Mempertahankan Eksistensi Koperasi Indonesia di Tengah Tantangan Globalisasi

Minggu, 23 Oktober 2011

TEMA : Bagaimana Koperasi di Indonesia Menghadapi Tantangan Globalisasi

Pendahuluan
Tak dapat disangkal, bahwa masyarakat di berbagai belahan dunia, atau negara sebagai representasi institusional secara keseluruhan, telah memasuki suatu medan globalisasi yang dicirikan salah satunya melalui perdagangan bebas. Berbagai kesepakatan, jalinan kerjasama, perjanjian multilateral, berbagai kelompok negara maju dan berkembang, penyatuan mata uang, dan lain-lain, merupakan suatu wujud dari lintas batas geografis-regional menuju pada kepentingan ekonomi internasional yang tak terhindarkan, demikian juga yang terjadi di Indonesia. Sebuah babak baru menuju perdagangan bebas, baik dalam lingkup regional di kawasan ASEAN melalui AFTA maupun kesepakatan yang dijalin melalui G-8 atau G-15, ke semuanya ini merupakan bukti tentang jaring keterlibatan antar negara di wilayah internasional tengah berlangsung, dengan berbagai pengaruh maupun dampak yang diakibatkannya. Konsekuensi logis dari keterbukaan dan kebebasan serta kerjasama internasional itu akan terasa di masing-masing negara. Semangat utama dari globalisasi ini adalah interaksi secara global (global interactions) dan dalam prakteknya, globalisasi itu membangun dan bergerak pada tiga pilar besar: ekonomi, politik, kebudayaan.
Khusus di bidang ekonomi, globalisasi menampilkan bentuknya dengan prinsip perdagangan bebas dan perdagangan di tingkat dunia (world trade). Dengan demikian globalisasi ekonomi ini mengarah pada suatu aktifitas yang multinasional. Ungkapan lain untuk proses ini dinamakan juga sebagai "universalisasi sistem ekonomi" (the universalization of the economic system), Berbagai institusi-institusi perekonomian dunia akan "dipaksa" untuk mengikuti pergulatan di dalamnya, termasuk dalam hal ini tentu saja berlaku bagi badan-badan usaha koperasi yang banyak digeluti oleh usaha ekonomi rakyat di Indonesia. Bagi Indonesia, jelaslah bahwa implikasi dari perdagangan bebas ini adalah pentingnya upaya untuk membuka ketertutupan usaha, peluang, dan kesempatan, terutama bagi usaha koperasi yang menjadi salah satu pola usaha ekonomi rakyat. Hal ini menjadi sangat penting karena produk yang dihasilkan dari Indonesia harus berkompetisi secara terbuka tidak hanya di pasar dalam negeri, melainkan juga di luar negeri/pasar internasional. Salah satu contoh kasus ini dapat dilihat dalam produk-produk pertanian. Pada waktu yang bersamaan, negara-ncgara produsen lain hasil-hasil pertanian juga mengalami hal yang sama dalam memasuki perdagangan bebas kelas dunia ini, sehingga persaingan produk-produk pertanian di pasar intemasional akan semakin tinggi. Persaingan tidak hanya dalam harga dan kualitas akan tetapi juga bentuk, rasa, dan kemasan, serta kontinuitas pasokan. Dalam persaingan bebas, harga produk ditentukan oleh pasar internasional. Oleh karena itu, persaingan harus ditingkatkan melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi. Sejalan dengan itu, nilai tambah yang dihasilkan produk-produk pertanian perlu ditingkatkan melalui industri pengolahan dengan pendekatan sistem agrobisnis dan agroindustri. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk membuat makalah ini yang secara khusus membahas eksistensi koperasi di tengah tantangan globalisasi saat ini.

