Suku Batak/Bangsa Batak merupakan salah satu dari beratus-ratus suku yang ada di Indonesia yang memiliki kekayaan kebudayaan yang patut di banggakan dan Jujur saya merasa bangga menjadi bagian dalam suku Batak. Melanjutkan tulisan saya sebelumnya mengenai asal usul suku Batak, sekarang saya akan membahas mengenai salah satu kekayaan yang terdapat di dalam suku Batak itu sendiri yaitu "Ulos". Apa itu Ulos? Bila anda berasal dari suku Batak tentu ulos sudah tidak asing lagi bagi anda. Secara harafiah, ulos berarti selimut, pemberi kehangatan badaniah Dari terpaan udara dingin.
Menurut pemikiran leluhur Batak, ada 3 (tiga) sumber kehangatan:
(1) matahari
(2) api
(3) ulos.
Dari ketiga sumber kehangatan tersebut, ulos dianggap paling nyaman dan akrab dengan kehidupan sehari-hari. Matahari sebagai sumber utama kehangatan tidak kita peroleh malam hari, dan api dapat menjadi bencana jika lalai menggunakannya. Dalam pengertian adat Batak “mangulosi” (memberikan ulos) melambangkan pemberian kehangatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Biasanya pemberi ulos adalah orangtua kepada anak-anaknya, hula-hula kepada boru. Ulos terdiri dari berbagai jenis dan motif yang masing-masing memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dalam upacara adat yang bagaimana. Dalam perkembangannya, ulos juga diberikan kepada orang “non Batak” bisa penghormatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Misalnya pemberian ulos kepada Presiden atau Pejabat diiringi ucapan semoga dalam menjalankan tugas-tugas ia selalu dalam kehangatan dan penuh kasih sayang kepada rakyat dan orang-orang yang dipimpinnya. Ulos juga digunakan sebagai busana, misalnya untuk busana pengantin yang menggambarkan kekerabatan Dalihan Natolu, terdiri dari tutup kepala (ikat kepala), tutup dada (pakaian) dan tutup bagian bawah (sarung). Orang batak yang besar bukan di kampung-kampung sana (Toba;red) tentulah tidak terlalu mengetahui makna ulos. Seiring dengan perkembangan kekristenan keturunan orang batak maka makna ulos batak yang sering dilibatkan dalam pesta adat ataupun pesta Gereja(tertentu) ada dua hal.
1.Ulos itu melambangkan kasih. Orang yang manguloshon (memberi ulos) itu memberikan kasihnya yang tulus kepada mereka yang di ulosi. Jadi penafsiran sekelompok gereja yang mengatakan kalau ulos itu mengandung hal-hal yang mistis saya pikir sesuatu yang salah khususnya untuk dunia modern sekarang ini. Ulos bermakna kasih, sebagimana Tuhan Yesus mengasihi manusia.
2.Makna ulos yang kedua adalah ulos digunakan sebagai alat untuk menerima seseorang menjadi anggota keluarga atau bagian dari sebuah marga. Bila kita mangulosi (memberi ulos) kepada seseorang, siapapun dia, berarti kita sudah menerima dia menjadi bagian dari keluarga. Hal ini berlaku bagi setiap manusia dan tidak terbatas hanya kepada suku tapanuli saja. Jadi jangan heran ada orang Zimbabwe dan orang Maroko yang diberi marga setelah sebelumnya diulosi:P.
Berbahagialah mereka yang menerima ulos karena mereka akan dihangatkan sehangat kasih yang memberi ulos dan semakin mempererat hubungan kekeluargaan diantara mereka.
SUMBER :
http://desmon-dss.blogspot.com/2010/06/makna-ulos-batak.html
http://dianasihotang.wordpress.com/2008/09/13/arti-ulos-batak/
skip to main |
skip to sidebar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

WeLcome To My Blog ...
Followers
Blog Archive
-
▼
2011
(70)
-
▼
Oktober
(17)
- Belajar Dari Bambu
- Hal Berharga Dari Kisah Sederhana
- Ulos Dalam Budaya Batak
- Sejarah (asal usul) Suku Batak .
- Rumus Sederhana Tenses
- Mendalami Makna Perirtiwa Soempah Pemoeda
- Mempertahankan Eksistensi Koperasi Indonesia di Te...
- Mendalami Kehidupan Ann Dunham
- 48 Fakta Unik Tentang Manusia
- Sejenak Melancong ke Ambarawa
- Analisis Penyebab Sulitnya Koperasi di Indonesia U...
- Memandang Semua Yang Negatif Dari Sudut Pandang Ya...
- Upaya Memajukan Koperasi di Indonesia Ditengah Er...
- Dibalik cerita "Rajutan untuk Ratih"
- Belajar Menjadi Lebih Bijaksana dari Si Kecil Mark
- Akan aku lakukan demimu , Anak ku
- PASANG SURUT PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA
-
▼
Oktober
(17)
| © 2010 Sekedar Corat-coret |Blogger Template by BloggerTheme
0 komentar:
Posting Komentar