Excellence Is Not Money

Jumat, 15 Juni 2012



Uang adalah suatu benda yang memiliki nilai tertentu, dan menjadi alat tukar yang paling efektif yang disepakati bersama dalam kehidupan manusia. Tak bisa di pungkiri peranan uang dalam kehidupan kita memang sangat penting karena untuk mencukupi kebutuhan fisik kita sehari-hari kita memang memerlukan uang, sehingga tak jarang kita menemukan orang-orang yang hudupnya hanya diisi oleh memburu uang tanpa memikirkan hal yang lainnya, bahkan keluarga dan kesehantan dirinya sendiri. Bahkan yang lebih parah lagi ada juga mereka yang merelakan segala cara dan jalan demi merauk keuntungan dan mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, seperti koruptor dan penjahat lainnya. Tetapi apakah benar jika uang dianggap sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan hidup ini, atau apakah benar apabila uang dijadikan tolak ukur kesuksesan seseorang ? Kalau memang ada diantara kita yang menjawab “benar” untuk pertanyaan diatas, saya hanya manganjurkan untuk pertimbangkan fakta-fakta dari beberapa peristiwa di bawah ini.
Tahun 1923, sekelompok ahli keuangan paling berhasil bertemu di Hotel Edgewater Beach di Chicago. Secara kolektif, para hartawan ini menguasai kekayaan lebih banyak dari perbendaharaan Amerika Serikat saat itu. Tahun demi tahun, surat kabar dan majalah telah meliput keberhasilan mereka, dan mendorong kaum muda untuk meniru teladan mereka. Dua puluh tujuh tahun kemudian, kita bisa melihat apa yang terjadi pada tujuh hartawan tersebut :
1. Charles Schwab ; presiden perusahaan baja terbesar meninggal dalam keadaan bangkrut.
2. Arthur Cutten ; spekulator gandum terbesar meninggal di luar negeri juga dalam keadaan bangkrut.
3. Richard Witney ; presiden New York Stock Exchange, meninggal sesaat setelah dibebaskan dari penjara Sing-Sing.
4. Albert Fall ; anggota kabinet presiden Amerika diampuni dari penjara supaya bisa meninggal dirumahnnya sendiri.
5. Jess Livermore ; “beruang” Wall Street yang paling hebat meninggal dengan cara bunuh diri.
6. Leon Fraser ; presiden Bank of International Settlements, juga meninggal bunuh diri.
7. Ivan Kreuger ; kepala monopoli dunia yang terbesar meninggal bunuh diri.
Coba katakan, dibelahan dunia mana ada orang hidup yang tidak membutuhkan uang ? jika ada yang mengatakan uang bukanlah salah satu hal yang penting , saya sendiri ragu apakah orang tersebut pernah hidup dalam kekurangan. Namun, melihat cara hidup orang-orang yang berlimpah materi dan harta seperti diatas, kita bisa mempelajari banyak hal. Mereka (hartawana-hartawan) ini pastinya pintar dan sangat tahu bagaimana caranya menghasilkan uang. Tetapi, tidak seorang pun dari mereka belajar bagaimana menikmati, mempergunakan dan mensyukuri keberhasilan hidup yang sudah mereka peroleh.
Menjadi kaya bukanlah sesuatu yang salah. Apakah karena kita kaya lantas kita berdosa atau masuk dalam daftar hitam pencarian yang berwajib ? lagi pula tidak ada undang-undang yang melarang orang-orang untuk menjadi kaya. Uang itu diperlukan karena tidak ada yang gratis di dunia ini, tetapi menempatkannya sebagai yang terpenting dalam hidup dan mencarinya siang dan malam, menurut saya bukanlah sikap yang bijak. Karena “ uang bukanlah tujuan, melainkan alat atau media untuk membuat diri kita lebih berguna bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain “ begitu dituturkan Johanes Lim, dalam bukunya Just Duit. Bahkan seorang Benjamin Franklin, salah satu leluhur pendiri Amerika mengatakan : “ uang belum pernah dapat membuat seseorang bahagia, dan tidak akan pernah. Semakin banyak harta yang dia miliki, maka semakin banyak yang ia inginkan. Bukannya mengisi kekosongan, uang malah menciptakan kekosongan. Jika uang itu memuaskan satu keinginan, maka uang tersebut akan menggandakan keinginan itu dengan cara lain. Maka benarlah peribahasa orang bijak itu, berpeganglah padanya yang mengatakan ; Lebih baik sedikit harta namun takut akan Tuhan, darpada harta melimpah namun juga melimpah kesukarannya.”
Saya juga ingin kita mempertimbangkan hal yang terakhir ini. Uang dapat membeli tempat tidur mewah, tapi bukan tidur yang nyenyak ; buku-buku, tapi bukan pengetahuan yang ada didalmnya ; makanan mahal dan mewah, tapi bukan nafsu makan ; alat kosmetik tapi bukan kecantikan ; rumah mewah, tapi bukan kehangatan rumah tangga ; obat-obatan, tapi bukan kesehatan dan yang terakhir uang bisa membawa kita kemanapun kita mau, tapi bukan surga. Kita akan “excellence” ketika kita bisa dengan bijaksana mempergunakan hasil jerih payah kita. Kita akan menjadi orang yang luar biasa ketika uang yang kita miliki kita pakai bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang lain. Dan yang paling luar biasa adalah ketika kita bisa mensyukuri berkat Tuhan yang kita miliki, walaupun itu tidak dalam jumlah yang banyak.

0 komentar:

Posting Komentar