Cintaku CInta Jalanan

Minggu, 06 Maret 2011

Pagi itu matahari bersinar denagn terang seperti memberikan semangat untuk mengawali aktivitas seorang siswi SMA yakni Gadis. Seperti biasa Gadis berangkat kesekolah untuk menuntut ilmu. Sesampainya di sekolah, Gadis berjumpa dengan teman-temannya dan siap untuk memulai pelajaran hari ini. Pelajaran demi pelajaran diikutinya dan tak lam kemudian, bel tanda berakhirya jam sekolah pun berbunyi. Seperti biasa Gadis selalu pulang bersama sahabat baiknya yaitu Popi. Keduanya biasa pulang dengan naik bis kota dan pada saat itu keadaan bispun sangat ramai tidak seperti biasanya. Tak lama kemudian setelah setengah perjalanan, tiba-tiba Gadis pun berteriak kencang karena dompetnya dicuri.

Si pencopet yang panik pun berusaha melarikan diri melalui pintu belakang bus. Melihat kejadian tersebut pun Jojon yang adalah seorang pengamen jalanan tinggal tinggal diam. Jojon pun langsung mengejar pencopet tersebut seorang diri dan berhasil menangkapnya. Alangkah terkejutnya hati Gadis karena seseorang yang telah menolongnya itu adalah seorang pengamen jalanan yang selama ini dicap masyarakat sebagai pembuat onar dan sampah masyarakat. “Terimakasih ya” ujar Gadis sambil tersenyum. Kalo boleh tau, nama kamu siapa? Kata Gadis menyambungnya. Nama saya Jojon, sambil malu-malu, oh Jojon ya, nama aku Gadis dan ini (sambil menunjuk kearah Popi) dan ini temanku Popi, kami adalah siswi-siswi SMA’N 1. Setelah kejadian itu pun mereka berteman dan semakin akrab. Setelah lama berteman, ternayata Jojon pun mempunyai perasaan yang lebih kepada Gadis hingga Jojon memberanikan diri untuk mengirimkan surat kepada Gadis yang berisi tentang perasaanya terhadap Gadis. Setelah Gadis membaca surat dari Jojon Gadispun langsung datang menemui Jojon ditempat ia biasa nongkrong dengan teman-temannya. “Jon” sapa Gadis lebih dulu, haii dis sapa Jojon balik. Apa benar kamu yang menulis surat ini ?? kata Gadis lagi, emmm iaa dis jawab Jojon. Jujur saya memang menyukai kamu dis ya walaupun saya tau jalan hidup kita memang berbeda jauh. “Kamu dengerin aku dulu dong Jon” kata Gadis lagi. Aku juga suka ko sama kamu, menurut aku kamu adalah pria yang baik dan menyenangkan dan aku juga mau jadi pacar kamu ko.

“Yang bener dis” kata Jojon. Kamu tidak malu punya pacar seorang pengamen jalanan?? “ Malu” jawab Gadis. Kenapa mesti malu jon, justru aku bangga punya pacar yang mandiri dan peduki dengan orang lain. Jojon pun sangat senang mendengarnya dan sejak saat itu mereka pun jadi pasangan yang penuh kegembiraan. Hari-hari mereka selalu diisi dengan semangat sdan keceriaan walupun suka-duka selalu mengiringi perjalanan cinta mereka. Popi pun senang setelah mengetahui temannya mendapatkan pria yang tepat dalam hidupnya.

0 komentar:

Posting Komentar