharapkan akan menjadi panduan bagi seluruh koperasi Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasinya secara profesional, efektif dan efisien. Selain itu diperlukan upaya serius untuk mendiseminasikan dan mensosialisasikan GCG koperasi dalam format gerakan nasional berkoperasi secara berkesinambungan kepada warga masyarakat, baik melalui media pendidikan, media massa, maupun media yang lainnya yang diharapkan akan semakin memajukan perkoperasian Indonesia.
•Mendirikan lembaga jaminan kredit bagi koperasi dan usaha kecil daerah
Dengan kehadiran lembaga jaminan akan menjadi elemen terpenting untuk percepatan perkembangan koperasi di daerah. Lembaga jaminan kredit yang dapat dikembangkan pemerintah daerah dalam bentuk patungan stockholder yang luas. Hal ini akan dapat mendesentralisasi pengembangan ekonomi rakyat dan dalam jangka panjang akan menumbuhkan kemandirian daerah untuk mengarahkan aliran uang di masing-masing daerah. Dalam jangka menengah koperasi juga perlu memikirkan asuransi bagi para penabung.
•Membenahi kondisi internal koperasi
Praktik-praktik operasional yang tidak tidak efisien, mengandung kelemahan perlu dibenahi. Dominasi pengurus yang berlebihan dan tidak sesuai dengan proporsinya perlu dibatasi dengan adanya peraturan yang menutup celah penyimpangan koperasi. Penyimpangan-penyimpangan yang rawan dilakukan adalah pemanfaatan kepentingan koperasi untuk kepentingan pribadi, penyimpangan pengelolaan dana, maupun praktik-praktik KKN.
•Meningkatkan daya jual koperasi dan melakukan sarana koperasi
Untuk meningkatkan daya jual koperasi, yang akan saya lakukan adalah membuat koperasi lebih bagus lagi. Membuat koperasi agar terlihat menarik supaya masyarakat tertarik ntuk membeli di koperasi mungkin dengan cara mengecat dinding koperasi dengan warna-warna yang indah, menyediakan AC, ruangan tertata dengan rapi dan menyediakan pelayanan yang baik sehingga masyarakat puas.
Dan tidak hanya itu, koperasi pun memerlukan sarana promosi untuk mengekspose kegiatan usahanya agar dapat diketahui oleh masyarakat umum seperti badan usaha lainnya salah satu caranya dengan menyebarkan brosur dan membuat spanduk agar masyarakat mengetahuinya. Dengan cara ini diharapkan dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya di koperasi.