Pengaruh globalisasi tehadap perekonomian Indonesia secara umum
Sebelum masuk ke topik utama pada makalah ini, maka penting bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu pengaruh dari globalisasi tehadap perekonomian di Indonesia. Mengapa demikian? Karena tidak dapat disangkal bahwasanya koperasi dan kegiatanya adalah bagian dari suatu kegiatan perekonomian (khususnya di Indonesia). Jadi sangat tidak masuk akal apabila ingin membahas koperasi tetapi tidak mau mengetahui perekonomian dimana koperasi itu berdiri dan beraktivitas. Sebenarnya Tidak ada definisi yang baku atau standar mengenai globalisasi, tetapi secara sederhana globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai suatu proses dimana semakin banyak negara yang terlibat dalam kegiatan ekonomi dunia. Dengan demikian batas antara negara yang satu dengan yang lainya jadi semakin dekat dan bahkan sudah tak ada lagi. Contoh nyatanya adalah banyaknya produk-produk asing yang membanjiri pasar Indonesia mulai dari barang komoditas sampai barang-barang tersier. Jadi, proses globalisasi dari sisi ekonomi adalah suatu perubahan di dalam perekonomian dunia, yang bersifat mendasar atau struktural dan akan berlangsung terus dalam laju yang semakin pesat, mengikuti kemajuan teknologi yang juga prosesnya semakin cepat. Perkembangan ini telah meningkatkan kadar hubungan saling ketergantungan dan juga mempertajam persaingan antar negara, tidak hanya dalam perdagangan internasional tetapi juga dalam kegiatan investasi, finansial dan produksi. Globalisasi ekonomi ditandai dengan semakin menipisnya batas-batas kegiatan ekonomi atau pasar secara nasional atau regional, tetapi semakin mengglobal menjadi “satu” proses yang melibatkan banyak negara.
Dalam tingkat globalisasi yang optimal arus produk dan faktor-faktor produksi lintas negara atau regional akan selancar lintas kota di suatu negara atau desa di dalam suatu kecamatan. Pada tingkat ini, seorang pengusaha yang punya pabrik di Kalimantan Barat setiap saat bisa memindahkan usahanya ke Serawak atau Filipina tanpa ada halangan, baik halangan logistik maupun halangan birokrasi dari pihak pemerintah Malaysia atau Filipina maupun dari pemerintah Indonesia dalam urusan administrasi seperti izin dan sebagainya. Semakin menipisnya batas-batas kegiatan ekonomi secara nasional maupun regional disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah komunikasi dan transportasi yang semakin canggih dan murah, lalu lintas devisa yang semakin bebas, ekonomi negara yang semakin terbuka, penggunaan secara penuh keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif tiap-tiap negara, metode produksi dan perakitan dengan organisasi manajemen yang semakin efisien, dan semakin pesatnya perkembangan perusahaan multinasional di hampir seantero dunia. Selain itu, penyebab-penyebab lainnya adalah semakin banyaknya industri yang bersifat footloose akibat kemajuan teknologi (yang mengurangi pemakaian sumber daya alam), semakin tingginya pendapatan rata-rata per kapita, semakin majunya tingkat pendidikan mayarakat dunia, ilmu pengetahuan dan teknologi di semua bidang, dan semakin banyaknya jumlah penduduk dunia.

Dampak globalisasi terhadap koperasi
Dari uraian diatas (pengaruh globalisasi terhadap perekonomian secara umum) mulai terlihat bagaimana dampak globalisasi bagi koperasi, bagaimanapun globalisasi tidak dapat di lawan karena semua orang akan selalu ingin maju. Jadi koperasi tidak bisa melawan, koperasi harus berjalan secara bersama-sama. Di Negara berkembang seperti Indonesia harusnya koperasi dapat berkembang untuk melawan ketidak pastian dan kejamnya dunia ekonomi pada saat ini. Karena koperasi merupakan salah satu lemabaga ekonomi rakyat yang menggerakan perekonomian rakyat dalam memacu kesejahteraan sosial masyarakat. Namun kenyataanya tidak seperti yang kita bayangkan karena koperasi di Indonesia kurang dapat berkembang, apalagi melawan dampak globalisasi yang sangat hebat pada saat ini . Hal yang sangat terlihat jelas adalah bagaimana anggota mulai mencari dana bukan lagi di koperasi tetap di bank dan lembaga lainya, karena lebih mudah dan mendapat dana yang lebih besar dibandingkan dengan koperasi. Koperasi tidak dapat bersaing karena anggota menganggap koperasi sudah kuno dan bukan zaman nya lagi dan tidak mampu bersaing dengan dunia luar, karena ruang lingkup koperasi yang masih sangat kecil hanya tingkat kota bahkan hanya tingkat desa saja. Tetapi dampak yang paling hebat adalah saat Indonesia terkena dampak krisis global yang melanda semua Negara di seluruh dunia. Hal tersebut sangat terasa bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) karena kenaikan harga barang-barang, dan kekurangan modal. Tidak sedikit UKM yang gulung tikar karena hal itu. Seharusnya koperasi dapat mengambil bagian untuk mengurangi dampak buruk tersebut. Namun sangat terlihat koperasi kurang menjalankan fungsinya bagi masyarakat, harusnya koperasi dapat memberdayakan UKM sehingga tidak perlu sampai gulung tiakar.

