Setiap orang pasti pernah bermimpi dalam hidupnya. Umumnya kita bermimpi ketika kita sedang tertidur dan kita pun tidak bisa menentukan mimpi kita sendiri. Itulah sebabnya banyak orang yang mengatakan bahwa mimpi adalah bunga tidur. Namun kata “mimpi” yang saya maksudkan pada juul diatas sangatlah berbeda dengan kata mimpi yang sudah saya jelaskan diatas. Kata mimpi yang saya maksudkan dalam konteks ini adalah sesuatu yang lebih mengarah pada visi yang jelas, hasil yang dapat diukur dan sasaran yang besar. Visi adalah gambaran masa depan kita. Visi kita akan memberikan pengharapan dan menjadi magnet yang kuat menuju sasaran kita. No vision, no future artinya orang yang tidak punya visi adalah orang yang tidak memiliki masa depan dan orang yang tidak punya masa depan akan kembali ke masa lalu. Lalu mimpi apakah yang sebenarnya memiliki kuasa, hingga mampu menggerakan kita untuk tetap mempertahankannya dan bekerja keras untuk mewujudkannya, serta berani menghadapi segala resikonya ? untuk menjawab pertanyaan tersebut sayatelah memilih kisah nyata yang menarik yang bisa menjelaskan kepada kita lebih baik mengenai mimpi yang memiliki kuasa.
Ketika Marhin Luther King Jr, berusia lima tahun, ia pernah punya teman main orang kulit putih dan orangtua temannya melarang King bermain dengan anaknya. King menangis menerima kenyataan yang pahit itu. Pada masa itu UU “Jim Crow” yang memberikan hak-hak istemewa kepada masyarakat kulit putih dan hidup terppisah dengan kulit hitam, benar-benar membuat jurang pemisah yang semakin lebar. Masyarakat kulit hitam hidup terpisah di bagian-bagian tertentu sebuah kota. Mereka tidak diperbolehkan bersekolah di sekolah-sekolah kaum kulit putih. Pergi ke gereja yang terpisah, makan di restoran juga hotel yang benar-benar dipisahkan. Mereka juga harus memberikan kursi di bus atau kereta api untuk kaum kulit putih dan duduk di paling belakang. King dapat merasakan semua itu karena ayah ibunnya selalu menanamkan persamaan hak. Ibunya selalu mengatakan “kalau kamu tidak pernah berfikir seperti seorang budak, tidak ada seorang pun yang bisa membuat kamu menjadi budak. Perjuangan Marthin Luther King Jr. dimulai saat ia berusia 26 tahun. King terpilih sebagai presiden MIA, yaitu organisasi para pendeta di Montgomery, Alabama. Di tengah-tengah gelombnag protes para tentara kulit hitam yang diperlakukan tidak adil oleh pemerintah, King maju memperjuangkan persamaan hak dalam hukum. Bentuknya adalah protes damai seperti yang diajarkan Gandhi di India. Apa yang dilakukan oleh King bukanlah perjuangan yang mudah, banyak hal yang harus dikorbankan. Ancaman, aniaya, penculikan, penjara dan pembunuhan adalah serangkaian kerikil tajam yang menghadang perjuangan King untuk mengubah keadaan bangsanya.
Tetapi King mempunya mimpi, mempunya harapan seperti yang dituangkan dalam pidatonya yang sangat terkenal, “ I Have A Dream”. Pidato ini berbunyi demikian : “I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: We hold these truths to be self-evident that all men are created equal. I have a dream that my four little children will one day live in nation where they will not be judged by the color of their skin by the content of their character.” Pidatonya terkenal sebagai pidato yang paling indah dan mengesankan dalam sejarah perubahan dunia. Perjuangan Marthin Luther King Jr. untuk mimpi-mimpinya harus dubayar mahal dengan nyawanya. Empat tahun setelah menerima Nobel Perdamaian, tanggal 4 April 1968 pukul 19.05, King tewas setelah ditembak oleh James Earl Ray, seorang kulit putih yang tidak senang dengan gerakan yang dilakukan King. Perjuangan yang tidak sia-sia karena sekarang orang-orang dapat menikmati apa yang menjadi harapan King.
Mimpi Marthin Luther King Jr. inilah salah satu contoh yang saya maksud sebagai “mimpi yang memiliki kuasa”. Karena di dalam mimpinya. King melihat dampak bagi masyarakat kulit hitam yang sangat positif. Lebih dari itu, jutaan orang menangkap visinya dan mempenagruhi perubahan undang-undang dasar di negaranya, Amerika. King mempunyai visi yang untuk itu ia bersedia mempertaruhkan segalannya. Sekarang dunia mengenal tokoh-tokoh kulit hitam sebagai pemimpin, atlet, penyanyi atau artis. Tanpa mimpi dan kerja keras King untuk mewujudkannya, tidak akan pernah kita mengenal Nelson Mandela, Oprah Winfrey, Michael Jordan, Eddy Murphy dan banyak lagi kaum kulit hitam yang memiliki persamaan hak. Mimpi yang memiliki kuasa adalah mimpi yang dapat mendorong orang yang memilikinya untuk melangkah maju, bahkan menjadi tenaga yang memberikan kekuatan saat menghadapi kesukaran. John C. Maxwell menguraikannya seperti ini, “ Mimpi yang memiliki kuasa adalah visi didalam lubuk yang berbicara kepada jiwa anda. Itulah sebabnya mengapa kita dilahirkan. Itulah yang memberikan bakat dan talenta kita dan memberikan inspirasi terbaik. Impian mengobarkan perasaan kita tentang hidup, dan tidak bisa dipisahkan dari tujuan hidup kita.
Selamat bermimpi, dan semoga mimpi kita juga memiliki kuasa untuk menjadi kenytaaan.
0 komentar:
Posting Komentar