Kesimpulan dan Saran
Koperasi di Indonesia dewasa ini memang cenderung mengalami perkembangan dan kemajuan. Secara garis besar hal itu terbukti dari pertumbuhan koperasi yang cukup signifikan. Namun demikian kenyataan lain membuktikan bahwa koperasi baru manis di dalam konsep-konsepnya saja tetapi dalam perjuanganya masih pahit di lapangan. Secara kuantitas koperasi memang mengalami pertumbuhan dan sejalan dengan pertumbuhan itu koperasi juga banyak yang tidak aktif lagi atau tidak dapat berkontribusi di dalam perekonomian negara. Banyak faktor yang menjadi alasanya, secara garis besar dominasi faktor tersebut adalah karena ketatnya persaingan asing dan era globalisasi.
Berdasarkan pembahasan yang sudah dijelaskan diatas mengenai masalah, tantangan dan hambatan dalam kaitannya dengan kemajuan koperasi di Indonesia, saya hanya ingin mencoba memberikan ide saya berupa langkah-langkah yang bisa ditempuh oleh koperasi untuk menghilangkan slogan ‘hidup segan mati tak mau’ yang melekat pada dirinya. Langkah tersebut mungkin dapat ditempuh dengan cara melahirkan, menumbuhkembangkan, dan memerankan kembali kader-kader koperasi untuk digarap kembali secara lebih sistemik dan komperehensif. Pengefektifan mata pelajaran atau mata kuliah koperasi di lembaga-lembaga pendidikan dan pengadaan lembaga-lembaga semacam Sekolah Koperasi Menengah Atas (Skopma), Akademi Koperasi (Akop), Institut Manajemen Koperasi (Ikopin), serta intensitas dan ekstensitas diklat dan penyuluhan koperasi kiranya akan dapat memberi kontribusi yang cukup signifikan bagi upaya tersebut.
Hal ini didasarkan pada kenyataan yang menunjukkan bahwa ternyata pembina-pembina koperasi kita belum memiliki pengetahuan dasar yang cukup mengenai perkoperasian. Dengan memunculkan pendidikan khusus perkoperasian diharapkan pengetahuan dasar pun bukan menjadi masalah ke depannya. Memberdayakan wirausaha dengan skala usaha kecil, menengah, dan koperasi ataupun kalangan usaha di sektor informal juga adalah salah satu bentuk menerjemahkan visi kerakyatan dalam kehidupan perekonomian saat ini. Selain itu dukungan iklim usaha yang kondusif bagi terbukanya peluang untuk berbisnis dan mengembangkan bisnis sangat diperlukan. Bila koperasi dapat diberdayakan secara maksimal terkait dengan penggunaan modal, penggunaan bahan baku lokal, serta kemampuan penyerapan tenaga kerja, bukanlah hal suatu ketidakmungkinan bagi negara ini untuk menghapus masalah pengangguran dan kemiskinan. Semoga mulai saat ini kehiduan koperasi di negeri ini semakin mendapatkan perhatian ekstra dari pemerintah yang sesungguhnya.


Sumber: http://odebhora.wordpress.com/2010/10/05/setidaknya-saya-masih-bisa- berangan- untuk-memajukan-koperasi-indonesia/
http://www.smecda.com/deputi7/file_Infokop/EDISI%2030/8_strategi_koperasi.pdf

Dibalik cerita "Rajutan untuk Ratih"

Minggu, 09 Oktober 2011



“Kalau Ratih jadi kuliah di kota, memangnya ibu ngga apa-apa?”
“Ya ngga apa-apa toh nduk, ibu justru senang.”
“Terus yang nemenin ibu jualan pagi-pagi, siapa?”
“Ya ibu sendirian toh.”
“Tapi, bu…”
“Udah tenang aja, yang penting kamu berhasil, dan semoga beasiswa itu benar-benar kamu dapatkan. Ibu akan sangat bangga.”
“Doakan Ratih ya, bu. Pengumuman kelulusan dan beasiswa itu besok pagi.”
“Pasti, cah ayu. Mari kita berangkat, nanti keburu siang.”

Matahari mulai mengintip dari ufuk timur. Satu persatu bulir embun meninggalkan kelopak kembang dan dedaunan, tersapu mentari. Kabut dari puncak bukit mulai turun, udara di desa begitu dingin, bahkan mampu menembus baju hangat yang dikenakan oleh para pejalan kaki. Jika libur, Ratih menemani ibunya berjualan makanan untuk penduduk desa sarapan. Ya, hasilnya tidak seberapa, tidak cukup untuk menghidupi, oh, tidak, kalau hanya untuk makan sehari-hari, mungkin saja cukup, tapi jika untuk biaya Ratih kuliah di perguruan tinggi, tentu tidak cukup. Bahkan untuk biaya Ratih sekolah SMA saja sering nunggak. Karna itulah ibu Ratih menerima pesanan rajutan untuk baju hangat, syal, sarung tangan, kaos kaki, dan apapun yang dipesan untuk mencukupi biaya tersebut.

Semangat Ratih sangat tinggi, ia bertekad untuk kuliah agar nantinya dapat menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan ibunya tercinta. Karna itulah Ratih tiada henti belajar demi kelulusan dan beasiswa yang diselenggarakan oleh pihak sekolah bagi siswa yang berprestasi. Prestasi Ratih cukup gemilang, ia memang terkenal gadis yang pintar. Tapi agaknya Ratih cukup berat meninggalkan ibunya seorang diri. Ibunya mulai sakit-sakitan beberapa minggu terakhir ini. Sedangkan ayahnya, sudah meninggal karna sakit dua tahun lalu. Kini Ratih hanya hidup berdua dengan sang ibu. Penuh dengan kesederhanaan, tapi mereka tetap tiada henti bersyukur dan menjalani kehidupan dengan suka cita.

