Misteri Kepunahan Dinosaurus

Jumat, 15 Juni 2012



Kita pasti sudah tidak asing lagi degan kata “Dinosaurus” hewan purba yang menurut ilmiah pernah hidup di bumi kita sekitar ratusan juta tahun yang lalu dan sekarang telah punah. Meskipun kita yang hidup pada zaman sekarang tidak ada yang pernah melihan hewan tersebut hidup secara langsung, namun misteri kepunahan dinosaurus tetap mejadi suatu hal yang menarik untuk kita ketahui bersama. Pada zaman prasejarah reptil tumbuh dan berkembnag sangat pesat, khususnya pada zaman Triasik atau sekitar dua ratus lima belas juta tahun yang lalu. Perkembangan ini dimulai ketika seekor reptil yang disebut “Thecodont”. Tidak seperti reptil lainnya, reptil ini termasuk reptil yang modern yang berkembang sangat pesat sehingga ia dapat berdiri tegak dengan keempat kakinya. Reptil inilah yang nantinya akan menjadi reptil pertama yang dapat berdiri tegak atau yang biasa kita kenal dengan nama “Dinosaurus”.
Nama dinosaurus itu sendiri mempunyai arti “kadal yang mengerikan”. Kelompok ini mendapat nama demikian karena bagian kerangka fosil spesies dinasourus pertama yang ditemukan berukuran raksasa. Bukan hanya itu, bagian kerangka fosil spesies dinosaurus yang pertama kali ditemukan ini juga memiliki gigi-gigi yang berbentuk seperti gergaji. Hal ini menunjukan bahwa spesies dinosaurus ini merupakan seekor dinosaurus karnivora. Kemudian spesies ini diberi nama “Megalosaurus”. Tak lama setelah fosil pertama ditemukan, banyak fosil-fosil dinasourus lainnya ditemukan, salah satunnya adalah fosil ibu jari “Iguanodon”. Dinosaurus ini dinamakan demikian dikarenakan sebagian struktur tubuhnnya mirip dengan struktur tubuh Iguana, hanya saja dengan ukuran yang lebih besar. Pada mulanya, fosil ibu jari “Iguanadon” ini diperkirakan merupakan tanduk dari iguanadon karena ibu jari ini sangat keras dan tajam. Tetapi penyelidikan telah menunjukan bahwa fosil ini merupakan ibu jari dari iguanadon, bukan tanduk. Mungkin ibu jari ini digunakan untuk mempertahankan diri. Dinosaurus ini merupakan salah satu herbivora dari jenis dinasourus. Kemudian seorang peneliti memberi nama kelompok ini “Dinosaurus”.
Dinosaurus hidup pada tiga zaman pada zaman prasejarah. Zaman Triasik, Zaman Jurasik dan Zaman Kretaseus. Dinosaurus dibagi dalam dua kelompok berdasarkan bentuk pelvisnya (Tulang Panggul), tipe Sauruchian (tipe tulang panggul kadal) dan tipe Ornithichian (tipe tulang panggul burung). Tipe Sauruchian yang berbentuk mirip tulang panggul kadal kebanyakan dimiliki oleh dinosaurus jenis karnivora, sedangkan tipe Ornithichian yang berbentuk mirip tulang panggul burung kebanyakan dimiliki oleh dinosaurus jenis herbivora.
Selain jenis dinosaurus yang telah disebutkan seperti diatas tadi, ada juga juga jenis reptil-reptil lain pada zaman itu seperti jenis reptil terbang (Pterodactylus, Dimorphodon, dan Quetzlcoatlus) dan reptil laut raksasa (“Elasmosaurus, Kronosaurus dan Ichtyosaurus) serta adanya hewan peralihan diantara reptil dan burung yang diduga merupakan nenek moyang burung “Archaeopteryx”. Dinosaurus menguasai dunia sampai akhir zaman Kretaseus, sekitar enam puluh lima juta tahun yang lalu. Setelah itu kelompok ini mengalami kepunahan. Tak ada seorang yang tahu mengapa kelompok ini mengalami kepunahan. Kepunahan dinosaurus merupakan salah satu misteri ilmiah terbesar yang pernah ada. Akan tetapi, banyak teori dan hipotesis bermunculan yang mencoba menjelaskan tentang kepunahan dinasourus. Teori yang paling terkenal dan palin banyak dianut sekarang adalah “Teori Tabrakan Meteor”. Teori ini mengatakan bahwa pada enam puluh lima juta tahun yang lalu sebuah meteor raksasa bertabrakan dengan permukaan bumi. Karena besarnya ukuran meteor ini, gesekan dengan atmosfer bumi tidak membuat meteor ini hancur. Kemudian meteor ini menghantam permukaan bumi dan menerbangkan berabagai material ke angkasa sehingga membentuk awan debu yang sangat tebal yang menutupi atmosfer bumi yang menutupi atmosfer bumi dalam kurun waktu yang sangat lama dan mengakibatkan gelapnya bumi karena tidak tertembusnya awan debu ini oleh sinar matahari.
Hal ini tentu saja mengakibatkan berhentinya proses fotosintesis pada tanaman di zaman tersebut sehingga banyak tanaman mati yang diikuti dengan kematian dinosaurus jenis herbivora karena kelaparan. Kemudian kematian dinosaurus jenis herbivora ini pun akhirnya secara logis akan mengakibatkan kematian pada dinosaurus jenis karnivora karena tidak adanya sumber makanan bagi mereka. Pada akhirnya hal tersebut mengakibatkan kepunahan dinosaurus secara keseluruhan dan hanya meninggalkan beberapa mamalia kecil yang akan hidup sampai masa yang akan datang (masa sekarang kita hidup) seperti komodo, gajah dan lainnya. Akan tetapi kepunahan dinosaurus ini tetap menjadi misteri ilimiah sampai pada saat ini karena teori yang di jelaskan hanyalah salah satu teori dari beberapa yang mengansumsikan kepunahan dinosaurus.

0 komentar:

Posting Komentar