Malam pergantian tahun atau malam tahun baruan, biasa disebut oleh masayarakat kita (terutama para muda-mudi) pada umumnnya dirayakan dengan berbagai-bagai cara & kegiatan oleh masyarakat, tidak hanya di Indonesia saja akan tetapi di seluruh pelosok Negara-negara yang ada. Biasanya, sebagian besar masyarakat dunia memeriahkan malam pergantian tahun dengan berbagai macam cara, mulai dari menghiasi langit dengan menyalakan petasan dan kembang api, bermain terompet, atau dengan kegiatan-kegiatan lainnya. Setiap tahunnya, saya dan teman-teman pun biasa bermain kembang api pada malam pergantian tahun dalam indahnya kebersamaan. Tawa canda teman-teman pun seakan menjadi moment paling meriah dalam menghiasi setiap malam tahun baru. Sebelum berkumpul bersama teman-teman, saya pun mempunyai kegiatan atau acara bersama keluarga yang rutin dilaksanakan setiap malam pergantian tahun. Dalam adat batak acara tersebut biasa dikenal dengan istilah “mandok hatta”. Mandok hatta adalah suatu kegiatan kekeluargaan yang didalamnnya kita mensyukuri anugerah Tuhan yang telah menyertai kehidupan kita di sepanjang tahun dan menginzinkan kita untuk memasuki tahun yang baru dalam kehangatan keluarga yang berkumpul. Tidak hanya itu biasanya di dalam keluarga saya, saya dan keluarga pun akan bertukar pikiran, perasaan, unek-unek serta tidak lupa harapan yang ingin dicapai di tahun yang baru dimasuki. Sungguh suatu kegiatan yang sangat saya rindukan setiap tahunnya. Akan tetapi ada yang berbeda dari malam pergantian tahun 2011 ke tahun 2012 dengan malam-malam pergantian tahun yang sudah saya lewati selama ini.
Awalnya saya cukup merasa sedih karena saya harus melewati malam pergantian tahun tanpa kehadiran keluarga yang lengkap, padahal saya sangat berharap keluarga saya dapat berkumpul secara utuh di malam itu, khususnya berjumpa dengan Ayah saya yang memang biasanya hanya pulang setahun 1 kali dikarenakan pekerjaan di Irian. Ketika itu saya hanya bersama dengan abang saya yang pertama dirumah dan inilah pertama kalinya saya melewati malam pergantian tahun hanya berdua dengan abang saya. Kamipun bingung harus bagaimana karena biasanya pada waktu malam pergantian tahun, seperti yang telah saya sampaikan diatas, kami sekeluarga biasa berdoa dan bersyukur bersama kepada Tuhan atas tuntunan dan penyertaannNya di sepenjang tahun yang berlalu dan menaikan harapan-harapan untuk tahun yang kemudian dalam balutan makan malam yang sederhana namun penuh makna. Tapi tahun ini, semua itu hanya mimpi bagi saya. Kehangatan keluarga yang sangat saya rindukan terpaksa saya ikhlaskan untuk tidak saya alami pada malam pergantian tahun ini. Sedih dan kecewa itu sudah pasti yang saya rasakan saat itu.
Akhirnya jarum jam pun tepat berada di angka 12, saya pun langsung menuju ke teras depan rumah dan tak lama berselang pun, bunyi dan warna cantik dari petasan dan kembang api mulai menghiasi langit yang berarti telah dimulainya tahun yang baru yang tentunya disambut dengan harapan-harapan masyarakat dalam kehidupan mendatang. Setelah sekian saat saya berada di teras rumah, perlahan demi perlahan bunyi dan warna indah petasan pun mulai berkurang sampai akhirnya berhenti. Saya pun kembali masuk ke dalam rumah, tepatnya ke dalam kamar.
Di saat itulah saya mencoba untuk bersyukur kepada Tuhan atas berkat dan anugerahNya karena masih diizinkan untuk melewati tahun 2011 dan masuk ke tahun 2012 ini, walaupun awalnya saya sempat merasa sedih karena tidak bisa berkumpul secara utuh dengan keluarga. Doa dan harapan pun mulai saya panjatkan dihadapanNya agar kiranya saya selalu dituntun olehNya dalam menjalani kehidupan di tahun 2012 ini. Tidak hanya itu, reolusi-resolusi hidup pun mulai saya bangun dalam perenungan di malam itu dengan harapan saya dapat menjadi pribadi yang baru di tahun 2012 ini yang artinya saya harus meninggalkan segala kebiasaan dan kehidupan yang selama tahun-tahun lalu merusak atau bahkan memperlemah kualitas pribadi saya. Inilah moment yang cukup banyak mengubah cara pandang saya dalam menjalani kehidupan ini. Saya mulai sadar bahwa saya harus bersyukur atas setiap anugerah Tuhan dalam hidup saya. Saya mulai berfikir bahwa masih banyak anak-anak seperti saya di dunia ini, bahkan masih banyak yang tidak seberuntung saya, entah itu karena mereka sakit, atau orangtua mereka yang sudah meninggal, atau bahkan mereka yang hidup terlantar di jalanan yaitu mereka yang tidak tahu siapa keluarga dan orangtua mereka. Sedih dan rasa mengeluh yang awalnya saya rasakan pun mulai hilang dan sirna karena pada akhirnya cerita malam pergantian tahun saya berlalu dengan sangat sederhana namun indah dan penuh makna bersama-NYA.
skip to main |
skip to sidebar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
| © 2010 Sekedar Corat-coret |Blogger Template by BloggerTheme
0 komentar:
Posting Komentar