Belajar Berbagi, Belajar tentang Empati

Sabtu, 26 Maret 2011

Kemampuan kognitif akan semakin terasah saat anak bersekolah. Ya, anak akan semakin pintar denga transfer berbagai ilmu dari para guru. Cukupkah anak hanya pandai? Tidak juga. Anak pun perlu mengasah kepekaan emosionalnya. Kecerdasan emosional ini akan jadi salah satu tolak ukur kesukseskan saat terjun dalam kehidupan sosial masyarakat. Misalnya, saat bekerja sama dalam kelompok dan menghargai orang lain. Salah satu kecerdasan emosional adalah tentang kemurahan hati dengan cara berbagi. Kebiasaan berbagi akan menerbitkan seberkas rasa aman, damai dan mengasihi. Penelitian pun menunjukan bahwa orang yang senang berbagi akan lebih banyak menghasilkan hormon edorfin.

Hormon edorfin ini akan memberikan imunitas pada tubuh. Perannya, mempercepat pemulihan saat sakit dan mampu beristirahat lebih optimal. Di samping itu, anak yang memiliki kecerdasan emosional akan lebih tangguh saat dihada[kan pada persoalan berat. Pelajaran tentang berbagi ini memang bermula dari rumah. Namun, sekolah pun bisa mengembangkan perilaku yang mampu menggugah empaiti siswanya ini. Pada masa pertumbuhan, anak akan belajar dari segala sesuatu disekitarnya.
Disinilah peran sekolah untuk memberikan contoh aktivitas tentang berbagi.

Implikasi nyata tentang konsep berbagi misalnya saat sekolah mengadakan event perayaan hari besar agama seperi Idul Fitri atau Natal atau perayaan lain seperti ulang tahun sekolah dan sebagainya. Pada akhirnya siswa bisa diajak langsung mengunjungi tenpat-tempat dan orang-orang yang masih membutuhkan uluran tangan. Dengan penerapan pemberian bantuan ini, siswa pun akan belajar tentang arti berbagi.

0 komentar:

Posting Komentar