Jakarta Dan Problemnya.

Rabu, 16 Februari 2011

Jakarta adalah ibukota negara Indonesia yang sangat ramai penduduknya. Mengapa demikian? Hal ini tentu dikarenakan Jakarta menjadi pusat perekonomian dan pembangunan di negara ini. Karena sangat padatnya, Jakarta juga tidak lepas dari macetnya lalu lintas dan banjir oleh karena jarangnya daerah resapan air di kota ini. Semakin hari, Jakarta terasa semakin sempit di karenakan jumlah penduduknya yang setiap tahunya selalu bertambah dan bertambah. Mereka biasanya datang dari desa untuk mencari pekerjaan dan sumber penghidupan yang baru untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka yang dibawah standart. Tapi setelah sampai di Jakarta apakah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan? Ya hal inilah sebenarnya yang menjadi pokok permasalahan bagi pemda Jakarta. Mereka yang tidak mempunyai keahlian apa-apa akan tersingkirkan oleh persaingan yang ketat. Dan kalau sudah begini, mereka pun terpaksa tinggal di Jakarta karena mereka tidak mempunyai uang untuk kembali ke kampung. Ada juga yang mempunyai uang yang cukup untuk pulang kekampung tapi malu dengan orangtua dan kerabat mereka disana yang menantikan kesuksesan mereka di Jakarta.

Dan parahnya lagi, ada sebagian dari mereka yang terpaksa tinggal di Jakarta dan memenuhi kebutuhannya dengan cara yang tidak sehat, ada yang menjadi penjahat, penipu, kurir narkoba dan banyak kejahatan lainnya. Akibatnya, keamanan dan kenyamanan warga Jakarta pun terganggu oleh karena presentase kriminalitas semakin meningkat. Tapi kita tidak bisa semata-mata menyalahkan mereka, karena merupakan suatu hal yang wajar bila seseorang ingin merasakan kesejahteraan dalam hidupnya. Mereka tidak mempunyai cara lain karena didesa mereka tidak terdapat lapangan pekerjaan yang mencukupi. Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah bahwa pemerintah harus memeratakan pembangunan yang ada di negara ini khususnya di desa-desa sehingga warga desa tidak perlu pergi ke kota-kota besar lagi dan akhirnya tingkat pengangguran dan kriminalitas pun akan otomatis menurun

0 komentar:

Posting Komentar