4 Faktor Penting DalamPerekonomian Indonesia

Sabtu, 26 Maret 2011

Tema : Perekonomian Indonesia

1. Keadaan Geografis Indonesia

Kenyataan pertama yang harus diakui adalah bahwa Indonesia merupakan kepulauan, dengan luas keseluruhan +/- sampai dengan 200 juta Ha. Keadan demikian dapat menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembanagan perekonomian kita. Banyaknya pulau akan menjadi kekuatan dan kesempaan, jiak pulau, jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang, dapat diolah dengan prinsip dari, oleh dan unutk rakyat banyak.

Kenyataan kedua adalah, bahwa di Indonesia hanya mengenal dua musim. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memenfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memennagkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.

Kenyataan ketiga adalah, negara Indonesia kaya akan bahan tambang, dan seperti telah sejarah buktikan, salah satu jenis tambnag kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar.

Kenyataan keempat adalah, bahwa wilayah Indonesia menempati posisi yang sangat strategis, terletak diantara dua benua dan dua samudra dengan segala perkembanganya. Dengan letak yang sangat strategis tersebut kita semestinya dapat memanfaatkanya sedemikian rupa sehingga lalu lintas ekonomi yang terjadi akan singgah dan membawa dampak yang positif bagi perekonomian Indonesia.

2. Mata Pencaharian
Dari keseluruhan wilayah yang dimiliki Indonesia, dapat ditarik beberapa hal diantaranya bahwa :
• Pertama, mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian (agraris), yang tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian seperti pertanian, perkebunan. Perikanan, pternakan dan lain sebagainya.
• Kedua, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP secara absolut masi dominan, namun jika dibanding dengan sektor-sektor di luar pertanian menampakan adanya penurunan dalam prosentase.

Yang perlu di waspadai dalam sektor petanian ini adalah, bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan komoditi-komoditi yang dihasilkan sektor lain (industri misalnya), sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang bekerja di sektor pertanian semakin tertinggal dengan sektor-sektor lain di luar pertanian. Jika tidak segera di tindak lanjuti, maka akan menjadi benarlah teori ketergantungan, bahwa spread effect (kekuatan menyebar) akan selalu lebih kecil dari back-wash effect (mengalirnya sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya).
Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi diantaranya adalah :
• Memperbaiki kehidupan penduduk/petani dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasaranya bidang pertanian.
• Meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya untuk pasar lokal saja.
• Mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis.
• Menunjang kegiatan transmigrasi.

3. Sumber Daya Manusia
Sebagai salah satu negara yang masih berkembang, Indonesia memang menghadapi masalah sumber daya manusia diantaranya :
• Pertumbuhan penduduk yang masih tinggi.
• Penyebaran yang kurang merata.
• Kurang seimbnagnya struktur dan komposisi umur penduduk, yang ditandai dengan besarnya jumlah penduduk yang masih relatif rendah.

Penyebaran penduduk yang idak merata menyebabkan tidak seimbangnya kekuatan ekonomi secara umum. Akibat lanjutnya adalah terjadinya ketimpangan daerah miskin dan daerah kaya. Daerah yang tampak menguntungkan (Pulau Jawa) akan menjadi serbuan dan perpindahan penduduk dari daerah lainya. Akibatnya daerah di luar Pulau Jawa yang memang telah ketinggalan dari segi ekonomi, menjasi semakin tertinggal. Komposisi penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenarasi kegiatan produksi menjadi tak lancar. Akibatnya ada masa tunggu yang sebenarnya tidak perlu terjadi, karena kebutuha hidup “tidak bisa” menerima istilah tunggu. Dengan demikian perlu dilakukan tindakan secepatnya untuk membekali dan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja muda di Indonesia dengan pemdidikan formal maupun formal, dengan kertampilan dan pengetahuan yang sifatnya mendesak.

4. Investasi
Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Bagaimana kita dapat melakukan pembangunan jika dana yang diperlukan untuk itu tidak tersdia atau kurang mencukupi? Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk mengharapkan dana investasi dari masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan dana yang besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran/ biaya rutin pemerintah. Namun sayangnya pemerintah tidak dapat terus-menerus mengandalkan tabungan pemerintah tersebut. Perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dan investasi pembangunan. Upaya-upaya tersebut adalah :
• Lebih mengembangkan ekspor komoditi non migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri. Untuk menunjang langkah ini perlu diusahakan peningkatan nilai tambah dan kemampuan bersaing dari komoditi-komoditi yang akan diekspor tersebut.
• Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakanya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas.
• Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanam modal asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia.
• Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktivitas.

Kesimpulanya adalah bahwa keempat faktor-faktor yang telah saya paparkan diatas memiliki hubungan yang tak terpisahkan anatara yang satu dengan yang lainya. Jadi, jika perekonoimian Indonesiai ingin maju dan berkembang maka pemerintah harus memperhatikan keberadaan keempat faktor tersebut demi terciptanya kesejahteraan yang bersifat menyeluruh.

0 komentar:

Posting Komentar