***
Langit mulai lindap. Ditambah cuaca petang ini sangat mendung, membuat udara lembab menjadi sangat dingin. Ratih sedang mempersiapkan makan malam. Sementara sang ibu terus merajut baju hangat sedari siang tadi. Diperhatikan ibunya yang tengah serius merajut dan sesekali terbatuk. “Uhuk…uhuk…” Kali ini batuknya terdengar agak kencang. Ratih hanya termangu memperhatikan ibunya yang sudah mulai renta. Hatinya teriris, rasanya ia tak tega meninggalkan ibu untuk kuliah di kota.

“Bu, ayo makan, makanannya sudah Ratih siapkan.”
“Sebentar lagi, nduk, lagi tanggung…uhuk…uhuk…”
“Iya, tapi kan habis makan bisa dilanjutin ngerajutnya. Ayo, bu, makan dulu aja bareng Ratih.”
“Iya, iya…”

Ibu Ratih tergopoh-gopoh bangkit dan berjalan ke meja makan. Makanan sudah terhidang di meja. Meski hanya dengan lauk tempe dan sayur bayam, tapi mereka sangat menikmati hidangan malam itu.

“Bu, Ratih ngga jadi kuliah ya.”
“Lho, kenapa nduk?”
“Ngga apa-apa, Ratih mau nemenin ibu aja.”
“Jangan toh, sayang. Lagian ini kan demi masa depanmu.”
“Belum tentu dapet beasiswa juga toh bu.”
“Iya, tapi kan kemungkinannya sudah besar. Pokoknya, kamu harus kuliah, titik! Ibu sangat bahagia kalau kamu bisa kuliah.”
“Nggg…tapi… Besok ibu ikut ratih ke sekolah ya, kan di dekat sekolah Ratih ada puskesmas.”
“Ya ngga bisa toh, besok pagi ibu kan banyak kegiatan, jualan, terus ibu udah janji mau nganterin pesanan rajutan di desa atas.”
“…” Ratih hanya terdiam. Percuma membujuk ibunya, dia sudah tahu betul watak ibunya itu.
“Ya sudah, ibu melanjutkan kembali rajutan.”

Sementara Ratih sudah mulai beristirahat, ibunya masih saja memintal benang untuk dibuat menjadi baju hangat. Sebenarnya pesanan orang desa atas sudah selesai, tapi yang sekarang ia kerjakan ialah untuk putrinya tercinta. Ibu Ratih ingin menyelesaikan baju hangat itu sebelum pagi. Ia ingin Ratih memakainya untuk berangkat ke sekolah nanti, agar di perjalanan Ratih tidak kedinginan, juga untuk memberikan semangat kepada putrinya itu. Sudah larut malam tapi rajutan belum selesai, ibunya terus tiada henti mengerjakan baju hangat hingga selesai.

***

“Bu, Ratih berangkat dulu ya.”
“Sebentar nak, ini pakai.” Ibu Ratih memakaikan baju hangat yang ternyata sudah rampung.
“Lho, ini untuk Ratih, bu? Bukan pesanan orang desa atas?”
“Itu untuk kamu, nduk, untuk orang desa atas, itu.” Ibu Ratih menunjuk kepada baju hangat yang telah dilipat rapih di atas dipan.
“Wah, terima kasih ya bu, bagus sekali, Ratih sangat suka.” Tersungging senyum sumringah dari bibir Ratih.
“Syukurlah bajunya pas di badan kamu. Sudah sana, cepat kamu berangkat. Ibu doakan kamu lulus dan beasiswa itu berhasil kamu dapatkan.”
“Amin. Terima kasih, bu. Nanti juga ibu hati-hati perginya, jalanan licin semalam habis hujan.”
“Iya, tenang aja, ibu bisa jaga diri.”