Sikap-sikap dalam menghadapi globalisasi
Di era globalisasi, keadilan harus tumbuh dalam nurani anggota dan dijabarkan dalam perlakuan adil koperasi terhadap anggotanya. Dalam memanfaatkan hasil usaha, keadilan ini diterjemahkan dalam pembagian SHU anggota, sesuai besarnya jasa anggota kepada koperasi. Di era globalisasi, kesetiakawanan dalam koperasi adalah modal sangat berharga bagi kehidupan kolektif. Karena, koperasi bukan hanya organisasi perkumpulan pribadi sebagai anggota, tetapi anggota koperasi secara bersama adalah suatu kolektivitas. Bung Hatta melihat kesetiakawanan dalam masyarakat gotong royong dan dengan benar dijadikan sebagai dasar koperasi di Indonesia. Kesetiakawanan berarti bahwa semua pribadi bersatu membangun koperasi dan gerakan koperasi secara lokal, nasional, regional dan internasional. Kesetiakawanan tumbuh secara timbal balik, karena swadaya dan tolong menolong adalah dua faktor mendasar yang menjadi inti dari falsafah perkoperasian. Falsafah perkoperasian inilah yang sangat membedakan koperasi dari bangun usaha yang lain. Prinsip-prinsip Sebagai Kerangka Kerja Koperasi Prinsip-prinsip koperasi bukan sekedar untuk dipatuhi, tetapi juga sebagai alat pengukur bagi tingkah laku koperasi.

Upaya yang harus dilakukan untuk mempertahankan hadirnya koperasi di tengah era globalisasi
Kehadiran koperasi di tengah globalisasi memang sangat di ragukan. Mengingat uraian-uraian yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa permasalahan yang di hadapi koperasi begitu kompleks mulai dari dalam koperasi itu sendiri sampai kepada masalah-masalah eksternalnya. Disini penulis akan membahas secara singkat dan jelas mengenai kedua masalah pokok tersebut dan juga upaya-upaya yang harus/dapat dilakukan sebagai solusi untuk mempertahankan hadirnya koperasi di Indonesia di tengah globalisasi.
Jadi dari hal-hal tersebut masih banyak yang dibenahi dalam koperasi dalam mengahdapi globalisasi, berikut adalah langkah-langkah menurut saya yang mungkin harus & dapat dilakukan koperasi dalam ruang lingkup koperasi itu sendiri (internal) menghadapi globalisasi :

1)Pemberdayaan & Pelatihan Bagi Anggota Koperasi
Pada bidang SDM, koperasi juga mengalami persoalan yang tidak kalah peliknya, khusus bagi para anggotanya. Sesungguhnya bukan merupakan tanggung-jawab satu instansi saja melainkan merupakan tanggung-jawab bersama antara lembaga pendidikan dan pelatihan, termasuk perguruan tinggi sebagai penyedia tenaga kerja, masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan, dan pemerintah sebagai katalisator pembangunan sekaligus pemakai jasa pendidikan. Sumber daya manusia sangatlah penting untuk perkebangan koperasi, karena anggota merupakan unsur utama dan yang terpenting dalam koperasi. Agar Anggota dapat menghadapi persaingan ekonomi di dunia luar perlu debekali dengan pengetahuan. Sebagian besar masyarakat (anggota ) kurang dapat bersaing dengan dunia luar karena kurangnya pengetahuan dunia luar. Diharapakan koperasi dapat memberikan pelatihan dan informasi untuk anggotanya dalam mengahadapi era globalisasi. Ada 2 langkah yang cukup penting & menurut saya dapat dipertimbangkan :