Ratih segera mencium tangan ibunya, berpamit untuk berangkat kesekolah. Sepanjang perjalanan Ratih terlihat sangat ceria. Meski hawa dingin sangat menyengat pada pagi itu dikarnakan usai hujan, tetapi terasa hangat bagi Ratih. Entah kenapa tiba-tiba ia sangat bersemangat mendapatkan beasiswa itu, mungkin, karna ia juga sangat bertekad untuk membahagiakan ibunya. Sementara ibu Ratih sudah selesai bersiap-siap, membawa makanan untuk dijual, sekaligus baju hangat pesanan orang desa atas. Meski tubuhnya nampak kuyu karna sangat kurang istirahat, tapi tetap saja hal itu tidak mengendurkan semangatnya.

Pesanan baju hangat telah disampaikan kepada pemesan, kini ibu Ratih tinggal menghabiskan jualannya. Ia berjalan menuruni desa atas, hendak berjualan di sekitaran desanya saja. “Uhuk…uhuk…” sepanjang pejalanan tiada henti ibu Ratih terbatuk-batuk, dadanya terasa sangat sakit sekali. Tetapi ia tetap berjalan menuruni desa atas, hingga memasuki jalan setapak yang menurun sedikit curam. “Uhuk…uhuk…” kembali ibu Ratih terbatuk, tetapi kali ini sungguh ia terkejut, di tangannya yang bekas menutupi mulut karna batuk terdapat darah kental, lalu diiringi batuk kembali. Tubuh kuyuhnya terhuyung-huyung, pandangannya memburam, lalu akhirnya ibu Ratih tersungkur jatuh, tubuhnya menggelinding terjatuh di jalan setapak yang menurun itu, dan…, kepalanya terbentur keras dengan batu yang cukup besar, celakanya lagi batu itu cukup tajam. Tak pelak, darah keluar dari kepala ibu Ratih. Dan lebih celakanya lagi, dikarnakan jalan setapak itu masih sepi, jadi ibu Ratih tidak ada yang menolong.

Terlambat…

***

“Ya, betul, kamu lulus dengan gemilang, sekaligus mendapatkan beasiswa itu.” ujar wali kelas Ratih.
“Beneran, bu? Wah, syukurlah…” terlihat Ratih sangat senang dan tanpa sadar meneteskan air mata.
“Sekali lagi, selamat ya nak.”

Oh, alangkah senangnya Ratih saat ini. Usahanya selama ini akhirnya membuahkan hasil. Teman-teman Ratih pun ikut senang, dan satu persatu mengucapkan selamat. Ratih tidak ingin membuang-buang waktu, dia segera bergegas pulang. Dia sudah taak sabar mengabarkan hal ini kepada ibunya. “Ibu pasti sangat senang.” ucapnya dalam hati. Tapi sayang, Ratih sudah tidak dapat melihat senyum kebahagiaan itu lagi, karna sang ibu telah tiada. Sepanjang perjalanan Ratih tiada henti tersenyum, tanpa tahu apa yang menimpa ibunya pagi tadi.



Tamat…



Cerpen oleh: Delbin Clyte

Belajar Menjadi Lebih Bijaksana dari Si Kecil Mark

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi kisah yang menurut saya sangat penuh dengan inspirasi dari seorang Mark. siapakah Mark itu? dan apakah yang yelah diperbuatnya sehingga saya mengatakan bahwa kisahnya penuh dengan insiprasi? untuk mengetahuinya silahkan anda baca kisah di bawah ini. Semoga semua pembaca tulisan ini terinspirasi.

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk fi...nal. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannyasendiri.

Tiba lah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-ke ncang. Di setiap jalur
lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dorr. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo...cepat..cepat, maju..maju" , begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih." Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarla h gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa pesimis dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang beriman. Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua. Amin


Sumber : http://bundapenolongabadi.blogspot.com/2011/10/doa-seorang-anak.html