•Pembangunan sistem pendidikan dan pelatihan yang diusahakan memenuhi kebutuhan pasar dan dunia usaha dalam kerangka pengembangan ekonomi kerakyatan. Karena pada kenyataanya banyak anggota-anggota koperasi yanng tidak mengetahui dengan benar visi & misi dari koperasi itu sendiri. Dalam hal ini kalangan perguruan tinggi seyogyanya memantau orientasi pembangunan masa depan dan juga fleksibel/luwes dalam menyesuaikan antara silabus pendidikan dengan kebutuhan koperasi.
•Pembangunan sistem informasi juga terkait dengan semua sarana pengembangan ekonomi kerakyatan, termasuk ke dalamnya angkatan kerja. Berkaitan dengan hal tersebut, diharapkan aspek ketenagakerjaan (anggota koperasi) juga memiliki peta-peta tentang kebutuhan di lapangan dalam hal ini koperasi. Informasi distribusi semacam ini akan memudahkan para pengambil kebijaksanaan untuk memantau kondisi kebutuhan SDM yang ada di berbagai koperasi yang ada di Indonesia .

2)Pembekalan Organisasi Bagi Pengurus
Selain para anggota-anggota dari koperasi akan menjadi lebih baik apabila para pengurus-pengurus koperasi juga diberikan pelatihan & pembekalan. Sebab apabila kita melihat realita yang adaMengapa koperasi kurang mampu bersaing menghadapi globalisasi bahkan sampai ditutup? Kita dapat menyalahkan pengurus karena banyak pengurus koperasi yang tidak memiliki pengetahuan tentang koperasi dan dunia bisnis, bahkan ada sebagian oknum yang melakukan korupsi. Jadi pembekalan itu sangat penting agar mampu membuat koperasi bisa lebih bersaing dan lebih bermutu lagi.

3)Perubahan Dalam Koperasi & Inovasi
Koperasi masih harus banyak melakukan perubahan agar dapat lebih bersaing lagi. Koperasi yang sekarang dengan yang dulu kurang memiliki perkembangan yang pesat, hal itu sangat terasa karena koperasi kurang berani mengambil perubahan. Perubahan atau inovasi yang bersifat positif sangatlah penting, agar koperasi kembali bangkit, yang terpenting adalah tetap berada di dalam koridor koperasi.
Sedangkan dari segi eksternal, ada juga hal-hal yang mungkin harus dilakukan untuk dapat mempertahankan eksistensi koperasi di tengah era globalisasi ini :

A.Pengadaan Teknologi
Bagian dari globalisasi yang tidak terpisahkan adalah teknologi, hal itu yang harus dimiliki oleh koperasi. Selama ini koperasi dinilai sangat kurang meemanfaatkan teknologi yang ada. Teknologi yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk kegiatan koperasi bahkan untuk pendidkan bagi anggota-anggota agar dapat lebih bersaing lagi, karena teknologi merupakan elemen yang sangat penting dalam era globalisasi saat ini. Contohnya adalah mesin untuk bidang pertanian tradisional, karena masih banyak anggota yang masih belum memanfaatkan teknologi. Hal itu disebeab kan masih ada di daerah, Internet juga sangat penting untuk medapatkan informasi dari dunia luar dengan cepat.

B.Pemerintah ikut ambil bagian dalam mengembangkan koperasi
Pemerintah merupakan aktor utama bagi perkembangan koperasi, karena kebijakan-kebijakan yang dilakukan harus pro rakyat dan demi kesejahteraan rakyat Indonesia semata jangan menguntungkan bagi bangsa lain. Disamping itu pemerintah juga harus membantu dana dalam mengembangkan koperasi, tetapi tidak hanya memberikan dana saja, pemerintah harus mengontrol pengguanaan dana tersebut.

C.Hubungan dengan Dunia Luar
Koperasi harus membangun hubungan dengan dunia luar seperti Perusahaan, Organisasi, dan Lain-lain. Karena dengan menjalin hubungan dengan dunia luar kesempatan dalam berbisnis dapat akan lebih besar lagi. Selain itu juga koperasi dapat menjadi penghubung bagi perusahaan atau organisasi dengan anggota koperasi karena dapat membuka peluang dalam dunia usaha. Hal ini tentu menjadi sangat penting terlebih pada zaman globalisasi ini yang meang sudah tidak ada “batas” antar negara lagi untuk saling bertransaksi.
Upaya-upaya yang telah di jelaskan memang sudah cukup baik, akan tetapi akan menjadi lebih baik & efektif lagi bila diadakan program penelitian dan pengembangan koperasi.

1)Peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan, yang meliputi seluruh aspek pengembangan perkoperasian melalui pendekatan interdisipliner dan lintas sektoral yang terkoordinasi dan terintegrasi.
2)Pengkajian dan perumusan pengetahuan perkoperasian dalam rangka penyusunan keilmuan koperasi, sebagai bahan pengajaran ilmu koperasi dalam pendidikan formal.
3)Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan perkoperasian untuk memberikan masukan yang diperlukan bagi penyusunan pola pengembangan koperasi serta persiapan langkah-langkah bagi usaha membangun koperasi.
4)Mengembangkan berbagai pola dan perangkat pembangunan koperasi baik perangkat lunak maupun perangkat keras, yang meliputi aspek-aspek manajemen personil, permodalan dan perkreditan, produksi serta pemasaran.
5)Mengkaji proyek rintisan/percontohan dalam rangka memperoleh sistem dan peralatan teknis yang belum dijadikan pola atau sistem operasional.
6)Mengembangkan pusat dokumentasi ilmiah dan informasi perkoperasian yang didukung oleh sistem dan jaringan informasi yang menyeluruh dan terpadu, guna memonitor dan mengevaluasi berbagai perkembangan pembangunan koperasi serta dampak sosial ekonomi yang ditimbulkannya.
7)Meningkatkan kerjasama koperasi dengan lembaga-lembaga pendidikan, penelitian, pengembangan dan pengkajian baik di lingkungan pemerintah maupun swasta.
8)Meningkatkan partisipasi para pengelola koperasi di daerah-daerah sebagai unsur penunjang penelitian dan pengembangan koperasi dalam menciptakan keselarasan dan keserasian antara pendekatan atas bawah (top-down approach) dalam pembangunan koperasi.
Disamping melaksanakan kegiatan-kegiatan diatas, dalam upaya mempertahankan eksistensinya koperasi juga perlu melaksanakan kegiatan tambahan yang merupakan upaya untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna sarana dan sistem administrasi koperasi secara terpadu melalui peningkatan profesionalisme, idealisme dan dinamika organisasi dengan memanfaatkan sumber daya lembaga pembina koperasi secara optimal. Upaya ini terutama ditujukan guna mendukung proses konsolidasi gerakan koperasi dalam mempertahankan dirinya di tegah himpitan global yang semakin meluas.. Dalam rangka memantapkan dan menyempurnakan hal tersebut perlu disusun kegiatan sebagai berikut:

Meningkatkan daya guna dan hasil guna pemanfaatan sarana dan prasarana fisik di lingkungan lembaga pembina koperasi, sehingga dapat memperkuat posisi koperasi pada era globalisasi ini.
Menyempurnakan dan meningkatkan tata lakasana dan administrasi di lingkungan lembaga pembina koperasi yang menunjang pelaksanaan tugas-tugasnya dalam mendukung pembangunan perkoperasian pada khususnya, melalui penyempurnaan dan peningkatan proses perumusan/ penyusunan kebijaksanaan, rencana, program, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan pelaksanaan gerakan koperasi.
Memantapkan dan menyempurnakan sistem pengawasan di lingkungan lembaga pembina koperasi, baik pengawasan fungsional internal maupun pengawasan eksternal. Dalam hubungan ini perlu disempurnakan dan dimantapkan lebih lanjut sistem informasi manajemen untuk mendukung pelaksanaan proses monitoring dan evaluasi berbagai program pembinaan perkoperasian secara transparan.
Meningkatkan kerjasama antara gerakan dan lembaga pembina koperasi dalam rangka mewujudkan keterpaduan konsistensi pelaksanaan kebijaksanaan dan program pengembangan koperasi dengan pengembangan sektor lainnya.

Masih banyak lagi yang dapat dilakukan koperasi untuk menghadapi Globalisasi pada saat ini, Yang terpenting adalah koperasi harus berani melakukan perubahan dan inovasi. Koperasi juga harus menjalin hubungan dengan dunia luar ( perusahaan atau organisasi lainnya). Jadi dapat di simpulkan koperasi tidak mungkin menghadapi Globalisasi, jadi yang dapat dilakukan kopaerasi adalah berjalan secara selaras dengan globalisasi. Hal tersebut dapat membuat koperasi lebih berkembang pesat lagi & perkembangan dari koperasi itulah yang akan membuat eksistensi koperasi di tengah globalisasi dapat terus bertahan.



Literatur
http://www.smecda.com/deputi7/file_Infokop/reposisi%20koperasi.htm

0 komentar:

Posting Komentar